1 of 95

Implementasi

TIM KBC KANWIL KEMENAG KALTIM

5 – 8 DESEMBER 2025

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

di Madrasah

Kantor Wilayah Kemenag

Provinsi Kalimantan Timur

2 of 95

Intrakurikuler

Ekstrakurikuler

Kokurikuler

Budaya/Iklim Madrasah

KBCdapatberkontribusiuntuk menciptakan lingkungan madrasah yang penuh cinta dalamsetiapinteraksi dan kebijakan.

Panca Cinta KBC dapat diintegrasikan dalam setiap matapelajaran.

KBCdapatdiimplementasikandalam kegiatankokurikuler,

seperti proyekyangterintegrasi lintasmatapelajaran.

KBCdapat mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler untukmenumbuhkankarakterberbasis cinta.

3 of 95

Pola 5-5-5 Kurikulum Berbasis Cinta

Tujuan:

Membentuk Insan Paripurna

Humanis:

Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai, dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.

Nasionalis:

Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.

Naturalis:

Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.

Toleran:

Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya.

Penuh Cinta:

Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan sesama manusia, dan tanah air.

4 of 95

Kurikulum Berbasis Cinta

Pola 5-5-5

Panca Cinta:

Sarana Internalisasi

Nilai KBC

Cinta Allah dan Rasul-Nya:

Fondasi spiritual dan akhlak mulia; murid menyadari keberadaan dan kasih sayang Ilahi, serta meneladani akhlak Nabi.

Cinta Ilmu:

Menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, menghargai pengetahuan sebagai cahaya peradaban, menghormati ahli ilmu, dan mencari ilmu sebagai ibadah.

Cinta Diri dan Sesama Manusia:

Menghargai potensi dan menjaga diri, serta membina hubungan

sosial yang positif, empatik, dan penuh kasih.

Cinta Lingkungan:

Menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap bumi dan makhluk hidup sebagai bagian dari kesatuan cinta Tuhan, melatih tanggung jawab ekologis

dan gaya hidup berkelanjutan.

Cinta Tanah Air: Membangun kesadaran kebangsaan, menghargai keberagaman Indonesia, dan mengaktualisasikan

nilai-nilai Pancasila.

5 of 95

Kurikulum Berbasis Cinta

Pola 5-5-5

Lingkungan Belajar:

Ruang Menumbuhkan Cinta

Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; murid merasa terlindungi secara fisik dan psikologis.

Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif

dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan.

Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, murid, orang tua, dan seluruh warga madrasah.

Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh

kegembiraan.

Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup, baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.

Aman

Nyaman

Ramah

Menyenangkan

Sejahtera

6 of 95

7 of 95

8 of 95

9 of 95

10 of 95

11 of 95

Implementasi KBC

Implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler: mengintegrasikan Panca Cinta ke dalam mata pelajaran yang ada. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan materi ajar dengan salah satu atau beberapa topik dalam Panca Cinta KBC melalui:

1

Perencanaan

2

Pelaksanaan

3

Evaluasi yang Sistematis

12 of 95

Implementasi KBC

Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta

Memetakan Capaian Pembelajaran (CP) dan Topik Panca Cinta KBC

Menggali Esensi Capaian Pembelajaran (CP)

Guru memulai dengan menggali inti dari Capaian Pembelajaran (CP) yang diajarkan, mencari konsep- konsep kunci yang bisa menghubungkan materi dengan nilai kemanusiaan, spiritualitas, atau lingkungan.

Menemukan Benang Merah

Setelah menemukan konsep kunci, guru mulai mengidentifikasi benang merah yang menghubungkan materi dengan nilai-nilai luhur Panca Cinta.

Menghubungkan dengan Panca Cinta KBC

Dari benang merah tersebut, guru membangun koneksi yang lebih dalam dengan tema Panca Cinta KBC, seperti mengaitkan ekosistem dengan Cinta Lingkungan, Cinta Allah dan Rasul-Nya sebagai pencipta serta pemelihara alam semesta. Ini menciptakan pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh makna dan cinta.

13 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Raudhatul Athfal

1/2

No

Elemen

Capaian Pembelajaran (CP)

MATERI KURIKULUM BERBASIS CINTA

Cinta Allah dan Rasul- Nya

Cinta Ilmu

Cinta LIngkungan

Cinta Diri dan Sesama

Cinta Tanah Air

1.

Nilai Agama dan

Budi Pekerti

Anak mengenal dan percaya kepada Allah Swt. melalui al-Asma’ al-Husna dan

ciptaan -Nya.

Anak mengenal Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai pedoman hidupnya.

Anak mempraktikkan ibadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa.

Anak membiasakan berakhlak karimah di lingkungan rumah, sekolah, dan lingkungan sekitarnya dengan menghargai perbedaan.

Anak meneladani kisah Nabi Muhammad saw. dan para sahabat serta cerita- cerita islami.

Anak mengenal kosa kata bahasa Arab secara sederhana.

Anak berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan diri sebagai bentuk rasa sayang terhadap dirinya dan rasa syukur kepada Allah Swt.

Anak menghargai alam dengan cara merawatnya dan menunjukkan rasa sayang terhadap makhluk hidup yang merupakan ciptaan Allah Swt.

2.

Jati Diri

Anak mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi diri serta membangun hubungan sosial secara sehat.

Anak mengenal dan memiliki perilaku positif terhadap diri dan lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat, negara, dan dunia) serta rasa bangga sebagai anak Indonesia yang berlandaskan Pancasila sebagai wujud rahmatan lil ‘alamin.

Contoh:

14 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Raudhatul Athfal

2/2

No

Elemen

Capaian Pembelajaran (CP)

MATERI KURIKULUM BERBASIS CINTA

Cinta Allah dan Rasul-Nya

Cinta Ilmu

Cinta LIngkungan

Cinta Diri dan Sesama

Cinta Tanah Air

Anak menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan, dan norma yang berlaku.

Anak menggunakan fungsi gerak (motorik kasar, halus, dan taktil) untuk mengeksplorasi dan memanipulasi berbagai objek dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengembangan diri.

3.

Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni

Anak mengenali dan memahami berbagai informasi, mengomunikasikan perasaan dan pikiran secara lisan, tulisan, atau menggunakan berbagai media serta membangun percakapan.

Anak menunjukkan minat, kegemaran, dan berpartisipasi dalam kegiatan pramembaca dan pramenulis.

Anak mengenali dan menggunakan konsep pramatematika untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari.

Anak menunjukkan kemampuan dasar berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Anak menunjukkan rasa ingin tahu melalui observasi, eksplorasi, dan eksperimen dengan menggunakan lingkungan sekitar dan media sebagai sumber belajar, untuk mendapatkan gagasan mengenai fenomena alam dan sosial.

Anak menunjukkan kemampuan awal menggunakan dan merekayasa teknologi serta untuk mencari informasi, gagasan, dan keterampilan secara aman dan bertanggung jawab.

Anak mengeksplorasi berbagai proses seni, mengekspresikannya, serta mengapresiasi karya seni.

15 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)

1/6

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

AKIDAH AKHLAK

FASE A / MI

Akidah

Memahami dua kalimat syahadat, enam rukun

iman, sifat wajib Allah Swt., iman kepada malaikat Allah, dan al-Asma' al Husna (ar-Rahman, ar- Rahim, al-Malik, al-Quddus, As-Salam, al-Mukmin, al-Muhaimin, al-Aziz).

Dua kalimat syahadat.

Iman kepada Allah.

Sifat wajib Allah Swt.

Iman kepada malaikat Allah.

al-Asma' al Husna (ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik, al-Quddus, As-Salam, al-Mukmin, al-

Muhaimin, al-Aziz).

Akhlak

Memahami kalimah tayyibah (basmalah,

hamdalah, dan ta'awudz) serta pola hidup sehat dan bersih, sikap jujur, rasa terima kasih, rendah hati, dan cara menghindari sikap malas, perkataan kasar, dan berbohong.

Kalimah tayyibah (basmalah, hamdalah, dan ta'awudz).

Pola hidup sehat dan bersih.

Sikap jujur, rasa terima kasih, dan rendah hati.

Cara menghindari sikap malas, perkataan kasar, dan berbohong.

Adab

Memahami adab belajar, mandi, berpakaian,

bersin, menguap, makan, dan minum dalam kehidupan sehari-hari.

Adab belajar.

Adab mandi dan berpakaian.

Adab bersin dan menguap.

Adab makan dan minum.

Kisah

Keteladanan

Memahami keteladanan Nabi Muhammad Saw.

dan Nabi Nuh a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan Nabi Muhammad Saw.

Keteladanan Nabi Nuh a.s.

FIKIH

FASE B / MI

Fikih Ibadah

Memahami konsep dasar pelaksanaan puasa,

salat Jumat dan berbagai salat sunnah, rukhsah pada salat, khitan dan tanda-tanda baligh beserta cara bersuci dari hadas besar.

Puasa.

Salat Jumat.

Salat sunnah.

Rukhsah pada salat, khitan dan tanda-tanda baligh beserta cara bersuci dari hadas

besar.

Khitan dan tanda-tanda baligh.

Cara bersuci dari hadas besar.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

16 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)

2/6

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI)

FASE C / MI

Periode

Rasulullah saw.

Memahami dakwah Rasulullah saw. kepada

kelompok nonmuslim di Madinah dan peristiwa- peristiwa pada masa menjelang akhir hayat Rasulullah saw.

Dakwah Rasulullah saw. kepada kelompok nonmuslim di Madinah.

Peristiwa-peristiwa pada masa menjelang akhir hayat Rasulullah saw.

Periode

Khulafaurasyidin

Menganalisis kisah keteladanan Abu Bakar Ash-

Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

KIsah keteladanan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Kisah keteladanan Umar bin Khattab.

Kisah keteladanan Utsman bin Affan.

Kisah keteladanan Ali bin Abi Thalib.

Periode Islam di

Nusantara

Mengenal biografi Wali Sanga dalam

mengembangkan Islam di Indonesia.

Biografi Wali Sanga dalam mengembangkan Islam di Indonesia.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

17 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)

3/6

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

BAHASA ARAB

FASE D / MTs

  1. Menyimak–

Berbicara

  1. Membaca-

Memirsa

  1. Menulis- Mempresentasikan
  1. Memahami informasi yang diterima secara tersirat dan tersurat serta interaksi tentang tema

madrasah, rumah, hobi, pekerjaan, kesehatan, hari-hari besar Islam, pariwisata, alam, dan lingkungan dengan susunan gramatikal:

،عراضملا لعفلا + (مل/ةيهانلا ال ،ـلِ – نل – نأ) ،ةيلعفلا ةلمجلا ،رمألا لعف ،يوغللا فيرصتلا ،ددعلا ،ةيمسالا ةلمجلا .ليضفتلا مسا ،لوصوملا مسا ،ديزملا لعفلا ،اهبر خو اهمساو ناك ،ضي . املا لعفلا ،حــــيرصلا ردصملا

  1. Memahami informasi secara tersurat dan tersirat berbagai jenis teks visual atau multimodal tentang madrasah, rumah, hobi, pekerjaan, kesehatan, hari-hari besar Islam, pariwisata, alam, dan lingkungan dengan susunan gramatikal:

،عراضملا لعفلا + (مل/ةيهانلا ال ،ـلِ – نل – نأ) ،ةيلعفلا ةلمجلا ،رمألا لعف ،يوغللا فيرصتلا ،ددعلا ،ةيمسالا ةلمجلا .ليضفتلا مسا ،لوصوملا مسا ،ديزملا لعفلا ،اهبر خو اهمساو ناك ،ضي . املا لعفلا ،حــــيرصلا ردصملا

  1. Mengomunikasikan ide baik secara tertulis maupun lisan melalui paragraf sederhana pada berbagai jenis teks dan terstruktur tentang madrasah, rumah, hobi, pekerjaan, kesehatan, hari- hari besar Islam, pariwisata, alam, dan lingkungan dengan susunan gramatikal:

،عراضملا لعفلا + (مل/ةيهانلا ال ،ـلِ – نل – نأ) ،ةيلعفلا ةلمجلا ،رمألا لعف ،يوغللا فيرصتلا ،ددعلا ،ةيمسالا ةلمجلا .ليضفتلا مسا ،لوصوملا مسا ،ديزملا لعفلا ،اهبر خو اهمساو ناك ،ضي . املا لعفلا ،حــــيرصلا ردصملا

Madrasah.

Rumah.

Hobi.

Pekerjaan.

Kesehatan.

Hari-Hari Besar Islam.

Pariwisata.

Alam.

Lingkungan.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

18 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)

4/6

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

QUR’AN HADIS

FASE E / MA

Ilmu Al-Qur’an

Memahami hal ihwal Ilmu Al Qur’an yang

meliputi: pengertian Al-Qur`an menurut pendapat para ulama, sejarah turun dan kodifikasinya, bukti-bukti keautentikan, kemukjizatan, pokok-pokok kandungan, dan struktur Al-Qur’an, untuk meyakini kebenaran Al- Qur’an dan mengamalkan pesan Al-Qur’an dalam konteks kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Pengertian Al-Qur`an menurut para ulama akan menanamkan jiwa kritis dan dinamis

dalam menuntut ilmu.

Sejarah turun Al-Qur`an dan kodifikasinya untuk meyakini kebenaran Al-Qur’an sebagai

pedoman hidup.

Bukti-bukti keautentikan Al-Qur`an akan menumbuhkan pribadi yang jujur dan

bertanggungjawab.

Kemukjizatan Al-Qur`an, akan mewujudkan pribadi yang saleh dan muslih bagi sesama.

Pokok-pokok kandungan Al-Qur`an akan membentuk pribadi yang ta’addub dan

dinamis.

Struktur Al-Qur`an, melatih pribadi yang teliti dan displin cerminan dari pemahaman

terhadap struktur Al-Qur’an.

Ilmu Hadis

Memahami hal ihwal tentang Ilmu Hadis yang

meliputi: perbedaan hadis, sunnah, khabar, dan atsar, sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis, unsur-unsur hadis, kedudukan dan fungsi hadis terhadap ayat Al-Qur`an, pembagian hadis, serta tokoh tokoh ulama hadis untuk meyakini kebenaran hadis-hadis dan mengamalkannya dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Perbedaan hadis, sunah, khabar dan atsar mengajarkan sikap kritis dan jujur.

Sejarah kodifikasi dan perkembangan hadis melatih bersikap jujur, gotong royong

dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Unsur-unsur hadis, menumbuhkan sikap optimis, konsisten dan amanah.

Kedudukan dan fungsi hadis terhadap Al-Qur`an akan mewujudkan pribadi yang solutif

dan mampu menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pembagian hadis melatih pribadi yang kritis dan bertanggungjawab dalam menyikapi informasi di era digital.

Tokoh-tokoh ulama hadis untuk meneladani mereka dalam beribadah dan berkarya.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

19 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)

5/6

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

AKIDAH AKHLAK

FASE F / MA

Akidah

Memahami sejarah ilmu kalam, tokoh utama dan

ajaran pokok aliran-aliran Ilmu Kalam (Khawarij, Syiah, Murji'ah, Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, Ahl as-Sunnah wa al Jama’ah (Asy'ariyah dan Maturidiyah), al Asma’ al-Husna (al-‘Afuww, ar- Razzaq, ad Dhaar, an-Nafi’, al-Hasib, al-Hadi, dan al-Khalik), dan dalil serta fakta terkait kematian, husnul khatimah, dan su'ul khatimah.

Sejarah ilmu kalam.

Tokoh utama dan ajaran pokok aliran-aliran Ilmu Kalam (Khawarij, Syiah, Murji'ah,

Jabariyah, Qodariyah, Mu'tazilah, ahl as-sunnah wa alJama'ah (Asy'ariyah dan

Maturidiyah).

Dalil dan fakta kematian, husnul khatimah, su'ul khatimah.

Al-Asma’ al-Husna (al-‘Afuww, ar-Razzaq, ad- Dhaar, an-Nafi’, al-Hasib, al-Hadi, dan

al-Khalik).

Akhlak

Memahami tingkatan spiritual (syariat, tarikat,

hakikat, dan ma’rifat), inti ajaran tasawuf menurut tokoh (Imam Junaid al Baghdadi, Rabiah al-Adawiyah, al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir al- Jailani), sikap musawah (persamaan derajat), tawasuth (moderat), ukhuwah (persaudaraan), kolaboratif, fastabiq al-khairat, optimis, dinamis, etika dalam berorganisasi maupun bekerja, dan cara menghindari akhlak tercela (membunuh, liwath, LGBT, meminum khamr, judi, mencuri, durhaka kepada orang tua, meninggalkan salat, memakan harta anak yatim, korupsi, israf, tabzir, bakhil, keras hati, fitnah, berita bohong (hoaks), namimah, tajassus, dan ghibah).

Tingkatan spiritual (syariat, tarikat, hakikat, dan ma’rifat)

Akhlak tercela (membunuh, liwath, LGBT, meminum khamr, judi, dan mencuri.

Akhlak tercela durhaka kepada orang tua, meninggalkan salat, memakan harta anak

yatim, dan korupsi.

Inti ajaran tasawuf menurut tokoh (Imam Junaid al- Baghdadi, Rabiah al-Adawiyah, al-

Ghazali, Syekh Abdul Qadir al-Jailani).

Israf, tabzir, dan bakhil.

Sikap musawah (persamaan derajat), tawasuth (moderat), ukhuwah (persaudaraan).

Akhlak tercela keras hati, fitnah, berita bohong (hoaks), namimah, tajassus, dan

ghibah).

Sikap kolaboratif, fastabiq al-khairat, optimis, dinamis, etika dalam berorganisasi

maupun bekerja.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

20 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (PAI dan Bahasa Arab)

6/6

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

AKIDAH AKHLAK

Adab

Memahami adab berhias, dalam perjalanan,

bertamu, dan menemui tamu, serta adab bergaul dengan teman sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

Adab berhias, dalam perjalanan, bertamu, dan menemui tamu.

Adab bergaul dengan teman sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda, dan lawan jenis.

Kisah

Keteladanan

Memahami keteladanan kisah para shahabat

(Fatimah az-Zahra r.a., Uways al-Qarni, Abdurrahman bin Auf, Abu Dzar al-Gifari r.a.), kesufian empat Imam mazhab (Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal), dan ulama Nusantara (Kyai Khalil al- Bangkalani, Kyai Hasyim Asy'ari, dan Kyai Ahmad Dahlan).

Keteladanan kisah para shahabat (Fatimah az-Zahra r.a., Uways al-Qarni).

Kisah Abdurrahman bin Auf, Abu Dzar al-Gifari r.a.).

Kisah kesufian empat Imam mazhab (Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i,

Imam Ahmad bin Hambal).

Sifat-sifat positif ulama Nusantara (Kyai Khalil al-Bangkalani, Kyai Hasyim Asy'ari, dan

Kyai Ahmad Dahlan).

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

21 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)

1/5

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

PENDIDIKAN PANCASILA

Fase A / MI

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa,serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.

Identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin.

Identitas dirinya sesuai dengan hobi.

Identitas dirinya sesuai dengan Bahasa.

Identitas dirinya sesuai dengan agama dan kepercayaan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik mengenal karakteristik lingkungan tempat tinggal dan sekolah, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; mempraktikkan sikap dan perilaku menjaga lingkungan tempat tinggal dan sekolah; menceritakan bentuk kerja sama dalam keberagaman di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.

Karakteristik lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

Fase B / MI

Pemahaman IPAS

Peserta didik mampu menjelaskan identitas diri dan anggota keluarga; mengetahui bagian tubuh makhluk hidup; mengenal hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitarnya; mengidentifikasi benda-benda yang ada di lingkungan sekitar; mengidentifikasi kerja sama yang terjadi di lingkungan rumah dan sekolah; mengenal uang dan kegunaannya secara sederhana; mengenal siang, malam, nama-nama hari dan bulan; dan memahami cara memelihara kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari hari.

Identitas diri dan anggota keluarga.

Bagian tubuh makhluk hidup.

Hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitarnya.

Benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.

Kerja sama yang terjadi di lingkungan rumah dan sekolah.

Uang dan kegunaannya secara sederhana.

Siang, malam, nama-nama hari dan bulan.

Cara memelihara kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari hari.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

22 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)

2/5

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL

Fase C / MI

Pemahaman IPAS

Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilainilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.

Sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya.

Hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem.

Siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air.

Fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi.

Letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital.

Sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya.

Kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di

lingkungan sekitar.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

23 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)

3/5

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

BAHASA INDONESIA

Fase D / MTs

  1. Menyimak
  2. Membaca dan Memirsa
  3. Berbicara dan Mempresentasikan
  4. Menulis
  1. Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
  2. Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
  3. Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan memaknai kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan gagasannya. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.
  4. Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.

Teks Deskripsi.

Teks Imajinatif.

Teks Prosedur.

Teks Berita.

Teks Tanggapan.

Surat Resmi dan Surat Pribadi.

Teks Laporan Hasil Observasi.

Iklan, Poster, Slogan.

Menulis Artikel Ilmiah Populer.

Mengulas Karya Fiksi.

Mengenal Puisi.

Teks Pidato.

Demi Keluarga (Teks Deskripsi).

Buku-Buku Berbicara (Teks Prosedur).

Komunikasi Ujung Jari (Teks Rekon).

Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi (Teks Eksplanasi).

Menuju Laut Kegiatan (Teks Laporan).

Merencanakan Masa Depan (Teks Argumentasi).

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

24 of 95

Pemetaan CP dan Topik KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)

4/5

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FASE E / MA

Pemahaman Ilmu Pengetahuan Sosial

Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami jenis-jenis pekerjaan berdasarkan bidang keterampilan yang ada di masyarakat, mengenal tempat kerja yang ada di masyarakat, memahami pentingnya semangat kerja, memahami jenis, fungsi dan contoh lembaga sosial yang ada di masyarakat. Peserta didik memiliki kemampuan untuk mengenal dan menjelaskan tokoh-tokoh pahlawan nasional dan perjuangannya, menjelaskan peristiwa dan peran tokoh pahlawan di wilayah setempat dan memahami sikap pahlawan yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami peta lingkungan sederhana, membuat peta lingkungan sederhana dan pemanfaatan peta lingkungan bagi kehidupan sehari-hari. Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami kegiatan merencanakan, mengelola dan mengendalikan keuangan untuk kegiatan memperoleh pendapatan, jual beli, konsumsi, tabungan dan investasi.

Jenis-jenis pekerjaan berdasarkan bidang keterampilan yang ada di Masyarakat.

Tempat kerja yang ada di masyarakat

Pentingnya semangat kerja.

Jenis, fungsi dan contoh lembaga sosial yang ada di Masyarakat.

Tokoh-tokoh pahlawan nasional dan perjuangannya.

Peristiwa dan peran tokoh pahlawan di wilayah setempat.

Sikap pahlawan yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Peta lingkungan sederhana, membuat peta lingkungan sederhana dan pemanfaatan peta lingkungan bagi kehidupan sehari- hari.

Kegiatan merencanakan, mengelola dan mengendalikan keuangan untuk kegiatan memperoleh pendapatan, jual beli, konsumsi, tabungan dan investasi.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

25 of 95

Pemetaan CP dan Tema KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)

5/5

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

SEJARAH

Fase F / MA

Pemahaman Konsep

Peserta didik menggunakan konsep dasar sejarah dan penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan elemen capaian pembelajaran antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang, serta mengaitkan berbagai peristiwa sejarah di Indonesia dalam lingkup lokal, nasional, dan global mulai dari masa penjajahan bangsa Barat, perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah, pergerakan kebangsaan Indonesia, pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan Indonesia, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Sukarno, pemerintahan Suharto, dan reformasi.

Secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa Sejarah.

Peristiwa sejarah pada masa penjajahan bangsa Barat.

Perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah.

Perjuangan pergerakan kebangsaan Indonesia.

Perjuangan pergerakan kebangsaan Indonesia.

Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdeka Indonesia.

Kondisi Indonesia pada masa pemerintahan Sukarno.

Kondisi Indonesia pada masa pemerintahan Suharto.

Kondisi Indonesia pada masa reformasi.

* Keterangan Tema KBC:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
  2. Cinta Ilmu
  3. Cinta Lingkungan
  4. Cinta Diri dan Sesama
  5. Cinta Tanah Air

26 of 95

KBC sangat selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yaitu capaian kompetensi yang harus dimiliki peserta didik setelah menempuh proses pembelajaran berupa 8 DPL yang

menjadi acuan pengembangan karakter utama yang

diharapkan.

Panca Cinta berfungsi sebagai landasan spiritual dan moral, sedangkan 8 DPL memberikan arah penguatan kompetensi dan pembentukan karakter praktis peserta didik.

fiBC

27 of 95

8 Dimensi Profil Lulusan (DPL)

MAKAN GRATIS KREASI MANTANKU

  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
  2. Kewargaan
  3. Penalaran Kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  8. Komunikasi

28 of 95

Menyusun RPP atau Modul Ajar Berbasis Panca Cinta KBC

Integrasi KBC pada RPP atau Modul Ajar

Mencantumkan topik Panca Cinta KBC sesuai dengan pemetaan CP sebelumnya pada komponen identifikasi setelah menentukan dimensi profil lulusan.

Menentukan Materi Integrasi KBC

Penentuan materi integrasi KBC merujuk pada materi masing-masing topik Panca Cinta yang terdapat dalam panduan utama dengan mempertimbangkan keterkaitan atau benang merah antara muatan materi pembelajaran dan materi integrasi KBC yang dipilih.

Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta

29 of 95

Integrasi fiBC pada RPP

Tujuan Pembelajaran

Kegiatan Inti

Identifikasi

Kegiatan Awal

Kegiatan Penutup

Asesmen

30 of 95

Pencentangan sesuai pemetaan CP sebelumnya.

Guru dapat memilih isi materi integrasi KBC pada panduan utama.

31 of 95

Panduan fiBC hal. 26-29

32 of 95

33 of 95

34 of 95

35 of 95

36 of 95

Menyusun Tujuan Pembelajaran yang Bermakna

KBC mendorong tujuan pembelajaran yang holistik dan bermakna melalui integrasi satu atau lebih topik Panca Cinta KBC. KBC tidak hanya memberikan tujuan pembelajaran semata, tetapi lebih dari itu, yaitu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan nilai afektif yang mendalam

Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta

37 of 95

Tips Menyusun

Tujuan Pembelajaran ala K BC

Integrasi Lintas Dimensi

Pastikan tujuan pembelajaran tidak hanya berisi kata kerja pengetahuan (menjelaskan, menyebutkan) tetapi juga kata kerja sikap (menunjukkan sikap, menghargai, memiliki kesadaran) dan keterampilan (mempraktikkan, membuat).

BANDINGfiAN!

Murid dapat melakukan wudu

Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun

dengan

kesadaran

memperhatikan kelestarian alam

sebagai wujud

cinta

kepada Allah dan lingkungan.

Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem

Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem

dengan

menyadari bahwa

keanekaragaman hayati sebagai bukti keagungan dan

kekuasaan Allah Swt. dalam penciptaan, serta sebagai nikmat luar biasa yang patut disyukuri dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam beradab pada lingkungan.

TP NON-fiBC

TP fiBC

TP NON-fiBC

TP fiBC

38 of 95

Tips Menyusun

Tujuan Pembelajaran ala K BC

Hubungkan dengan Panca Cinta

Secara eksplisit kaitkan tujuan dengan salah satu atau beberapa topik Panca Cinta. Gunakan frasa seperti “sebagai wujud cinta...” atau “dengan kesadaran bahwa...” untuk menunjukkan internalisasi nilai.

BANDINGfiAN!

TP NON-fiBC

TP fiBC

Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap

keseimbangan ekosistem

Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia

keseimbangan ekosistem

dengan menyadari bahwa

terhadap kerusakan

ekosistem adalah bentuk ketidakmampuan manusia dalam

mensyukuri nikmat Allah yang telah menciptakan alam seimbang dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam berprilaku.

39 of 95

Tips Menyusun

Tujuan Pembelajaran ala K BC

Fokus pada Makna, Bukan Sekadar Prosedur

Tujuan pembelajaran pada KBC tidak hanya berfokus pada langkah- langkah yang benar, tetapi juga mendorong tujuan yang menekankan pada pemahaman mengapa suatu tindakan perlu dilakukan.

BANDINGfiAN!

TP NON-fiBC

TP fiBC

Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup (rantai makanan, jaring- jaring makanan, dan piramida ekologi).

Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi) dengan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan hubungan tersebut.

TP NON-fiBC

TP fiBC

Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan

Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan (misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon) dengan menyadari alasan tindakan tersebut penting bagi kelestarian ekosistem.

40 of 95

Tips Menyusun

Tujuan Pembelajaran ala K BC

Arahkan pada Perubahan Perilaku Nyata

Rumuskan tujuan yang dapat diamati dalam perilaku sehari-hari murid, tidak hanya di dalam kelas.

Memberikan contoh nyata kegiatan menjaga ekosistem di rumah atau sekolah (misalnya menanam tanaman, membuat kompos, atau merawat hewan peliharaan) sebagai wujud cinta lingkungan.

Menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik-anorganik, dan menghemat air sebagai wujud cinta lingkungan.

BANDINGfiAN!

Menjelaskan cara menjaga ekosistem

TP NON-fiBC

TP fiBC

41 of 95

Tips Menyusun

Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem

Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem dengan sikap

menghargai perbedaan peran tiap makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan alam.

Tujuan Pembelajaran ala K BC

Gunakan Bahasa yang Mendorong Empati dan Holistik

Gunakan kata-kata yang memicu kesadaran akan keterhubungan, seperti menjaga kelestarian, menghargai perbedaan, atau menunjukkan kepedulian.

BANDINGfiAN!

TP NON-fiBC

TP fiBC

TP NON-fiBC

TP fiBC

Menganalisis dampak kerusakan ekosistem serta menunjukkan kepedulian dengan mengusulkan langkah nyata untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Mempraktikkan perilaku sehari-hari yang mendukung kelestarian ekosistem, seperti menghemat air, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat tanaman, sebagai wujud tanggung jawab menjaga keterhubungan kehidupan.

42 of 95

Contoh Tujuan Pembelajaran KBC yang Dirumuskan dengan Baik

“Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun (pengetahuan dan keterampilan), dengan memperhatikan kelestarian alam (pengetahuan dan sikap) sebagai wujud cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta cinta lingkungan (sikap).”

“Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sebagai wujud cinta Allah dan rasul-Nya serta cinta lingkungan melalui video edukasi hemat air dalam berwudu.”

43 of 95

Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta

Langkah Mengintegrasikan Sintaks Model Pembelajaran dengan Panca Cinta

Analisis Sintaks Model Pembelajaran

Pahami setiap tahapan (sintaks) dari model pembelajaran yang akan digunakan. Misalnya, pada

sintaks Project-Based Learning, ada tahap “Penentuan Pertanyaan Mendasar”, “Mendesain

Perencanaan Proyek”, “Menyusun Jadwal”, dan seterusnya.

Petakan Potensi Panca Cinta KBC

Lakukan identifikasi terhadap tahap-tahap sintaks pembelajaran untuk menentukan bagian yang

sesuai dalam penyisipan topik Panca Cinta yang dipilih.

Rancang Aksi Nyata Guru

Rancang aktivitas atau intervensi spesifik yang akan dilakukan guru di tahap tertentu (pada

sintaks) untuk merealisasikan Panca Cinta KBC yang telah dipilih.

44 of 95

Contoh Integrasi Sintaks Model Pembelajaran dengan Panca Cinta

Sintaks Model PjBL

Aksi Guru untuk Mengintegrasikan KBC

1. Penentuan Pertanyaan

Mendasar

Guru mengajak murid merumuskan pertanyaan proyek yang berfokus pada masalah nyata terkait materi. Guru membingkai masalah ini dengan narasi KBC. Contoh: “Setelah kita belajar tentang ekosistem, apa yang terjadi jika ada satu komponen yang hilang? Kita akan membuat proyek untuk menjaga ekosistem madrasah. Bagaimana cara kita menjaga keseimbangan lingkungan sebagai wujud cinta kepada alam?” (Cinta Lingkungan).

2. Mendesain Perencanaan

Proyek

Guru membimbing murid untuk menyusun rencana proyek yang berlandaskan pada prinsip keadilan dan kolaborasi. Guru menekankan bahwa ukhuwah dan ta’awun adalah materi yang penting dalam fase ini, bukan hanya prosedur pembagian tugas. Guru juga mengajarkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar (Cinta Ilmu dan Cinta Diri).

3. Menyusun Jadwal

Guru mengajak murid menyusun jadwal secara mandiri, menekankan pentingnya amanah (tanggung jawab) dan disiplin sebagai materi yang menumbuhkan Cinta Diri.

4. Memonitor Murid& Kemajuan

Guru secara rutin melakukan monitoring dengan pendekatan koneksi sebelum koreksi. Guru bertanya, “Apa yang sudah kalian pelajari tentang materi ini? Apa yang membuatmu merasa kesulitan?” Ini menunjukkan empati dan membangun hubungan yang suportif, menjadikan empati sebagai materi utama dalam interaksi (Cinta Diri dan Sesama).

5. Menguji Hasil

Guru mendorong murid untuk mempresentasikan proyeknya tidak hanya di depan kelas, tetapi juga di depan komunitas madrasah (murid lain, guru, atau orang tua). Ini menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sosial, yang merupakan materi dari Cinta Diri dan Sesama.

6. Evaluasi Pengalaman

Guru memimpin sesi refleksi mendalam, tidak hanya mengevaluasi hasil proyek, tetapi juga prosesnya. Guru bertanya,

“Pelajaran berharga apa yang kalian dapatkan? Bagaimana proyek ini mengubah caramu melihat hubungan antara dirimu, alam, dan Allah?” (Cinta Ilmu dan Cinta Lingkungan).

45 of 95

Merencanakan Pembelajaran dengan Cinta

Merancang Asesmen Autentik yang Mengukur Lebih dari Sekadar Pengetahuan

Guru merancang asesmen yang sejalan dengan tujuan pembelajaran yang holistik dan terintegrasi dengan topik Panca Cinta. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap penilaian tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran murid tentang nilai-nilai yang mereka pelajari.

Tujuan Pembelajaran

Indikator Penilaian

Jenis Asesmen

Tema KBC

Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun.

Murid dapat mendemonstrasikan gerakan wudu secara berurutan dan benar.

Tes Praktik/ Portofolio Video

Cinta Allah dan Rasul-Nya

Murid dapat menjelaskan pentingnya menghemat air saat wudu.

Murid dapat menjelaskan alasan menghemat air dari perspektif ajaran Islam dan lingkungan.

Tes Lisan/Tes Tulis (esai singkat)

Cinta Lingkungan, Cinta Allah dan Rasul-Nya

Murid dapat menunjukkan sikap hemat air selama praktik wudu.

Murid menggunakan air secukupnya (misalnya, tidak membuka kran terlalu besar) saat berwudu.

Observasi Sikap

Cinta Lingkungan

Murid dapat membuat media

edukasi tentang wudu hemat air.

Poster atau video edukasi yang dibuat

menarik dan informatif.

Proyek

Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan

46 of 95

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta

Gunakan Pertanyaan Pemantik yang Menggugah Empati

Narasikan Kisah atau Kutipan Inspiratif Aktivitas Visual atau Audio yang Bermakna

Ajak Murid Berbagi dan Saling Menghargai

Kegiatan Pendahuluan

Tahap pendahuluan adalah momen krusial untuk membangun koneksi emosional dan

spiritual murid dengan materi.

Tips dan Trik Kegiatan Pendahuluan

Awali dengan Refleksi atau Meditasi Singkat

47 of 95

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta

Kegiatan Inti

Aktivitas kegiatan inti dalam KBC tidak hanya sekadar fokus untuk mentransfer ilmu, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter dan spiritualitas murid. Ini adalah nilai tambah atau “plus” yang membedakannya dengan model pembelajaran konvensional.

Nilai Plus K B C

Model Proyek (PjBL)

Proyek KBC lebih dari sekadar menghasilkan produk akhir. Proyek ini

mendorong murid untuk mengalami secara langsung (experiential learning) dan

mengintegrasikan nilai-nilai.

Nilai Plus: Ketika murid membuat kompos, mereka tidak hanya belajar proses ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur kepada Allah (Cinta Allah) dan rasa tanggung jawab terhadap alam (Cinta Lingkungan). Proyek ini mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman.

48 of 95

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta

Penutup

Kegiatan penutup pada pembelajaran salah satunya berisi pelaksanaan asesmen.

Namun, penutup/asesmen KBC memiliki nilai lebih dibandingkan dengan kegiatan penutup/asesmen biasanya

Tips Melakukan Kegiatan Penutup ala K B C

Akhiri dengan Refleksi Bermakna Gunakan Jurnal Refleksi Terstruktur

Tutup dengan Afirmasi Positif

Sisipkan Doa Kontekstual

Review Harian dengan Exit Ticket

Penguat Komitmen Aksi

Gunakan Rubrik Terbuka & Naratif

49 of 95

Implementasi KBC

Kegiatan kokurikuler menjadi jembatan luar biasa untuk mengimplementasikan KBC secara mendalam.

Melalui proyek lintas mata pelajaran, murid tidak hanya mendapatkan penguatan teori, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai KBC dalam konteks kehidupan nyata.

Menyatukan Nilai Panca Cinta dalam Proyek Murid

50 of 95

Merencanakan Kokurikuler Berbasis Cinta:

Merencanakan Kokurikuler yang Menginspirasi

Guru merancang proyek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang holistik dan bermakna.

Sebagai contoh, proyek “Menjaga Ekosistem Sungai” menggabungkan IPA, PAI, dan IPS. Proyek ini memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar secara menyeluruh tentang lingkungan, spiritualitas, dan sosial.

Menyusun Alur Kegiatan yang

Sistematis dan Bermakna

Untuk memastikan pengalaman yang terstruktur dan bermakna, guru menggunakan alur kegiatan yang dirancang dengan cermat.

51 of 95

Kegiatan kokurikuler dapat dilaksanakan dengan 4 cara :

Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu

“Lingkunganku Sehat, Aku Kuat”

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Jurnal kebiasaan harian, tantangan kelas mingguan, kampanye kebiasaan baik, dll Kegiatan Kolaboratif Berbasis Cinta (KKBC)

Tahsinul Qira’ah, Mutiara Hikmah, Jaga Tubuh Jaga Iman, Jum’at Cinta, dll

Cara lainnya

Kegiatan yang dirancang oleh madrasah berdasarkan kearifan lokal, nilai- nilai khas madrasah, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan budaya atau sosial di daerah tersebut.

52 of 95

Beberapa pilihan alur yang bisa digunakan:

  • Alur ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, Aplikasi): Alur

ini memberi kesempatan pada murid untuk beraktivitas langsung, merefleksikan pengalaman mereka, memahami konsep yang mendasarinya, dan akhirnya mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Alur Proyek (Project-Based Learning): Dalam alur ini,

murid mulai dengan mengidentifikasi masalah nyata, merancang solusi, melaksanakan proyek, dan mempresentasikan hasilnya. Ini adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab sosial, yang sangat relevan dengan nilai- nilai Panca Cinta.

53 of 95

Pelaksanaan Kokurikuler:

Menyatukan Alam, Nilai, dan Pembelajaran yang Bermakna

Aktivitas Lapangan yang Menyentuh Hati

Ajak murid keluar dari ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan alam. Dengan melibatkan mereka dalam pengalaman nyata, seperti mengunjungi sawah, sungai, atau kebun madrasah, murid dapat melihat langsung bagaimana ilmu dan kehidupan terhubung. Aktivitas lapangan ini tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memperdalam hubungan spiritual mereka dengan lingkungan sekitar.

Diskusi Reflektif yang Membuka Wawasan

Setelah kegiatan lapangan, fasilitasi diskusi reflektif untuk membantu murid menarik makna mendalam dari pengalaman mereka. Misalnya, menghubungkan keindahan alam dengan kebesaran Allah, memungkinkan mereka untuk merasakan betapa besar kuasa-Nya melalui ciptaan-Nya. Ini memperkaya pemahaman mereka tentang dunia dan meningkatkan kedalaman spiritualitas mereka.

54 of 95

Tips Pelaksanaan Kokurikuler yang Menggugah

Lingkungan sebagai Guru

Ajak murid melihat alam sebagai sumber ilmu dan tanda kebesaran Allah, dengan melibatkan indra mereka dalam pengalaman nyata.

Libatkan Komunitas Lokal atau Mitra Belajar

Undang, misalnya, petani atau tokoh masyarakat untuk berbagi pengetahuan, menumbuhkan rasa cinta pada sesama dan tanah air.

Metode Refleksi Kreatif

Gunakan berbagai media, seperti gambar atau puisi, untuk membantu murid mengekspresikan perasaan dan pemahaman mereka.

Tanamkan Sikap Ekoteologi

Ajarkan murid bahwa merawat alam adalah bentuk cinta kepada Allah, dan kerusakan alam mencerminkan kurangnya cinta tersebut.

Libatkan Orang Tua

Dorong orang tua untuk berpartisipasi dalam proyek, baik dalam persiapan atau

pendampingan kegiatan lapangan, mempererat hubungan antara madrasah dan rumah.

55 of 95

Topik Panca Cinta : Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Lingkungan

Mata Pelajaran Lintas Ilmu: Akidah Akhlak, IPA

Pembahasan : Asmaul Husna Ar-Rahman, Al-Wadud, Al-Karim

Materi Integrasi KBC

: 1. Mengenal Asmaul Husna untuk meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt., yaitu Ar-Rahman, Al-Wadud, Al-Karim.

2. Menghindari fasad dan larangan merusak lingkungan.

: Experiential Learning (ARKA)

: Murid diajak untuk melakukan outing yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran cinta terhadap Allah dan cinta terhadap lingkungan. Dengan metode 54321, murid akan merasakan langsung cinta Allah yang tersebar di seluruh alam, sambil memperhatikan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari kerusakan (fasad).

Metode Proses Belajar

56 of 95

Alur Pembelajaran:

  1. Aktivitas: Lakukan outing dengan jalan kaki ke alam. Minta murid untuk melakukan aktivitas 54321, yaitu:
    • Lihat lima benda secara fokus, sebagai bentuk penghargaan terhadap ciptaan Allah yang Maha Pengasih (Ar- Rahman).
    • Dengarkan empat suara secara fokus, mendengarkan alam sebagai wujud cinta Allah yang Maha Penyayang (Al- Wadud), yang selalu memberikan kedamaian melalui suara alam.
    • Pegang atau raba tiga benda secara seksama, merasakan karunia Allah yang Maha Mulia (Al-Karim), yang

memberikan keindahan dan manfaat dalam setiap ciptaan-Nya.

    • Cium atau hirup wangi dua benda, mengingatkan kita akan rahmat Allah yang tersebar di alam semesta.
    • Makan satu benda atau tumbuhan, sebagai rasa syukur atas karunia kehidupan yang diberikan Allah.
  • Refleksi: Ajak murid berefleksi tentang sensasi yang dirasakan dari aktivitas tadi. Tanyakan apakah ada perbedaan pengalaman antara saat mereka berjalan di alam tanpa memfokuskan perhatian dan saat mereka melakukan aktivitas dengan penuh kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Jelaskan bahwa keindahan alam adalah pancaran cinta Allah yang harus dijaga dan dihargai, sesuai dengan larangan Allah untuk tidak merusak alam (fasad).
  • Konsep: Jelaskan bahwa semua yang mereka lihat, dengar, hirup, dan rasakan adalah wujud dari tajalli atau pancaran cinta Allah. Allah menampilkan sifat-Nya yang Maha Pengasih (Ar-Rahman), Maha Penyayang (Al-Wadud), dan Maha Mulia (Al-Karim) melalui setiap ciptaan- Nya, termasuk alam yang perlu dilindungi dari kerusakan dan eksploitasi. Hubungkan dengan ayat yang berbunyi, “Kemana pun kamu melihat, di sana ada wajah Allah,” yang mengajarkan bahwa setiap sudut alam adalah tanda cinta-Nya.
  • Aplikasi: Berikan tantangan kepada murid selama seminggu ke depan untuk memberikan perhatian penuh pada

lingkungan sekitar mereka, sehingga mereka dapat merasakan kehadiran Allah di sekitar mereka dan menghindari perbuatan merusak lingkungan (fasad). Tantangan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari cinta kepada Allah, sesama, dan bumi.

57 of 95

Evaluasi yang Menggali Potensi:

Menilai Kreativitas dan Nilai dalam Proyek Murid

Asesmen Proyek yang Menggambarkan Kreativitas dan Pencapaian

Evaluasi tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga perjalanan yang ditempuh oleh murid dalam menyelesaikan proyek mereka. Nilai proyek meliputi laporan, presentasi, atau produk fisik yang dihasilkan.

Observasi Refleksi yang Mendalam

Melalui observasi reflektif, guru mengamati sejauh mana murid mampu menghubungkan pengalaman mereka dengan nilai-nilai KBC. Baik melalui jurnal pribadi maupun diskusi kelompok, refleksi ini memberikan wawasan tentang pemahaman murid terhadap pembelajaran yang lebih mendalam, serta bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai Cinta dalam kehidupan sehari-hari.

58 of 95

Contoh Instrumen Asesmen Kokurikuler

Berikut adalah contoh instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kegiatan kokurikuler, seperti outing ke alam. Lembar ini digunakan guru untuk mencatat perilaku murid selama kegiatan outing atau proyek.

59 of 95

Implementasi KBC

Kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya sarana untuk menyalurkan bakat, melainkan juga merupakan medan yang sangat efektif untuk menumbuhkan karakter berbasis cinta. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai luhur yang akan membentuk pribadi mereka menjadi lebih baik.

60 of 95

Pramuka:

Lebih dari sekadar pelatihan kepemimpinan dan kerjasama, Pramuka dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan Cinta Tanah Air melalui kegiatan pelestarian alam serta Cinta Diri dan Sesama melalui kerja sama tim dan pengabdian sosial.

Tahfiz Al-Qur’an:

Ekstrakurikuler ini menyentuh jiwa dengan Cinta Allah dan Rasul-Nya, sekaligus memperkuat Cinta

Ilmu, menjadikan proses menghafal Al-Qur'an sebagai perjalanan spiritual yang mendalam.

Kesenian:

Melalui seni, murid dapat menumbuhkan Cinta Tanah Air dengan mengenal seni budaya lokal, sedangkan Cinta Diri terbangun melalui ekspresi diri yang positif dan apresiasi terhadap potensi yang dimiliki.

61 of 95

62 of 95

Perencanaan yang Mengintegrasikan Panca Cinta KBC

Menyatukan Keterampilan dan Nilai dalam Setiap Kegiatan

Setiap kegiatan ekstrakurikuler di madrasah adalah panggung bagi murid untuk menumbuhkan nilai-nilai cinta dalam kehidupan mereka.

Tidak peduli jenis ekstrakurikulernya, semuanya memiliki potensi untuk mengintegrasikan Panca Cinta dengan cara yang unik dan bermakna.

63 of 95

Perencanaan yang Mengintegrasikan Panca Cinta KBC

Menyusun Alur Kegiatan Holistik

Rancang alur kegiatan ekstrakurikuler yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis atau keterampilan semata, tetapi juga mencakup pengembangan etika, akhlak, dan integrasi topik Panca Cinta. Alur kegiatan disusun sebagai peta perjalanan yang bermakna — mulai dari kegiatan, refleksi, hingga aksi nyata — agar murid mengalami pembelajaran yang utuh secara intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.

64 of 95

Tips dan Trik Menyusun Alur Kegiatan Holistik Berbasis Panca Cinta

Langkah

Penjelasan

Contoh Output

1. Tentukan Tema Nilai Utama

Pilih topik dari Panca Cinta yang akan menjadi fokus dalam

jangka waktu tertentu. Ini menjadi dasar penyusunan alur kegiatan.

Bulan Agustus: Cinta Tanah Air

Minggu ke-1: Bangga pada Budaya Lokal

2. Rancang Alur Kegiatan yang Mengalir

Contoh alur kegiatan dapat:

  • Aktivitas inti (aksi atau latihan)
  • Dialog atau refleksi ringan
  • Penguatan nilai (narasi, kisah, atau diskusi)
  • Aksi lanjut (hasil nyata atau kebiasaan baik)

Ekskul Pramuka (Contoh):

  • Aktivitas: Latihan sandi & tali-temali
  • Refleksi: “Apa hubungan pramuka dengan kecintaan pada negara?”
  • Penguatan: Cerita pendek tentang pahlawan
  • Aksi lanjut: Membuat bendera kecil & membagikannya ke warga sekitar

3. Sisipkan Momen Nilai dan Spiritualitas

Gunakan momen pembuka atau penutup untuk

menyisipkan nilai spiritual dan akhlak.

Doa pembuka: “Ya Allah, jadikan latihan hari

ini jalan kami untuk mencintai sesama dan

menjaga lingkungan.”

4. Dorong Keterlibatan Murid secara

Aktif

Ajak murid ikut merancang kegiatan, menyampaikan ide,

atau memimpin sesi tertentu.

Satu sesi dipimpin oleh murid: “Hari ini saya

ingin kita bersih-bersih lapangan karena ini bentuk cinta lingkungan.”

5. Dokumentasikan dan Evaluasi Proses

dan Nilai

Evaluasi tidak hanya pada keterampilan teknis, tapi juga

sikap dan ekspresi nilai cinta.

Gunakan rubrik:

Bekerja sama dengan baik Menunjukkan kepedulian sosial

Menyampaikan pendapat dengan hormat

65 of 95

Pelaksanaan Ekstrakurikuler: Menumbuhkan Karakter dan Kepedulian

Mentoring Holistik

Guru berperan sebagai mentor yang membimbing murid secara etis dan moral. Contohnya, dalam latihan olahraga, guru dapat menanamkan nilai kerja keras dan sportivitas (Cinta Diri dan Sesama).

Kolaborasi Mitra Belajar

Libatkan mitra belajar di luar madrasah dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti bakti sosial dengan panti asuhan atau komunitas peduli lingkungan.

66 of 95

Tips Pelaksanaan Ekstrakurikuler yang Menginspirasi

Tetapkan Niat KBC di Awal

Ajak murid merefleksikan niat mereka, misalnya dalam ekstrakurikuler hadrah, niatnya bukan

hanya untuk bisa bermain, melainkan juga untuk menumbuhkan cinta Allah dan Rasul-Nya.

Gunakan Metode Coaching

Ajak murid untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu dikembangkan. Misalnya, “Fathir, kamu sudah mahir di bagian ini, tetapi sepertinya kamu bisa lebih sabar lagi saat mengajari teman.”

Apresiasi Proses, Bukan Hanya Hasil

Pujilah usaha dan kerja sama murid, bukan hanya hasil akhir, untuk membangun growth mindset.

Ciptakan Ruang Aman untuk Berekspresi

Berikan murid kesempatan untuk berekspresi, mencoba hal baru, dan berani gagal tanpa takut dihakimi, mencerminkan Cinta Diri.

Rayakan Pencapaian Kecil

Apresiasi setiap langkah maju, memperkuat rasa percaya diri dan motivasi murid.

67 of 95

68 of 95

69 of 95

Evaluasi yang Menyentuh Karakter dan Peran Aktif Murid

Asesmen Karakter

Nilai perkembangan karakter murid melalui observasi langsung, wawancara, atau jurnal.

Asesmen Partisipasi

Nilai seberapa aktif murid berpartisipasi dalam kegiatan dan seberapa baik mereka mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan.

70 of 95

Contoh Instrumen Asesmen Ekstrakurikuler

Format Rubrik Asesmen Sikap

Aspek

Indikator Kinerja

1 (Kurang)

2 (Cukup)

3 (Baik)

4 (Sangat Baik)

Niat dan Ketekunan (Cinta Ilmu)

Datang latihan tepat waktu, menunjukkan kesungguhan, tidak mudah menyerah

Sering malas atau tidak hadir

Hadir, tapi tidak konsisten semangat

Umumnya tekun dan serius

Tekun, antusias, jadi inspirasi bagi teman

Tawakal dan Syukur (Cinta Ilmu)

Menerima hasil

latihan dengan lapang dada, tidak menyombongkan diri, bersyukur atas kemajuan

Mudah kecewa, banyak mengeluh

Mulai belajar menerima proses

Bersyukur dan

terbuka pada masukan

Sangat bersyukur,

mendoakan teman, memberi semangat

Kolaborasi dan Kreativitas (Cinta Diri & Sesama Manusia)

Bekerja sama saat latihan, saling mendukung, memberi ide baru

Tidak terlibat aktif atau merusak suasana

Cukup membantu tim

Aktif, kadang memberi ide baru

Inisiatif, kreatif, memotivasi & menjaga harmoni

Sabar dan Tawadhu (Cinta Diri & Sesama Manusia)

Tetap tenang dalam kesalahan, tidak meremehkan, rendah hati

Mudah marah atau menyalahkan

Sabar tapi belum konsisten

Menunjukkan sikap tenang & rendah hati

Sangat sabar, menenangkan teman, tidak sombong

71 of 95

Contoh Instrumen Asesmen Ekstrakurikuler

Lembar Refleksi Murid (Setelah Latihan)

Isi oleh murid di jurnal atau dibahas secara lisan:

  1. Apa tantangan terbesarmu saat latihan hari ini?
  2. Apa makna sabar dan kerja sama yang kamu pelajari dari latihan hadrah ini?
  3. Bagaimana kamu akan menerapkan nilai ini di luar ekskul (di rumah atau di kelas)?

Contoh Catatan Observasi Naratif (oleh Pembina)

“Hari ini, Fadilah terlihat sangat sabar ketika rekannya beberapa kali salah ritme. Ia tidak marah, malah memberi isyarat tenang dan tetap tersenyum. Ini menunjukkan tumbuhnya sikap tawadhu dan kolaboratif. Ia juga terlihat bersyukur dengan hasil latihan, meski belum sempurna.”

dOutput Aplikasi Nyata (Tindak Lanjut) Pembina memberi tantangan:

“Selama seminggu ke depan, catat satu momen ketika kalian menunjukkan kerja sama, sabar, atau rasa syukur, lalu bagikan saat pertemuan berikutnya.”

72 of 95

Implementasi KBC

Budaya madrasah adalah fondasi KBC yang paling mendasar. Ini adalah tentang menciptakan lingkungan yang secara konsisten mencerminkan nilai-nilai cinta dalam setiap interaksi dan kebijakan.

73 of 95

Mengapresiasi Nilai Cinta dalam Setiap Langkah di Madrasah

Kebijakan Ramah Lingkungan

Guru mendukung dan mengimplementasikan kebijakan ramah lingkungan yang ditetapkan oleh kepala madrasah, seperti program pengelolaan sampah atau efisiensi energi.

Penerapan Disiplin Positif

Berpartisipasi aktif dalam perancangan dan penerapan sistem disiplin positif yang berfokus pada bimbingan dan pengajaran, bukan hukuman.

Sistem Pencegahan Kekerasan

Menjadi bagian dari tim khusus untuk mencegah dan menangani bullying atau kekerasan lainnya, serta

membantu merumuskan prosedur pelaporan yang aman bagi murid.

74 of 95

Pelaksanaan:

Menumbuhkan Karakter Melalui Keteladanan dan Pembiasaan

Keteladanan Guru

Guru dan kepala madrasah menjadi role model nyata dalam mengamalkan Panca Cinta.

Pembiasaan Harian

Terapkan pembiasaan harian yang menumbuhkan nilai cinta, seperti salat Dhuha, kegiatan bersih-bersih lingkungan, atau sesi refleksi pagi.

Dialog dan Komunikasi

Promosikan komunikasi terbuka dan welas asih di antara seluruh warga madrasah.

75 of 95

Tips Pelaksanaan Budaya/Iklim Madrasah

Mulai dari Hal-hal Kecil

Terapkan pembiasaan sederhana seperti menyapa guru dan teman dengan senyum serta membersihkan area tempat duduk setelah pelajaran.

Libatkan Murid dalam Aturan

Ajak murid berpartisipasi dalam merumuskan aturan kelas untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.

Gunakan Bahasa Cinta

Gantilah kata-kata hukuman dengan bahasa yang lebih positif dan solusi-oriented, seperti

Yuk, jalan santai agar kita semua aman.

Hadirkan Nilai KBC dalam Visual dan Narasi

Pasang poster atau mural dengan kutipan inspiratif tentang Panca Cinta dan ceritakan kisah teladan dalam pertemuan mingguan.

Fokus pada Kebiasaan Positif

Lebih fokus pada apresiasi terhadap perilaku positif daripada hukuman, dan dorong murid berbagi kebaikan yang mereka lakukan.

76 of 95

Contoh Konkret:

Melaksanakan Salat Dhuha berjamaah.

Memperdalam praktik ini dari sekadar rutinitas ibadah menjadi pengalaman spiritual yang bermakna.

Fasilitator Meditasi, Pemandu Refleksi, Pembangun Kebahagiaan.

Program Literasi.

Mengaitkan membaca sebagai jalan menemukan kebesaran Allah.

Pemberi Contoh, Pemandu Diskusi, Penghubung Ilmu.

Implementasi

Topik KBC

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

2. Cinta Ilmu

Peran Guru

Implementasi

Topik KBC

Peran Guru

77 of 95

Contoh Konkret:

Jumat Bersih diikuti refleksi.

Mengubah bersih-bersih menjadi praktik ekoteologi (alam manifestasi ciptaan Allah).

Pemberi Makna, Pembangun Kesadaran, Pemberi Tantangan.

Implementasi

Program Senyum, Salam, Sapa di gerbang madrasah.

Topik KBC

Membangun ukhuwah dan self- compassion.

3. Cinta Lingkungan

4. Cinta Diri dan Sesama Manusia

Peran Guru

Teladan Utama, Pembangun Koneksi, Pemandu Empati.

Implementasi

Topik KBC

Peran Guru

78 of 95

Contoh Konkret:

Upacara bendera mingguan dengan narasi hubbul wathan minal Iman.

Memberikan makna spiritual pada nasionalisme.

Pencerita Moral, Pengait Nilai,

Pembangun Kebanggaan Spiritual.

5. Cinta Tanah Air

Implementasi

Topik KBC

Peran Guru

79 of 95

80 of 95

81 of 95

82 of 95

Evaluasi:

Mengukur Dampak KBC pada Perilaku dan Iklim Madrasah

Alat Evaluasi Khusus

Gunakan instrumen seperti “Lembar Observasi”, “Angket”, dan “Jurnal Refleksi”

untuk memonitor dampak KBC pada perilaku murid dan iklim madrasah.

Evaluasi Berkelanjutan

Lakukan evaluasi secara berkala dan gunakan hasilnya untuk melakukan perbaikan.

83 of 95

Contoh Instrumen Asesmen Budaya/Iklim Madrasah

a. Lembar Penilain Diri

Lembar ini membantu murid mengevaluasi diri sendiri terkait pengamalan nilai-nilai KBC dalam kegiatan sehari-hari.

Nama:

Kelas:

Tanggal:

Petunjuk: Beri tanda () pada kolom yang paling sesuai dengan pengamalanmu.

Pernyataan

Tidak Pernah

Jarang

Sering

Selalu

Cinta Allah dan Rasul-Nya

Aku mengucapkan basmalah sebelum memulai kegiatan dan hamdalah setelah selesai.

Aku berusaha meniru akhlak Rasulullah saw., seperti berkata jujur dan tidak marah.

Aku menjaga kebersihan diri dan tempat ibadah sebagai

wujud syukur kepada Allah.

84 of 95

Pernyataan

Tidak Pernah

Jarang

Sering

Selalu

Cinta Ilmu

Aku membaca buku atau mencari informasi baru di luar materi pelajaran.

Aku bertanya dan berdiskusi dengan guru atau teman

untuk lebih memahami pelajaran.

Aku mengerjakan tugas dengan niat tulus dan tidak menunda-nunda.

Cinta Lingkungan

Aku membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan madrasah.

Aku menghemat penggunaan air dan listrik.

Aku tidak merusak tanaman atau mengganggu hewan di sekitar madrasah.

85 of 95

Pernyataan

Tidak Pernah

Jarang

Sering

Selalu

Cinta Diri dan Sesama Manusia

Aku menghargai dan menerima perbedaan pendapat teman-temanku.

Aku mengucapkan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Aku membantu teman yang mengalami kesulitan, tanpa mengharapkan imbalan.

Cinta Tanah Air

Aku menjaga nama baik Indonesia dengan berperilaku

terpuji.

Aku menghargai budaya dan keberagaman yang ada di Indonesia.

Aku aktif berpartisipasi dalam upacara bendera dan

menyanyikan lagu nasional dengan khidmat.

86 of 95

Contoh Instrumen Asesmen Budaya Madrasah

Lembar Observasi Asesmen Sikap (untuk Budaya Madrasah)

Digunakan untuk memantau perilaku murid secara keseluruhan di lingkungan madrasah.

Nama Murid

Sikap Ramah

Lingkungan

Sikap Toleransi

Sikap

Persaudaraan

Keterangan

Contoh: Ali

Selalu membuang sampah pada tempatnya.

Tidak membeda- bedakan teman.

Senang berbagi makanan.

Ali memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan dan sosial.

Contoh: Budi

Perlu diingatkan untuk membuang sampah.

Bergaul dengan

semua teman.

Kadang-kadang

terlihat egois.

Budi memiliki potensi sosial yang baik tetapi perlu bimbingan dalam hal empati.

87 of 95

Iklim madrasah ini bertujuan menanamkan toleransi, empati, dan penghargaan terhadap

keberagaman agama melalui pembiasaan-

pembiasaan seperti riset atau partisipasi aktif dalam kegiatan lintas agama dan budaya. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan menjadi lingkungan belajar yang damai, inklusif, dan memuliakan perbedaan.

88 of 95

Contoh Iklim Madrasah Inklusif: Menghormati Agama Lain

Membiasakan Riset

Guru mendorong murid untuk terbiasa melakukan riset sederhana tentang makna perayaan hari besar keagamaan, baik agamanya sendiri maupun agama lain, kemudian menyajikannya dalam bentuk infografik atau presentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Mendorong Sikap Toleran dan Mengharagai Perbedaan

Guru mendorong murid untuk mendiskusikan nilai- nilai universal yang ada dalam ajaran agama maupun perayaan keagamaan, serta mengembangkan sikap saling menghargai dan bekerjasama antarumat beragama.

Memperluas Pengalaman Belajar

Guru mendorong murid untuk terlibat dalam pengalaman belajar yang

memperluas pemahaman mereka tentang keberagaman agama dan budaya.

Berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan

Guru mengajak murid berpartisipasi dalam festival kebudayaan untuk mengembangkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan agama.

89 of 95

90 of 95

91 of 95

92 of 95

93 of 95

94 of 95

95 of 95

TERIMA KASIH