PEMBINAAN �AWAL TP 2022/20023�di MTS. AL MUNIR��OLEH�SRI WAHYUNI,S.Pd.,M.Pd�PENGAWAS BINA�
Sememu, 25 Julii 2022
MATERI PEMBINAAN
A. MATERI
B. DISKUSI/PRAKTEK
C. PRESENTASI/ PIER TEACHING
SEKILAS KURDEKA�(KMA 347 TAHUN 2022)
MENGAPA KURDEKA???
KARAKTERISTIK KURDEKA
2. Fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
3. Guru memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
KEUNGGULAN KURDEKA
1. Lebih sederhana dan mendalam. Fokus pada materi yang essensial. Sehingga belajar lebih mendalam dan tidak terburu-buru.
2. Lebih merdeka. Guru nantinya dapat mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik.
3. Lebih relevan dan interaktif. Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual
LANGKAH LANGKAH PELAKSANAAN KURDEKA DI SATUAN PENDIDIKAN
1. Menyiapkan dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP)�
KOSP memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran
Proses Penyusunan Kurikulum Operasional :
1) Menganalisis konteks Karakteristik Satuan Pendidikan;
2) Merumuskan Visi Misi dan Tujuan;
3) Menentukan Pengorganisasian Pembelajaran;
4) Menyusun Rencana Pembelajaran, dan
5) Merancang Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan.
�2. Menyiapkan Alur Tujuan Pembelajaran�
3. Menyusun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran�
*Tujuan pembelajaran
*Aktivitas pembelajaran
*Asesmen yang dilaksanakan
4. Menyusun Modul Ajar�
1) Agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan pendidik (yang minimal).
2) Agar peran pendidik tidak terlalu dominan dan otoriter dalam kegiatan pembelajaran.
3) Melatih kejujuran peserta didik.
�5. Menyiapkan Projek Profil Pancasila
1. Holistik. Prinsip holistik akan dapat mengajarkan siswa untuk melihat segala permasalahan secara keseluruhan menjadi bagian yang utuh.
2. Kontekstual.
3. Berpusat pada Pelajar Pancasila.
4. Eksploratif.
�6. Sosialisasi Konsep Asesmen pada Kurikulum Merdeka�
IKM PADA MADRASAH
1. Mandiri Belajar, Kepala Sekolah dan Guru menerapkan komponen atau prinsip kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan (Kurikulum tahun 2013, Kurikulum Darurat).
2. Mandiri Berubah, Kepala Sekolah dan Guru mulai tahun ajaran 2022/2023 menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, kelas 4, kelas 7 atau kelas 10.
3. Mandiri Berbagi, Kepala Sekolah dan Guru dalam tahun ajaran 2022/2023 menerapkan kurikulum merdeka dengan melakukan pengembangan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, kelas 4, kelas 7 atau kelas 10.
Profil Pelajar Pancasila
Perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungkan sekitar.
1. Gaya Hidup Berkelanjutan�
Peserta didik memahami dampak aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. Tema ini ditujukan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan sederajat.
2. Kearifan Lokal �
3. Bhinneka Tunggal Ika �
4. Bangunlah Jiwa dan Raganya �
5. Suara Demokrasi �
6. Rekayasa dan Teknologi �
7. Kewirausahaan
8. Kebekerjaan �
�TEMA P5 PADA SMP/MTs, SMA/MA
Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin
Difokuskan pada penanaman moderasi beragama yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang terprogram dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan dalam mendukung sikap moderat.
(TIDAK TERPISAH DARI 5P)
1. Berkeadaban (ta’addub), yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban.
2. Keteladanan (qudwah), yaitu kepeloporan, panutan, inspirator dan tuntunan. Sehingga dapat diartikan sebagai sikap inspiratif menjadi pelopor kebaikan untuk kebaikan bersama.
3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), yaitu sikap menerima keberadaan agama yang dibuktikan dengan sikap dan perilaku nasionalisme yang harus dimiliki warga negara yang meliputi keharusan mematuhi aturan yang berlaku, mematuhi hukum negara, melestarikan budaya Indonesia.
4. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak berlebih-lebihan dalam beragama (ifrāṭ) dan juga tidak mengurangi atau abai terhadap ajaran agama (tafrīṭ).
5. Berimbang (tawāzun), yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara penyimpangan (inḥiraf) dan perbedaan (ikhtilāf).
6. Lurus dan tegas (I’tidāl), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.
7. Kesetaraan (musāwah), yaitu persamaan, tidak bersikap diskriminatif pada yang lain disebabkan perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.
8. Musyawarah (syūra), yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya;
9.Toleransi (tasāmuh), yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya.
10. Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr), yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai
dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal
baru untuk kemaslahatan dan kemajuan umat manusia.
Beban Proyek penguatan profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamiin�