Implementasi
TIM KBC KANWIL KEMENAG KALTIM
5 – 8 DESEMBER 2025
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
di Madrasah
Kantor Wilayah Kemenag
Provinsi Kalimantan Timur
Intrakurikuler
Ekstrakurikuler
Kokurikuler
Budaya/Iklim Madrasah
KBCdapatberkontribusiuntuk menciptakan lingkungan madrasah yang penuh cinta dalamsetiapinteraksi dan kebijakan.
Panca Cinta KBC dapat diintegrasikan dalam setiap matapelajaran.
KBCdapatdiimplementasikandalam kegiatankokurikuler,
seperti proyekyangterintegrasi lintasmatapelajaran.
KBCdapat mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler untukmenumbuhkankarakterberbasis cinta.
Pola 5-5-5 Kurikulum Berbasis Cinta
Tujuan:
Membentuk Insan Paripurna
Humanis:
Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai, dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.
Nasionalis:
Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.
Naturalis:
Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.
Toleran:
Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya.
Penuh Cinta:
Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan sesama manusia, dan tanah air.
Kurikulum Berbasis Cinta
Pola 5-5-5
Panca Cinta:
Sarana Internalisasi
Nilai KBC
Cinta Allah dan Rasul-Nya:
Fondasi spiritual dan akhlak mulia; murid menyadari keberadaan dan kasih sayang Ilahi, serta meneladani akhlak Nabi.
Cinta Ilmu:
Menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, menghargai pengetahuan sebagai cahaya peradaban, menghormati ahli ilmu, dan mencari ilmu sebagai ibadah.
Cinta Diri dan Sesama Manusia:
Menghargai potensi dan menjaga diri, serta membina hubungan
sosial yang positif, empatik, dan penuh kasih.
Cinta Lingkungan:
Menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap bumi dan makhluk hidup sebagai bagian dari kesatuan cinta Tuhan, melatih tanggung jawab ekologis
dan gaya hidup berkelanjutan.
Cinta Tanah Air: Membangun kesadaran kebangsaan, menghargai keberagaman Indonesia, dan mengaktualisasikan
nilai-nilai Pancasila.
Kurikulum Berbasis Cinta
Pola 5-5-5
Lingkungan Belajar:
Ruang Menumbuhkan Cinta
Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; murid merasa terlindungi secara fisik dan psikologis.
Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif
dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan.
Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, murid, orang tua, dan seluruh warga madrasah.
Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh
kegembiraan.
Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup, baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.
Aman
Nyaman
Ramah
Menyenangkan
Sejahtera
Implementasi KBC
Implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler: mengintegrasikan Panca Cinta ke dalam mata pelajaran yang ada. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan materi ajar dengan salah satu atau beberapa topik dalam Panca Cinta KBC melalui:
1
Perencanaan
2
Pelaksanaan
3
Evaluasi yang Sistematis
Implementasi KBC
Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta
Memetakan Capaian Pembelajaran (CP) dan Topik Panca Cinta KBC
Menggali Esensi Capaian Pembelajaran (CP)
Guru memulai dengan menggali inti dari Capaian Pembelajaran (CP) yang diajarkan, mencari konsep- konsep kunci yang bisa menghubungkan materi dengan nilai kemanusiaan, spiritualitas, atau lingkungan.
Menemukan Benang Merah
Setelah menemukan konsep kunci, guru mulai mengidentifikasi benang merah yang menghubungkan materi dengan nilai-nilai luhur Panca Cinta.
Menghubungkan dengan Panca Cinta KBC
Dari benang merah tersebut, guru membangun koneksi yang lebih dalam dengan tema Panca Cinta KBC, seperti mengaitkan ekosistem dengan Cinta Lingkungan, Cinta Allah dan Rasul-Nya sebagai pencipta serta pemelihara alam semesta. Ini menciptakan pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh makna dan cinta.
Pemetaan CP dan Topik KBC | Raudhatul Athfal
1/2
No | Elemen | Capaian Pembelajaran (CP) | MATERI KURIKULUM BERBASIS CINTA | ||||
Cinta Allah dan Rasul- Nya | Cinta Ilmu | Cinta LIngkungan | Cinta Diri dan Sesama | Cinta Tanah Air | |||
1. | Nilai Agama dan Budi Pekerti | Anak mengenal dan percaya kepada Allah Swt. melalui al-Asma’ al-Husna dan ciptaan -Nya. | ✓ | | | | |
Anak mengenal Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai pedoman hidupnya. | ✓ | ✓ | | | | ||
Anak mempraktikkan ibadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa. | ✓ | | | ✓ | ✓ | ||
Anak membiasakan berakhlak karimah di lingkungan rumah, sekolah, dan lingkungan sekitarnya dengan menghargai perbedaan. | | | ✓ | ✓ | ✓ | ||
Anak meneladani kisah Nabi Muhammad saw. dan para sahabat serta cerita- cerita islami. | ✓ | | | ✓ | | ||
Anak mengenal kosa kata bahasa Arab secara sederhana. | | ✓ | | | | ||
Anak berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan diri sebagai bentuk rasa sayang terhadap dirinya dan rasa syukur kepada Allah Swt. | | | ✓ | ✓ | ✓ | ||
Anak menghargai alam dengan cara merawatnya dan menunjukkan rasa sayang terhadap makhluk hidup yang merupakan ciptaan Allah Swt. | ✓ | | ✓ | | ✓ | ||
2. | Jati Diri | Anak mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi diri serta membangun hubungan sosial secara sehat. | | | | ✓ | |
Anak mengenal dan memiliki perilaku positif terhadap diri dan lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat, negara, dan dunia) serta rasa bangga sebagai anak Indonesia yang berlandaskan Pancasila sebagai wujud rahmatan lil ‘alamin. | | | ✓ | ✓ | ✓ | ||
Contoh:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Raudhatul Athfal
2/2
No | Elemen | Capaian Pembelajaran (CP) | MATERI KURIKULUM BERBASIS CINTA | ||||
Cinta Allah dan Rasul-Nya | Cinta Ilmu | Cinta LIngkungan | Cinta Diri dan Sesama | Cinta Tanah Air | |||
| | Anak menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan, dan norma yang berlaku. | | | | ✓ | ✓ |
Anak menggunakan fungsi gerak (motorik kasar, halus, dan taktil) untuk mengeksplorasi dan memanipulasi berbagai objek dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengembangan diri. | | | ✓ | ✓ | | ||
3. | Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni | Anak mengenali dan memahami berbagai informasi, mengomunikasikan perasaan dan pikiran secara lisan, tulisan, atau menggunakan berbagai media serta membangun percakapan. | | ✓ | | ✓ | |
Anak menunjukkan minat, kegemaran, dan berpartisipasi dalam kegiatan pramembaca dan pramenulis. | | ✓ | | | | ||
Anak mengenali dan menggunakan konsep pramatematika untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. | ✓ | | | ✓ | | ||
Anak menunjukkan kemampuan dasar berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. | | ✓ | ✓ | ✓ | | ||
Anak menunjukkan rasa ingin tahu melalui observasi, eksplorasi, dan eksperimen dengan menggunakan lingkungan sekitar dan media sebagai sumber belajar, untuk mendapatkan gagasan mengenai fenomena alam dan sosial. | | ✓ | ✓ | ✓ | | ||
Anak menunjukkan kemampuan awal menggunakan dan merekayasa teknologi serta untuk mencari informasi, gagasan, dan keterampilan secara aman dan bertanggung jawab. | | ✓ | ✓ | | | ||
Anak mengeksplorasi berbagai proses seni, mengekspresikannya, serta mengapresiasi karya seni. | | | | ✓ | ✓ | ||
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)
1/6
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
AKIDAH AKHLAK | ||||||||
FASE A / MI | Akidah | Memahami dua kalimat syahadat, enam rukun iman, sifat wajib Allah Swt., iman kepada malaikat Allah, dan al-Asma' al Husna (ar-Rahman, ar- Rahim, al-Malik, al-Quddus, As-Salam, al-Mukmin, al-Muhaimin, al-Aziz). | Dua kalimat syahadat. | √ | | | | |
Iman kepada Allah. | √ | | | | | |||
Sifat wajib Allah Swt. | √ | | | | | |||
Iman kepada malaikat Allah. | √ | | | | | |||
al-Asma' al Husna (ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik, al-Quddus, As-Salam, al-Mukmin, al- Muhaimin, al-Aziz). | √ | | | √ | | |||
Akhlak | Memahami kalimah tayyibah (basmalah, hamdalah, dan ta'awudz) serta pola hidup sehat dan bersih, sikap jujur, rasa terima kasih, rendah hati, dan cara menghindari sikap malas, perkataan kasar, dan berbohong. | Kalimah tayyibah (basmalah, hamdalah, dan ta'awudz). | √ | | | | | |
Pola hidup sehat dan bersih. | | | √ | √ | | |||
Sikap jujur, rasa terima kasih, dan rendah hati. | | | | √ | | |||
Cara menghindari sikap malas, perkataan kasar, dan berbohong. | | | | √ | | |||
Adab | Memahami adab belajar, mandi, berpakaian, bersin, menguap, makan, dan minum dalam kehidupan sehari-hari. | Adab belajar. | | √ | | | | |
Adab mandi dan berpakaian. | | | √ | √ | | |||
Adab bersin dan menguap. | | | | √ | | |||
Adab makan dan minum. | | | √ | | | |||
Kisah Keteladanan | Memahami keteladanan Nabi Muhammad Saw. dan Nabi Nuh a.s. dalam kehidupan sehari-hari. | Keteladanan Nabi Muhammad Saw. | √ | | | | | |
Keteladanan Nabi Nuh a.s. | √ | | | | | |||
FIKIH | ||||||||
FASE B / MI | Fikih Ibadah | Memahami konsep dasar pelaksanaan puasa, salat Jumat dan berbagai salat sunnah, rukhsah pada salat, khitan dan tanda-tanda baligh beserta cara bersuci dari hadas besar. | Puasa. | √ | | | | |
Salat Jumat. | √ | | | | | |||
Salat sunnah. | √ | | | | | |||
Rukhsah pada salat, khitan dan tanda-tanda baligh beserta cara bersuci dari hadas besar. | √ | | | √ | | |||
Khitan dan tanda-tanda baligh. | | | | √ | | |||
Cara bersuci dari hadas besar. | | | | √ | | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)
2/6
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) | ||||||||
FASE C / MI | Periode Rasulullah saw. | Memahami dakwah Rasulullah saw. kepada kelompok nonmuslim di Madinah dan peristiwa- peristiwa pada masa menjelang akhir hayat Rasulullah saw. | Dakwah Rasulullah saw. kepada kelompok nonmuslim di Madinah. | √ | | | √ | |
Peristiwa-peristiwa pada masa menjelang akhir hayat Rasulullah saw. | √ | | | √ | √ | |||
Periode Khulafaurasyidin | Menganalisis kisah keteladanan Abu Bakar Ash- Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. | KIsah keteladanan Abu Bakar Ash-Shiddiq. | √ | | | √ | √ | |
Kisah keteladanan Umar bin Khattab. | √ | | | √ | √ | |||
Kisah keteladanan Utsman bin Affan. | √ | | | √ | √ | |||
Kisah keteladanan Ali bin Abi Thalib. | √ | | | √ | √ | |||
Periode Islam di Nusantara | Mengenal biografi Wali Sanga dalam mengembangkan Islam di Indonesia. | Biografi Wali Sanga dalam mengembangkan Islam di Indonesia. | √ | | | √ | √ | |
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)
3/6
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
BAHASA ARAB | ||||||||
FASE D / MTs |
Berbicara
Memirsa
|
madrasah, rumah, hobi, pekerjaan, kesehatan, hari-hari besar Islam, pariwisata, alam, dan lingkungan dengan susunan gramatikal: ،عراضملا لعفلا + (مل/ةيهانلا ال ،ـلِ – نل – نأ) ،ةيلعفلا ةلمجلا ،رمألا لعف ،يوغللا فيرصتلا ،ددعلا ،ةيمسالا ةلمجلا .ليضفتلا مسا ،لوصوملا مسا ،ديزملا لعفلا ،اهبر خو اهمساو ناك ،ضي . املا لعفلا ،حــــيرصلا ردصملا
،عراضملا لعفلا + (مل/ةيهانلا ال ،ـلِ – نل – نأ) ،ةيلعفلا ةلمجلا ،رمألا لعف ،يوغللا فيرصتلا ،ددعلا ،ةيمسالا ةلمجلا .ليضفتلا مسا ،لوصوملا مسا ،ديزملا لعفلا ،اهبر خو اهمساو ناك ،ضي . املا لعفلا ،حــــيرصلا ردصملا
،عراضملا لعفلا + (مل/ةيهانلا ال ،ـلِ – نل – نأ) ،ةيلعفلا ةلمجلا ،رمألا لعف ،يوغللا فيرصتلا ،ددعلا ،ةيمسالا ةلمجلا .ليضفتلا مسا ،لوصوملا مسا ،ديزملا لعفلا ،اهبر خو اهمساو ناك ،ضي . املا لعفلا ،حــــيرصلا ردصملا | Madrasah. | | √ | √ | √ | |
Rumah. | | | | √ | | |||
Hobi. | | √ | | √ | | |||
Pekerjaan. | | | | √ | √ | |||
Kesehatan. | | | | √ | | |||
Hari-Hari Besar Islam. | √ | | | | √ | |||
Pariwisata. | | | √ | √ | √ | |||
Alam. | √ | | √ | | | |||
Lingkungan. | | | √ | √ | √ | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)
4/6
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
QUR’AN HADIS | ||||||||
FASE E / MA | Ilmu Al-Qur’an | Memahami hal ihwal Ilmu Al Qur’an yang meliputi: pengertian Al-Qur`an menurut pendapat para ulama, sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al- Qur’an dan mengamalkan pesan Al-Qur’an dalam konteks kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. | Pengertian Al-Qur`an menurut para ulama akan menanamkan jiwa kritis dan dinamis dalam menuntut ilmu. | √ | √ | | | |
Sejarah turun Al-Qur`an dan kodifikasinya untuk meyakini kebenaran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. | √ | √ | | | | |||
Bukti-bukti keautentikan Al-Qur`an akan menumbuhkan pribadi yang jujur dan bertanggungjawab. | √ | | | √ | | |||
Kemukjizatan Al-Qur`an, akan mewujudkan pribadi yang saleh dan muslih bagi sesama. | √ | | | √ | | |||
Pokok-pokok kandungan Al-Qur`an akan membentuk pribadi yang ta’addub dan dinamis. | √ | √ | √ | √ | √ | |||
Struktur Al-Qur`an, melatih pribadi yang teliti dan displin cerminan dari pemahaman terhadap struktur Al-Qur’an. | | √ | | √ | | |||
| Ilmu Hadis | Memahami hal ihwal tentang Ilmu Hadis yang meliputi: perbedaan hadis, sunnah, khabar, dan atsar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur`an, pembagian hadis, serta tokoh tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis dan mengamalkannya dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. | Perbedaan hadis, sunah, khabar dan atsar mengajarkan sikap kritis dan jujur. | | √ | | | |
Sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis melatih bersikap jujur, gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. | | | | √ | √ | |||
Unsur-unsur hadis, menumbuhkan sikap optimis, konsisten dan amanah. | | | | √ | | |||
Kedudukan dan fungsi hadis terhadap Al-Qur`an akan mewujudkan pribadi yang solutif dan mampu menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pembagian hadis melatih pribadi yang kritis dan bertanggungjawab dalam menyikapi informasi di era digital. | √ | | | √ | √ | |||
Tokoh-tokoh ulama hadis untuk meneladani mereka dalam beribadah dan berkarya. | √ | √ | | √ | | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)
5/6
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
AKIDAH AKHLAK | ||||||||
FASE F / MA | Akidah | Memahami sejarah ilmu kalam, tokoh utama dan ajaran pokok aliran-aliran Ilmu Kalam (Khawarij, Syiah, Murji'ah, Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, Ahl as-Sunnah wa al Jama’ah (Asy'ariyah dan Maturidiyah), al Asma’ al-Husna (al-‘Afuww, ar- Razzaq, ad Dhaar, an-Nafi’, al-Hasib, al-Hadi, dan al-Khalik), dan dalil serta fakta terkait kematian, husnul khatimah, dan su'ul khatimah. | Sejarah ilmu kalam. | | √ | | | |
Tokoh utama dan ajaran pokok aliran-aliran Ilmu Kalam (Khawarij, Syiah, Murji'ah, Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, ahl as-sunnah wa alJama'ah (Asy'ariyah dan Maturidiyah). | | √ | | | | |||
Dalil dan fakta kematian, husnul khatimah, su'ul khatimah. | √ | | | √ | | |||
Al-Asma’ al-Husna (al-‘Afuww, ar-Razzaq, ad- Dhaar, an-Nafi’, al-Hasib, al-Hadi, dan al-Khalik). | √ | | √ | √ | | |||
Akhlak | Memahami tingkatan spiritual (syariat, tarikat, hakikat, dan ma’rifat), inti ajaran tasawuf menurut tokoh (Imam Junaid al Baghdadi, Rabiah al-Adawiyah, al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir al- Jailani), sikap musawah (persamaan derajat), tawasuth (moderat), ukhuwah (persaudaraan), kolaboratif, fastabiq al-khairat, optimis, dinamis, etika dalam berorganisasi maupun bekerja, dan cara menghindari akhlak tercela (membunuh, liwath, LGBT, meminum khamr, judi, mencuri, durhaka kepada orang tua, meninggalkan salat, memakan harta anak yatim, korupsi, israf, tabzir, bakhil, keras hati, fitnah, berita bohong (hoaks), namimah, tajassus, dan ghibah). | Tingkatan spiritual (syariat, tarikat, hakikat, dan ma’rifat) | √ | √ | | | | |
Akhlak tercela (membunuh, liwath, LGBT, meminum khamr, judi, dan mencuri. | | | √ | √ | | |||
Akhlak tercela durhaka kepada orang tua, meninggalkan salat, memakan harta anak yatim, dan korupsi. | √ | | | √ | | |||
Inti ajaran tasawuf menurut tokoh (Imam Junaid al- Baghdadi, Rabiah al-Adawiyah, al- Ghazali, Syekh Abdul Qadir al-Jailani). | √ | | | | | |||
Israf, tabzir, dan bakhil. | | | √ | √ | | |||
Sikap musawah (persamaan derajat), tawasuth (moderat), ukhuwah (persaudaraan). | | | | √ | | |||
Akhlak tercela keras hati, fitnah, berita bohong (hoaks), namimah, tajassus, dan ghibah). | | | | √ | | |||
Sikap kolaboratif, fastabiq al-khairat, optimis, dinamis, etika dalam berorganisasi maupun bekerja. | | √ | | √ | | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)
6/6
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
AKIDAH AKHLAK | ||||||||
| Adab | Memahami adab berhias, dalam perjalanan, bertamu, dan menemui tamu, serta adab bergaul dengan teman sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis. | Adab berhias, dalam perjalanan, bertamu, dan menemui tamu. | | | | √ | |
Adab bergaul dengan teman sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis. | | | | √ | | |||
Kisah Keteladanan | Memahami keteladanan kisah para shahabat (Fatimah az-Zahra r.a., Uways al-Qarni, Abdurrahman bin Auf, Abu Dzar al-Gifari r.a.), kesufian empat Imam mazhab (Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal), dan ulama Nusantara (Kyai Khalil al- Bangkalani, Kyai Hasyim Asy'ari, dan Kyai Ahmad Dahlan). | Keteladanan kisah para shahabat (Fatimah az-Zahra r.a., Uways al-Qarni). | √ | | | √ | | |
Kisah Abdurrahman bin Auf, Abu Dzar al-Gifari r.a.). | √ | | | √ | | |||
Kisah kesufian empat Imam mazhab (Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal). | √ | √ | | | | |||
Sifat-sifat positif ulama Nusantara (Kyai Khalil al-Bangkalani, Kyai Hasyim Asy'ari, dan Kyai Ahmad Dahlan). | √ | | | | √ | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)
1/5
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
PENDIDIKAN PANCASILA | ||||||||
Fase A / MI | Bhinneka Tunggal Ika | Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa,serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah. | Identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin. | | | | √ | |
Identitas dirinya sesuai dengan hobi. | | | | √ | | |||
Identitas dirinya sesuai dengan Bahasa. | | | | √ | | |||
Identitas dirinya sesuai dengan agama dan kepercayaan. | √ | | | √ | √ | |||
| Negara Kesatuan Republik Indonesia | Peserta didik mengenal karakteristik lingkungan tempat tinggal dan sekolah, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; mempraktikkan sikap dan perilaku menjaga lingkungan tempat tinggal dan sekolah; menceritakan bentuk kerja sama dalam keberagaman di lingkungan tempat tinggal dan sekolah. | Karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. | | | | | √ |
ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL | ||||||||
Fase B / MI | Pemahaman IPAS | Peserta didik mampu menjelaskan identitas diri dan anggota keluarga; mengetahui bagian tubuh makhluk hidup; mengenal hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitarnya; mengidentifikasi benda-benda yang ada di lingkungan sekitar; mengidentifikasi kerja sama yang terjadi di lingkungan rumah dan sekolah; mengenal uang dan kegunaannya secara sederhana; mengenal siang, malam, nama-nama hari dan bulan; dan memahami cara memelihara kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari hari. | Identitas diri dan anggota keluarga. | | | | √ | |
Bagian tubuh makhluk hidup. | √ | | √ | | | |||
Hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitarnya. | | | √ | | | |||
Benda-benda yang ada di lingkungan sekitar. | | | √ | | | |||
Kerja sama yang terjadi di lingkungan rumah dan sekolah. | | | | √ | | |||
Uang dan kegunaannya secara sederhana. | | | | √ | | |||
Siang, malam, nama-nama hari dan bulan. | √ | | | | | |||
Cara memelihara kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari hari. | | | √ | √ | | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)
2/5
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL | ||||||||
Fase C / MI | Pemahaman IPAS | Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilainilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar. | Sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya. | | | | √ | |
Hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem. | | | √ | | | |||
Siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air. | | | √ | | √ | |||
Fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari. | | √ | √ | | | |||
Upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. | | | √ | | | |||
Sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi. | √ | | | | | |||
Letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital. | | | √ | | √ | |||
Sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. | | | | √ | √ | |||
Keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya. | | | | √ | √ | |||
Kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar. | | | | √ | √ | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)
3/5
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
BAHASA INDONESIA | ||||||||
Fase D / MTs |
|
| Teks Deskripsi. | | √ | | √ | |
Teks Imajinatif. | | √ | | | | |||
Teks Prosedur. | | √ | | √ | | |||
Teks Berita. | | √ | | √ | √ | |||
Teks Tanggapan. | | | | √ | √ | |||
Surat Resmi dan Surat Pribadi. | | | | √ | | |||
Teks Laporan Hasil Observasi. | | √ | | | | |||
Iklan, Poster, Slogan. | | | | √ | | |||
Menulis Artikel Ilmiah Populer. | | √ | | √ | | |||
Mengulas Karya Fiksi. | | √ | | | | |||
Mengenal Puisi. | | √ | | √ | | |||
Teks Pidato. | | | | √ | | |||
Demi Keluarga (Teks Deskripsi). | | | | √ | | |||
Buku-Buku Berbicara (Teks Prosedur). | | √ | | | | |||
Komunikasi Ujung Jari (Teks Rekon). | | | | √ | | |||
Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi (Teks Eksplanasi). | | √ | | | | |||
Menuju Laut Kegiatan (Teks Laporan). | | | √ | | | |||
Merencanakan Masa Depan (Teks Argumentasi). | | √ | | | | |||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)
4/5
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | |||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |||||
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL | | | | | | ||||
FASE E / MA | Pemahaman Ilmu Pengetahuan Sosial | Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami jenis-jenis pekerjaan berdasarkan bidang keterampilan yang ada di masyarakat, mengenal tempat kerja yang ada di masyarakat, memahami pentingnya semangat kerja, memahami jenis, fungsi dan contoh lembaga sosial yang ada di masyarakat. Peserta didik memiliki kemampuan untuk mengenal dan menjelaskan tokoh-tokoh pahlawan nasional dan perjuangannya, menjelaskan peristiwa dan peran tokoh pahlawan di wilayah setempat dan memahami sikap pahlawan yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami peta lingkungan sederhana, membuat peta lingkungan sederhana dan pemanfaatan peta lingkungan bagi kehidupan sehari-hari. Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami kegiatan merencanakan, mengelola dan mengendalikan keuangan untuk kegiatan memperoleh pendapatan, jual beli, konsumsi, tabungan dan investasi. | Jenis-jenis pekerjaan berdasarkan bidang keterampilan yang ada di Masyarakat. | | | | √ | | |
Tempat kerja yang ada di masyarakat | | | | √ | √ | ||||
Pentingnya semangat kerja. | | | | √ | | ||||
Jenis, fungsi dan contoh lembaga sosial yang ada di Masyarakat. | | | | √ | | ||||
Tokoh-tokoh pahlawan nasional dan perjuangannya. | | | | | √ | ||||
Peristiwa dan peran tokoh pahlawan di wilayah setempat. | | | | | √ | ||||
Sikap pahlawan yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari. | | | | √ | √ | ||||
Peta lingkungan sederhana, membuat peta lingkungan sederhana dan pemanfaatan peta lingkungan bagi kehidupan sehari- hari. | | | √ | | | ||||
Kegiatan merencanakan, mengelola dan mengendalikan keuangan untuk kegiatan memperoleh pendapatan, jual beli, konsumsi, tabungan dan investasi. | | | | √ | √ | ||||
* Keterangan Tema KBC:
Pemetaan CP dan Tema KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)
5/5
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||
SEJARAH | ||||||||
Fase F / MA | Pemahaman Konsep | Peserta didik menggunakan konsep dasar sejarah dan penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan elemen capaian pembelajaran antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang, serta mengaitkan berbagai peristiwa sejarah di Indonesia dalam lingkup lokal, nasional, dan global mulai dari masa penjajahan bangsa Barat, perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah, pergerakan kebangsaan Indonesia, pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan Indonesia, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Sukarno, pemerintahan Suharto, dan reformasi. Secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa Sejarah. | Peristiwa sejarah pada masa penjajahan bangsa Barat. | | | | √ | √ |
Perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah. | | | | √ | √ | |||
Perjuangan pergerakan kebangsaan Indonesia. | | | | | √ | |||
Perjuangan pergerakan kebangsaan Indonesia. | | | | √ | √ | |||
Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia. | | | | √ | √ | |||
Upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdeka Indonesia. | | | | √ | √ | |||
Kondisi Indonesia pada masa pemerintahan Sukarno. | | | | √ | √ | |||
Kondisi Indonesia pada masa pemerintahan Suharto. | | | √ | √ | √ | |||
Kondisi Indonesia pada masa reformasi. | | | √ | √ | √ | |||
* Keterangan Tema KBC:
KBC sangat selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yaitu capaian kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah menempuh proses pembelajaran berupa 8 DPL yang
menjadi acuan pengembangan karakter utama yang
diharapkan.
Panca Cinta berfungsi sebagai landasan spiritual dan moral, sedangkan 8 DPL memberikan arah penguatan kompetensi dan pembentukan karakter praktis peserta didik.
fiBC
8 Dimensi Profil Lulusan (DPL)
MAKAN GRATIS KREASI MANTANKU
Menyusun RPP atau Modul Ajar Berbasis Panca Cinta KBC
Integrasi KBC pada RPP atau Modul Ajar
Mencantumkan topik Panca Cinta KBC sesuai dengan pemetaan CP sebelumnya pada komponen identifikasi setelah menentukan dimensi profil lulusan.
Menentukan Materi Integrasi KBC
Penentuan materi integrasi KBC merujuk pada materi masing-masing topik Panca Cinta yang terdapat dalam panduan utama dengan mempertimbangkan keterkaitan atau benang merah antara muatan materi pembelajaran dan materi integrasi KBC yang dipilih.
Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta
Integrasi fiBC pada RPP
Tujuan Pembelajaran
Kegiatan Inti
Identifikasi
Kegiatan Awal
Kegiatan Penutup
Asesmen
Pencentangan sesuai pemetaan CP sebelumnya.
Guru dapat memilih isi materi integrasi KBC pada panduan utama.
Panduan fiBC hal. 26-29
Menyusun Tujuan Pembelajaran yang Bermakna
KBC mendorong tujuan pembelajaran yang holistik dan bermakna melalui integrasi satu atau lebih topik Panca Cinta KBC. KBC tidak hanya memberikan tujuan pembelajaran semata, tetapi lebih dari itu, yaitu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan nilai afektif yang mendalam
Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta
Tips Menyusun
Tujuan Pembelajaran ala K BC
Integrasi Lintas Dimensi
Pastikan tujuan pembelajaran tidak hanya berisi kata kerja pengetahuan (menjelaskan, menyebutkan) tetapi juga kata kerja sikap (menunjukkan sikap, menghargai, memiliki kesadaran) dan keterampilan (mempraktikkan, membuat).
BANDINGfiAN!
Murid dapat melakukan wudu
Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun
dengan
kesadaran
memperhatikan kelestarian alam
sebagai wujud
cinta
kepada Allah dan lingkungan.
Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
dengan
menyadari bahwa
keanekaragaman hayati sebagai bukti keagungan dan
kekuasaan Allah Swt. dalam penciptaan, serta sebagai nikmat luar biasa yang patut disyukuri dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam beradab pada lingkungan.
TP NON-fiBC
TP fiBC
TP NON-fiBC
TP fiBC
Tips Menyusun
Tujuan Pembelajaran ala K BC
Hubungkan dengan Panca Cinta
Secara eksplisit kaitkan tujuan dengan salah satu atau beberapa topik Panca Cinta. Gunakan frasa seperti “sebagai wujud cinta...” atau “dengan kesadaran bahwa...” untuk menunjukkan internalisasi nilai.
BANDINGfiAN!
TP NON-fiBC
TP fiBC
Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap
keseimbangan ekosistem
Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia
keseimbangan ekosistem
dengan menyadari bahwa
terhadap kerusakan
ekosistem adalah bentuk ketidakmampuan manusia dalam
mensyukuri nikmat Allah yang telah menciptakan alam seimbang dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam berprilaku.
Tips Menyusun
Tujuan Pembelajaran ala K BC
Fokus pada Makna, Bukan Sekadar Prosedur
Tujuan pembelajaran pada KBC tidak hanya berfokus pada langkah- langkah yang benar, tetapi juga mendorong tujuan yang menekankan pada pemahaman mengapa suatu tindakan perlu dilakukan.
BANDINGfiAN!
TP NON-fiBC
TP fiBC
Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup (rantai makanan, jaring- jaring makanan, dan piramida ekologi).
Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi) dengan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan hubungan tersebut.
TP NON-fiBC
TP fiBC
Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan
Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan (misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon) dengan menyadari alasan tindakan tersebut penting bagi kelestarian ekosistem.
Tips Menyusun
Tujuan Pembelajaran ala K BC
Arahkan pada Perubahan Perilaku Nyata
Rumuskan tujuan yang dapat diamati dalam perilaku sehari-hari murid, tidak hanya di dalam kelas.
Memberikan contoh nyata kegiatan menjaga ekosistem di rumah atau sekolah (misalnya menanam tanaman, membuat kompos, atau merawat hewan peliharaan) sebagai wujud cinta lingkungan.
Menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik-anorganik, dan menghemat air sebagai wujud cinta lingkungan.
BANDINGfiAN!
Menjelaskan cara menjaga ekosistem
TP NON-fiBC
TP fiBC
Tips Menyusun
Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem
Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem dengan sikap
menghargai perbedaan peran tiap makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan alam.
Tujuan Pembelajaran ala K BC
Gunakan Bahasa yang Mendorong Empati dan Holistik
Gunakan kata-kata yang memicu kesadaran akan keterhubungan, seperti menjaga kelestarian, menghargai perbedaan, atau menunjukkan kepedulian.
BANDINGfiAN!
TP NON-fiBC
TP fiBC
TP NON-fiBC
TP fiBC
Menganalisis dampak kerusakan ekosistem serta menunjukkan kepedulian dengan mengusulkan langkah nyata untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
Mempraktikkan perilaku sehari-hari yang mendukung kelestarian ekosistem, seperti menghemat air, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat tanaman, sebagai wujud tanggung jawab menjaga keterhubungan kehidupan.
Contoh Tujuan Pembelajaran KBC yang Dirumuskan dengan Baik
“Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun (pengetahuan dan keterampilan), dengan memperhatikan kelestarian alam (pengetahuan dan sikap) sebagai wujud cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta cinta lingkungan (sikap).”
“Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sebagai wujud cinta Allah dan rasul-Nya serta cinta lingkungan melalui video edukasi hemat air dalam berwudu.”
Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta
Langkah Mengintegrasikan Sintaks Model Pembelajaran dengan Panca Cinta
Analisis Sintaks Model Pembelajaran
Pahami setiap tahapan (sintaks) dari model pembelajaran yang akan digunakan. Misalnya, pada
sintaks Project-Based Learning, ada tahap “Penentuan Pertanyaan Mendasar”, “Mendesain
Perencanaan Proyek”, “Menyusun Jadwal”, dan seterusnya.
Petakan Potensi Panca Cinta KBC
Lakukan identifikasi terhadap tahap-tahap sintaks pembelajaran untuk menentukan bagian yang
sesuai dalam penyisipan topik Panca Cinta yang dipilih.
Rancang Aksi Nyata Guru
Rancang aktivitas atau intervensi spesifik yang akan dilakukan guru di tahap tertentu (pada
sintaks) untuk merealisasikan Panca Cinta KBC yang telah dipilih.
Contoh Integrasi Sintaks Model Pembelajaran dengan Panca Cinta
Sintaks Model PjBL | Aksi Guru untuk Mengintegrasikan KBC |
1. Penentuan Pertanyaan Mendasar | Guru mengajak murid merumuskan pertanyaan proyek yang berfokus pada masalah nyata terkait materi. Guru membingkai masalah ini dengan narasi KBC. Contoh: “Setelah kita belajar tentang ekosistem, apa yang terjadi jika ada satu komponen yang hilang? Kita akan membuat proyek untuk menjaga ekosistem madrasah. Bagaimana cara kita menjaga keseimbangan lingkungan sebagai wujud cinta kepada alam?” (Cinta Lingkungan). |
2. Mendesain Perencanaan Proyek | Guru membimbing murid untuk menyusun rencana proyek yang berlandaskan pada prinsip keadilan dan kolaborasi. Guru menekankan bahwa ukhuwah dan ta’awun adalah materi yang penting dalam fase ini, bukan hanya prosedur pembagian tugas. Guru juga mengajarkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar (Cinta Ilmu dan Cinta Diri). |
3. Menyusun Jadwal | Guru mengajak murid menyusun jadwal secara mandiri, menekankan pentingnya amanah (tanggung jawab) dan disiplin sebagai materi yang menumbuhkan Cinta Diri. |
4. Memonitor Murid& Kemajuan | Guru secara rutin melakukan monitoring dengan pendekatan koneksi sebelum koreksi. Guru bertanya, “Apa yang sudah kalian pelajari tentang materi ini? Apa yang membuatmu merasa kesulitan?” Ini menunjukkan empati dan membangun hubungan yang suportif, menjadikan empati sebagai materi utama dalam interaksi (Cinta Diri dan Sesama). |
5. Menguji Hasil | Guru mendorong murid untuk mempresentasikan proyeknya tidak hanya di depan kelas, tetapi juga di depan komunitas madrasah (murid lain, guru, atau orang tua). Ini menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sosial, yang merupakan materi dari Cinta Diri dan Sesama. |
6. Evaluasi Pengalaman | Guru memimpin sesi refleksi mendalam, tidak hanya mengevaluasi hasil proyek, tetapi juga prosesnya. Guru bertanya, “Pelajaran berharga apa yang kalian dapatkan? Bagaimana proyek ini mengubah caramu melihat hubungan antara dirimu, alam, dan Allah?” (Cinta Ilmu dan Cinta Lingkungan). |
Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta
Merancang Asesmen Autentik yang Mengukur Lebih dari Sekadar Pengetahuan
Guru merancang asesmen yang sejalan dengan tujuan pembelajaran yang holistik dan terintegrasi dengan topik Panca Cinta. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap penilaian tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran murid tentang nilai-nilai yang mereka pelajari.
Tujuan Pembelajaran | Indikator Penilaian | Jenis Asesmen | Tema KBC |
Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun. | Murid dapat mendemonstrasikan gerakan wudu secara berurutan dan benar. | Tes Praktik/ Portofolio Video | Cinta Allah dan Rasul-Nya |
Murid dapat menjelaskan pentingnya menghemat air saat wudu. | Murid dapat menjelaskan alasan menghemat air dari perspektif ajaran Islam dan lingkungan. | Tes Lisan/Tes Tulis (esai singkat) | Cinta Lingkungan, Cinta Allah dan Rasul-Nya |
Murid dapat menunjukkan sikap hemat air selama praktik wudu. | Murid menggunakan air secukupnya (misalnya, tidak membuka kran terlalu besar) saat berwudu. | Observasi Sikap | Cinta Lingkungan |
Murid dapat membuat media edukasi tentang wudu hemat air. | Poster atau video edukasi yang dibuat menarik dan informatif. | Proyek | Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan |
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta
Gunakan Pertanyaan Pemantik yang Menggugah Empati
Narasikan Kisah atau Kutipan Inspiratif Aktivitas Visual atau Audio yang Bermakna
Ajak Murid Berbagi dan Saling Menghargai
Kegiatan Pendahuluan
Tahap pendahuluan adalah momen krusial untuk membangun koneksi emosional dan
spiritual murid dengan materi.
Tips dan Trik Kegiatan Pendahuluan
Awali dengan Refleksi atau Meditasi Singkat
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta
Kegiatan Inti
Aktivitas kegiatan inti dalam KBC tidak hanya sekadar fokus untuk mentransfer ilmu, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter dan spiritualitas murid. Ini adalah nilai tambah atau “plus” yang membedakannya dengan model pembelajaran konvensional.
Nilai Plus K B C
Model Proyek (PjBL)
Proyek KBC lebih dari sekadar menghasilkan produk akhir. Proyek ini
mendorong murid untuk mengalami secara langsung (experiential learning) dan
mengintegrasikan nilai-nilai.
Nilai Plus: Ketika murid membuat kompos, mereka tidak hanya belajar proses ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur kepada Allah (Cinta Allah) dan rasa tanggung jawab terhadap alam (Cinta Lingkungan). Proyek ini mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman.
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta
Penutup
Kegiatan penutup pada pembelajaran salah satunya berisi pelaksanaan asesmen.
Namun, penutup/asesmen KBC memiliki nilai lebih dibandingkan dengan kegiatan penutup/asesmen biasanya
Tips Melakukan Kegiatan Penutup ala K B C
Akhiri dengan Refleksi Bermakna Gunakan Jurnal Refleksi Terstruktur
Tutup dengan Afirmasi Positif
Sisipkan Doa Kontekstual
Review Harian dengan Exit Ticket
Penguat Komitmen Aksi
Gunakan Rubrik Terbuka & Naratif
Implementasi KBC
Kegiatan kokurikuler menjadi jembatan luar biasa untuk mengimplementasikan KBC secara mendalam.
Melalui proyek lintas mata pelajaran, murid tidak hanya mendapatkan penguatan teori, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai KBC dalam konteks kehidupan nyata.
Menyatukan Nilai Panca Cinta dalam Proyek Murid
Merencanakan Kokurikuler Berbasis Cinta:
Merencanakan Kokurikuler yang Menginspirasi
Guru merancang proyek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang holistik dan bermakna.
Sebagai contoh, proyek “Menjaga Ekosistem Sungai” menggabungkan IPA, PAI, dan IPS. Proyek ini memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar secara menyeluruh tentang lingkungan, spiritualitas, dan sosial.
Menyusun Alur Kegiatan yang
Sistematis dan Bermakna
Untuk memastikan pengalaman yang terstruktur dan bermakna, guru menggunakan alur kegiatan yang dirancang dengan cermat.
Kegiatan kokurikuler dapat dilaksanakan dengan 4 cara :
Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu
“Lingkunganku Sehat, Aku Kuat”
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jurnal kebiasaan harian, tantangan kelas mingguan, kampanye kebiasaan baik, dll Kegiatan Kolaboratif Berbasis Cinta (KKBC)
Tahsinul Qira’ah, Mutiara Hikmah, Jaga Tubuh Jaga Iman, Jum’at Cinta, dll
Cara lainnya
Kegiatan yang dirancang oleh madrasah berdasarkan kearifan lokal, nilai- nilai khas madrasah, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan budaya atau sosial di daerah tersebut.
Beberapa pilihan alur yang bisa digunakan:
ini memberi kesempatan pada murid untuk beraktivitas langsung, merefleksikan pengalaman mereka, memahami konsep yang mendasarinya, dan akhirnya mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
murid mulai dengan mengidentifikasi masalah nyata, merancang solusi, melaksanakan proyek, dan mempresentasikan hasilnya. Ini adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab sosial, yang sangat relevan dengan nilai- nilai Panca Cinta.
Pelaksanaan Kokurikuler:
Menyatukan Alam, Nilai, dan Pembelajaran yang Bermakna
Aktivitas Lapangan yang Menyentuh Hati
Ajak murid keluar dari ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan alam. Dengan melibatkan mereka dalam pengalaman nyata, seperti mengunjungi sawah, sungai, atau kebun madrasah, murid dapat melihat langsung bagaimana ilmu dan kehidupan terhubung. Aktivitas lapangan ini tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memperdalam hubungan spiritual mereka dengan lingkungan sekitar.
Diskusi Reflektif yang Membuka Wawasan
Setelah kegiatan lapangan, fasilitasi diskusi reflektif untuk membantu murid menarik makna mendalam dari pengalaman mereka. Misalnya, menghubungkan keindahan alam dengan kebesaran Allah, memungkinkan mereka untuk merasakan betapa besar kuasa-Nya melalui ciptaan-Nya. Ini memperkaya pemahaman mereka tentang dunia dan meningkatkan kedalaman spiritualitas mereka.
Tips Pelaksanaan Kokurikuler yang Menggugah
Lingkungan sebagai Guru
Ajak murid melihat alam sebagai sumber ilmu dan tanda kebesaran Allah, dengan melibatkan indra mereka dalam pengalaman nyata.
Libatkan Komunitas Lokal atau Mitra Belajar
Undang, misalnya, petani atau tokoh masyarakat untuk berbagi pengetahuan, menumbuhkan rasa cinta pada sesama dan tanah air.
Metode Refleksi Kreatif
Gunakan berbagai media, seperti gambar atau puisi, untuk membantu murid mengekspresikan perasaan dan pemahaman mereka.
Tanamkan Sikap Ekoteologi
Ajarkan murid bahwa merawat alam adalah bentuk cinta kepada Allah, dan kerusakan alam mencerminkan kurangnya cinta tersebut.
Libatkan Orang Tua
Dorong orang tua untuk berpartisipasi dalam proyek, baik dalam persiapan atau
pendampingan kegiatan lapangan, mempererat hubungan antara madrasah dan rumah.
Topik Panca Cinta : Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Lingkungan
Mata Pelajaran Lintas Ilmu: Akidah Akhlak, IPA
Pembahasan : Asmaul Husna Ar-Rahman, Al-Wadud, Al-Karim
Materi Integrasi KBC
: 1. Mengenal Asmaul Husna untuk meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt., yaitu Ar-Rahman, Al-Wadud, Al-Karim.
2. Menghindari fasad dan larangan merusak lingkungan.
: Experiential Learning (ARKA)
: Murid diajak untuk melakukan outing yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran cinta terhadap Allah dan cinta terhadap lingkungan. Dengan metode 54321, murid akan merasakan langsung cinta Allah yang tersebar di seluruh alam, sambil memperhatikan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari kerusakan (fasad).
Metode Proses Belajar
Alur Pembelajaran:
memberikan keindahan dan manfaat dalam setiap ciptaan-Nya.
lingkungan sekitar mereka, sehingga mereka dapat merasakan kehadiran Allah di sekitar mereka dan menghindari perbuatan merusak lingkungan (fasad). Tantangan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari cinta kepada Allah, sesama, dan bumi.
Evaluasi yang Menggali Potensi:
Menilai Kreativitas dan Nilai dalam Proyek Murid
Asesmen Proyek yang Menggambarkan Kreativitas dan Pencapaian
Evaluasi tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga perjalanan yang ditempuh oleh murid dalam menyelesaikan proyek mereka. Nilai proyek meliputi laporan, presentasi, atau produk fisik yang dihasilkan.
Observasi Refleksi yang Mendalam
Melalui observasi reflektif, guru mengamati sejauh mana murid mampu menghubungkan pengalaman mereka dengan nilai-nilai KBC. Baik melalui jurnal pribadi maupun diskusi kelompok, refleksi ini memberikan wawasan tentang pemahaman murid terhadap pembelajaran yang lebih mendalam, serta bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai Cinta dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Instrumen Asesmen Kokurikuler
Berikut adalah contoh instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kegiatan kokurikuler, seperti outing ke alam. Lembar ini digunakan guru untuk mencatat perilaku murid selama kegiatan outing atau proyek.
Implementasi KBC
Kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya sarana untuk menyalurkan bakat, melainkan juga merupakan medan yang sangat efektif untuk menumbuhkan karakter berbasis cinta. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai luhur yang akan membentuk pribadi mereka menjadi lebih baik.
Pramuka:
Lebih dari sekadar pelatihan kepemimpinan dan kerjasama, Pramuka dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan Cinta Tanah Air melalui kegiatan pelestarian alam serta Cinta Diri dan Sesama melalui kerja sama tim dan pengabdian sosial.
Tahfiz Al-Qur’an:
Ekstrakurikuler ini menyentuh jiwa dengan Cinta Allah dan Rasul-Nya, sekaligus memperkuat Cinta
Ilmu, menjadikan proses menghafal Al-Qur'an sebagai perjalanan spiritual yang mendalam.
Kesenian:
Melalui seni, murid dapat menumbuhkan Cinta Tanah Air dengan mengenal seni budaya lokal, sedangkan Cinta Diri terbangun melalui ekspresi diri yang positif dan apresiasi terhadap potensi yang dimiliki.
Perencanaan yang Mengintegrasikan Panca Cinta KBC
Menyatukan Keterampilan dan Nilai dalam Setiap Kegiatan
Setiap kegiatan ekstrakurikuler di madrasah adalah panggung bagi murid untuk menumbuhkan nilai-nilai cinta dalam kehidupan mereka.
Tidak peduli jenis ekstrakurikulernya, semuanya memiliki potensi untuk mengintegrasikan Panca Cinta dengan cara yang unik dan bermakna.
Perencanaan yang Mengintegrasikan Panca Cinta KBC
Menyusun Alur Kegiatan Holistik
Rancang alur kegiatan ekstrakurikuler yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis atau keterampilan semata, tetapi juga mencakup pengembangan etika, akhlak, dan integrasi topik Panca Cinta. Alur kegiatan disusun sebagai peta perjalanan yang bermakna — mulai dari kegiatan, refleksi, hingga aksi nyata — agar murid mengalami pembelajaran yang utuh secara intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.
Tips dan Trik Menyusun Alur Kegiatan Holistik Berbasis Panca Cinta
Langkah | Penjelasan | Contoh Output |
1. Tentukan Tema Nilai Utama | Pilih topik dari Panca Cinta yang akan menjadi fokus dalam jangka waktu tertentu. Ini menjadi dasar penyusunan alur kegiatan. | Bulan Agustus: Cinta Tanah Air Minggu ke-1: Bangga pada Budaya Lokal |
2. Rancang Alur Kegiatan yang Mengalir | Contoh alur kegiatan dapat:
| Ekskul Pramuka (Contoh):
|
3. Sisipkan Momen Nilai dan Spiritualitas | Gunakan momen pembuka atau penutup untuk menyisipkan nilai spiritual dan akhlak. | Doa pembuka: “Ya Allah, jadikan latihan hari ini jalan kami untuk mencintai sesama dan menjaga lingkungan.” |
4. Dorong Keterlibatan Murid secara Aktif | Ajak murid ikut merancang kegiatan, menyampaikan ide, atau memimpin sesi tertentu. | Satu sesi dipimpin oleh murid: “Hari ini saya ingin kita bersih-bersih lapangan karena ini bentuk cinta lingkungan.” |
5. Dokumentasikan dan Evaluasi Proses dan Nilai | Evaluasi tidak hanya pada keterampilan teknis, tapi juga sikap dan ekspresi nilai cinta. | Gunakan rubrik: Bekerja sama dengan baik Menunjukkan kepedulian sosial Menyampaikan pendapat dengan hormat |
Pelaksanaan Ekstrakurikuler: Menumbuhkan Karakter dan Kepedulian
Mentoring Holistik
Guru berperan sebagai mentor yang membimbing murid secara etis dan moral. Contohnya, dalam latihan olahraga, guru dapat menanamkan nilai kerja keras dan sportivitas (Cinta Diri dan Sesama).
Kolaborasi Mitra Belajar
Libatkan mitra belajar di luar madrasah dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti bakti sosial dengan panti asuhan atau komunitas peduli lingkungan.
Tips Pelaksanaan Ekstrakurikuler yang Menginspirasi
Tetapkan Niat KBC di Awal
Ajak murid merefleksikan niat mereka, misalnya dalam ekstrakurikuler hadrah, niatnya bukan
hanya untuk bisa bermain, melainkan juga untuk menumbuhkan cinta Allah dan Rasul-Nya.
Gunakan Metode Coaching
Ajak murid untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu dikembangkan. Misalnya, “Fathir, kamu sudah mahir di bagian ini, tetapi sepertinya kamu bisa lebih sabar lagi saat mengajari teman.”
Apresiasi Proses, Bukan Hanya Hasil
Pujilah usaha dan kerja sama murid, bukan hanya hasil akhir, untuk membangun growth mindset.
Ciptakan Ruang Aman untuk Berekspresi
Berikan murid kesempatan untuk berekspresi, mencoba hal baru, dan berani gagal tanpa takut dihakimi, mencerminkan Cinta Diri.
Rayakan Pencapaian Kecil
Apresiasi setiap langkah maju, memperkuat rasa percaya diri dan motivasi murid.
Evaluasi yang Menyentuh Karakter dan Peran Aktif Murid
Asesmen Karakter
Nilai perkembangan karakter murid melalui observasi langsung, wawancara, atau jurnal.
Asesmen Partisipasi
Nilai seberapa aktif murid berpartisipasi dalam kegiatan dan seberapa baik mereka mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan.
Contoh Instrumen Asesmen Ekstrakurikuler
Format Rubrik Asesmen Sikap
Aspek | Indikator Kinerja | 1 (Kurang) | 2 (Cukup) | 3 (Baik) | 4 (Sangat Baik) |
Niat dan Ketekunan (Cinta Ilmu) | Datang latihan tepat waktu, menunjukkan kesungguhan, tidak mudah menyerah | Sering malas atau tidak hadir | Hadir, tapi tidak konsisten semangat | Umumnya tekun dan serius | Tekun, antusias, jadi inspirasi bagi teman |
Tawakal dan Syukur (Cinta Ilmu) | Menerima hasil latihan dengan lapang dada, tidak menyombongkan diri, bersyukur atas kemajuan | Mudah kecewa, banyak mengeluh | Mulai belajar menerima proses | Bersyukur dan terbuka pada masukan | Sangat bersyukur, mendoakan teman, memberi semangat |
Kolaborasi dan Kreativitas (Cinta Diri & Sesama Manusia) | Bekerja sama saat latihan, saling mendukung, memberi ide baru | Tidak terlibat aktif atau merusak suasana | Cukup membantu tim | Aktif, kadang memberi ide baru | Inisiatif, kreatif, memotivasi & menjaga harmoni |
Sabar dan Tawadhu (Cinta Diri & Sesama Manusia) | Tetap tenang dalam kesalahan, tidak meremehkan, rendah hati | Mudah marah atau menyalahkan | Sabar tapi belum konsisten | Menunjukkan sikap tenang & rendah hati | Sangat sabar, menenangkan teman, tidak sombong |
Contoh Instrumen Asesmen Ekstrakurikuler
Lembar Refleksi Murid (Setelah Latihan)
Isi oleh murid di jurnal atau dibahas secara lisan:
Contoh Catatan Observasi Naratif (oleh Pembina)
“Hari ini, Fadilah terlihat sangat sabar ketika rekannya beberapa kali salah ritme. Ia tidak marah, malah memberi isyarat tenang dan tetap tersenyum. Ini menunjukkan tumbuhnya sikap tawadhu dan kolaboratif. Ia juga terlihat bersyukur dengan hasil latihan, meski belum sempurna.”
dOutput Aplikasi Nyata (Tindak Lanjut) Pembina memberi tantangan:
“Selama seminggu ke depan, catat satu momen ketika kalian menunjukkan kerja sama, sabar, atau rasa syukur, lalu bagikan saat pertemuan berikutnya.”
Implementasi KBC
Budaya madrasah adalah fondasi KBC yang paling mendasar. Ini adalah tentang menciptakan lingkungan yang secara konsisten mencerminkan nilai-nilai cinta dalam setiap interaksi dan kebijakan.
Mengapresiasi Nilai Cinta dalam Setiap Langkah di Madrasah
Kebijakan Ramah Lingkungan
Guru mendukung dan mengimplementasikan kebijakan ramah lingkungan yang ditetapkan oleh kepala madrasah, seperti program pengelolaan sampah atau efisiensi energi.
Penerapan Disiplin Positif
Berpartisipasi aktif dalam perancangan dan penerapan sistem disiplin positif yang berfokus pada bimbingan dan pengajaran, bukan hukuman.
Sistem Pencegahan Kekerasan
Menjadi bagian dari tim khusus untuk mencegah dan menangani bullying atau kekerasan lainnya, serta
membantu merumuskan prosedur pelaporan yang aman bagi murid.
Pelaksanaan:
Menumbuhkan Karakter Melalui Keteladanan dan Pembiasaan
Keteladanan Guru
Guru dan kepala madrasah menjadi role model nyata dalam mengamalkan Panca Cinta.
Pembiasaan Harian
Terapkan pembiasaan harian yang menumbuhkan nilai cinta, seperti salat Dhuha, kegiatan bersih-bersih lingkungan, atau sesi refleksi pagi.
Dialog dan Komunikasi
Promosikan komunikasi terbuka dan welas asih di antara seluruh warga madrasah.
Tips Pelaksanaan Budaya/Iklim Madrasah
Mulai dari Hal-hal Kecil
Terapkan pembiasaan sederhana seperti menyapa guru dan teman dengan senyum serta membersihkan area tempat duduk setelah pelajaran.
Libatkan Murid dalam Aturan
Ajak murid berpartisipasi dalam merumuskan aturan kelas untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.
Gunakan Bahasa Cinta
Gantilah kata-kata hukuman dengan bahasa yang lebih positif dan solusi-oriented, seperti
“Yuk, jalan santai agar kita semua aman.”
Hadirkan Nilai KBC dalam Visual dan Narasi
Pasang poster atau mural dengan kutipan inspiratif tentang Panca Cinta dan ceritakan kisah teladan dalam pertemuan mingguan.
Fokus pada Kebiasaan Positif
Lebih fokus pada apresiasi terhadap perilaku positif daripada hukuman, dan dorong murid berbagi kebaikan yang mereka lakukan.
Contoh Konkret:
Melaksanakan Salat Dhuha berjamaah. |
Memperdalam praktik ini dari sekadar rutinitas ibadah menjadi pengalaman spiritual yang bermakna. |
Fasilitator Meditasi, Pemandu Refleksi, Pembangun Kebahagiaan. |
Program Literasi. |
Mengaitkan membaca sebagai jalan menemukan kebesaran Allah. |
Pemberi Contoh, Pemandu Diskusi, Penghubung Ilmu. |
Implementasi
Topik KBC
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
2. Cinta Ilmu
Peran Guru
Implementasi
Topik KBC
Peran Guru
Contoh Konkret:
Jumat Bersih diikuti refleksi. |
Mengubah bersih-bersih menjadi praktik ekoteologi (alam manifestasi ciptaan Allah). |
Pemberi Makna, Pembangun Kesadaran, Pemberi Tantangan. |
Implementasi
Program Senyum, Salam, Sapa di gerbang madrasah.
Topik KBC
Membangun ukhuwah dan self- compassion.
3. Cinta Lingkungan
4. Cinta Diri dan Sesama Manusia
Peran Guru
Teladan Utama, Pembangun Koneksi, Pemandu Empati.
Implementasi
Topik KBC
Peran Guru
Contoh Konkret:
Upacara bendera mingguan dengan narasi hubbul wathan minal Iman. |
Memberikan makna spiritual pada nasionalisme. |
Pencerita Moral, Pengait Nilai, Pembangun Kebanggaan Spiritual. |
5. Cinta Tanah Air
Implementasi
Topik KBC
Peran Guru
Evaluasi:
Mengukur Dampak KBC pada Perilaku dan Iklim Madrasah
Alat Evaluasi Khusus
Gunakan instrumen seperti “Lembar Observasi”, “Angket”, dan “Jurnal Refleksi”
untuk memonitor dampak KBC pada perilaku murid dan iklim madrasah.
Evaluasi Berkelanjutan
Lakukan evaluasi secara berkala dan gunakan hasilnya untuk melakukan perbaikan.
Contoh Instrumen Asesmen Budaya/Iklim Madrasah
a. Lembar Penilain Diri
Lembar ini membantu murid mengevaluasi diri sendiri terkait pengamalan nilai-nilai KBC dalam kegiatan sehari-hari.
Nama:
Kelas:
Tanggal:
Petunjuk: Beri tanda (✓) pada kolom yang paling sesuai dengan pengamalanmu.
Pernyataan | Tidak Pernah | Jarang | Sering | Selalu |
Cinta Allah dan Rasul-Nya | | | | |
Aku mengucapkan basmalah sebelum memulai kegiatan dan hamdalah setelah selesai. | | | | |
Aku berusaha meniru akhlak Rasulullah saw., seperti berkata jujur dan tidak marah. | | | | |
Aku menjaga kebersihan diri dan tempat ibadah sebagai wujud syukur kepada Allah. | | | | |
Pernyataan | Tidak Pernah | Jarang | Sering | Selalu |
Cinta Ilmu | | | | |
Aku membaca buku atau mencari informasi baru di luar materi pelajaran. | | | | |
Aku bertanya dan berdiskusi dengan guru atau teman untuk lebih memahami pelajaran. | | | | |
Aku mengerjakan tugas dengan niat tulus dan tidak menunda-nunda. | | | | |
Cinta Lingkungan | | | | |
Aku membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan madrasah. | | | | |
Aku menghemat penggunaan air dan listrik. | | | | |
Aku tidak merusak tanaman atau mengganggu hewan di sekitar madrasah. | | | | |
Pernyataan | Tidak Pernah | Jarang | Sering | Selalu |
Cinta Diri dan Sesama Manusia | | | | |
Aku menghargai dan menerima perbedaan pendapat teman-temanku. | | | | |
Aku mengucapkan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain. | | | | |
Aku membantu teman yang mengalami kesulitan, tanpa mengharapkan imbalan. | | | | |
Cinta Tanah Air | | | | |
Aku menjaga nama baik Indonesia dengan berperilaku terpuji. | | | | |
Aku menghargai budaya dan keberagaman yang ada di Indonesia. | | | | |
Aku aktif berpartisipasi dalam upacara bendera dan menyanyikan lagu nasional dengan khidmat. | | | | |
Contoh Instrumen Asesmen Budaya Madrasah
Lembar Observasi Asesmen Sikap (untuk Budaya Madrasah)
Digunakan untuk memantau perilaku murid secara keseluruhan di lingkungan madrasah.
Nama Murid | Sikap Ramah Lingkungan | Sikap Toleransi | Sikap Persaudaraan | Keterangan |
Contoh: Ali | Selalu membuang sampah pada tempatnya. | Tidak membeda- bedakan teman. | Senang berbagi makanan. | Ali memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan dan sosial. |
Contoh: Budi | Perlu diingatkan untuk membuang sampah. | Bergaul dengan semua teman. | Kadang-kadang terlihat egois. | Budi memiliki potensi sosial yang baik tetapi perlu bimbingan dalam hal empati. |
| | | | |
Iklim madrasah ini bertujuan menanamkan toleransi, empati, dan penghargaan terhadap
keberagaman agama melalui pembiasaan-
pembiasaan seperti riset atau partisipasi aktif dalam kegiatan lintas agama dan budaya. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan menjadi lingkungan belajar yang damai, inklusif, dan memuliakan perbedaan.
Contoh Iklim Madrasah Inklusif: Menghormati Agama Lain
Membiasakan Riset
Guru mendorong murid untuk terbiasa melakukan riset sederhana tentang makna perayaan hari besar keagamaan, baik agamanya sendiri maupun agama lain, kemudian menyajikannya dalam bentuk infografik atau presentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Mendorong Sikap Toleran dan Mengharagai Perbedaan
Guru mendorong murid untuk mendiskusikan nilai- nilai universal yang ada dalam ajaran agama maupun perayaan keagamaan, serta mengembangkan sikap saling menghargai dan bekerjasama antarumat beragama.
Memperluas Pengalaman Belajar
Guru mendorong murid untuk terlibat dalam pengalaman belajar yang
memperluas pemahaman mereka tentang keberagaman agama dan budaya.
Berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan
Guru mengajak murid berpartisipasi dalam festival kebudayaan untuk mengembangkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan agama.
TERIMA KASIH