Jakarta, 28 November 2022
Persentasi Hasil Diskusi Kelompok 1 Kelas 25.D
CGP Angkatan 7
FASILITATOR: BAPAK EKO WIDODO
PENGAJAR PRAKTIK: BAPAK WANGSA JAYA & BAPAK AG. MULYONO
KEKUATAN KONTEKS SOSIOKULTURAL DI DAERAH JAKARTA DENGAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
ANGGOTA KELOMPOK
DEWI
LICHA
AMMY
ALI
EDY
presenter
penjawab
moderator
penanya
notulen
Palang Pintu
Konteks sosio kultural dilihat dari kearifan lokal sangat erat kaitannya dengan budaya. Diantara beragam budaya Indonesia yang perlu dipertahakan diantaranya kebudayaan Betawi. Nilai historis Betawi sangat kuat disebabkan ia merupakan tempat berdirinya ibu kota negara. Diantara budaya betawi yang perlu dilestarikan adalah "Palang Pintu". Tradisi unik ini berisi laga pencak silat, adu pantun, hingga pembacaan Al-Quran dan salawat. Perpaduan silat dan seni pantun yang jenaka menjadi hal yang menarik didalamnya.
model pembelajaran literasi dini dengan merujuk berbasis kearifan budaya lokal. Dalam hal ini tradisi palang pintu sebagai etnis Betawi bisa dikembangkan atau diterapkan pada anak.
Sebab pembelajaran literasi dini mengenalkan anak dalam suasana informal, dimana anak tidak merasa belajar namun ada proses internalisasi atau pemahaman terhadap apa yang dia lihat, dengar dan renungkan dengan gaya bahasa atau dunia mereka.
konteks lokal sosial budaya
dan pemikiran KHD
sumber: Dirasah, Vol. 3 – Februari 2020
e-ISSN 2686-598X p-ISSN 2598-7488
https://stai-binamadani.e-journal.id/jurdir
Palang pintu memiliki beberapa nilai budaya dan etika sosio kultural yang sesuai dengan pemikiran KHD seperti Karakter sopan santun (bertanya terlebih dulu) dan menjaga etika (dalam bertamu)
Karena Kearifan Lokal yang harus dipelihara, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kami tinggal di Jakarta yang merupakan rumah bagi budaya betawi, maka adat budaya yang positif tersebut layak kita jaga
konteks lokal sosial budaya
dan pemikiran KHD
tantangan dan solusi penerapan pemikiran KHD sesuai dengan konteks kelas dan sekolahh
Meningkatkan semangat cinta negri dengan keragaman budaya yang dikemas dalam seni
Menjunjung tinggi nilai etika dan adab dalam masyarakat dari upacara adat yang dilakukan
Sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara terkait dengan kodrat alam.
alasan kontekstual mengenai penerapan igagasan sesuai dengan pemikiran KHD karena Nilai-nilai dalam budaya yang terkandung Palang Pintu
Membudayakan Literasi dengan berpantun yang santunKita dapat belajar berpantun dari budaya palang pintu. Menambah cakrawala berpikir kreatif dalam mencipta karya pantun
Mengajarkan budaya sportif, bagaimana dalam palang pintu bertanding dilakukan satu lawan satu, bukan main keroyokan atau tawuran, serta mengakui kekalahan.
Mengajarkan berkomunikasi secara obyektif, bernalar kritis namun sopan dan tidak menggunakan gaya bahasa sarkasme.
contoh konkret dari pemikiran KHD yang akan diterapkan sesuai dengan konteks kelas dan sekolah
Seiring perkembangannya, Palang Pintu tidak hanya diselenggarakan dalam acara pernikahan, melainkan juga acara penyambutan tamu hingga peresmian kantor.
pembelajaran literasi yangterkandung dalam tradisi palang pintu, bukan hanya dari segi membaca namun menjadikan anak paham terhadap budaya dan kewargaan, membentuk insan yang religius dan sebagai model pengembangan pembelajaran literasi berbasis kearifan etnik bagi anak.
Dari pantun palang pintu Masyarakat Betawi tersirat makna sangat menanamkan nilai sopan santun dan saling menghargai, kemudian
makna lain yaitu saling menjaga tali silaturahim antar sesama.
contoh konkret dari pemikiran KHD yang akan diterapkan sesuai dengan konteks kelas dan sekolah
Pengenalan anak terhadap literasi bisa dilakukan dengan membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kegiatan literasi, seperti pembelajaran literasi berbasis pada warisan budaya dan pengetahuan lokal yang tak ternilai harganya yang disebut kearifan lokal. Salah satu pembelajaran literasi dini dengan melihat praktik pendidikan tradisional dari budaya lokal etnis Betawi yakni tradisi palang pintu
saran dan masukan
Cara untuk melestraikan budaya palang pintu sebagai kearifan lokal dengan kondiri derasnya arus globalisasi yaitu:
Si kinan jalan kemari
Sambil makan selasih
Cukup sekian dari kami
Kami ucapkan terima kasih
Jalan-jalan ke rumah Atun
Kesana kemari seekor angsa
Izinkalah kami berpantun
Melestarikan budaya bangsa