1 of 31

PEMBINAAN �AWAL TP 2022/20023�di MTS. AL MUNIR��OLEH�SRI WAHYUNI,S.Pd.,M.PdPENGAWAS BINA

Sememu, 25 Julii 2022

2 of 31

MATERI PEMBINAAN

  1. SEKILAS KURDEKA
  2. PEMBELAJARAN MANDIRI BELAJAR
  3. MODEL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF

A. MATERI

B. DISKUSI/PRAKTEK

C. PRESENTASI/ PIER TEACHING

3 of 31

SEKILAS KURDEKA�(KMA 347 TAHUN 2022)

4 of 31

MENGAPA KURDEKA???

  1. Hasil studi dan juga hasil ujian PISA telah menunjukkan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana
  2. Memulihkan kembali pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi
  3. Memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 secara efektif

5 of 31

KARAKTERISTIK KURDEKA

  1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

2. Fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

3. Guru memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

6 of 31

KEUNGGULAN KURDEKA

1. Lebih sederhana dan mendalam. Fokus pada materi yang essensial. Sehingga belajar lebih mendalam dan tidak terburu-buru.

2. Lebih merdeka. Guru nantinya dapat mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik.

3. Lebih relevan dan interaktif. Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual

7 of 31

8 of 31

LANGKAH LANGKAH PELAKSANAAN KURDEKA DI SATUAN PENDIDIKAN

9 of 31

1. Menyiapkan dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP)�

KOSP memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional :

1) Menganalisis konteks Karakteristik Satuan Pendidikan;

2) Merumuskan Visi Misi dan Tujuan;

3) Menentukan Pengorganisasian Pembelajaran;

4) Menyusun Rencana Pembelajaran, dan

5) Merancang Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan. 

10 of 31

 2. Menyiapkan Alur Tujuan Pembelajaran

  • Alur Pembelajaran disusun untuk menjadi rangkaian tujuan pembelajaran sejak awal hingga akhir setiap fase dari suatu Capaian Pembelajaran.
  • Alur ini menjadi panduan guru dan siswa untuk mencapai CP di akhir fase tersebut.
  • Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu. 
  • Langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun Alur Tujuan Pembelajaran sbb: Bedah dokumen CP, Urai CP menjadi Kompetensi, dst-nya.

11 of 31

3. Menyusun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

  • Setiap satuan Pendidikan dan pendidik akan menggunakan Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, oleh karena itu untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran, pendidik akan menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam angka kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan karakteristik :

*Tujuan pembelajaran

*Aktivitas pembelajaran

*Asesmen yang dilaksanakan

12 of 31

4. Menyusun Modul Ajar

  • Modul ajar merupakan salah satu bentuk perangkat ajar yang digunakan guru untuk melaksanakan pembelajaran dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran.
  • Modul ajar merupakan penjabaran dari Alur Tujuan Pembelajaran dan disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan murid. 
  • Adapun tujuan penyusunan atau pembuatan modul, antara lain:

1) Agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan pendidik (yang minimal).

2) Agar peran pendidik tidak terlalu dominan dan otoriter dalam kegiatan pembelajaran.

3) Melatih kejujuran peserta didik.

13 of 31

5. Menyiapkan Projek Profil Pancasila

  •  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. 
  • Prinsip Projek Profil Pelajar Pancasila: 

1. Holistik. Prinsip holistik akan dapat mengajarkan siswa untuk melihat segala permasalahan secara keseluruhan menjadi bagian yang utuh. 

2. Kontekstual. 

3. Berpusat pada Pelajar Pancasila. 

4. Eksploratif.

14 of 31

6. Sosialisasi Konsep Asesmen pada Kurikulum Merdeka

  • Prinsip Asesmen kurikulum merdeka menjadi acuan penyusunan asesmen dalam implementasi kurikulum.
  • Panduan Pembelajaran dan Asesmen menjelaskan bahwa asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik.

15 of 31

IKM PADA MADRASAH

1. Mandiri Belajar, Kepala Sekolah dan Guru menerapkan komponen atau prinsip kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan (Kurikulum tahun 2013, Kurikulum Darurat).

2. Mandiri Berubah, Kepala Sekolah dan Guru mulai tahun ajaran 2022/2023 menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, kelas 4, kelas 7 atau kelas 10.

3. Mandiri Berbagi, Kepala Sekolah dan Guru dalam tahun ajaran 2022/2023 menerapkan kurikulum merdeka dengan melakukan pengembangan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, kelas 4, kelas 7 atau kelas 10.

16 of 31

Profil Pelajar Pancasila 

Perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif

17 of 31

  • Bernalar kritis�Para siswa diharapkan memiliki kemampuan memecahkan masalah. Hal ini berhubungan dengan kemampuan kognitif.
  • Mandiri�Siswa secara independen termotivasi meningkatkan kemampuannya, bisa mencari pengetahuan serta termotivasi.
  • Kreatif�Siswa bisa menciptakan hal baru, berinovasi secara mandiri, dan mempunyai rasa cinta terhadap kesenian dan budaya.
  • Gotong-royong�Siswa memiliki kemampuan berkolaborasi yang merupakan softskill utama yang terpenting di masa depan agar bisa bekerja secara tim.
  • Kebhinekaan global�Siswa mencintai keberagaman budaya, agama dan ras di negaranya serta dunia, sekaligus menegaskan mereka juga warga global.
  • Berakhlak mulia�Siswa memahami moralitas, spiritualitas, dan etika berada, yang merupakan hasil dari pendidikan karakter.

  • “Jadi, bukan hanya dengan membaca materi lalu diuji, melainkan juga untuk menciptakan karya. Maka, saya mempunyai moto, kalau kita ingin melakukan transformasi pembelajaran di dalam suatu ruang kelas maka harus banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya,”

18 of 31

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungkan sekitar.

19 of 31

1. Gaya Hidup Berkelanjutan

Peserta didik memahami dampak aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. Tema ini ditujukan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan sederajat. 

20 of 31

2. Kearifan Lokal 

  • Peserta didik membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/daerah berkembang seperti yang ada, konsep dan nilai-nilai dibalik kesenian dan tradisi lokal, serta merefleksikan nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan mereka. Tema ini ditujukan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan sederajat. 

21 of 31

3. Bhinneka Tunggal Ika 

  • Peserta didik mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. Peserta didik juga mempelajari perspektif berbagai agama dan kepercayaan, secara kritis dan reflektif menelaah berbagai stereotip negatif dan dampaknya terhadap terjadinya konflik dan kekerasan. Tema ini ditujukan untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan sederajat. 

22 of 31

4. Bangunlah Jiwa dan Raganya 

  • Peserta didik membangun kesadaran dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. Peserta didik melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan (bullying), serta berupaya mencari jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, termasuk isu narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Tema ini ditujukan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan sederajat. 

23 of 31

5. Suara Demokrasi 

  • Peserta didik menggunakan kemampuan berpikir sistem, menjelaskan keterkaitan antara peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila. Melalui pembelajaran ini peserta didik merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam dunia kerja. Tema ini ditujukan untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan sederajat. 

24 of 31

6. Rekayasa dan Teknologi 

  • Peserta didik melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan diri dan sekitarnya. Peserta didik dapat membangun budaya smart society dengan menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan penerapan teknologi, mensinergikan aspek sosial dan aspek teknologi. Tema ini ditujukan untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat. 

25 of 31

7. Kewirausahaan

  •  
  • Peserta didik mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kreativitas dan budaya kewirausahaan akan ditumbuhkembangkan. Peserta didik juga membuka wawasan tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas. Tema ini ditujukan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan sederajat. Karena jenjang SMK/MAK sudah memiliki mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan, maka tema ini tidak menjadi pilihan untuk jenjang SMK

26 of 31

8. Kebekerjaan 

  • Peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. Dalam projeknya, peserta didik juga akan mengasah kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja. Tema ini ditujukan sebagai tema wajib khusus jenjang SMK/MAK. 

27 of 31

TEMA P5 PADA SMP/MTs, SMA/MA 

  • a. Gaya Hidup Berkelanjutan 
  • b. Kearifan Lokal 
  • c. Bhinneka Tunggal Ika 
  • d. Bangunlah Jiwa dan Raganya 
  • e. Suara Demokrasi 
  • f. Kewirausahaan (kecuali SMK/MAK karena ada mata pelajaran kewirausahaan sendiri) 
  • g. Rekayasa Teknologi 

28 of 31

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin

Difokuskan pada penanaman moderasi beragama yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang terprogram dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan dalam mendukung sikap moderat.

(TIDAK TERPISAH DARI 5P)

29 of 31

1. Berkeadaban (ta’addub), yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban.

2. Keteladanan (qudwah), yaitu kepeloporan, panutan, inspirator dan tuntunan. Sehingga dapat diartikan sebagai sikap inspiratif menjadi pelopor kebaikan untuk kebaikan bersama.

3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), yaitu sikap menerima keberadaan agama yang dibuktikan dengan sikap dan perilaku nasionalisme yang harus dimiliki warga negara yang meliputi keharusan mematuhi aturan yang berlaku, mematuhi hukum negara, melestarikan budaya Indonesia.

4. Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak berlebih-lebihan dalam beragama (ifrāṭ) dan juga tidak mengurangi atau abai terhadap ajaran agama (tafrīṭ).

5. Berimbang (tawāzun), yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara penyimpangan (inḥiraf) dan perbedaan (ikhtilāf).

30 of 31

6. Lurus dan tegas (I’tidāl), yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.

7. Kesetaraan (musāwah), yaitu persamaan, tidak bersikap diskriminatif pada yang lain disebabkan perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.

8. Musyawarah (syūra), yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya;

9.Toleransi (tasāmuh), yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya.

10. Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr), yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai

dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal

baru untuk kemaslahatan dan kemajuan umat manusia.

31 of 31

Beban Proyek penguatan profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamiin

    • 2 (dua) proyek dengan 2 (dua) tema berbeda di MI,
    • 3 (tiga) proyek dengan 3 (tiga) tema berbeda di MTs dan MA kelas X,
    • 2 (dua) proyek dengan 2 (dua) tema berbeda di kelas XI dan XII MA,