Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan
Universitas Tanjungpura
Pertumbuhan dan Reproduksi Mikroba
Tujuan Instruksional Umum :
Kuliah ini akan memberi pengetahuan kepada mahasiswa mengenai pertumbuhan bakteri, kemampuan reproduksi dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya
Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menyebutkan faktor lingkungan yang menunjang pertumbuhan, menjelaskan cara bakteri bereproduksi
SUB POKOK BAHASAN :
1. Reproduksi bakteri
2. Pengukuran pertumbuhan
3. Faktor lingkungan pertumbuhan
Pada kebanyakan prokaryot, pertumbuhan → pertambahan jumlah sel → disebut pembelahan biner
Sel bakteri → mesin sintetik yang mampu menduplikasi dirinya.
Proses sintesis sel bakteri melibatkan 2.000 reaksi kimiawi dari berbagai tipe. Reaksi yang utama dari sintesis sel adalah reaksi polimerisasi
Pembelahan biner
Protein Fts (filamentous temperature sensitive)
mirip tubulin
yang disebut divisome
cincin utuh dan kemudian cincin ini akan menarik
protein-protein Fts yang lain.
signal bagi pembentukan cincin FtsZ dan cincin ini
terbentuk diruang antara kedua nukleoid
Pemunculan dan pemecahan cincin FtsZ
Apa yang memberi bentuk sel?
Apakah bentuk peptidoglikan ?
Ternyata bentuk sel prokaryot ditentukan oleh protein MreB (mirip aktin pada eukaryot) yang membentuk sitoskeleton seperti aktin pada bakteri dan kemungkinan pula pada Archaea.
Protein MreB membentuk filamen-filamen spiral di dalam sel, dibawah membran sitoplasma → kokus tidak punya.
Sintesis Peptidoglikan
dicincin FtsZ yang dibuat oleh enzim autolisin (mirip
lisozim) yang ada di divisome.
mengikat ke prekursor N-asetil glukosamin/N-asam
muramat/pentapeptida.
melewati membran
yang menginsersi prekursor tersebut ke titik tumbuh
dinding sel dan mengkatalisa ikatan glikosidik.
transpeptidasi, pembentukan ikatan silang peptida
antara residu asam muramat ke rantai glikan.
Pertumbuhan eksponensial :
Saat suatu populasi sel tumbuh menjadi ganda pada satuan waktu.
Pertambahan jumlah sel pada pertumbuhan eksponensial adalah kelipatan 2. nSaat 2 sel menjadi ganda → 22.
N = No 2n
log N = log No + n log 2
n = log N – log No / log 2
n = log N – log No / 0,301 = 3,3 (log N – log No)
No = massa awal; N = massa akhir; n = jumlah generasi yang ada pada periode pertumbuhan eksponensial.
Contoh: N = 108, No= 5x107 dan t = 2
n = 3,3 {(Log 108 – (log 5x107)} = 3,3 x 0,301 = 1
Generation time (g) = t/n = 2/1 = 2 jam
Kurva tumbuh pada kultur batch
Fase
Lag
Fase
Eksponensial
Fase
Stasioner
Fase
Kematian
Log N
t
Kultur Kemostat
Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan
oleh kondisi kimiawi dan fisik dari lingkungannya.
meningkatkan aktivitas mikrob.
pH, air dan oksigen.
Suhu : suhu kardinal
Mikroorganisme yng hidup didaerah bersalju
Mikroba yang hidup di suhu sangat tinggi: hipertermofil
Sianobakteria termofil
Skala pH
Tekanan osmotik
1. Kadar garam
2. Kadar Oksigen
Aerob : mikrob yang mampu tumbuh pada tekanan
oksigen penuh (21% O2 di udara).
Mikroaerofil : mikrob aerob yang hanya mampu
menggunakan oksigen bila oksigen ada
dalam jumlah yang sedikit.
Fakultatif : Pada kondisi dan nutrien tertentu mereka
dapat hidup dalam kondisi aerob atau
anaerob.
Anaerob : Organisme yang tak mempunyai sistim
respirasi. Ada yang aerotoleran atau
obligat
Katalase : H2O2 + H2O2 → 2H2O + O2
Peroksidase : H2O2 + NADH + H+ → 2H2O + NAD+
Superoksida dismutase : O2- + O2- + 2H+ → H2O2 + O2
Superoksida dismutase dan katalase: 4O2- + 4H+ →
2H2O + 3O2
Enzim yang tidak dimiliki bakteri anaerob
Anaerobik jar dan anaerobik chamber