| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | KOMPETENSI/ELEMEN | |||||||||||||||||||||||||
2 | MATA PELAJARAN SOSIOLOGI | |||||||||||||||||||||||||
3 | JENJANG SMA | |||||||||||||||||||||||||
4 | ||||||||||||||||||||||||||
5 | 1 | Informasi Umum | Penyusun | : Muqorobin | ||||||||||||||||||||||
6 | Sekolah | : SMA Avicenna Jagakarsa | ||||||||||||||||||||||||
7 | Mata Pelajaran | : Sosiologi | ||||||||||||||||||||||||
8 | Kelas | : X | ||||||||||||||||||||||||
9 | 2 | Elemen/Kompetensi | Pemahaman Konsep | Keterampilan Proses | ||||||||||||||||||||||
10 | Peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara kritis mengkaji masyarakat. Di samping itu peserta didik mampu mengenal identitas diri, menjelaskan tindakan sosial, menjelaskan hubungan sosial, menjelaskan peran lembaga sosial dalam mewujudkan tertib sosial, dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di masyarakat multikultural melalui konsep-konsep dasar sosiologi. | Peserta didik mampu melakukan penelitian sosial sederhana dengan memilih metode yang tepat, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data sederhana tentang keragaman gejala sosial serta menyajikan hasil penelitiannya. | ||||||||||||||||||||||||
11 | 3 | Capaian Pembelajaran Pertahun | Peserta didik secara mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara kritis untuk mengkaji masyarakat. Peserta didik secara mendalam mampu mengenal identitas diri. Peserta secara kritis mampu menjelaskan tindakan sosial. Peserta didik mampu menjelaskan hubungan sosial. Peserta didik secara kritis mampu menganalisis hubungan peran lembaga sosial dalam mewujudkan tertib sosial. Peserta didik secara kritis mampu menganalisis berbagai keragaman gejala sosial yang ada di masyarakat multikultural melalui konsep-konsep dasar sosiologi. | Peserta didik secara kritis mampu menetapkan berbagai keragaman gejala sosial sebagai topik penelitian. Peserta didik secara kritis mampu menentukan metode penelitian yang tepat sebagai bahan kajian ilmiah. Peserta didik secara kritis mampu menyusun instrumen penelitian dan mengumpulkan data. Peserta didik secara krititis mampu mengolah, menganalisis dan menginterpretasikan data hasil penelitian. Peserta didik secara kritis mampu membuat laporan dan menyajikan hasil penelitian. | ||||||||||||||||||||||
12 | 4 | Alur Tujuan Pembelajaran | Fase E | Kata Kunci | Topik | Indikator Penilaian | Jumlah Jam | |||||||||||||||||||
13 | 10.1 Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu untuk mengkaji kehidupan masyarakat dengan berbagai perspektif kajian teori sosiologi dan pendapat diri peserta didik serta melakukan identifikasi berbagai ragam gejala sosial dilingkungan sekitar melalui metode ilmiah. | Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu dalam mengkaji ragam gejala sosial | Fungsi Sosiologi untuk mengenali gejala sosial di masyarakat | 1 | Menjelaskan fungsi sosiologi untuk mengkaji gejala sosial di masyarakat | 44 JP/15 Minggu/3 Jam | ||||||||||||||||||||
14 | 2 | Mengemukakan sifat dan hakekat sosiologi sebagai ilmu dalam mengkaji masyarakat | ||||||||||||||||||||||||
15 | 3 | Mengidentifikasi ragam gejala sosial dalam kehidupan masyarakat melalui metode ilmiah | ||||||||||||||||||||||||
16 | 4 | Menyampaikan hasil pengamatan dalam diskusi kelas mengenai ragam gejala sosial sebagai bagian dari kajian sosiologi | ||||||||||||||||||||||||
17 | 10.2 Menjelaskan konsep identitas diri dalam berbagai konteks dan memberikan contoh nyata penerapannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat serta membuat laporan pemetaan identitas diri sebagai entitas dalam kehidupan bermasyarakat. | Menjelaskan identitas diri dalam berbagai konteks | Identitas Diri dalam Kehidupan Masyarakat | 1 | Menjelaskan konsep identitas diri dalam berbagai konteks | |||||||||||||||||||||
18 | 2 | Menyajikan contoh penerapan identitas diri dalam kehidupan dari berbagai sumber pengamatan | ||||||||||||||||||||||||
19 | 3 | Menerapkan konsep identitas diri dalam kehiudpan nyata di masyarakat | ||||||||||||||||||||||||
20 | 4 | Menyusun laporan pemetaan penerapan identitas diri dalam berbagai konteks | ||||||||||||||||||||||||
21 | 5 | Menyajikan pemetaan penerapan identitas diri dalam bentuk presentasi hasil kerja individual | ||||||||||||||||||||||||
22 | 10.3 Menjelaskan konsep tindakan sosial dan menyimpulkannya sebagai bagian dari proses hubungan dengan orang lain dalam kehidupan sosial bermasyarakat serta melakukan studi penelitian lapangan tentang berbagai fenomena tindakan sosial yang terjadi di masyarakat. | Menjelaskan tindakan sosial sebagai bagian hubungan dengan orang lain | Tindakan Sosial Sebagai Realitas | 1 | Menjelaskan konsep tindakan dari berbagai perspektif teori sosiologi | |||||||||||||||||||||
23 | 2 | Mengemukakan pendapat pribadi tentang tindakan sosial sebagai bagian proses hubungan dengan orang lain | ||||||||||||||||||||||||
24 | 3 | Menemukan berbagai fenomena tindakan sosial yang aktual ini terjadi melalui pengamatan lapangan | ||||||||||||||||||||||||
25 | 4 | Menyusun laporan hasil pengamatan terkait fenomena tindakan sosial | ||||||||||||||||||||||||
26 | 5 | Mengkomunikasikan pendapat secara individu berdasarkan hasil pengamatan mengenai fenomena tindakan sosial | ||||||||||||||||||||||||
27 | 10.4 Mengidentifikasi bentuk hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat melalui pengamatan serta melaporkan hasil pengamatan secara ilmiah. | Mengidentifikasi hubungan sosial secara spesifik sesuai dengan kontek kehidupan nyata | Hubungan Sosial | 1 | Menjelaskan konsep hubungan sosial di masyarakat sebagai realitas sosial | |||||||||||||||||||||
28 | 2 | Mendeskripsikan faktor-faktor dan syarat terjadinya hubungan sosial | ||||||||||||||||||||||||
29 | 3 | Mengidentifikasi bentuk-bentuk hubungan sosial sesuai dengan hasil pengamatan | ||||||||||||||||||||||||
30 | 4 | Menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk project mandiri | ||||||||||||||||||||||||
31 | 10.5 Menganalisis peran lembaga sosial dalam kehidupan sosial masyarakat dan menghubungkannya dalam upaya menciptakan keteraturan dan tertib sosial serta melakukan studi investigasi berbagai peran lembaga sosial dalam kehidupan sosial secara nyata. | Menganalisis peran lembaga sosial dilingkungan masyarakat | Peran Lembaga Sosial | 1 | Menjelaskan konsep lembaga sosial dari berbagai sumber | |||||||||||||||||||||
32 | 2 | Menganalisis peran lembaga sosial berdasarkan fakta dalam kehidupan masyarakat | ||||||||||||||||||||||||
33 | 3 | Menganalisis hubungan berbagai peran lembaga sosial dalam menciptakan keteraturan dan ketertiban di masyarakat | ||||||||||||||||||||||||
34 | 4 | Menganalisis dan mendiskusikan peran lembaga sosial di masyarakat sekitar sesuai dengan hasil investigasi lapangan | ||||||||||||||||||||||||
35 | 5 | Mempresentasikan hasil temuan lapangan secara berkelompok melalui diskusi | ||||||||||||||||||||||||
36 | 10.6 Menganalisis ragam gejala sosial sebagai dinamika dalam kehidupan masyarakat mutikutural dan mengevaluasinya dengan berdasarkan pada fakta-fakta sosial yang aktual terjadi di masyarakat. | Menganalisis ragam gejala sosial dalam masyarakat multikutural | Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat Multikultural | 1 | Memahami hekekat gelaja sosial dari berbagai sumber literatur | |||||||||||||||||||||
37 | 2 | Menganalisis adanya ragam gejala sosial dalam masyarakat multikultural berdasarkan konteks kehidupan nyata | ||||||||||||||||||||||||
38 | 3 | Menganalisis kecenderungan gejala sosial di masyarakat sebagai akibat dari hubungan sosial dari perspektif empiris | ||||||||||||||||||||||||
39 | 4 | Mengevaluasi dan mengajukan pendapat secara kritsi terhadap dinamika kehidupan sosial masyakarat multikultural | ||||||||||||||||||||||||
40 | 10.7 Merumuskan dampak keragaman gejala sosial yang terjadi dilingkungan sekitar sebagai topik penelitian yang relevan dan melakukan penelitian sosial deskripstif yang sesuai dengan metodologi ilmiah. | Melakukan penelitian sosial dengan topik keragaman gejala sosial yang terjadi di masyarakat | Metode Penelitian Sosial | 1 | Menentukan topik penelitian tentang dampak keragaman gejala sosial yang terjadi di masyarakat | |||||||||||||||||||||
41 | 2 | Menyusun rancangan penelitian sosial dengan pendekatan deskriptif | ||||||||||||||||||||||||
42 | 3 | Menyusun instrument penelitan dalam bentuk wawancara, kuesioner dan observasi serta kajian dokumen | ||||||||||||||||||||||||
43 | 4 | Mengumpulkan data dengan instrument penelitian yang telah dirancang | ||||||||||||||||||||||||
44 | 5 | Mengolah dan menganalisis data penelitian sosial | ||||||||||||||||||||||||
45 | 6 | Menyusun laporan penelitian sesuai dengan sistematika ilmiah | ||||||||||||||||||||||||
46 | 7 | Mengkomunikasi hasil penelitian dalam diskusi ilmiah | ||||||||||||||||||||||||
47 | 5 | Profil Pelajar Pancasia | Peserta didik menjadi pribadi yang bernalar kriris (Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan). Perkembangan Dimensi Berkebinekaan Global (Menganalisis berbagai pengaruh keanggotaan diri terhadap pembentukan identitas diri dan mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari masyarakat). Peserta didik menjadi pribadi yang berkebhinekaan global (Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman sosial di sekitarnya serta menjelaskan peran sosial dalam membentuk identitas dirinya). Peserta didik menjadi pribadi yang bernalar kriris (Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan). Peserta didik menjadi pribadi yang kreatif (Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya dengan menggunakan berbagai perspektif). | |||||||||||||||||||||||
48 | 6 | Glosarium | Masyarakat : satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat, konvensi dan aturan hukum tertentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh perasaan bersama. | |||||||||||||||||||||||
49 | Hubungan sosial : kegiatan interaksi sosial masyarakat yang melakukan tindakan untuk memberi informasi dan mempengaruhi satu sama lainnya, hubungan ini bisa bisa setabil jika dilakukan dengan kesadaran serta tolerasi akan tetapi jika dilakukan dengan penyimpangan sosial maka yang timbul dari hubungan masyarakat ialah adanya dinamika kelompok sosial, seperti peperangam konflik sosial dan bentuk lainnya. | |||||||||||||||||||||||||
50 | Gejala sosial : suatu fenomena yang ditandai dengan timbulnya permasalahan sosial yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu di dalam lingkungan kehidupannya. Dengan kata lain, setiap gejala ini menjadi dampak sekaligus penyebab dari gejala sosial lainnya. | |||||||||||||||||||||||||
51 | Tindakan sosial : tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku manusia. Ciri utama dari perilaku dalam tindakan sosial adalah pemaknaan yang bersifat subjektif, mampu mempengaruhi orang lain dan menerima pengaruh dari orang lain. | |||||||||||||||||||||||||
52 | Lembaga sosial : seperangkat aturan yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup | |||||||||||||||||||||||||
53 | Masyarakat multikutural : masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku yang masing-masing punya struktur budaya yang berbeda-beda. Mereka dapat hidup bersama berdampingan satu sama lain yang sederajat dan saling berinterseksi dalam suatu tatanan kesatuan sosial politik. | |||||||||||||||||||||||||
54 | Keteraturan sosial : kondisi kehidupan yang aman, tentram, dan tertib dari perilaku yang merugikan masyarakat. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, maka dibuat nilai dan norma yang berfungsi untuk mengontrol perilaku masyarakat. | |||||||||||||||||||||||||
55 | Tertib sosial : kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur, sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, nilai, dan norma dalam interaksi sosial | |||||||||||||||||||||||||
56 | Konteks : bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Ada beberapa jenis konteks. | |||||||||||||||||||||||||
57 | Eksplorasi : penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan) dan fakta sosial yang sesungguhnya. | |||||||||||||||||||||||||
58 | Metodologi ilmiah : suatu prosedur atau tata cara sistematis yang digunakan para ilmuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi | |||||||||||||||||||||||||
59 | Identitas diri : kesadaran individu untuk menempatkan diri dan memberi arti pada dirinya sebagai seorang pribadi yang unik, memiliki keyakinan yang relatif stabil, serta memiliki peran penting dalam konteks kehidupan bermasyarakat. | |||||||||||||||||||||||||
60 | Penelitian sosial : penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sosial, hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau praktik-praktik sosial dengan cara metodologi ilmiah. | |||||||||||||||||||||||||
61 | Entitas : sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik. | |||||||||||||||||||||||||
62 | 7 | Rasional Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran | Penyederhanaan dan penetapan materi esensial dalam alur tujuan pembelajaran (ATP) dimaksudkan untuk mencapai pemahaman dasar materi sosiologi kelas X secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan. Penyusunan alur pembelajaran juga mempertimbangan tahapan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan system thingking (suatu proses untuk melihat segala sesuatu sebagai kesatuan utuh dan menekankan pada hubungan antar elemen yang ada pada suatu sistem) . Dengan model alur tujuan pembelajaran mendorong peserta didik mampu mengkontektualisasikan materi pembelajaran dengan kehidupan yang nyata di masyarakat. Pencapaian pembelajaran pada elemen keterampilan proses inkuiri (inquiry process skill) dapat dilakukan dengan dua alternatif, yakni berdiri sendiri pada pembelajaran sosiologi dan atau melalui studi multidisiplin dengan mata pelajaran lain dalam bentuk kegiatan pembelajaran berbasis proyek (project based learning/problem based learning/integreted learning). | |||||||||||||||||||||||
63 | 8 | Catatan khusus penggunaan alur tujuan pembelajaran | Penggunaan alur tujuan pembelajaran (ATP) perlu memperhatikan kondisi kesiapan satuan pendidikan yang terkait dengan intek siswa, kompetensi guru, heterogenitas kondisi siswa, akses jaringan internet, ketersediaan sarana pendukung, dinamika lingkungan sekitar pembelajaran dan kearifan lokal budaya masyarakat setempat. | |||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||