1 of 14

HADIST/SUNNAH

​

Dr. M. Tamrin, S. Ag., M. Pd.

​

​

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

​

Universitas Bung Hatta

​

2 of 14

Pengertian Hadist/Sunnah

Hadist secara bahasa berarti ucapan, perkataan, berita, atau cerita.

Secara istilah:

Hadist adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa:

  • Perkataan/qouliah
  • Perbuatan/Fi’liah
  • Ketetapan/Takririah (persetujuan)

3 of 14

Perkataan/qouliah

Sunnah/Hadist qauliyah adalah bentuk perkataan atau ucapan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam artian, sunnah tersebut berupa perkataan Nabi Muhammad SAW yang berisi berbagai tuntunan dan petunjuk syara'.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وعَلَّمَهُ

Artinya: "Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain," (HR Bukhari)

4 of 14

Perbuatan/Fi’liah

Sunnah/Hadist fi'liyah diartikan sebagai segala sesuatu yang mencakup perbuatan yang dilakukan Nabi SAW, baik dalam hal ibadah atau juga muamalah, atau baik hanya sekali dua kali dilakukan, atau sering dilakukan.

رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَرْمِي علَى رَاحِلَتِهِ يَومَ النَّحْرِ

Artinya:

“Aku melihat Rasulullah melemparkan jumrahnya pada hari Nahr (hari raya Idul Adha).

5 of 14

Ketetapan/Takririah (persetujuan)

Sunnah/Hadist taqririyah adalah sunnah yang menunjukkan persetujuan Nabi Muhammad SAW atas perbuatan atau ucapan sahabat yang dilakukan di hadapan beliau, atau dilaporkan kepadanya, tanpa beliau melarang atau menyanggah. 

​

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يُحِبُّ تَحْسِينَ الصَّوْتِ بِالْقُرْآنِ

Artinya: "Abu Sa'id Al-Khudri berkata, 'Rasulullah menyukai suara indah dalam membaca Al-Qur'an.'" (HR. Abu Dawud)

6 of 14

Fungsi Hadist dalam Islam

Dalam Islam, sumber hukum ada dua yang utama: Al-Qur’an dan Hadis. Jika Al-Qur’an adalah wahyu utama yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW, maka hadis adalah penjelas, pelengkap, dan penguat Al-Qur’an berdasarkan ucapan, perbuatan, dan persetujuan Nabi.

1. Menjelaskan dan Merinci Isi Al-Qur’an

Contoh:

Al-Qur’an memerintahkan shalat, tapi tidak menjelaskan jumlah rakaat atau tata caranya. Hadis-lah yang merinci bagaimana cara Nabi shalat.

7 of 14

2. Menjadi Sumber Hukum Kedua

Jika suatu permasalahan tidak ditemukan penjelasannya secara eksplisit dalam Al-Qur’an, maka hadis menjadi rujukan utama berikutnya.

Contoh:�Larangan memakan hewan buas atau binatang yang bertaring tidak disebutkan eksplisit dalam Al-Qur’an, tapi dijelaskan dalam hadis.

8 of 14

Kadang-kadang hadis mengulang atau menegaskan isi dari Al-Qur’an agar lebih kuat dalam pelaksanaan hukumnya.

3. Menguatkan atau Menegaskan Hukum dalam Al-Qur’an

Contoh:

�Al-Qur’an melarang riba, dan hadis juga menguatkan larangan tersebut dengan menjelaskan bentuk-bentuk riba.

وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ

9 of 14

Contoh:�Larangan memelihara anjing tanpa keperluan tertentu disebut dalam hadis, meskipun Al-Qur’an tidak membahasnya secara eksplisit.

4. Membentuk Hukum Baru yang Tidak Ada di Al-Qur’an

Dalam beberapa kasus, hadis memberikan hukum atas sesuatu yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an secara langsung.

10 of 14

Para ulama menggunakan hadis sebagai sumber hukum dalam berijtihad, terutama dalam mengeluarkan fatwa untuk masalah-masalah kontemporer.

5. Menjadi Dasar dalam Ijtihad

“Artinya:

Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”  (HR. Muslim)

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

11 of 14

Macam-macam Hadist/Sunnah

Hadis yang memiliki sanad (rantai perawi) yang kuat, perawi-perawi tersebut adil, dan menghafal dengan baik, serta tidak ada cacat dalam riwayatnya. Hadis shahih memiliki tingkat keabsahan tertinggi dan dapat dijadikan dasar hukum.

1. Hadis Shahih

12 of 14

Hadis yang memiliki sanad yang kuat, perawi-perawi tersebut adil, dan menghafal dengan baik, tetapi mungkin ada perawi yang hafalannya tidak sempurna atau tidak sekokoh hadis shahih. Hadis hasan juga dapat dijadikan sumber hukum, namun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai batasannya

2. Hadis Hasan

13 of 14

Hadis yang memiliki sanad yang lemah, perawi-perawi tersebut tidak adil, atau ada cacat dalam riwayatnya. Hadis dhaif tidak dapat dijadikan sumber hukum, melainkan hanya untuk tafsir atau tambahan penjelasan saja.

3. Hadis Dhaif

14 of 14

TERIMA KASIH