AKUNTANSI SEWA PSAK 73
Agenda
2
Pokok Perubahan
Akuntansi Sewa
Ilustrasi
PSAK 73 SEWA
Tujuan Standar
Pokok Pengaturan
PSAK 73 SEWA
PSAK yang digantikan
Tanggal Efektif
STRUKTUR STANDAR
STANDAR
LAMPIRAN
CONTOH ILUSTRASI
DASAR KESIMPULAN
RUANG LINGKUP SEWA
Ruang Lingkup
PENGECUALIAN PENGAKUAN
Penyewa dapat memilih untuk tidak menerapkan persyaratan dalam paragraf 22–49 untuk: (par 6)
Jika paragraf 06 diterapkan untuk sewa jangka pendek, maka penyewa mempertimbangkan sewa tersebut sebagai sewa baru untuk tujuan Pernyataan ini, jika:
PENGECUALIAN PENGAKUAN
Pemilihan sewa jangka-pendek dibuat berdasarkan kelas aset pendasar yang terkait dengan hak guna.
Kelas aset pendasar adalah pengelompokan aset pendasar dengan sifat dan penggunaan yang serupa dalam operasi entitas.
Pemilihan untuk sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah dapat dilakukan atas dasar sewa-per-sewa
IDENTIFIKASI SEWA
Identifikasi Sewa
Jangka waktu dapat dideskripsikan sebagai jumlah penggunaan aset indetifikasian misal unit produksi.
Entitas menilai kembali kontrak jika syarat dan ketentuan kontrak berubah
MEMISAHKAN KOMPONEN SEWA
Penyewa
Pesewa
Masa Sewa
(a) periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang sewa jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
(b) periode yang dicakup oleh opsi untuk menghentikan sewa jika penyewa cukup pasti untuk tidak mengeksekusi opsi tersebut.
Masa Sewa
Akuntansi Penyewa
Model Akuntansi Tunggal
Akuntansi Penyewa
Pengukuran
Biaya Perolehan
Akuntansi Penyewa
Teknik Pengukuran
Pengakuan Awal
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pembayaran sewa
Akuntansi Penyewa
Pengukuran Selanjutnya
Pengukuran selanjutnya aset
Pengukuran selanjutnya liabilitas sewa
Penilaian kembali liabilitas sewa
Akuntansi Penyewa
Modifikasi Sewa
Penyajian dan Pengungkapan untuk Penyewa
Akuntansi Pesewa
Prinsip pengakuan
Penyajian dan Pengungkapan untuk Penyewa
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA-BALIK
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA-BALIK
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA-BALIK
TRANSAKSI JUAL DAN SEWA-BALIK
Dampak Perubahan
Dampak dalam Rasio Keuangan
CONTOH
Contoh 01A – Gerbong Kereta
Contoh 01A – Gerbong Kereta
Contoh 01A – Gerbong Kereta
Meskipun adanya lokomotif dan masinis (yang dikendalikan oleh Pemasok) untuk mengangkut gerbong kereta penting bagi efisiensi penggunaan gerbong, keputusan Pemasok dalam hal ini tidak memberikannya hak untuk mengarahkan bagaimana dan untuk tujuan apa gerbong kereta digunakan. Konsekuensinya, Pemasok tidak mengendalikan penggunaan gerbong selama periode penggunaan
Contoh 01B – Gerbong Kereta
Contoh 01B – Gerbong Kereta
Contoh 02 – Ruang Kios
Contoh 02 – Ruang Kios
Contoh 03A – Kabel Fiber-Optik
Contoh 03A – Kabel Fiber-Optik
Contoh 03B – Kabel Fiber-Optik
Contoh 7 – Pesawat Terbang
Contoh 7 – Pesawat Terbang
Contoh 7 – Pesawat Terbang
Contoh 7 – Pesawat Terbang
Contoh 7 – Pesawat Terbang
Contoh 08 – Kontrak untuk Kemeja
Contoh 08 – Kontrak untuk Kemeja
Contoh 08 – Kontrak untuk Kemeja
Contoh 10A – Kontrak untuk Jasa Jaringan
Contoh 10A – Kontrak untuk Jasa Jaringan
Contoh 11 – Sewa aset bernilai-rendah dan penerapan portofolio
Sewa aset bernilai-rendah
Penerapan portofolio
Penerapan portofolio
Contoh 12 – Alokasi penyewa atas imbalan pada komponen sewa dan non-sewa dari suatu kontrak
Contoh 12 – Alokasi penyewa atas imbalan pada komponen sewa dan non-sewa dari suatu kontrak
(cont)
Konsekuensinya, Penyewa menyimpulkan bahwa terdapat 3 komponen sewa dan 3 komponen non-sewa (jasa pemeliharaan) dalam kontrak. Penyewa menerapkan panduan dalam DE PSAK 73 paragraf 13–14 untuk mengalokasikan imbalan dalam kontrak pada 3 komponen sewa dan komponen non-sewa
Contoh 12 – Alokasi penyewa atas imbalan pada komponen sewa dan non-sewa dari suatu kontrak
Contoh 12 – Alokasi penyewa atas imbalan pada komponen sewa dan non-sewa dari suatu kontrak
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Bagian 1—Pengukuran awal aset hak-guna dan liabilitas sewa
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Aset hak-guna Rp405.391
Liabilitas sewa Rp355.391
Kas (pembayaran sewa untuk tahun pertama) Rp 50.000
Aset hak-guna Rp20.000
Kas (biaya langsung awal) Rp20.000
Kas (insentif sewa) Rp 5.000
Aset hak-guna Rp 5.000
Penyewa mencatat penggantian perbaikan properti-sewaan dari Pesewa sesuai Pernyataan lain yang relevan dan bukan sebagai insentif sewa sesuai DE PSAK 73: Sewa. Hal ini dikarenakan biaya yang timbul dari perbaikan properti-sewaan tersebut oleh Penyewa tidak termasuk dalam biaya perolehan aset hak-guna.
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Pada tahun ke-6 sewa, Penyewa mengakuisisi Entitas A. Entitas A telah menyewa satu lantai di bangunan lain. Sewa yang disepakati oleh Entitas A mengandung opsi penghentian yang dapat dieksekusi oleh Entitas A. Setelah mengakuisisi Entitas A, Penyewa membutuhkan 2 lantai bangunan yang cocok untuk tenaga kerja yang meningkat.
Untuk meminimalisasi biaya, Penyewa: (a) menyepakati sewa terpisah di lantai lain selama 8 tahun di bangunan sewaan yang akan tersedia untuk digunakan pada akhir Tahun ke-7 dan (b) menghentikan sewa yang disepakati oleh Entitas A lebih awal sejak awal Tahun ke-8.
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
Aset hak-guna Rp192.012
Liabilitas sewa Rp192.012
Contoh 13—Pengukuran oleh Penyewa dan Pencatatan Perubahan Masa Sewa
71
Dwi Martani - 081318227080
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
TERIMA KASIH