1 of 15

Masuk dan Berkembangnya

Kolonialisme dan Imperialisme Eropa

di Indonesia

BAB

Lukisan dari sekitar tahun 1665 menggambarkan beberapa kapal dagang Belanda di perairan Kota Batavia.

Sumber gambar: http://www.atlasofmutualheritage.nl/en/View-Batavia

2 of 15

Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Barat

Zaman penjelajahan samudra merupakan suatu masa (abad XV--XVII) ketika bangsa-bangsa Barat (Eropa) banyak melakukan penjelajahan samudra mengelilingi dunia untuk menemukan komoditas dagang dari dunia Timur

Pelopor penjelajahan samudra

Inggris

Spanyol

Portugal

3 of 15

Latar belakang penjelajahan samudra

Jatuhnya Konstantinopel pada 1453 ke tangan Turki Ottoman.

Penemuan dan perkembangan baru di bidang teknologi maritim, seperti karavel, dan munculnya teori Copernicus.

Buku catatan perjalanan Marco Polo dan adanya dorongan gold, glory, dan gospel.

Sumber:wikimedia.org

Sumber:wikimedia.org

Sumber:wikimedia.org

4 of 15

Kronologi kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara

5 of 15

Kolonialisme

Berasal dari kata:

coloni = wilayah kekuasaan, dan

isme = paham.

Paham yang menganut adanya pengembangan kekuasaan suatu negara atas wilayah—beserta manusianya—yang berada di luar batas negaranya.

Dibedakan menjadi:

  1. Kolonialisme eksploitasi
  2. Kolonialisme penduduk
  3. Kolonialisme deportasi

Sumber:wikimedia.org

6 of 15

Imperialisme

Berasal dari kata:

Imperium = memerintah, dan

isme = paham.

Suatu sistem jajahan yang dibentuk dengan cara membentuk pemerintahan jajahan di wilayah yang dijajahnya.

Dibedakan menjadi:

  1. Imperialisme kuno, dan
  2. Imperialisme modern

Sumber:wikimedia.org

7 of 15

Masa Penjajahan Portugis

Bangsa Portugis masuk ke Nusantara di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque yang berhasil menaklukkan Goa (1510) dan Malaka (1511). Sejak itu, Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa.

Bangsa Portugis kemudian menjalin kerja sama dagang, terutama untuk komoditas lada, dengan Kerajaan Sunda (Pajajaran) ditandai dengan dibuatnya Padrao atau prasasti kerja sama tahun 1522.

Koin Alfonso de Albuquerque

Padrao atau prasasti kerja sama antara Kerajaan Portugal dan Kerajaan Sunda

Bangsa Portugis diusir dari Ternate oleh Sultan Baabullah tahun 1575.

Berdasarkan Kesepakatan Lisabon tahun 1859 antara Kerajaan Belanda dan Kerajaan Portugal, bangsa Portugis akhirnya menyingkir dari Hindia Timur, kecuali bagian timur Pulau Timor (kini wilayah Timor Leste).

8 of 15

Masa Penjajahan Spanyol

Bangsa Spanyol masuk ke Nusantara melalui rombongan yang dipimpin oleh Sebastian del Cano.

Rombongan tersebut tiba di Maluku pada tahun 1521.

Sambutan baik Tidore dimanfaatkan Spanyol untuk mengembangkan kekuasaannya lebih besar. Spanyol mendirikan benteng dan mulai melakukan monopoli perdagangan.

Persaingan antara Spanyol yang membantu Tidore dan Portugis yang membantu Ternate berakhir setelah dikeluarkannya Perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Portugis menguasai Maluku dan Spanyol menguasai Filipina.

Juan Sebastián del Cano.

Sumber: wikimedia.org

9 of 15

Garis Tordesillas

Perjanjian Saragosa mempertegas Perjanjian Tordesillas tahun 1494.

Perjanjian Tordesilllas adalah suatu perjanjian yang ditandatangani di Tordesillas (sekarang di provinsi Valladolid, Spanyol) pada 7 Juni 1494 yang membagi dunia di luar Eropa menjadi duopoli eksklusif antara Spanyol dan Portugal sepanjang suatu meridian 1550 km sebelah barat Kepulauan Tanjung Verde (lepas pantai barat Afrika), sekitar 39°53'BB. Wilayah sebelah timur dimiliki oleh Portugis dan sebelah barat oleh Spanyol.

10 of 15

Masa Penjajahan VOC

Mempunyai Hak oktroi atau hak istimewa VOC. Kebijakan VOC di negara jajahan antara lain:

  1. Monopoli.
  2. Ekstirpasi.
  3. Pelayaran hongi atau hongi tochten.
  4. Strategi divide et impera atau politik adu domba .

Pada 31 Desember 1799, VOC secara resmi dibubarkan dan pemerintahan VOC di Nusantara pun diambil alih pemerintah Kerajaan Belanda, penyebabnya:

  1. Korupsi
  2. Biaya kepegawaian semakin besar.
  3. Banyak mengeluarkan dana untuk perang.
  4. Persaingan dengan kongsi dagang lain.

Dua sisi mata uang VOC dalam kepingan mata uang gulden. Pada tiap sisinya terdapat simbol Kerajaan Belanda dan VOC.

VOC dibentuk pada tahun 1602 sebagai upaya untuk memperkuat diri dalam menghadapi persaingan dagang dengan negara/bangsa lain.

11 of 15

Masa Penjajahan VOC

Pieter Both

Kebijakan dan keberhasil Pieter Both antara lain:

  • Membangun markas besar VOC di Ambon.
  • Berhasil mengadakan perjanjian dagang dengan Maluku.
  • Menaklukkan Pulau Timor.
  • Mengusir Spanyol dari Tidore.
  • Meski berkantor pusat di Ambon, Both juga mendirikan kantor dagang VOC, mula-mula di Banten (1610) kemudian di Jayakarta (1611).

12 of 15

Masa Penjajahan VOC

Kebijakan dan keberhasil Jan Pieterszoon Coen antara lain:

  • Memindahkan markas besar VOC dari Ambon ke Jayakarta.
  • Mengusir orang Inggris di Pulau Run yang diam-diam tetap melakukan perdagangan dengan penduduk Banda.
  • Mengusir dan melenyapkan penduduk asli Banda..
  • Menerapkan kebijakan ekstirpasi.

Jan Pieterszoon Coen

13 of 15

Masa Daendels

H.W Daendels

Peta Jalan Raya Pos (de Grote Postweg)

Pada 1795, Prancis berhasil menguasai Belanda dan membentuk Republik Bataaf di bawah pemerintahan Louis Napoleon.

Pemerintah Prancis mengirim Herman Williem Dandels (1808—1811) untuk menjalankan pemerintahan di Hindia Belanda dengan tugas utama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.

Kebijakan yang paling terkenalnya adalah membangun Jalan Raya Pos (de Grote Postweg) dari Anyer hingga Panarukan sepanjang 1.100 km. Jalan raya ini untuk mempermudah mobilitas pasukan di Jawa.

14 of 15

Masa Janssens

Daendels dipanggil kembali ke Belanda pada tahun 1811 dan digantikan oleh Jan Willem Janssens. Pasukan Inggris mendarat di Batavia pada 4 Agustus 1811 dan berhasil menguasai kota tersebut. Pada 18 September 1811, Janssens menandatangani Kapitulasi Tuntang sebagai tanda resmi penyerahan Hindia Belanda kepada Inggris.

J.W. Janssens

15 of 15

Masa Thomas Stamford Raffles

Masa pemerintahan Inggris di Nusantara dimulai sejak 18 September 1811.

Beberapa kebijakannya:

  1. Membagi Pulau Jawa menjadi enam belas keresidenan.
  2. Menghapus peran para bupati sebagai pemungut pajak dan menjadikannya sebagai pegawai pemerintah kolonial.
  3. Menetapkan sistem sewa tanah (landrent)
  4. Memberi kebebasan kepada para petani untuk menanam tanaman yang laku di pasaran dunia.

Pemerintahan Raffles berakhir pada 1816 dan digantikan oleh John Fendall Jr.

Thomas Stamfor Raffles

Konvensi London (1814) berisi kesepakatan agar Inggris mengembalikan tanah jajahan Hindia Belanda kepada Belanda.

Buku karangan Raffles hasil penelitiannya selama mermerintah di Nusantara