1 of 18

PENENTUAN LOKASI PABRIK�[Plant Location]

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

UNIVERSITAS WIRARAJA

2021

MOH. KURDI, SP., MM

2 of 18

KENAPA PENENTUAN LOKASI YANG TEPAT & BAIK ITU PENTING

  1. Kemampuan melayani konsumen dengan memuaskan
  2. Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dan kontinue dengan harga yang layak/memuaskan
  3. Mendapatkan tenaga buruh yang cukup
  4. Memungkinkan diadakannya perluasan pabrik dikemudian hari

3 of 18

TAHAP-TAHAP YANG DAPAT DILAKUKAN DALAM MEMILIH LOKASI SUATU PABRIK

TAHAP I

Melihat Kemungkinan Daerah-daerah Mana Yang Dapat Ditentukan Sebagai Daerah-daerah Alternatif Dengan Melihat Ketentuan Dari Pemerintah Setempat Mengenai Daerah Mana Yang Diperkenankan Untuk Mendirikan Pabrik

TAHAP II

Melihat Pengalaman Orang Lain Atau Pengalaman Kita Sendiri Dalam Menentukan Lokasi Pabrik Seperti Lokasi, Transportasinya, Powernya Maupun Faktor-faktor Lainnya Tahap Ini Bisa Menggunakan Beberapa Metode Penentuan Lokasi Suatu Pabrik

TAHAP III

Mempertimbangkan dan menilai masyarakat dari daerah-daerah yang pada tahap ke dua telah dipilih untuk daerah lokasi pabrik karena dianggap paling menguntungkan

4 of 18

MASALAH YANG MUNGKIN TIMBUL DIKEMUDIAN HARI WALAUPUN LOKASI PABRIK/PERUSAHAAN SUDAH CUKUP BAIK

  1. Berubahnya adat kebiasaan masyarakat
  2. Berpindahnya pusat-pusat penduduk & perdagangan
  3. Adanya jaringan komunikasi & pengangkutan yang lebih baik

5 of 18

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN LOKASI SUATU PERUSAHAAN/PABRIK

  1. FAKTOR-FAKTOR UTAMA/PRIMER (PRIMARY FACTORS)

- Letak Dari Pasar

- Letak sumber-sumber bahan mentah

- Terdapatnya fasilitas pengangkutan

- Supply buruh atau tenaga kerja yang tersedia

- terdapatnya pembangkit tenaga listrik (power station)

6 of 18

LANJUTAN..

2. FAKTOR-FAKTOR SEKUNDER (SECONDARY FAKTORS)

- Rencana masa depan

- Biaya dari tanah & gedung, terutama dalam hubungannya dengan rencana masa depan

- Kemungkinan perluasan

- Terdapatnya fasilitas service

- Terdapatnya fasilitas pembelanjaan

- Water supply (persediaan air)

- Tinggi rendahnya pajak & undang-undang ketenagakerjaan

- Masyarakat di daerah itu (sikap, dan keamanan)

- Iklim

- Tanah

- Perumahan yang ada dan fasilitas-fasilitas lainnya

7 of 18

SUBURBAN AREA

SUB URBAN ADALAH DAERAH PINGGIRAN KOTA BESAR ATAU KOTA-KOTA KECIL YANG BERADA DEKAT KOTA, SEPERTI DAERAH YANG TERDAPAT DI SEKITAR JAKARTA - BOGOR, JAKARTA – BEKASI & JAKARTA – CENGKARENG.

DAERAH INI SEKARANG MENJADI INCARAN-INCARAN PABRIK-PABRIK BARU KARENA ADANYA KECENDERUNGAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN UNTUK MENENPATKAN PABRIKNYA DI DAERAH SUB URBAN. AKIBAT ADANYA PENGARUH SUB URBAN INI MAKA AKAN TERDAPAT GEJALA PENYEBARAN PABRIK-PABRIK DI DAERAH TERSEBUT SEHINGGA MENIMBULKAN DESENTRALISASI PERUSAHAAN

8 of 18

ZONA INTERAKSI KOTA - DESA

ZONA INTERAKSI KOTA - DESA

9 of 18

ALASAN MEMLILIH SUBURBAN AREA

  1. Upah buruh relatif lebuh murah dibanding kota kota besar
  2. Letaknya relatif dekat dengan pasar dibanding daerah-daerah di luar kota
  3. Harga tanah relatif lebih murah dibanding di kota-kota besar & tanah yang luas banyaknya tersedia untuk kemungkinan perluasan
  4. Banyak mempunyai hubungan trasnportasi ke kota-kota besar sebagai pasar untuk barang-barang yang dihasilkannya
  5. Dekat dengan service industries yang umumnya terdapat di kota besar
  6. Tidak perlu membangun pembangkit tenaga listrik sendiri karena listrik dikota besar biasanya dapat dengan mudah mencapai daerah ini daripada di daerah-daerah luar-luar kota

10 of 18

Lanjutan...

7. Pajak-pajak pada umumnya lebih rendah daripada di kota besar

8. Biaya – biaya gedung/bangunan relatif lebih rendah/murah

  1. Adanya persediaan tenaga kerja yang besar dibandingkan dengan daerah-daerah yang jauh di luar kota
  2. Hanya sedikit waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk pergi ke dan pulang dari pekerjaan
  3. Sedikitnya pembolosan (absenteisme) karena kesempatan kerja di sini kurang
  4. Adanya “labour relation” yang lebih akrab

11 of 18

METODE-METODE PENENTUAN LOKASI PABRIK

1. METODE PENILAIAN HASIL VALUES

2. METODE PERBANDINGAN BIAYA(COST COMPARISON)

3. METODE ECONOMIC ANALYSIS

4. METODE PUSAT GRAFITI (GRID)

5. METODE FACTOR RATING

6. METODE ANALISIS VOLUME BIAYA

12 of 18

METODE PENILAIAN HASIL VALUES

KEBUTUHAN PABRIK

NILAI LOKASI YANG IDEAL

PAMEKASAN (LOKASI A)

SUMENEP

(LOKASI B)

SAMPANG

(LOKASI C)

Pasar

35

35

30

25

Pengangkutan

25

25

25

20

Bahan Baku

15

5

12

15

Tenaga Kerja

10

8

10

8

Tenaga Listrik

10

10

10

8

Iklim

5

5

4

4

JUMLAH

100

88

91

80

13 of 18

METODE PERBANDINGAN BIAYA(COST COMPARISON)

JENIS BIAYA

LETAK/LOKASI

SUMENEP

PAMEKASAN

SAMPANG

BANGKALAN

1. Bahan Baku

Rp. 50.00

Rp 40.00

Rp. 35.00

Rp. 30.00

2. Bahan bakar & tenaga listrik

15.00

15.00

20.00

25.00

3. Biaya-Biaya

20.00

15.00

20.00

20.00

- Tenaga kerja pabrik & pengawas

- Lab. Reparasi

10.00

10.00

15.00

15.00

4. Biaya-Biaya Lainnya

5.00

8.00

10.00

10.00

- Biaya Administrasi

- Asuransi

5.00

5.00

5.00

5.00

- Pajak

4.00

4.00

4.00

4.00

- Bunga Pinjaman

3.00

3.00

3.00

3.00

-Pengepakan Karung & Karung Yg Rusak

4.00

4.00

4.00

4.00

- Biaya Penjualan

5.00

7.00

10.00

8.00

- Biaya pengangkutan

ke Pasar

5.00

8.00

15.00

10.00

JUMLAH

Rp. 126.00

Rp. 119.00

Rp. 141.00

Rp. 134.00

14 of 18

METODE ECONOMIC ANALYSIS

SURABAYA

MALANG

PASURUAN

Biaya Sewa (Rent)

Rp. 20.000

Rp. 10.000

Rp. 10.000

Biaya Tenaga Kerja (Labor)

135.000

130.000

160.000

Biaya Pengangkutan (Freight Charges)

81.000

64.000

28.0000

Pajak (Taxes)

1.000

3.500

2.000

Listrik (Power)

6.000

6.000

6.000

Biaya Operasi Total (Total Operating Cost)

Rp. 243.000

Rp. 213.500

Rp. 206.000

SIKAP MASYARAKAT (Community Attitude)

Acuh tak acuh

(indifferent)

Menghendaki Usaha ini (want business)

Acuh tak acuh (indifferent)

PERUMAHAN PEGAWAI (Employee Housing)

Sangat Baik (excellent)

Cukup

(adequate)

Kurang

(poor)

15 of 18

METODE PUSAT GRAFITI (GRID)

Jadi lokasi yang disarankan terletak di daerah dengan koordinat 18,8 dan 12,4 (tanda bintang, dekat kota/pasar D) (Lihat gambar diatas sebelah kanan )

Misalnya, kebutuhan di kota A, B, C, D, adalah 20, 30, 15, dan 10 unit. Koordinat kota-kota tersebut

16 of 18

METODE FACTOR RATING

Dari contoh perhitungan di atas, lokasi 1 lebih baik, karena memiliki nilai total yang lebih baik (nilai 93) dibanding dengan lokasi 2 (nilai 90).

17 of 18

METODE ANALISIS VOLUME BIAYA

LOKASI

BIAYA TETAP

BIAYA VARIABEL

TOTAL BIAYA

1

320.000

15 (10.000 unit)

470.000

2

250.000

20 (10.000 unit)

450.000

3

200.000

30 (10.000 unit)

500,000

Perhatikan, bahwa ketika volume produksi sebesar 0 sampai dengan 5000 (5), maka lokasi terbaik dan termurah adalah lokasi 3 (garis paling bawah). Selanjutnya, apabila volume produksi perusahaan mencapai 5000 hingga 14.000, lokasi terbaik untuk perusahaan adalah di lokasi 2, dan apabila volume produksi lebih dari 14.000,- maka lokasi usaha terbaik adalah lokasi 1.

18 of 18

TERIMA KASIH