Manajemen Trauma Maksilofasial AKibat Trauma Tumpul
Olivier Maron Sahetapy, drg., Sp.BMM
Trauma Maksilofasial
Cedera akut pada wajah, sinus paranasal, rongga hidung, dan mandibula dapat disebabkan oleh benturan tumpul atau luka penetrasi akibat berbagai peristiwa yang tidak diinginka
trauma tumpul maksilofasial biasanya melibatkan cedera pada area wajah dan rahang akibat pukulan, kecelakaan, atau jatuh. Gejala umum termasuk bengkak, memar, nyeri, atau kesulitan menggerakkan rahang.
SOFT TISSUE INJURIES
KLASIFIKASI
OPEN WOUND
CLOSE
WOUND
KLASIFIKASI
KEDALAMAN
UKURAN
STATUS
EVALUASI
VIABILITAS
KONTAMINASI
KONTUSIO-HEMATOM
TATALAKSANA
ABRASI
TATALAKSANA
LASERASI
Luka laserasi adalah jenis luka terbuka yang terjadi akibat robekan pada kulit atau jaringan lunak lainnya, biasanya disebabkan oleh trauma fisik, terutama dari benda tumpul.
Berbeda dengan luka abrasi yang hanya melibatkan lapisan permukaan kulit, luka laserasi dapat menembus lebih dalam dan memengaruhi jaringan di bawahnya, seperti lemak subkutan, tendon, otot, atau bahkan tulang
TATALAKSANA
Prinsip:
5. Pencegahan infeksi: antibiotik & profilaksis tetanus
Identifikasi perdarahan
Pressure
Corpus Alienum
hemostatic agent
Lakukan Suction dan Irigasi
Tekan dengan kassa lembab NaCl 0,9%
Bila perlu: agen hemostatik lokal, asam traneksamat per oral
Identifikasi adanya benda asing (corpus alienum) atau kotoran
Kontrol Perdarahan
Debris
bius lokal
irigasi
Tujuan Wound Debridement
Menghilangkan debris dan jaringan nekrotik
Anestesi lokal dengan Lidokain
mencegah infeksi dan membuat penyembuhan lebih optimal
irigasi dengan NaCl 0,9% dan gosok pelan-pelan dengan kassa lembab
Wound Debridement
PENJAHITAN LUKA
01
02
bila melakukan insisi tempatkan pada garis atau lipatan kulit
gentle Tissue Handling
Prinsip dasar penjahitan luka
03
hemostasis
adekuat
04
Tidak boleh tension pada jaringan
05
gunakan jarum kecil pada kulit dan segera dilepas
06
segera lakukan penjahitan di 8 jam pertama setelah luka terjadi
07
Pada luka dalam dijahit lapis demi lapis untuk mencegah dead space
Alat Bahan
DAFTAR PUSTAKA
Braun, T. L., & Maricevich, R. S. (2017, May). Soft tissue management in facial trauma. In Seminars in plastic surgery (Vol. 31, No. 02, pp. 073-
079). Thieme Medical Publishers.
Bonanthaya, K., Panneerselvam, E., Manuel, S., Kumar, V. V., & Rai, A. (Eds.). (2021). Oral and Maxillofacial Surgery for the Clinician. Springer
Singapore.
Cho, D. Y., Willborg, B. E., & Lu, G. N. (2021, November). Management of Traumatic Soft Tissue Injuries of the Face. In Seminars in Plastic
Surgery (Vol. 35, No. 04, pp. 229-237). Thieme Medical Publishers, Inc.
Fonseca, Carlson, Ness. Oral and Maxillofacial Surgery. 3rd ed, vol 2, Elsevier , 2018
Greener, M. (2016). Wound care: Treating small wounds in the school setting. British Journal of School Nursing, 11(8), 376-378.
Hupp JR, Ellis E, Tucker MR. Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery. 7th ed. Elsevier Mosby, St. Louis. 2019
Sastrawan, A. D., Sjamsudin, E., & Faried, A. (2017). Penatalaksanaan emergensi pada trauma oromaksilofasialdisertai fraktur basis kranii
anterior. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, 3(2), 111-117.
Tiwari, R. V. C., Tiwari, H., Gahlawat, M., Kesharwani, P., Sasank, V. K., Kuntamukkula, D., & Srivastava, A. P. (2019). Facial Soft Tissue Injuries–
Case Series & Review.
Thank you very much!