1 of 106

Matriks, Relasi, dan Fungsi

Matematika Diskrit

1

2 of 106

2

3 of 106

3

4 of 106

4

5 of 106

5

6 of 106

7 of 106

7

8 of 106

8

9 of 106

9

10 of 106

10

11 of 106

11

12 of 106

12

13 of 106

13

14 of 106

14

15 of 106

15

16 of 106

16

17 of 106

17

18 of 106

18

19 of 106

19

20 of 106

21 of 106

21

22 of 106

22

23 of 106

23

24 of 106

24

25 of 106

25

26 of 106

26

27 of 106

27

28 of 106

28

29 of 106

29

30 of 106

30

31 of 106

31

32 of 106

32

33 of 106

33

34 of 106

34

35 of 106

36 of 106

36

37 of 106

37

38 of 106

38

39 of 106

39

40 of 106

40

41 of 106

42 of 106

42

43 of 106

43

44 of 106

44

45 of 106

45

46 of 106

46

47 of 106

47

48 of 106

48

49 of 106

49

50 of 106

50

51 of 106

51

52 of 106

52

53 of 106

53

54 of 106

54

55 of 106

55

56 of 106

56

57 of 106

57

58 of 106

58

59 of 106

59

60 of 106

60

61 of 106

61

62 of 106

62

63 of 106

63

64 of 106

64

65 of 106

65

66 of 106

66

67 of 106

67

68 of 106

68

69 of 106

69

70 of 106

70

71 of 106

72 of 106

72

73 of 106

73

74 of 106

74

75 of 106

76 of 106

76

77 of 106

77

78 of 106

78

79 of 106

79

80 of 106

Relasi Kesetaraan

DEFINISI. Relasi R pada himpunan A disebut relasi kesetaraan (equivalence relation) jika ia refleksif, setangkup dan menghantar.

80

81 of 106

  • Secara intuitif, di dalam relasi kesetaraan, dua benda berhubungan jika keduanya memiliki beberapa sifat yang sama atau memenuhi beberapa persyaratan yang sama.
  • Dua elemen yang dihubungkan dengan relasi kesetaraan dinamakan setara (equivalent).

81

82 of 106

  • Contoh:

A = himpunan mahasiswa, R relasi pada A:

(a, b) R jika a satu angkatan dengan b.

R refleksif: setiap mahasiswa seangkatan dengan dirinya sendiri

R setangkup: jika a seangkatan dengan b, maka b pasti seangkatan dengan a.

R menghantar: jika a seangkatan dengan b dan b seangkatan dengan c, maka pastilah a seangkatan dengan c.

Dengan demikian, R adalah relasi kesetaraan.

82

83 of 106

Relasi Pengurutan Parsial

DEFINISI. Relasi R pada himpunan S dikatakan relasi pengurutan parsial (partial ordering relation) jika ia refleksif, tolak-setangkup, dan menghantar.

Himpunan S bersama-sama dengan relasi R disebut himpunan terurut secara parsial (partially ordered set, atau poset), dan dilambangkan dengan (S, R).

83

84 of 106

Contoh: Relasi pada himpunan bilangan bulat adalah relasi pengurutan parsial.

Alasan:

Relasi refleksif, karena a a untuk setiap bilangan bulat a;

Relasi tolak-setangkup, karena jika a b dan b a, maka a = b;

Relasi menghantar, karena jika a b dan b c maka a c.

84

85 of 106

Contoh: Relasi “habis membagi” pada himpunan bilangan bulat adalah relasi pengurutan parsial.

Alasan: relasi “habis membagi” bersifat refleksif, tolak-setangkup, dan menghantar.

85

86 of 106

  • Secara intuitif, di dalam relasi pengurutan parsial, dua buah benda saling berhubungan jika salah satunya -- lebih kecil (lebih besar) daripada,

- atau lebih rendah (lebih tinggi)

daripada lainnya menurut sifat atau kriteria tertentu.

86

87 of 106

  • Istilah pengurutan menyatakan bahwa benda-benda di dalam himpunan tersebut dirutkan berdasarkan sifat atau kriteria tersebut.
  • Ada juga kemungkinan dua buah benda di dalam himpunan tidak berhubungan dalam suatu relasi pengurutan parsial. Dalam hal demikian, kita tidak dapat membandingkan keduanya sehingga tidak dapat diidentifikasi mana yang lebih besar atau lebih kecil.

  • Itulah alasan digunakan istilah pengurutan parsial atau pengurutan tak-lengkap

87

88 of 106

Klosur Relasi (closure of relation)

  • Contoh 1: Relasi R = {(1, 1), (1, 3), (2, 3), (3, 2)} pada himpunan A = {1, 2, 3} tidak refleksif.

  • Bagaimana membuat relasi refleksif yang sesedikit mungkin dan mengandung R?

88

89 of 106

  • Tambahkan (2, 2) dan (3, 3) ke dalam R (karena dua elemen relasi ini yang belum terdapat di dalam R)

  • Relasi baru, S, mengandung R, yaitu

 

S = {(1, 1), (1, 3), (2, 2), (2, 3),

(3, 2), (3, 3) }

  • Relasi S disebut klosur refleksif (reflexive closure) dari R.

89

90 of 106

  • Contoh 2: Relasi R = {(1, 3), (1, 2), (2, 1), (3, 2), (3, 3)} pada himpunan A = {1, 2, 3} tidak setangkup.

  • Bagaimana membuat relasi setangkup yang sesedikit mungkin dan mengandung R?

90

91 of 106

  • Tambahkan (3, 1) dan (2, 3) ke dalam R

(karena dua elemen relasi ini yang belum terdapat di dalam S agar S menjadi setangkup).

  • Relasi baru, S, mengandung R:

 

S = {(1, 3), (3, 1), (1, 2), (2, 1), (3, 2), (2, 3), (3, 3)}

 

  • Relasi S disebut klosur setangkup (symmetric closure) dari R.

91

92 of 106

  • Misalkan R adalah relasi pada himpunan A. R dapat memiliki atau tidak memiliki sifat P, seperti refleksif, setangkup, atau menghantar. Jika terdapat relasi S dengan sifat P yang mengandung R sedemikian sehingga S adalah himpunan bagian dari setiap relasi dengan sifat P yang mengandung R, maka S disebut klosur (closure) atau tutupan dari R [ROS03].

92

93 of 106

Klosur Refleksif

  • Misalkan R adalah sebuah relasi pada himpunan A.

  • Klosur refleksif dari R adalah R Δ, yang dalam hal ini Δ = {(a, a) | a A}.

93

94 of 106

  • Contoh: R = {(1, 1), (1, 3), (2, 3), (3, 2)} adalah relasi pada A = {1, 2, 3}

maka Δ = {(1, 1), (2, 2), (3, 3)},

sehingga klosur refleksif dari R adalah

 

R Δ = {(1, 1), (1, 3), (2, 3), (3, 2)}

{(1, 1), (2, 2), (3, 3)}

= {(1, 1), (1, 3), (2, 2), (2, 3), (3, 2),

(3, 3)}

94

95 of 106

  • Contoh: Misalkan R adalah relasi

{(a, b) | a b}

pada himpunan bilangan bulat.

Klosur refleksif dari R adalah

 

R Δ = {(a, b) | a b}

{(a, a) | a Z}

= {(a, b) | a, b Z}

95

96 of 106

Klosur setangkup

  • Misalkan R adalah sebuah relasi pada himpunan A.

  • Klosur setangkup dari R adalah R R-1, dengan R-1 = {(b, a) | (a, b) a R}.

96

97 of 106

  • Contoh: R = {(1, 3), (1, 2), (2, 1), (3, 2), (3, 3)} adalah relasi pada A = {1, 2, 3},

maka

R-1 = {(3, 1), (2, 1), (1, 2), (2, 3), (3, 3)}

sehingga klosur setangkup dari R adalah

 

R R-1 = {(1, 3), (1, 2), (2, 1), (3, 2), (3, 3)}

{(3, 1), (2, 1), (1, 2), (2, 3), (3, 3)}

= {(1, 3), (3, 1), (1, 2), (2, 1), (3, 2), (2, 3), (3, 3)}

97

98 of 106

  • Contoh: Misalkan R adalah relasi

{(a, b) | a habis membagi b}

pada himpunan bilangan bulat.

Klosur setangkup dari R adalah

 

R R-1 = {(a, b) | a habis membagi b} {(b, a) | b habis membagi a}

= {(a, b) | a habis membagi b atau b habis membagi a}

98

99 of 106

Klosur menghantar

  • Pembentukan klosur menghantar lebih sulit daripada dua buah klosur sebelumnya.
  • Contoh: R = {(1, 2), (1, 4), (2, 1), (3, 2)} adalah relasi A = {1, 2, 3, 4}.

R tidak transitif karena tidak mengandung semua pasangan (a, c) sedemikian sehingga (a, b) dan (b, c) di dalam R.

Pasangan (a, c) yang tidak terdapat di dalam R adalah (1, 1), (2, 2), (2, 4), dan (3, 1).  

99

100 of 106

  • Penambahan semua pasangan ini ke dalam R sehingga menjadi

 

S = {(1, 2), (1, 4), (2, 1), (3, 2), (1, 1),

(2, 2), (2, 4), (3, 1)}

tidak menghasilkan relasi yang bersifat menghantar karena, misalnya terdapat (3, 1) S dan (1, 4) S, tetapi (3, 4) S.

100

101 of 106

  • Kosur menghantar dari R adalah

 

R* = R2 R3 Rn

 

  • Jika MR adalah matriks yang merepresentasikan R pada sebuah himpunan dengan n elemen, maka matriks klosur menghantar R* adalah

 

101

102 of 106

102

103 of 106

Aplikasi klosur menghantar

  • Klosur menghantar menggambarkan bagaimana pesan dapat dikirim dari satu kota ke kota lain baik melalui hubungan komunikasi langsung atau melalui kota antara sebanyak mungkin [LIU85].

103

104 of 106

  • Misalkan jaringan komputer mempunyai pusat data di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan Kupang.

  • Misalkan R adalah relasi yang mengandung (a, b) jika terdapat saluran telepon dari kota a ke kota b.

104

105 of 106

105

106 of 106

  • Karena tidak semua link langsung dari satu kota ke kota lain, maka pengiriman data dari Jakarta ke Surabaya tidak dapat dilakukan secara langsung.
  • Relasi R tidak menghantar karena ia tidak mengandung semua pasangan pusat data yang dapat dihubungkan (baik link langsung atau tidak langsung).
  • Klosur menghantar adalah relasi yang paling minimal yang berisi semua pasangan pusat data yang mempunyai link langsung atau tidak langsung dan mengandung R.

106