1 of 60

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

1

ANALISIS

LAPORAN KEUANGAN

​

Oleh:

Drs. Budhi Purwantoro Jati, MM., Ak., CA.

2 of 60

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

2

Bab

​

7

ANALISIS RASIO

​

3 of 60

PENGERTIAN ANALISIS RASIO

  • Analisis rasio adalah analisis yang menunjukkan hubungan matematik dan sekaligus perbandingan antar elemen laporan keuangan pada suatu periode tertentu.
  • Analisis ratio bermanfaat untuk:

1. Mengukur kondisi dan prestasi keuangan perusa-han pada saat ini dan di masa lalu sebagai dasar untuk memprediksi kemampuan keuangan perusahaan di masa y.a.d.

2. Menilai efektifitas kebijakan/keputusan yang telah diambil oleh (manajemen) perusahaan dalam menjalankan operasinya.

3. Menyusun laporan keuangan proforma.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

3

4 of 60

JENIS RASIO

  1. Rasio likuiditas (Short-term Liquidity Ratio)
  2. Rasio solvabilitas (Long-term Debt Paying Ability Ratio)
  3. Rasio profitabilitas (Profitability Ratio):

a. Rasio pemanfaatan aktiva (Assets Utilization

Ratio)

b. Rasio kinerja operasi (Operating Performance

Ratio)

c. Rasio kembalian investasi (Return on Invest-

ment Ratio)

  1. Rasio pasar (Market Ratio)

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

4

5 of 60

RASIO LIKUIDITAS�(Short Term Liquidity Ratio)

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban finansial jangka pendek.

​

  • Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek dipengaruhi oleh:

1. Jumlah aktiva lancar yang tersedia untuk membayar

kewajiban lancar

2. Jumlah kewajiban lancar yang harus dibayar

​

  • Ketersediaan aktiva lancar untuk membayar kewajiban lancar dipengaruhi oleh tingkat likuiditas (kemudahan, kecepatan & kepastian untuk diubah menjadi kas) dari setiap jenis aktiva lancar.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

5

6 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

Berikut ini adalah ringkasan informasi tentang aktiva lancar dan utang lancar PT A, PT B, dan PT C per 31 Desember 2012.

​

​

Keterangan

PT A

(Rp 000)

PT B

(Rp 000)

PT C

(Rp 000)

​

Kas

100.000

150.000

200.000

​

Surat Berharga

0

25.000

50.000

​

Piutang Dagang

100.000

175.000

250.000

​

Persediaan

800.000

650.000

500.000

​

Total Aktiva Lancar

1.000.000

1.000.000

1.000.000

​

Total Utang Lancar

250.000

250.000

250.000

​

Perusahaan manakah yang kondisinya paling likuid?

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

6

7 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

- Jenis rasio likuiditas yang utama:

​

1. Modal Kerja

​

=

​

Aktiva Lancar – Utang Lancar

​

Working Capital

​

=

​

Current Assets – Current Liabilities

​

​

​

​

​

2. Current Ratio

​

=

​

Aktiva Lancar

​

Utang Lancar

​

​

​

=

​

Current Assets

​

Current Liabilities

​

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

7

8 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

3. Quick (Acid Test)

Ratio

=

Kas + Surat Berharga + Piutang

​

Utang Lancar

​

​

​

​

​

​

​

=

Cash + Marketable Securities + Receivable

​

Current Liabilities

​

​

​

​

​

4. Cash Ratio

=

Kas + Surat Berharga

​

Utang Lancar

​

​

​

​

​

=

Cash + Marketable Securities

​

Current Liabilities

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

8

9 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

Jenis Rasio

PT A

PT B

PT C

1. Modal Kerja

Rp 750 jt

Rp 750 jt

Rp 750 jt

2. Current Ratio

4 : 1

4 : 1

4 : 1

3. Quick (Acid Test) Ratio

0,8 : 1

1,4 : 1

2 : 1

4. Cash Ratio

0,4 : 1

0,7 : 1

1 : 1

​

Perusahaan yang kondisinya paling likuid adalah PT C karena memiliki jumlah kas dan surat berharga yang cukup untuk melu-nasi utang lancarnya, sementara bagi PT B untuk dapat meluna-si utang lancarnya harus dapat menagih piutang terlebih dahulu, dan bagi PT A untuk dapat melunasi utang lancarnya selain harus dapat menagih piutang terlebih dahulu juga harus dapat menjual persediaan terlebih dahulu.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

9

10 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

- Jenis rasio likuiditas tambahan:

1. Perputaran Piutang

=

Penjualan Bersih

​

Rata2 Piutang Dagang Bruto

​

​

​

​

​

Account Receivable

Turn-Over

=

Net Sales

​

Average Gross Receivables

​

​

​

​

​

2. Jumlah Hari Pengum-

pulan Piutang

=

365

​

Perputaran Piutang

​

​

​

​

​

Collection Period

=

365

​

Account Receivables Turn-Over

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

10

11 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

3. Perputaran Perse-

diaan

=

Harga Pokok Penjualan

​

Rata2 Persediaan

​

​

​

​

​

Inventory Turn-Over

=

Cost of Goods Sold

​

Average Inventories

​

​

​

​

​

4. Jumlah hari perpu-

taran persedian

=

365

​

Perputaran Persediaan

​

​

​

​

​

Day of Inventory

=

365

​

Inventory Turn-Over

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

11

12 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

5. Siklus Operasi

=

Jumlah hari pengumpulan piutang + Jumlah hari perputaran persediaan

​

​

​

​

​

Operating cycle

=

Collection Period + Day of Inventory

​

​

​

​

​

6. Perputaran Utang

=

Harga Pokok Penjualan

​

Rata2 Utang Dagang

​

​

​

​

​

Payable Turn-Over

=

Cost of Goods Sold

​

Average Account Payable

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

12

13 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

13

- Jenis rasio likuiditas tambahan:

6. Perputaran Utang

=

Beban Pokok Penjualan

​

Rata2 Utang Dagang

​

​

​

​

​

Account Payable

Turn-Over

=

Cost of Good Sold

​

Average Account Payables

​

​

​

​

​

7. Jumlah Hari Pemba-

yaran Utang

=

365

​

Perputaran Utang

​

​

​

​

​

Payment Period

=

365

​

Account Payables Turn-Over

​

14 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

Berikut ini adalah laporan keuangan PT Yogyakarta yang terdiri atas neraca dan laporan laba-rugi komparatif tahun 2011 & 2012

​

Neraca

​

Keterangan

31-12-2011

31-12-2012

​

Aktiva:

Kas

Surat Berharga

Piutang Dagang (neto)

Persediaan

Persekot Sewa

​

3.000.000

2.000.000

4.500.000

15.000.000

1.000.000

​

2.000.000

1.000.000

6.000.000

16.000.000

1.500.000

​

Total Aktiva Lancar

25.500.000

26.500.000

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

14

15 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

​

Tanah

Gedung

Akum. Depr. Gedung

Mesin

Akum. Depr. Mesin

15.000.000

50.000.000

(10.000.000)

30.000.000

(3.000.000)

10.000.000

30.000.000

(7.500.000)

38.000.000

(3.500.000)

​

Total Aktiva Tetap

82.000.000

67.000.000

​

Total Aktiva

107.500.000

93.500.000

​

Utang dan Modal:

Utang Dagang

Utang Gaji dan Upah

​

10.000.000

7.000.000

​

15.000.000

6.000.000

​

Total Utang Lancar

17.000.000

21.000.000

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

15

16 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

​

Utang Bank

Utang Obligasi

30.000.000

10.000.000

25.000.000

5.000.000

​

Total Utang Jk. Panjang

40.000.000

30.000.000

​

Modal Saham Biasa

Agio Saham Biasa

Laba Ditahan

30.000.000

3.000.000

17.500.000

25.000.000

2.500.000

15.000.000

​

Total Modal

50.500.000

42.500.000

​

Total Utang dan Modal

107.500.000

93.500.000

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

16

17 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

​

Laporan Laba-Rugi

​

Keterangan

2011

2012

​

Penjualan

Harga Pokok Penjualan

160.000.000

110.000.000

135.000.000

95.000.000

​

Laba Kotor

Biaya Usaha

50.000.000

30.000.000

40.000.000

25.000.000

​

Laba Usaha

Biaya di Luar Usaha

20.000.000

6.000.000

15.000.000

5.000.000

​

Laba Sebelum Pajak

Pajak Penghasilan

14.000.000

5.600.000

10.000.000

4.000.000

​

Laba Setelah Pajak

8.400.000

6.000.000

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

17

18 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

  • Informasi tambahan:

​

a. Nilai nominal per lembar saham biasa adalah Rp1.000,00

dan harga pasar per lembar saham biasa pada akhir tahun

2012 dan 2011 masing2 adalah Rp2.000,00 dan Rp1.750,00.

b. Jumlah dividen tunai yang dibagikan pada tahun 2012 dan

2011 masing2 adalah Rp5.900.000,00 dan Rp4.500.000,00.

​

  • Hitunglah dan buatlah kesimpulan singkat masing2 rasio sbb:

1. Rasio Likuiditas

2. Rasio Solvabilitas

3. Rasio Profitabilitas

4. Rasio Pasar

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

18

19 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

RINGKASAN RASIO LIKUIDITAS

No

Rasio

2012

2011

1

Modal Kerja

Rp8.500.000,-

Rp5.500.000,-

2

Current Ratio

1,50 : 1

1,26 : 1

3

Account Receivable Turn-Over

30 kali

23

4

Account Receivable TO – in Days

12 hari

16 hari

5

Merchandise Inventory Turn-Over

7 kali

6

6

Inventory Turn-Over – in Days

52 hari

61

7

Operating Cycle

64 hari

77

8

Quick (Acid Test Ratio)

0.56 : 1

0.43

9

Cash Ratio

0.29 : 1

0.14

10

Account Payable Turn-Over

9 kali

6

11

Account Payable TO – in Days

41 hari

61 hari

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

19

20 of 60

RASIO LIKUIDITAS (Lanjutan)

  • Simpulan:

Meskipun sepintas perusahaan dalam kondisi likuid (modal kerja > 0 dan current ratio > 1) tetapi sebetulnya perusahaan dalam kondisi ti-dak likuid. Hal itu disebabkan karena:

1. Jumlah kas dan setara kas yang tersedia tidak cukup untuk membayar utang yang ada (cash ratio < 1).

2. Setelah ditambah hasil penagihan piutangpun jumlah kas/setara kas yang tersedia tetap belum cukup untuk membayar utang (quick ratio < 1), meskipun sebetulnya piutang yang ada dapat diterima pembayarannya terlebih dahulu sebelum perusahaan harus membayar utang (collection period < payment period) .

3. Sementara persediaan yang ada tidak dapat diharapkan untuk membayar utang karena membutuhkan jangka waktu penjualan serta penagihan kas yang lebih lama daripada jangka waktu pembayaran utang (operating cycle > payment period).

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

20

21 of 60

RASIO SOLVABILITAS�(Long-Term Debt Paying Ability)

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemam-puan perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban finan-sial jangka panjang.
  • Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finan-sial jangka dipengaruhi oleh stabilitas finansial dan kelang-sungan hidup perusahaan.
  • Stabilitas finansial perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan kas.
  • Kelangsungan hidup perusahaan dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan.
  • Struktur modal perusahaan adalah perimbangan antara jum-lah modal yang diterima dari sumber di luar perusahaan (mo-dal asing/utang) dan jumlah modal yang diterima dari sumber di dalam perusahaan (modal sendiri).

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

21

22 of 60

RASIO SOLVABILITAS (Lanjutan)

  • Rasio solvabilitas mempunyai kaitan yang sangat erat dengan

rasio likuiditas, artinya apabila likuiditas perusahaan baik

maka solvabilitas perusahaan biasanya juga akan baik.

​

  • Jenis rasio solvabilitas yang utama:

​

​

1. Total Operating

Cash Flow to

Total Debt Ratio

=

​

Arus Kas Kegiatan Operasi

​

​

Total Utang

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Operating Cash Flow

​

​

Total Debt

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

22

23 of 60

​

2. Time Interest Earned

Ratio

=

Laba Bersih Sebelum Bunga & Pajak

​

​

Biaya Bunga

​

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Recuring Earnings, Excluding Interest Expense, Tax Expense, Equity Earnings, and Minority Interest

​

​

Interest Expense, Including Capitalized Interest

​

​

​

​

​

​

​

3. Debt to Total Assets

Ratio (Debt Ratio)

=

Total Utang

​

​

Total Aktiva

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Total Liabilities

​

​

Total Assets

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

23

RASIO SOLVABILITAS (Lanjutan)

24 of 60

RASIO SOLVABILITAS (Lanjutan)

​

4. Debt to Equity Ratio

(Debt Equity)

=

Total Utang

​

​

Total Modal

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Total Liabilities

​

​

Total Sahreholders’ Equity

​

​

​

​

​

​

​

​

​

5. Debt to Tangible Net

Worth

=

Total Utang

​

​

Total Modal – Aktiva Tidak Berujud

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Total Liabilities

​

​

Shareholders’Equity – Intangible Assets

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

24

25 of 60

RASIO SOLVABILITAS (Lanjutan)

  • Jenis rasio solvabilitas tambahan:

​

​

​

6. Fixed Charge Cover-

age Ratio

​

=

Laba Bersih Sebelum Semua Beban Keuangan

​

​

Total Beban Keuangan

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Recuring Earnings, Excluding Interest Expense, Tax Expense, Equity Earnings, and Minority Interest + Interest Portion of Rentals

​

​

Interest Expense, Including Capitalized + Interest Portion of Rentals

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

25

26 of 60

RASIO SOLVABILITAS (Lanjutan)

RINGKASAN RASIO SOLVABILITAS

​

No

Rasio

2012

2011

1

Debt to Total Assets

0,53

0,55

2

Debt to Equity

1,13

1,20

3

Time Interest Earned

3,33 kali

3,00 kali

​

Simpulan:

  • Dari segi kemampuan perusahaan mengembalikan pokok pin-

jaman jangka panjang, nampaknya perusahaan sudah berada

pada batas maksimal kemampuannya bahkan sebetulnya peru-

sahaan sudah sedikit melampaui kemampuan yang dimiliki.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

26

27 of 60

RASIO SOLVABILITAS (Lanjutan)

1. Rasio debt to total assets > 0,50

2. Rasio debt to equity > 1,00

  • Bahkan terlihat kecenderungan bahwa perusahaan semakin

melampaui batas kemampuannya. Hal itu dapat dilihat dari

makin besarnya angka2 rasio di atas dari tahun 2011 ke 2012.

  • Hal itu berarti bahwa di masa y.a.d. apabila perusahaan masih

membutuhan tambahan dana jangka panjang sebaiknya tidak

dipenuhi dengan cara menambah utang jangka lagi.

  • Sedang dari sisi kemampuan perusahaan membayar bunga

pinjaman nampaknya masih cukup besar, hal itu nampak dari

rasio time interest earned yang masih jauh di atas 1,00.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

27

28 of 60

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

28

RASIO PROFITABILITAS

LABA

PENJUALAN

AKTIVA

DANA

PEMBERI DANA

Rasio Kinerja Operasi

Rasio Pemanfaatan Aktiva

Rasio Kembalian Investasi

29 of 60

RASIO PROFITABILITAS

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva yang dimiliki, beroperasi secara efisien, dan memberikan kembalian (return) kepada investor.
  • Rasio profitabilitas dipecah menjadi tiga kelompok rasio, yaitu:

1. Rasio pemanfaatan aktiva (assets utilization ratio)

2. Rasio kinerja operasi (operating performance ratio)

3. Rasio kembalian investasi (return on investment ratio)

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

29

30 of 60

RASIO PEMANFAATAN AKTIVA

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba melalui kegiatan operasi, seperti penjualan untuk perusahaan dagang.

​

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur efektifitas kegiatan operasi perusahaan.

​

  • Efektifitas pemanfaatan aktiva dalam kegiatan operasi perusahaan ditentukan oleh jumlah penjualan yang dihasilkan melalui kegiatan operasi dan jumlah aktiva yang digunakan untuk mendukung kegi-atan operasi yang bersangkutan.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

30

31 of 60

RASIO PEMANFAATAN AKTIVA (Lanjutan)

  • Jenis ratio pemanfaatan aktiva:

​

1. AssetsTurn-Over

=

Penjualan Bersih

​

​

Rata-rata Total Aktiva

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Sales

​

​

​

Average Total Assets

​

​

​

​

​

​

​

2. Working Capital

Turn-Over

=

Penjualan Bersih

​

​

Rata-rata Modal Kerja

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Sales

​

​

​

Average Working Capital

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

31

32 of 60

RASIO PEMANFAATAN AKTIVA (Lanjutan)

​

3. Fixed Assets

Turn-Over

=

Penjualan Bersih

​

​

Rata-rata Total Aktiva Tetap

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Sales

​

​

​

Average Fixed Assets

​

​

​

​

​

​

​

4. Other Assets

Turn-Over

=

Penjualan Bersih

​

​

Rata-rata Aktiva Lain-lain

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Sales

​

​

​

Average Other Assets

​

​

​

​

​

​

  • Rasio pemanfaatan aktiva lancar masih dapat dirinci lebih lanjut menja-

di cash turn-over, account receivable turn-over dan inventory turn-over.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

32

33 of 60

RASIO PEMANFAATAN AKTIVA (Lanjutan)

RINGKASAN RASIO PEMANFAATAN AKTIVA

​

No

Rasio

2012

2011

1

Total Assets Turn-Over

1,59 kali

1,44 kali

2

Working Capital Turn-Over

22,86 kali

24,55 kali

3

Fixed Assets Turn-Over

2,15 kali

2,01 kali

​

Simpulan:

  • Kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aktiva

untuk mendukung kegiatan operasi dalam rangka memperoleh

laba pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun

2011.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

33

34 of 60

RASIO PEMANFAATAN AKTIVA (Lanjutan)

Simpulan:

Hal itu dapat dilihat pada angka rasio total aset turn over tahun 2012 (1,59) lebih besar daripada tahun 2011 (1,44).

  • Demikian juga halnya dengan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap.
  • Sementara kemampuan perusahaan dalam memanfaat-kan aktiva lancar pada tahun 2012 mengalami penuru-nan dibanding tahun 2011. Hal itu dapat dilihat pada angka rasio working capital turn-over tahun 2012 (22,86) lebih kecil daripada tahun 2011 (24,85).

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

34

35 of 60

RASIO KINERJA OPERASI

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba melalui pelaksanakan kegiatan operasi.

​

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur efisiensi kegiatan operasi perusahaan.

​

  • Efisiensi kegiatan operasi perusahaan pada dasarnya ditentukan oleh jumlah biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan operasi dan jumlah penjualan yang dihasilkan melalui kegiatan operasi. Pada akhirnya efisiensi operasi juga dapat diukur dari perbandingan antara jumlah laba yang dihasilkan melalui kegiatan operasi dan jumlah penjualan yang diha-silkan melalui kegiatan operasi yang bersangkutan.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

35

36 of 60

RASIO KINERJA OPERASI (Lanjutan)

  • Jenis rasio kinerja operasi:

​

​

1. Gross Profit Margin

=

Laba Kotor

​

​

Penjualan Bersih

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Gross Profit

​

​

​

Net Sales

​

​

​

​

​

​

​

2. Operating Profit

Margin

=

Laba Operasi

​

​

Penjualan Bersih

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Operating Profit

​

​

​

Net Sales

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

36

37 of 60

RASIO KINERJA OPERASI (Lanjutan)

​

3. Net Profit Margin

=

Laba Bersih Setelah Pajak

​

​

Penjualan Bersih

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Profit

​

​

​

Net Sales

​

​

​

​

​

​

​

4. Cost to Sales Ratio

=

Harga Pokok Penjualan

​

​

Penjualan Bersih

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Cost of Goods Sold

​

​

​

Net Sales

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

37

38 of 60

RASIO KINERJA OPERASI (Lanjutan)

​

5. Operating Expen-

ses to Sales Ratio

=

Biaya Operasi

​

​

Penjualan Bersih

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Operating Expenses

​

​

​

Net Sales

​

​

​

​

​

​

​

6. General Expenses

to Sales Ratio

=

General Expenses

​

​

Net Sales

​

​

​

​

​

​

​

7. Seling Expenses to

Sales Ratio

=

Seling Expenses

​

​

Net Sales

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

38

39 of 60

RASIO KINERJA OPERASI (Lanjutan)

RINGKASAN RASIO KINERJA OPERASI

​

No

Rasio

2012

2011

1

Gross Profit Margin

0,31

0,30

2

Operating Profit Margin

0,13

0,11

3

Net Profit Margin

0,05

0,04

4

Cost to Sales Ratio

0,69

0,70

5

Operating Expenses to Sales Ratio

0,19

0,19

6

Earning Before Tax Profit Ratio

0,09

0,07

7

Non-Operating Expenses to Sales Ratio

0,04

0,04

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

39

40 of 60

RASIO KINERJA OPERASI (Lanjutan)

Simpulan:

  • Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari kegiat-an operasi (penjualan) yang dilakukan tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun 2011. Hal itu dapat dilihat pada lebih besarnya an gka-angka rasio kinerja operasi tahun 2012 dibanding tahun 2011.
  • Dengan demikian pada tahun 2012, perusahaan dapat dikata-kan dapat beroperasi secara lebih efisien dibanding tahun 2011.
  • Peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba tersebut disebabkan oleh kemampuan perusahaan beroperasi secara lebih efisien pada tahun 2012 dibanding tahun 2011.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

40

41 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian (return) atau imbalan kepada para pemberi dana, yaitu investor dan kreditur.

​

  • Imbalan yang diberikan kepada investor berupa dividen dan imbalan yang diberikan kepada kreditur berupa bunga, yang keduanya berkaitan erat dengan laba.

​

  • Kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian kepada para pemberi dana dipengaruhi oleh besar kecilnya laba yang berhasil diperoleh perusahaan dan jumlah dana yang ditanamkan oleh pemberi dana.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

41

42 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI (Lanjutan)

  • Jenis rasio kembalian investasi:

​

​

1. Return on Total

Assets (ROA)

=

Laba Bersih Setelah Pajak

​

​

Rata2 Total Aktiva

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Income atau Earning After Tax

​

​

​

Average Total Assets

​

​

​

​

​

​

​

2. Return on Invest-

ment (ROI)

=

Laba Bersih Setelah Pajak + [Bunga x ( 1 – Pajak)]

​

​

Rata2 (Total Utang Jangka Panjang + Modal)

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

42

43 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI (Lanjutan)

​

2. Return on Invest-

ment (ROI)

​

=

Net Income + [Interest x ( 1 – Tax)]

​

​

Average (Long-Term Liabilities + Equity)

​

​

​

​

​

​

​

3. Return on Total

Equity (ROE)

=

Laba Bersih Setelah Pajak

​

​

Rata2 Modal Sendiri

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Income

​

​

​

Avearge Equity

​

​

​

​

​

​

​

4. Return on Com-

mon Equity

=

Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen Untuk Saham Preferen

​

​

Rata2 Modal Sendiri untuk Saham Biasa

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

43

44 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI (Lanjutan)

​

5. Duppont ROA

=

Laba Bersih Setelah Pajak

​

​

Rata2 Total Aktiva

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Laba

X

Penjualan

​

​

​

Aktiva

Penjualan

​

​

​

​

​

​

​

​

​

Laba

X

Penjualan

​

​

​

​

Penjualan

Aktiva

​

​

​

​

​

Net Profit Margin

​

​

Total Assets

Turn-Over

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

44

45 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI (Lanjutan)

​

6. Duppont ROE

=

Laba Bersih Setelah Pajak

​

​

Rata2 Total Modal Sendiri

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Laba

X

Penjualan

X

Aktiva

​

​

​

Modal

Penjualan

Aktiva

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Laba

X

Penjualan

X

Aktiva

​

​

​

Penjualan

Aktiva

Modal

​

​

​

​

​

Net Profit Margin

​

​

​

Total Assets Turn-Over

​

​

​

Assets

to

Equity

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

45

46 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI (Lanjutan)

RINGKASAN RASIO KEMBALIAN INVESTASI

​

No

Rasio

2012

2011

1

Return on Total Assets

0,08

0,06

2

Duppont Return on Total Assets

0,05 x 1,59

0,04 x 1,44

3

Return on Equity

0,18

0,14

4

Duppont Return on Equity

0,05 x 1,59 x 2,16

0,04 x 1,44 x 2,20

5

Return on Investment

0,15

0,12

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

46

47 of 60

RASIO KEMBALIAN INVESTASI (Lanjutan)

Simpulan:

  • Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba untuk mem-berikan imbalan (kembalian) kepada pemberi dana baik itu pemegang saham maupun pemberi pinjaman pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun 2011.
  • Hal itu dapat dilihat pada lebih besarnya angka-angka rasio kembalian investasi pada tahun 2012 lebih besar daripada tahun 2011.

​

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

47

48 of 60

TO BE CONTINUED …..

  • Jangan lupa untuk mempelajari kembali serta membaca secara rinci buku teksnya di rumah.
  • Dan jangan lupa pula untuk untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas analisis rasio profitabilitas.
  • TQ

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

48

49 of 60

RASIO INVESTOR (PASAR)

  • Merupakan rasio yang bermanfaat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian (return) atau imbalan kepada para pemberi dana, khususnya investor yang ada di pasar modal.

​

  • Merupakan rasio yang bermanfaat bagi para investor untuk menilai kinerja sekuritas saham di pasar modal.

​

  • Tujuan analisis sekuritas saham di pasar modal adalah untuk menentukan sekuritas saham dan produk2 derivasinya yang secara teoritis menguntungkan.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

49

50 of 60

RASIO INVESTOR (Lanjutan)

  • Keuntungan investasi saham yang diharapkan oleh para investor di pasar modal pada dasarnya terdiri atas dua macam yaitu perubahan harga sekuritas saham yang bersangkutan (capital gain) dan dividen.

​

  • Biasanya dividen merupakan keuntungan investasi yang bersifat jangka panjang, dan capital gain merupakan keuntungan investasi yang bersifat jangka pendek.

​

  • Jenis rasio investor meliputi: earning per share, price earning, dividend pay-out, dividend yield, percentage of retained earning, book value, price to book value, operating cash flow per share, dan operating cash flow to cash dividend.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

50

51 of 60

EARNING PER SHARE

  • Rumus

=

Laba Bersih – Dividen untuk Saham Preferen

​

Rata2 Tertimbang Jml Lbr Saham Biasa Beredar

​

​

​

​

​

​

​

​

=

Net Income – Preferred Dividend

​

​

Weighted Average Number of Common Shares Outstanding

​

  • Rasio ini bermanfaat untuk mengukur besarnya laba yang da-

pat dihasilkan dan berpotensi untuk dibagikan sebagai dividen

kepada setiap pemegang satu lembar saham biasa.

  • Rasio ini penting artinya bagi para investor, karena besar ke-

cilnya dividen yang dapat mereka peroleh sangat dipengaruhi

oleh besar kecilnya laba yang dapat dihasilkan perusahaan.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

51

52 of 60

PRICE EARNING

  • Rumus

=

Harga Pasar Per Lembar Saham Biasa

Laba Per Lembar Saham Biasa

​

​

​

​

=

Market Price Per Share

​

Earning Per Share

​

  • Rasio ini bermanfaat untuk mengukur besarnya kelipatan har-

ga jual (pasar) saham biasa dari laba per lembar saham biasa

yang dapat dihasilkan perusahaan.

  • Rasio ini juga bermanfaat untuk memprediksi kemampuan

dalam menghasilkan laba (earning power) di masa yang akan

datang.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

52

53 of 60

DIVIDEND PAY-OUT

  • Rumus

=

Dividen Per Lembar Saham Biasa

Laba Per Lembar Saham Biasa

​

​

​

​

​

=

Dividend Per Common Share

​

Earning Per Common Shares

  • Rasio ini bermanfaat untuk mengukur besarnya bagian dari la-

ba bersih yang dibagikan sebagai dividen kepada setiap peme

gang satu lembar saham biasa.

  • Rasio ini sangat penting artinya bagi investor jangka panjang

yang lebih berorientasi pada keuntungan investasi yang beru-

pa dividen.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

53

54 of 60

PERCENTAGE OF EARNING RETAINED

  • Rumus

=

Laba Bersih – Semua Dividen

Laba Bersih

​

​

​

​

=

Net Income – All Dividend

​

Net Income

  • Rasio ini bermanfaat untuk mengukur bagian laba yang tidak

dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham melain-

kan ditahan di dalam perusahaan untuk kepentingan pertum-

buhan perusahaan.

  • Rasio ini sangat penting artinya bagi investor jangka pendek

yang lebih berorientasi pada keuntungan investasi yang beru-

pa capital gain.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

54

55 of 60

DIVIDEND YIELD

  • Rumus

=

Dividen Per Lembar untuk Saham Biasa

Harga Pasar Per Lembar Saham Biasa

​

​

​

​

=

Dividend Per Common Share

​

Market Price Per Common Share

  • Rasio ini bermanfaat untuk mengukur besarnya tingkat kemba-

lian yang dapat dihasilkan dari setiap penanaman modal pada

satu lembar saham apabila investasi itu dilakukan pd saat ini.

  • Dengan kata lain rasio ini bermanfaat untuk mengukur besar-

nya opportunity cost yang mungkin terjadi pada investasi sa-

ham.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

55

56 of 60

BOOK VALUE

  • Rumus

=

Total Modal Sendiri untuk Saham Biasa

Rata2 Tertimbang Jml Lbr Saham Biasa Beredar

​

​

​

​

=

Total Stockholders’Equity – Preferred Stock Equity

​

Weighted Average Number of Common Shares Outstanding

  • Rasio ini bermanfaat untuk mengukur seberapa besar nilai bu-

ku dari setiap lembar saham biasa yang beredar.

  • Apabila dibandingkan dengan harga pasar per lembar saham,

rasio ini bermanfaat untuk menilai apakah harga pasar saham

tersebut wajar atau tidak wajar (terlalu tinggi / terlalu rendah).

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

56

57 of 60

PRICE TO BOOK VALUE

  • Rumus

​

=

Harga Pasar Per Lembar Saham Biasa

Nilai Buku Per Lembar Saham Biasa

​

​

​

​

=

Market Price Per Common Share

​

Book Value Per Common Share

​

  • Kelemahan mendasar dari rasio book value per share adalah

lebih mencerminkan nilai historis daripada nilai sekarang.

  • Untuk mengatasi hal itu maka nilai buku per lembar saham

perlu untuk dibandingkan dengan harga pasar per lembar

saham melalui rasio price to book value per share.

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

57

58 of 60

RASIO INVESTOR (Lanjutan)

RINGKASAN RASIO INVESTOR

​

No

Rasio

2012

2011

1

Earning Per Share

Rp280,00

Rp240,00

2

Price Earning

7,14 kali

7,29 kali

3

Percentage of Earning Retained

30%

25%

4

Dividend Per Share

Rp196,67

Rp180,00

5

Dividend Pay-Out

70%

75%

6

Dividend Yield

10%

10%

7

Book Value Per Share

Rp1683,33

Rp1.700,00

8

Price to Book Value Per Share

1,19 kali

1,03 kali

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

58

59 of 60

RASIO INVESTOR (Lanjutan)

Simpulan:

  • Kemampuan perusahaan dalam memberikan imbalan kepada investor di pasar modal pada tahun 2012 mengalami pening-katan dibanding tahun 2011.
  • Hal itu dapat dilihat pada lebih tingginya angka-angka rasio investor pada tahun 2012 dibanding tahun 2011.

​

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

59

60 of 60

THE END

  • Jangan lupa untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas analisis rasio pasar.
  • Dan jangan lupa pula untuk mempersiapkan diri menghadapi Tes.
  • TQ

*

(c) Budhi Purwantoro Jati

60