Masuk dan Berkembangnya
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa
di Indonesia
BAB❶
Lukisan dari sekitar tahun 1665 menggambarkan beberapa kapal dagang Belanda di perairan Kota Batavia.
Sumber gambar: http://www.atlasofmutualheritage.nl/en/View-Batavia
Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Barat
Zaman penjelajahan samudra merupakan suatu masa (abad XV--XVII) ketika bangsa-bangsa Barat (Eropa) banyak melakukan penjelajahan samudra mengelilingi dunia untuk menemukan komoditas dagang dari dunia Timur
Pelopor penjelajahan samudra
Inggris
Spanyol
Portugal
Latar belakang penjelajahan samudra
Jatuhnya Konstantinopel pada 1453 ke tangan Turki Ottoman.
Penemuan dan perkembangan baru di bidang teknologi maritim, seperti karavel, dan munculnya teori Copernicus.
Buku catatan perjalanan Marco Polo dan adanya dorongan gold, glory, dan gospel.
Sumber:wikimedia.org
Sumber:wikimedia.org
Sumber:wikimedia.org
Kronologi kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara
Kolonialisme
Berasal dari kata:
coloni = wilayah kekuasaan, dan
isme = paham.
Paham yang menganut adanya pengembangan kekuasaan suatu negara atas wilayah—beserta manusianya—yang berada di luar batas negaranya.
Dibedakan menjadi:
Sumber:wikimedia.org
Imperialisme
Berasal dari kata:
Imperium = memerintah, dan
isme = paham.
Suatu sistem jajahan yang dibentuk dengan cara membentuk pemerintahan jajahan di wilayah yang dijajahnya.
Dibedakan menjadi:
Sumber:wikimedia.org
Masa Penjajahan Portugis
Bangsa Portugis masuk ke Nusantara di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque yang berhasil menaklukkan Goa (1510) dan Malaka (1511). Sejak itu, Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa.
Bangsa Portugis kemudian menjalin kerja sama dagang, terutama untuk komoditas lada, dengan Kerajaan Sunda (Pajajaran) ditandai dengan dibuatnya Padrao atau prasasti kerja sama tahun 1522.
Koin Alfonso de Albuquerque
Padrao atau prasasti kerja sama antara Kerajaan Portugal dan Kerajaan Sunda
Bangsa Portugis diusir dari Ternate oleh Sultan Baabullah tahun 1575.
Berdasarkan Kesepakatan Lisabon tahun 1859 antara Kerajaan Belanda dan Kerajaan Portugal, bangsa Portugis akhirnya menyingkir dari Hindia Timur, kecuali bagian timur Pulau Timor (kini wilayah Timor Leste).
Masa Penjajahan Spanyol
Bangsa Spanyol masuk ke Nusantara melalui rombongan yang dipimpin oleh Sebastian del Cano.
Rombongan tersebut tiba di Maluku pada tahun 1521.
Sambutan baik Tidore dimanfaatkan Spanyol untuk mengembangkan kekuasaannya lebih besar. Spanyol mendirikan benteng dan mulai melakukan monopoli perdagangan.
Persaingan antara Spanyol yang membantu Tidore dan Portugis yang membantu Ternate berakhir setelah dikeluarkannya Perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Portugis menguasai Maluku dan Spanyol menguasai Filipina.
Juan Sebastián del Cano.
Sumber: wikimedia.org
Garis Tordesillas
Perjanjian Saragosa mempertegas Perjanjian Tordesillas tahun 1494.
Perjanjian Tordesilllas adalah suatu perjanjian yang ditandatangani di Tordesillas (sekarang di provinsi Valladolid, Spanyol) pada 7 Juni 1494 yang membagi dunia di luar Eropa menjadi duopoli eksklusif antara Spanyol dan Portugal sepanjang suatu meridian 1550 km sebelah barat Kepulauan Tanjung Verde (lepas pantai barat Afrika), sekitar 39°53'BB. Wilayah sebelah timur dimiliki oleh Portugis dan sebelah barat oleh Spanyol.
Masa Penjajahan VOC
Mempunyai Hak oktroi atau hak istimewa VOC. Kebijakan VOC di negara jajahan antara lain:
Pada 31 Desember 1799, VOC secara resmi dibubarkan dan pemerintahan VOC di Nusantara pun diambil alih pemerintah Kerajaan Belanda, penyebabnya:
Dua sisi mata uang VOC dalam kepingan mata uang gulden. Pada tiap sisinya terdapat simbol Kerajaan Belanda dan VOC.
VOC dibentuk pada tahun 1602 sebagai upaya untuk memperkuat diri dalam menghadapi persaingan dagang dengan negara/bangsa lain.
Masa Penjajahan VOC
Pieter Both
Kebijakan dan keberhasil Pieter Both antara lain:
Masa Penjajahan VOC
Kebijakan dan keberhasil Jan Pieterszoon Coen antara lain:
Jan Pieterszoon Coen
Masa Daendels
H.W Daendels
Peta Jalan Raya Pos (de Grote Postweg)
Pada 1795, Prancis berhasil menguasai Belanda dan membentuk Republik Bataaf di bawah pemerintahan Louis Napoleon.
Pemerintah Prancis mengirim Herman Williem Dandels (1808—1811) untuk menjalankan pemerintahan di Hindia Belanda dengan tugas utama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.
Kebijakan yang paling terkenalnya adalah membangun Jalan Raya Pos (de Grote Postweg) dari Anyer hingga Panarukan sepanjang 1.100 km. Jalan raya ini untuk mempermudah mobilitas pasukan di Jawa.
Masa Janssens
Daendels dipanggil kembali ke Belanda pada tahun 1811 dan digantikan oleh Jan Willem Janssens. Pasukan Inggris mendarat di Batavia pada 4 Agustus 1811 dan berhasil menguasai kota tersebut. Pada 18 September 1811, Janssens menandatangani Kapitulasi Tuntang sebagai tanda resmi penyerahan Hindia Belanda kepada Inggris.
J.W. Janssens
Masa Thomas Stamford Raffles
Masa pemerintahan Inggris di Nusantara dimulai sejak 18 September 1811.
Beberapa kebijakannya:
Pemerintahan Raffles berakhir pada 1816 dan digantikan oleh John Fendall Jr.
Thomas Stamfor Raffles
Konvensi London (1814) berisi kesepakatan agar Inggris mengembalikan tanah jajahan Hindia Belanda kepada Belanda.
Buku karangan Raffles hasil penelitiannya selama mermerintah di Nusantara