1 of 13

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SD/MI KELAS 5

Matematika

2 of 13

Pengukuran Sudut

Bab

3

  1. Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut bangun datar dengan satuan baku menggunakan busur derajat.
  2. Mengukur sudut pada bangun datar dan menggambar sudut menggunakan busur derajat.
  3. Menentukan jumlah besar sudut pada bangun datar.

Tujuan Pembelajaran

3 of 13

Mengenal Sudut

A

1. Mengidentifikasi Sudut

sudut

Sudut merupakan daerah yang dibatasi oleh dua garis lurus.

Contoh benda yang membentuk sudut, yaitu sudut pada bingkai lukisan.

Garis ke-1

Garis ke-2

4 of 13

Sudut juga berkaitan dengan perputaran sebuah garis, yaitu perputaran dari garis pertama ke garis kedua.

Garis AB diputar dengan pusat titik A ke garis AC.

  • Titik A disebut titik sudut.
  • Garis AB dan AC disebut kaki sudut.
  • Nama sudut tersebut, yaitu:

A (dibaca sudut A), atau dapat juga ditulis: ∠BAC atau ∠CAB.

B

A

C

5 of 13

a. Sudut Lurus

  • Sudut yang kedua garisnya terletak pada satu garis lurus.
  • Besar sudut lurus = 180o.

A

B

C

Jarum jam pada pukul 06.00 membentuk sudut lurus.

ABC adalah sudut lurus.

2. Jenis-Jenis Sudut

6 of 13

2. Sudut Siku-Siku

  • Sudut siku-siku atau sudut tegak dihasilkan dari sudut lurus yang dibagi dua sama besar.
  • Sudut siku-siku terbentuk dari perpotongan garis tegak dan garis mendatar.

A

B

C

Tanda sudut siku-siku

Garis tegak

Garis mendatar

Jarum jam pada pukul 09.00 membentuk sudut siku-siku.

ABC adalah sudut siku-siku.

7 of 13

3. Sudut Lancip

Sudut yang besarnya kurang dari sudut tegak atau sudut siku-siku.

Sudut lancip

Jarum jam pada pukul 01.00 membentuk sudut lancip.

A

B

C

ABC adalah sudut lancip.

8 of 13

4. Sudut Tumpul

Sudut yang besarnya lebih dari sudut siku-siku, tetapi lebih kecil dari sudut lurus.

Sudut tumpul

Jarum jam pada pukul 08.00 membentuk sudut tumpul.

A

B

C

∠ABC adalah sudut tumpul.

9 of 13

Jika dua garis berpotongan, maka terbentuk sudut-sudut yang saling bertolak belakang.

Dua sudut yang saling bertolak belakang memiliki besar yang sama.

Misalnya, garis AB dan CD berpotongan di titik P seperti berikut.

A

B

C

D

P

Sudut-sudut yang saling bertolak belakang dan sama besar, yaitu:

  • APD = ∠CPB
  • APC = ∠DPB

10 of 13

Mengukur Besar Sudut

B

Ukuran besar sudut merupakan ukuran saat berputar.

Satuan untuk ukuran besar sudut adalah derajat (°).

Saat kita menghadap ke timur, lalu berputar ke arah barat, selatan, dan kembali lagi ke timur, berarti kita berputar sejauh 1 putaran penuh.

Utara

Timur

Selatan

Barat

Besar sudut satu putaran adalah 360°.

 

 

= 180°

11 of 13

Besar sudut dapat diukur menggunakan busur derajat.

Titik sudut berimpit pusat busur

Salah satu kaki sudut berimpit garis dasar busur

Skala besar sudut

Besar sudut = 70°

Busur derajat

12 of 13

Menggambar Sudut

B

Ujung garis A berimpit pusat busur

Garis AB berimpit garis dasar busur

Pilih skala 50

Sudut 50o

A

B

Beri tanda

Buat garis dari titik A

ke tanda

Contoh: Menggambar sudut 50°

Selain untuk mengukur besar sudut, busur derajat juga dapat digunakan untuk menggambar sudut.

13 of 13

Mengukur Sudut pada Bangun Datar

C

Jumlah besar sudut pada bangun datar dapat berbeda-beda.

Kita akan mengukur jumlah besar sudut pada bangun segitiga.

  • Buatlah sebuah segitiga di selembar kertas lalu guntinglah.
  • Bagilah segitiga tersebut menjadi tiga bagian tanpa memotong bagian sudutnya.
  • Susunlah ketiga sudut segitiga tersebut seperti berikut.

Perhatikan bahwa ketiga sudut pada segitiga membentuk sudut lurus.

Jadi, jumlah besar sudut pada segitiga adalah 180°.