MENGANALISIS UNSUR-UNSUR HADITS
A. Sanad, Matan, Rawi
1. Sanad
Secara bahasa, sanad berarti sandaran, sesuatu yang dapat dipercayai, atau kaki bukit. Sedangkan secara istilah, sanad adalah jalan yang dapat menghubungkan matan hadits kepada Nabi Muhammad SAW.
حذزىا الحمُذي ـبذ للا بً الضبير كاٌ حذزىا ظفُان كاٌ حذزىا ًححى بً ظفُذيْلاهطاس كاٌ ؤخبروي دمحم بً ببشاهُم الخُمي ؤهه ظمق ـللمت بً وكاص اللُثيًلى ظمفذـمش بً الخعاب سضخي للا ـىه ـلى اْلىبركاٌ ظمفذسظىللا ضلى للا ـلُهوظلمًلى
Berikut ini contoh sanad:
Artinya:
Al-Humaidi ibn al-Zubair telah menceritakan kepada kami seraya berkata Sufyan telah mmenceritakan kepada kami seraya berkata Yahya ibn Sa’id alAnsari telah menceritakan kepada kami seraya berkata Muhammad ibn Ibrahim al-Taimi telah memberitakan kepada saya bahwa dia mendengar 'Alqamah ibn Waqqas al-Laisi berkata,saya mendengar Umar ibn al-Khattab ra berkata di atas mimbar,Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda.
Hadits tersebut diterima oleh Imam Bukhari melalui sanad pertama Muhammad bin al-Musanna, sanad kedua Abdul Wahhab Ats-Tsaqafy, sanad ketiga Ayyub,sanad keempat Abi Qilabah dan seterusnya sampai sanad yang terakhir Anas ra. Beliau merupakan seorang sahabat yang langsung menerima hadits dari Nabi Muhammad SAW.
2. Matan
Secara terminologis, istilah matan dalam ilmu hadis adalah redaksi sabda Nabi Muhammad saw. atau isi dari hadis tersebut. Matan ini adalah inti dari apa yang dimaksud oleh hadis.
Matan hadis terdiri dari dua elemen yaitu teks atau lafal dan makna (konsep), sehingga unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh suatu matan hadis yang sahih yaitu terhindar dari syadz dan ’illat, contohnya:
بهماْلاـماٌ بالىُاثوإهما ليل امشيءمايهى فمً واهذ هجشجهبلىدهُا ًطُبه ؤوبلىامؤةًىىحهافهجشجهبلىما هاحش
Artinya:
Amal-amal perbuatan itu hanya tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrah karena untuk mendapatkan dunia atau karena perempuan yang akan dinikahinya maka hijrahnya (akan mendapatkan) sesuai dengan tujuan hijrahnya.
3. Rawi
Kata rawi berarti orang yang meriwayatkan atau yang memberitakan suatu hadis. Orang-orang yang menerima hadis kemudian mengumpulkanya dalam suatu kitab tadwin disebut dengan rawi. Perawi dapat disebutkan dengan mudawwin (orang yang mengumpulkan).
Perawi hadits diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan,yakni:
TERIMAKASIH