1 of 26

Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan

Universitas Tanjungpura

Pertumbuhan dan Reproduksi Mikroba

2 of 26

Tujuan Instruksional Umum :

Kuliah ini akan memberi pengetahuan kepada mahasiswa mengenai pertumbuhan bakteri, kemampuan reproduksi dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya

Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menyebutkan faktor lingkungan yang menunjang pertumbuhan, menjelaskan cara bakteri bereproduksi

SUB POKOK BAHASAN :

1. Reproduksi bakteri

2. Pengukuran pertumbuhan

3. Faktor lingkungan pertumbuhan

3 of 26

Pada kebanyakan prokaryot, pertumbuhan → pertambahan jumlah sel → disebut pembelahan biner

Sel bakteri → mesin sintetik yang mampu menduplikasi dirinya.

Proses sintesis sel bakteri melibatkan 2.000 reaksi kimiawi dari berbagai tipe. Reaksi yang utama dari sintesis sel adalah reaksi polimerisasi

4 of 26

Pembelahan biner

5 of 26

Protein Fts (filamentous temperature sensitive)

  • Penting untuk pembelahan sel secara normal
  • FtsZ merupakan protein kunci dari grup ini, strukturnya

mirip tubulin

  • Protein-protein Fts berinteraksi membentuk aparatus

yang disebut divisome

  • Molekul-molekul FtsZ berpolimerisasi membentuk

cincin utuh dan kemudian cincin ini akan menarik

protein-protein Fts yang lain.

6 of 26

  • Penghentian sintesis DNA kelihatannya merupakan

signal bagi pembentukan cincin FtsZ dan cincin ini

terbentuk diruang antara kedua nukleoid

7 of 26

Pemunculan dan pemecahan cincin FtsZ

8 of 26

Apa yang memberi bentuk sel?

Apakah bentuk peptidoglikan ?

Ternyata bentuk sel prokaryot ditentukan oleh protein MreB (mirip aktin pada eukaryot) yang membentuk sitoskeleton seperti aktin pada bakteri dan kemungkinan pula pada Archaea.

Protein MreB membentuk filamen-filamen spiral di dalam sel, dibawah membran sitoplasma → kokus tidak punya.

9 of 26

Sintesis Peptidoglikan

  • Proses sintesis peptidoglikan → dimulai pada lubang

dicincin FtsZ yang dibuat oleh enzim autolisin (mirip

lisozim) yang ada di divisome.

  • Bactoprenol adalah alkohol C55,sangat hidrofobik,

mengikat ke prekursor N-asetil glukosamin/N-asam

muramat/pentapeptida.

  • Bactoprenol membawa building block peptidoglikan

melewati membran

10 of 26

11 of 26

  • Di periplasma, bactoprenol berinteraksi dengan enzim

yang menginsersi prekursor tersebut ke titik tumbuh

dinding sel dan mengkatalisa ikatan glikosidik.

  • Langkah akhir sintesis dinding sel adalah

transpeptidasi, pembentukan ikatan silang peptida

antara residu asam muramat ke rantai glikan.

12 of 26

13 of 26

Pertumbuhan eksponensial :

Saat suatu populasi sel tumbuh menjadi ganda pada satuan waktu.

Pertambahan jumlah sel pada pertumbuhan eksponensial adalah kelipatan 2. nSaat 2 sel menjadi ganda → 22.

N = No 2n

log N = log No + n log 2

n = log N – log No / log 2

n = log N – log No / 0,301 = 3,3 (log N – log No)

No = massa awal; N = massa akhir; n = jumlah generasi yang ada pada periode pertumbuhan eksponensial.

Contoh: N = 108, No= 5x107 dan t = 2

n = 3,3 {(Log 108 – (log 5x107)} = 3,3 x 0,301 = 1

Generation time (g) = t/n = 2/1 = 2 jam

14 of 26

Kurva tumbuh pada kultur batch

Fase

Lag

Fase

Eksponensial

Fase

Stasioner

Fase

Kematian

Log N

t

15 of 26

Kultur Kemostat

16 of 26

Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan

  • Aktivitas mikroorganisme sangat dipengaruhi

oleh kondisi kimiawi dan fisik dari lingkungannya.

  • menerangkan penyebaran mikrob di alam
  • menentukan metode untuk mengontrol atau

meningkatkan aktivitas mikrob.

  • Empat faktor utama yang menentukan: suhu,

pH, air dan oksigen.

17 of 26

Suhu : suhu kardinal

18 of 26

19 of 26

Mikroorganisme yng hidup didaerah bersalju

20 of 26

Mikroba yang hidup di suhu sangat tinggi: hipertermofil

21 of 26

Sianobakteria termofil

22 of 26

Skala pH

23 of 26

Tekanan osmotik

1. Kadar garam

24 of 26

2. Kadar Oksigen

Aerob : mikrob yang mampu tumbuh pada tekanan

oksigen penuh (21% O2 di udara).

Mikroaerofil : mikrob aerob yang hanya mampu

menggunakan oksigen bila oksigen ada

dalam jumlah yang sedikit.

Fakultatif : Pada kondisi dan nutrien tertentu mereka

dapat hidup dalam kondisi aerob atau

anaerob.

Anaerob : Organisme yang tak mempunyai sistim

respirasi. Ada yang aerotoleran atau

obligat

25 of 26

Katalase : H2O2 + H2O2 → 2H2O + O2

Peroksidase : H2O2 + NADH + H+ →  2H2O + NAD+

Superoksida dismutase : O2- + O2- + 2H+ → H2O2 + O2

Superoksida dismutase dan katalase: 4O2- + 4H+

2H2O + 3O2

Enzim yang tidak dimiliki bakteri anaerob

26 of 26

Anaerobik jar dan anaerobik chamber