1 of 20

SURAT PRIBADI ��&� �SURAT DINAS

2 of 20

SURAT 1

SURAT 2

3 of 20

Surat pribadi adalah bentuk komunikasi interaktif antara orang pertama (pengirim) dan orang kedua (penerima)

Isi surat pribadi berkaitan dengan masalah pribadi menanyakan kabar, keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi pribadi yang lain

4 of 20

Tanggal Surat

Alamat Surat

Salam Pembuka

Pendahuluan

Isi Surat

Penutup Surat

Nama Pengirim

Tanda Tangan Pengirim

U

N

S

U

R

5 of 20

6 of 20

Apa isi surat pribadi di atas?

7 of 20

Surat dinas adalah surat yang ditulis dalam situasi formal dan untuk kepentingan formal.

  • Surat dinas ini dapat ditulis oleh pribadi atau atas nama suatu lembaga pemerintahan, perusahaan, atau organisasi yang ditujukan kepada lembaga.
  • Isi dalam surat dinas bersifat resmi berkaitan dengan kedinasan.
  • Bahasa surat resmi singkat dan jelas, serta berpola tetap.

8 of 20

FUNGSI SURAT DINAS

  1. Sebagai dokumen bukti tertulis, seperti pemberian izin, pengambilan keputusan maupun kesepakatan
  2. Sebagai alat pengingat berkaitan fungsinya yang dapat dijadikan arsip
  3. Sebagai bukti sejarah atas perkembangan suatu instansi
  4. Sebagai pedoman kerja dalam bentuk surat perintah atau surat instruksi

9 of 20

S

T

R

U

K

T

U

R

Kop Surat

Nomor Surat

Tanggal Surat

Lampiran

Perihal

Alamat Surat

Salam Pembuka

Isi Surat

Paragraf Penutup

Nama dan tanda tangan pihak yang memperkuat

Nama dan tanda tangan penulis surat

10 of 20

11 of 20

KOP SURAT

12 of 20

TEMPAT DAN TANGGAL SURAT

13 of 20

NOMOR SURAT

14 of 20

LAMPIRAN

Bagian lampiran ini berfungsi sebagi petunjuk tentang segala sesuatu yang disertakan bersama surat yang dikirimkan. Bagian lampiran ini berfungsi sebagi petunjuk tentang segala sesuatu yang disertakan bersama surat yang dikirimkan .Oleh karena itu jika  sebuah surat tidak ada lampirannya , maka tidak perlu mencantumkan kata- kata lampiran . Namun demikian jika kata lampiran telah dicetak bersama dengan kepala surat, maka cukup memberi tanda  -.

Perhatikan contoh:

Lampiran         : 1 ( satu ) eksemplar   ( jika berupa jilidan )

Lampiran         : 3 ( tiga ) helai            ( jika berupa lembaran )

Lampiran         : 2 ( dua ) bundel         ( jika isinya bermacam-macam lalu dibundelkan/

Lampiran         : 3( tiga ) berkas          / diberkas )

Kata bantu bundel atau berkas sebaiknya dihindari, jika mmemang tidak sangat terpakasa karena kata-kata itu memiliki arti yang sangat relative sulit untuk mengontrol jumlah isinya secara pasti .

15 of 20

HAL ATAU PERIHAL

Hal surat disebut pula perihal surat atau pokok surat. Maka kata hal sama dengan makna kata perihal, yaitu ‘perkara’, ‘soal’, ‘urusan’, ‘peristiwa’, dan ‘tentang hal’. Yang dikemukaan pada hal surat adalah isi pokok surat yang diterbitkan.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penulisan hal surat ialah sebagai berikut.

  1. Huruf awal kata hal atau perihal ditulis dengan huruf kapital.
  2. Satuan yang digunakan untuk menyatakan hal surat diusahakan singkat, tetapi jelas.
  3. Satuan yang digunakan berkategori nomina/nominal.
  4. Panjang satuan jangan sampai melebihi separoh kertas.
  5. Huruf awal kata awal satuan itu ditulis dengan huruf kapital.
  6. Kata hal diikuti tanda titik dua tanpa disela spasi.
  7. Penulisan tanda titik dua (:) dengan bentuk yang mengikutinya disela spasi.
  8. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik dan barisnya tidak bergaris bawah.
  9. Spasinya jangan di jarang-jarangkan.

Contoh

Hal: Permohonan tenaga kerja

16 of 20

SALAM PEMBUKA

Salam pembuka mempunyai  beberapa fungsi

  1. Sebagai tanda hormat penulis sebelum mulai berbicara lewat suratnya
  2. Sebagai sarana menjaga dan memelihara hubungan yang baik dengan relasi dagang dan sebaginya .
  3. Sebagai alat untuk mengenal sifat atau watak seseorang , jenis organisasi / instansi yang mengirimnya
  4. Penulisan salam pembuka dimulai dari margin kiri bukan ditengah-tengah dan tidak pula menjorok kedalam seperti paragraph. Rangkaian kata salam diawali dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda ( , )  .Pada surat dinas  salam pembuka tidak dibenarkan menggunakan salam pembuka yang mewakili agama atau suku.

Beberapa contoh salam pembuka

  1. Dengan hormat
  2. Bapak yang terhormat
  3. Salam sejahtera
  4. Salam hormat
  5. Assalammu alaikum Wr.Wb
  6. Salam bahagia
  7. Salam pramuka

17 of 20

SALAM PENUTUP

Salam penutup harus disesuaikan dengan salam pembuka . mengenai tempat penulisan salam penutup biasa ditulis diatas lurus dengan identitas pengirim surat .

Cotoh salam pembuka                      contoh salam penutup

·         Dengan hormat                       Hormat saya

·         Salam bahagia                        salam Adinda

·         Assalammu alaikkum              Wassalam

18 of 20

NAMA DAN TANDA TANGAN PENGIRIM

Pengirim yang dimaksudkan disini bukanlah orang yang mengantarkan surat, melainkan orang yang menandatangani surat. Pengirim surat dinas adalah orang yang bertanggung jawab terhadap lembaga atau organisasi yang dipimpinnya .Dalam hal seperti ini pimpinan bisa juga melimpahkan wewenang dan tanggunjawabnya kepada bawahannya dengan beberapa alasan Jadi surat dinas baru dianggap sah jika ditandatangani oleh pihak yang berwenang.

Identitas pengirim dalam surat dinas , biasanya terdiri dari atas empat unsure, yaitu:

a.      Jabtan pengirim

b.      Tandatangan pengirim

c.      Stempel/cap dinas

d.      Nama terang pengirim

e.      Keterangan lain,misalnya Nip

19 of 20

20 of 20

Alhamdulillah..