| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | HANYA ISI PADA KOLOM C, VALUE, PADA CELL C3 | ||||||||||||||||||||||||
2 | KLASTER 2 - SUBKLASTER : IBU HAMIL, MELAHIRKAN, DAN NIFAS | VALUE | ID | ||||||||||||||||||||||
3 | 1. Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC 1 (K1) | 9 | JQqk3rNuwQJ | ||||||||||||||||||||||
4 | 2. Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC 6 (K6) | 9 | lkyIhOlHj94 | ||||||||||||||||||||||
5 | 3. Jumlah persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (PF) | 10 | Q5xQYhBgkBS | ||||||||||||||||||||||
6 | 4. Jumlah ibu nifas mendapat pelayanan nifas lengkap 4 kali (KF4) | 10 | OROjmxgxsU5 | ||||||||||||||||||||||
7 | Sub-Bagian: HIV/AIDS | ||||||||||||||||||||||||
8 | 5. Jumlah Ibu hamil yang dilakukan PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak) | 10 | jKRAUNv9ZV0 | ||||||||||||||||||||||
9 | 6. Jumlah semua orang di Klaster 2 (Ibu, Bayi, Balita, Pra Sekolah, Remaja & Usia Sekolah) dengan resiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pelayanan deteksi dini HIV sesuai standar (sesuai SPM) | 0 | N6y7v7tD9Wy | ||||||||||||||||||||||
10 | 7. Jumlah semua orang di Klaster 2 (Ibu, Bayi, Balita, Pra Sekolah, Remaja & Usia Sekolah) ODHIV baru yang memulai pengobatan ARV | 0 | Tar3WiPIUBn | ||||||||||||||||||||||
11 | 8. Jumlah semua orang di Klaster 2 (Ibu, Bayi, Balita, Pra Sekolah, Remaja & Usia Sekolah) ODHIV on ART yang mendapatkan tes Viral Load (VL) | 0 | WCWJSlYwySp | ||||||||||||||||||||||
12 | Sub-Bagian: TBC | ||||||||||||||||||||||||
13 | 9. Jumlah ibu hamil yang mendapatkan skrining TBC | 9 | IW6vrIzvqtg | ||||||||||||||||||||||
14 | 10. Jumlah ibu pasien TB yang putus berobat | 0 | siVSEazFDOg | ||||||||||||||||||||||
15 | 11. Jumlah ibu pasien TB yang sembuh | 0 | UqyPxUGYbZq | ||||||||||||||||||||||
16 | 12. Jumlah ibu positif TB yang menerima pelayanan pengobatan | 0 | rk586vlnyKN | ||||||||||||||||||||||
17 | 13. Jumlah ibu yang mendapatkan pelayanan TBC | 0 | SF4E9dDkK8I | ||||||||||||||||||||||
18 | Sub-Bagian: MALARIA | ||||||||||||||||||||||||
19 | 14. Jumlah ibu hamil yang mendapatkan skrining Malaria | 0 | A9BlYLlinHJ | ||||||||||||||||||||||
20 | 15. Jumlah kasus Malaria padaibu hamil yang diobati sesuai standard | 0 | Y4ZpUSnFrRC | ||||||||||||||||||||||
21 | KLASTER 2 - SUBKLASTER : BAYI, BALITA, DAN ANAK PRA-SEKOLAH | ||||||||||||||||||||||||
22 | 1. Jumlah bayi baru lahir mendapat pelayanan Kunjungan Neonatal lengkap 3 kali | 10 | z4MsFC30Ijf | ||||||||||||||||||||||
23 | 2. Jumlah bayi yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap | 9 | oAXsyGaGaMP | ||||||||||||||||||||||
24 | 3. Jumlah Anak usia 12–23 bulan mendapatkan imunisasi lanjutan lengkap (Baduta) | 8 | MuNvbjLXzvN | ||||||||||||||||||||||
25 | 4. Jumlah balita dipantau pertumbuhan dan perkembangannya | 476 | GdOHLNS4RMb | ||||||||||||||||||||||
26 | 5. Jumlah balita yang mendapat Skrining Talasemia | 4 | N4Fk9Iilye8 | ||||||||||||||||||||||
27 | 6. Jumlah balita sakit yang diperiksa Malaria | 0 | P8K5kNz4ZzV | ||||||||||||||||||||||
28 | 7. Jumlah balita sakit Malariayang diobati sesuai standard | 0 | JjeTvE6goDR | ||||||||||||||||||||||
29 | Sub-Bagian: TBC | ||||||||||||||||||||||||
30 | 8. Jumlah bayi balita pra sekolah pasien TB yang putus berobat | 0 | MFrsh4SCEHl | ||||||||||||||||||||||
31 | 9. Jumlah bayi balita pra sekolah pasien TB yang sembuh | 0 | qn618dKSyEl | ||||||||||||||||||||||
32 | 10. Jumlah bayi balita pra sekolah positif TB yang menerima pelayanan pengobatan | 0 | uYW8ZPDwctY | ||||||||||||||||||||||
33 | 11. Jumlah bayi balita pra sekolah yang dilakukan skrining TBC | 15 | KkcxxP6TsMX | ||||||||||||||||||||||
34 | 12. Jumlah bayi balita pra sekolah yang mendapatkan pelayanan TBC | 15 | SqarjiQ05R8 | ||||||||||||||||||||||
35 | KLASTER 2 - SUBKLASTER : USIA SEKOLAH DAN REMAJA | ||||||||||||||||||||||||
36 | 1. Jumlah Anak usia school dan remaja yang mendapatkan CKG | 0 | L4J4XRiN9sY | ||||||||||||||||||||||
37 | 2. Jumlah anak sekolah dan remaja yang mendapatkan Skrining TBC | 46 | x0iB2o2EbgM | ||||||||||||||||||||||
38 | 3. Jumlah anak sekolah dan remaja yang mendapatkan Skrining HIV | 0 | CfUgKKXJm3E | ||||||||||||||||||||||
39 | 4. Jumlah anak usia school dan remaja yang diperiksa Malaria | 0 | zr6caCql2HV | ||||||||||||||||||||||
40 | 5. Jumlah anak usia school dan remaja sakit Malariayang diobati sesuai standard | 0 | Ojeix38ZkmW | ||||||||||||||||||||||
41 | Sub-Bagian: TBC | ||||||||||||||||||||||||
42 | 6. Jumlah remaja dan usia sekolah pasien TB yang putus berobat | 0 | eA7slZnK2h4 | ||||||||||||||||||||||
43 | 7. Jumlah remaja dan usia sekolah pasien TB yang sembuh | 0 | KvSbaqJXFbO | ||||||||||||||||||||||
44 | 8. Jumlah remaja dan usia sekolah positif TB yang menerima pelayanan pengobatan | 0 | AkQkeplQjIP | ||||||||||||||||||||||
45 | 9. Jumlah remaja dan usia sekolah yang mendapatkan pelayanan TBC | 46 | Ab4UxfxIAGg | ||||||||||||||||||||||
46 | KLASTER 3 - SUBKLASTER : USIA DEWASA | ||||||||||||||||||||||||
47 | Sub-Bagian: HIV/AIDS | ||||||||||||||||||||||||
48 | 1. Jumlah orang dewasa terinfeksi HIV | 2 | AxynbHPT206 | ||||||||||||||||||||||
49 | 2. Jumlah orang dewasa dengan risiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | 12 | xyeis7iaGnl | ||||||||||||||||||||||
50 | 3. ILP - Jumlah orang di Klaster 3 (Dewasa & Lansia) dengan resiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pelayanan deteksi dini HIV sesuai standar (sesuai SPM) | 12 | JIaYphsD1KK | ||||||||||||||||||||||
51 | 4. ILP - Jumlah orang di Klaster 3 (Dewasa & Lansia) ODHIV baru yang memulai pengobatan ARV | 0 | uT1zIgRyUL6 | ||||||||||||||||||||||
52 | 5. ILP - Jumlah orang di Klaster 3 (Dewasa & Lansia) ODHIV on ART yang mendapatkan tes Viral Load (VL) | 2 | IbXbHFPja8n | ||||||||||||||||||||||
53 | Sub-Bagian: TBC | ||||||||||||||||||||||||
54 | 6. Jumlah dewasa pasien TB yang putus berobat | 0 | weKIiyv5Mkk | ||||||||||||||||||||||
55 | 7. Jumlah dewasa pasien TB yang sembuh | 1 | NB2VvePiqaU | ||||||||||||||||||||||
56 | 8. Jumlah dewasa positif TB yang menerima pelayanan pengobatan | 1 | Dri5QKeQE5x | ||||||||||||||||||||||
57 | 9. Jumlah dewasa yang mendapatkan pelayanan TBC | 232 | EqbnuXZv3F4 | ||||||||||||||||||||||
58 | 10. Jumlah usia dewasa yang dilakukan skrining TB Paru | 228 | pfi8KrH80ap | ||||||||||||||||||||||
59 | 11. Jumlah orang dewasa terduga (suspek) TB yang mendapatkan pelayanan | 3 | e1TzYfhnmjO | ||||||||||||||||||||||
60 | 12. Jumlah total usia dewasa terdiagnosa menderita TB Paru | 1 | r1xigX4Z66S | ||||||||||||||||||||||
61 | 13. Jumlah usia dewasa terdiagnosa TB Paru yang patuh dalam pengobatan | 1 | j3g8XIExNLw | ||||||||||||||||||||||
62 | Sub-Bagian: MALARIA | ||||||||||||||||||||||||
63 | 14. Jumlah suspek malaria pada usia dewasa yang diperiksa malaria | 0 | xTJ6E2DvPcb | ||||||||||||||||||||||
64 | 15. Jumlah kasus malaria pada usia dewasa yang diobati sesuai standard | 0 | Dcr22zJ3MeJ | ||||||||||||||||||||||
65 | Sub-Bagian: Hipertensi | ||||||||||||||||||||||||
66 | 16. Jumlah usia dewasa yang dilakukan skrining Hipertensi | 43 | yimEm1O1gTW | ||||||||||||||||||||||
67 | 17. Jumlah usia dewasa yang terdiagnosa Hipertensi | 8 | k1qiDgttqnK | ||||||||||||||||||||||
68 | 18. Jumlah usia dewasa penderita hipertensi yang mendapat pelayanan hipertensi sesuai standar | 8 | n4l2l3c77WX | ||||||||||||||||||||||
69 | 19. Jumlah usia dewasa penderita hipertensi terkendali (Sistole <140mmHg dan diastole <90 mmHg) | 96 | xONgzaq94CR | ||||||||||||||||||||||
70 | Sub-Bagian: Diabetes Melitus | ||||||||||||||||||||||||
71 | 20. Jumlah Usia dewasa yang dilakukan skrining DM | 43 | VC2G0gBh5Ld | ||||||||||||||||||||||
72 | 21. Jumlah Usia dewasa yang terdiagnosa DM | 0 | ST33eZY95An | ||||||||||||||||||||||
73 | 22. Jumlah Usia dewasa penderita DM yang mendapat pelayanan sesuai standar | 0 | Ja1vOaMlXfW | ||||||||||||||||||||||
74 | 23. Jumlah usia dewasa penderita DM dengan kadar gula darah terkendali | 50 | ujLeioVftcj | ||||||||||||||||||||||
75 | KLASTER 3 - SUBKLASTER : USIA LANJUT (LANSIA) | ||||||||||||||||||||||||
76 | Sub-Bagian: HIV/AIDS | ||||||||||||||||||||||||
77 | 1. Jumlah Lansia dengan Infeksi HIV | 0 | AxynbHPT254 | ||||||||||||||||||||||
78 | 2. Jumlah Lansia dengan Infeksi HIV mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standard | 0 | ciFfqmgZk7l | ||||||||||||||||||||||
79 | Sub-Bagian: TBC | ||||||||||||||||||||||||
80 | 3. Jumlah lansia pasien TB yang putus berobat | 0 | qc40EZMRhb6 | ||||||||||||||||||||||
81 | 4. Jumlah lansia pasien TB yang sembuh | 0 | UsA5fE8AYej | ||||||||||||||||||||||
82 | 5. Jumlah lansia positif TB yang menerima pelayanan pengobatan | 4 | UFqgh17hv1u | ||||||||||||||||||||||
83 | 6. Jumlah lansia yang mendapatkan pelayanan TBC | 103 | CgBTk9Nsoze | ||||||||||||||||||||||
84 | 7. Jumlah lanjut usia yang dilakukan skrining TB Paru | 99 | IIC8MreXaJJ | ||||||||||||||||||||||
85 | 8. Jumlah lanjut usia yang terduga (suspek) TB mendapatkan pelayanan | 4 | w0EqmRomAn3 | ||||||||||||||||||||||
86 | 9. Jumlah lanjut usia yterdiagnosa menderita TB Paru | 0 | HOPDfKKI7O4 | ||||||||||||||||||||||
87 | 10. Jumlah lanjut usia terdiagnosa TB Paru yang patuh dalam pengobatan | 0 | PB9p1Lve8IV | ||||||||||||||||||||||
88 | Sub-Bagian: MALARIA | ||||||||||||||||||||||||
89 | 11. Jumlah suspek malaria pada lanjut usia yang diperiksa malaria | 0 | QjLWq5LYC18 | ||||||||||||||||||||||
90 | 12. Jumlah kasus malaria pada lanjut usia yang diobati sesuai standard | 0 | e0kwFn6swuB | ||||||||||||||||||||||
91 | Sub-Bagian: Hipertensi | ||||||||||||||||||||||||
92 | 13. Jumlah Lanjut usia yang dilakukan skrining hipertensi | 43 | Pwi8gAN8iUG | ||||||||||||||||||||||
93 | 14. Jumlah Lanjut usia yang terdiagnosa hipertensi | 1 | H9cjTxpYYtL | ||||||||||||||||||||||
94 | 15. Jumlah Lanjut usia terdiagnosa hipertensi yang mendapat pelayanan (tata laksana) sesuai standar | 1 | HQnB2Qgar9K | ||||||||||||||||||||||
95 | 16. Jumlah Jumlah lanjut usia penderita hipertensi terkendali (Sistole <140mmHg dan diastole <90 mmHg) | 1 | OG0BdxuGKpX | ||||||||||||||||||||||
96 | Sub-Bagian: Diabetes Melitus | ||||||||||||||||||||||||
97 | 17. Jumlah Lanjut usia yang dilakukan skrining DM | 43 | ctUMaNnOabE | ||||||||||||||||||||||
98 | 18. Jumlah Lanjut usia yang terdiagnosa DM | 2 | TZx3pp15prM | ||||||||||||||||||||||
99 | 19. Jumlah Lanjut usia penderita DM yang mendapat pelayanan sesuai standar | 2 | gbcVfeFJyDa | ||||||||||||||||||||||
100 | 20. Jumlah lanjut usia penderita DM dengan kadar gula darah terkendali | 2 | bfThSn8SP86 |