PR Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan���untuk SMK/MAK�Kelas XII�oleh:��Khilya Fa’izia�Sigit Dwi Nuridha�Nur Khasanah�
Bab I��Kasus-Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
Perhatikan gambar di atas! Kegiatan pada gambar menunjukkan adanya pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara Indonesia dalam pemilu. Anda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban dalam pelaksanaan pemilu.
Tujuan Pembelajaran
A. Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara
Hak secara sosial
Hak secara individu
1. Hak Warga Negara
Pengklasifikasian Hak
Aspek politik
Aspek
sosial budaya
Aspek ekonomi
Hak Politik Warga Negara
Hak dalam Bidang Sosial Budaya
Hak dalam Bidang Ekonomi
Pasal 33 ayat (1–5)
UUD NRI Tahun 1945
Menjelaskan tentang kewajiban pemerintah untuk menciptakan sistem ekonomi yang menyejahterakan rakyat.
Hak dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
Setiap warga negara Indonesia memiliki hak ikut serta dalam upaya pembelaan negara serta usaha pertahanan dan keamanan negara sesuai ketentuan
Peraturan Operasional yang Mengatur Jaminan Perlindungan Hak Warga Negara
UU No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita
UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
2. Kewajiban Warga Negara Indonesia
Sebelum mempelajari hak dan kewajiban warga negara dalam nilai sila-sila Pancasila, nyanyikan lagu berikut.
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa (Ketuhanan)
Kerja sama dan tolong-menolong antarumat beragama.
Toleransi antarumat beragama.
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Kemanusiaan)
Memperlakukan orang lain sesuai harkat dan martabatnya sebagai seorang manusia.
Melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan.
3. Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Nilai Dasar Sila-Sila Pancasila
Nilai Persatuan Indonesia (Persatuan)
Mengedepankan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi.
Membina persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika.
Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (Kerakyatan)
Mengutamakan musyawarah mufakat
Memberikan kebebasan kepada orang untuk bersikap.
Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Keadilan Sosial)
Bersikap adil terhadap sesama.
Menghormati hak-hak orang lain.
Nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai dasar atau nilai ideal.
4. Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Nilai Instrumental Sila-Sila Pancasila
Contoh hak dan kewajiban warga negara yang dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945
5. Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila
Menerima dan melaksanakan keputusan musyawarah.
Sila Keempat
Melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing.
Sila Pertama
Bersikap baik kepada semua orang atas dasar persamaan derajat.
Sila Kedua
Bersikap hemat dan rajin menabung.
Sila Kelima
Menjalin pertemanan dengan setiap orang.
Sila Ketiga
Nilai praksis merupakan realisasi peraturan perundang-undangan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
1. Penyebab Terjadinya Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
Faktor Internal
Faktor Eksternal
2. Kasus Pelanggaran Hak Warga Negara
Pendidikan Tidak Merata
Munculnya Ketidakadilan Hukum
Alih Fungsi Trotoar Menjadi Tempat Jualan Pedagang Kaki Lima
3. Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
Melanggar aturan berlalu lintas
Menghindari tugas menjaga keamanan lingkungan
Unjuk rasa berakhir ricuh
Putus sekolah
Mengabaikan tugas piket kelas
C. Penanganan Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
1. Upaya Pemerintah dalam Penanganan Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
2. Membangun Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Terjadinya Pelanggaran Hak dan Kewajiban Warga Negara
Mengetahui hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga.
Di Lingkungan Keluarga
Melerai teman yang sedang bertengkar
Di Lingkungan Sekolah
Menghormati hak tetangga.
Di Lingkungan Masyarakat
Menaati peraturan perundang-undangan.
Di Lingkungan Bangsa dan Negara
Bab II�Perlindungan dan Penegakan Hukum di Indonesia
Masyarakat selalu mendambakan kehidupan aman dan damai. Kehidupan aman dan damai dapat tercapai apabila ada tata aturan dalam masyarakat, seperti hukum. Melalui materi ini Anda akan lebih memahami tentang perlindungan dan penegakan hukum.
Tujuan Pembelajaran
A. Hakikat Perlindungan dan Penegakan Hukum
1. Konsep Perlindungan dan Penegakan Hukum
2. Pentingnya Perlindungan dan Penegakan Hukum
Tegaknya Supremasi Hukum
Tegaknya Keadilan
Mewujudkan Kedamaian dalam Masyarakat
Faktor yang Memengaruhi Perlindungan dan Penegakan Hukum
Kebudayaan
Masyarakat
Sarana/Fasilitas
Penegak Hukum
Hukumnya
B. Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian
1. Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia
2. Peran Kejaksaan Republik Indonesia
3. Peran Hakim sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman
Menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada setiap orang yang membutuhkan jasanya.
4. Peran Advokat dalam Penegakan Hukum
Melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
5. Peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
C. Dinamika Pelanggaran Hukum
1. Berbagai Kasus Pelanggaran Hukum
Penyebab pelanggaran hukum
Contoh Pelanggaran Hukum
Di Lingkungan Keluarga
Menonton acara televisi yang tidak sesuai usia anak-anak.
Di Lingkungan Sekolah
Tidak mengikuti upacara.
Di Lingkungan Masyarakat
Mangkir tidak tugas ronda malam.
Di Lingkungan Bangsa dan Negara
Melakukan korupsi.
2. Macam-Macam Sanksi atas Pelanggaran Hukum
Mengapa sanksi norma hukum bersifat tegas dan nyata?
Karena aturan norma hukum dibuat secara materiel dalam peraturan perundang-undangan dan ditetapkan kadar hukuman berdasarkan perbuatan yang dilanggarnya.
Indonesia adalah negara hukum. Persoalan dalam masyarakat dapat diselesaikan melalui jalur hukum apabila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.�Untuk mengetahui contoh persoalan hukum di Indonesia, simaklah video berikut!
3. Partisipasi dalam Perlindungan dan Penegakan Hukum
Di Lingkungan Keluarga
Di Lingkungan Sekolah
Di Lingkungan Masyarakat
Di Lingkungan Bangsa dan Negara
Bab III�Menuju Pemerintahan yang Baik
Pernahkah Anda melihat adegan seperti pada gambar di atas? Ya, itulah penghitungan suara saat pemilihan umum. Proses penghitungan suara mencerminkan sikap keterbukaan pemerintah. Keterbukaan merupakan salah satu prinsip pemerintahan yang baik (good governance). Apakah arti pemerintahan yang baik (good governance)?
Tujuan Pembelajaran
A. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
Ciri-ciri
Mengapa perlu adanya pemerintahan yang baik (good governance)?
Melalui pemerintahan yang baik, pembangunan secara merata dapat terlaksana. Melalui pembangunan merata, taraf hidup masyarakat pun dapat meningkat. Peningkatan taraf hidup berarti meningkatkan kesempatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
1. Asas-asas Pemerintahan yang Baik
Kepastian Hukum
Keseimbangan
Ketidakberpihakan/Kesamaan dalam Mengambil Keputusan
Kecermatan
Motivasi
Tidak Menyalahgunakan Kewenangan
Keterbukaan
Kepentingan Umum
Pelayanan yang Baik atau Asas Keadilan dan Kewajaran
2. Prinsip Pemerintahan yang Baik
3. Faktor Pendukung dan Penghambat Pemerintahan yang Baik
Faktor Pendukung
Faktor Penghambat
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Faktor Penghambat
Agenda Politik
a. Otonomi Daerah
b. Sektor Keuangan dan Perbankan
c. Kemiskinan dan Ekonomi Rakyat
Agenda Ekonomi
Agenda Sosial
a. Reformasi Konstitusi
b. Reformasi Penegakan Hukum
c. Reformasi Mahkamah Agung
d. Reformasi Kejaksaan
e. Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
f. Pemberdayaan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif
Agenda Hukum
B. Sikap Keterbukaan dan Keadilan Menuju Pemerintahan yang Baik
Upaya Meningkatkan Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
1. Upaya Meningkatkan Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Upaya Meningkatkan Jaminan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
2. Merealisasikan Sikap Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Di Lingkungan Keluarga
Di Lingkungan Sekolah
Di Lingkungan Masyarakat
Di Lingkungan Bangsa dan Negara
Bab IV��Pengaruh Kemajuan Iptek terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
Gambar di atas menunjukkan suatu perkembangan teknologi transportasi darat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pasti memiliki pengaruh, baik pengaruh negatif maupun positif terhadap kehidupan manusia. Bagaimana pengaruh negatif dan positif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
Tujuan Pembelajaran
A. Pengaruh Kemajuan Iptek terhadap NKRI
Aspek Politik
1. Pengaruh Positif Kemajuan Iptek bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
Perhatikan gambar berikut!
Apa fungsi web tersebut?
Ruang tanya jawab pada web tersebut dapat digunakan untuk bertanya ataupun berdiskusi masalah yang berhubungan dengan instansi terkait.
Aspek Ekonomi
Bandingkan kedua gambar berikut!
Apa perbedaan yang tampak pada gambar?
Melalui perkembangan teknologi, kegiatan belajar dapat dilakukan secara singkat. Pembelajaran akan lebih efektif, efisien, dan menarik. Kemajuan teknologi dalam pendidikan sangat membantu menjelaskan materi yang sulit. Selain itu, pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan.
Gambar A
kegiatan belajar konvensional
Gambar B
kegiatan belajar berbasis teknologi
Aspek Sosial Budaya
Aspek Hukum, Pertahanan, dan Keamanan
2. Pengaruh Negatif Kemajuan Iptek bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
Aspek Politik
Jika masyarakat Indonesia terpengaruh liberalisme dan komunisme, Indonesia akan kehilangan jati dirinya.
Aspek Ekonomi
Aspek Sosial Budaya
Aspek Hukum, Pertahanan, dan Keamanan
Munculnya aksi radikal, makar, dan tindakan anarkis dari masyarakat.
B. Membangun Sikap Selektif dalam Menghadapi Berbagai Pengaruh Kemajuan Iptek
Akan tetapi, memanfaatkan kemajuan teknologi harus dibarengi dengan sikap tanggung jawab.
Perkembangan teknologi mempermudah komunikasi antarindividu, hubungan antarmasyarakat, bangsa, dan negara.
1. Sikap Tanggung Jawab dalam Perkembangan Iptek
Setiap manusia Indonesia harus memiliki kearifan dan berpegang pada prinsip moral. Jika iptek dimanfaatkan tanpa kearifan dan tidak dengan pertimbangan moral, kecenderungan untuk merusak lingkungan lebih besar.
Di Bidang Politik
2. Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek
Di Bidang Ekonomi
Adapun budaya yang harus diseleksi sebagai berikut.
Di Bidang Sosial Budaya
Menyeleksi budaya yang pantas diterima atau ditolak dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Bab V�Perkembangan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Mempertahankan NKRI
Apa perbedaan gambar di atas? Sebatang lidi akan sangat mudah jika dipatahkan. Berbeda dengan seikat lidi yang berjumlah banyak dan terikat kuat. Lidi yang berjumlah banyak dan terikat dalam satu ikatan kuat akan sangat sulit dipatahkan. Gambar di atas mencerminkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Bagaimanakah perkembangan persatuan dan kesatuan bangsa dalam lingkup NKRI?
Tujuan Pembelajaran
Seluruh wilayah Indonesia dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan mutlak bagi seluruh bangsa Indonesia, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
A. Kesatuan Wilayah Indonesia
1. Makna Wilayah Kesatuan Indonesia dalam Berbagai Bidang
Wilayah Indonesia sebagai Kesatuan Politik
Wilayah Indonesia sebagai Kesatuan Ekonomi
Kekayaan alam yang ada di wilayah Indonesia adalah modal dan milik bersama bangsa Indonesia.
Wilayah Indonesia sebagai Kesatuan Sosial Budaya
Keberagaman budaya yang dimiliki setiap daerah merupakan kekayaan budaya yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa.
Wilayah Indonesia sebagai Kesatuan Pertahanan dan Keamanan
Ancaman terhadap suatu daerah atau wilayah merupakan ancaman seluruh bangsa dan negara.
2. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan dalam Mempertahankan Keutuhan Wilayah NKRI
Memperkuat dan memperkukuh ketahanan NKRI.
Terwujudnya stabilitas dan integrasi nasional.
Terwujudnya situasi aman, tenteram, dan tertib .
Menumbuhkan sikap toleransi, persaudaraan, dan kekeluargaan.
Memudahkan mencapai cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia.
B. Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa
1. Tahap Pembinaan Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Perasaan Senasib Sepenanggungan
Kebangkitan Nasional
Beberapa pergerakan nasional yang muncul pada masa kebangkitan nasional
Kongres Pemuda I
Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II
Sumpah Pemuda
Nilai Luhur dalam Peristiwa Sumpah Pemuda
Kebersamaan dan Persaudaraan
Toleransi
Wawasan
Nasionalisme
Tanggung jawab dan Disiplin Diri
Proklamasi Kemerdekaan
Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dapat tercapai dengan adanya rasa dan semangat persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia.
2. Persatuan dan Kesatuan Setelah Proklamasi Kemerdekaan
Adanya pemberontakan yang berupaya ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lainnya.
Pada 1948 terjadi pemberontakan PKI di Madiun.
Darul Islam/Tentara Islam Indonesia
Pada 1965 kembali terjadi pemberontakan PKI. Pemberontakan tersebut dikenal dengan peristiwa G30S/PKI.
3. Ancaman Persatuan dan Kesatuan dalam Berbagai Bidang
Contohnya: masuknya ideologi liberal
Ideologi
Contohnya: aksi unjuk rasa yang rusuh dan adanya kelompok atau golongan yang mengoordinasi massa untuk menggulingkan kekuasaan pemerintah.
Politik
Contohnya: agresi, spionase, sabotase, teror bersenjata, serta sengketa wilayah negara.
Pertahanan dan keamanan
Contohnya: kegemaran masyarakat berbelanja produk asing, mudahnya produk asing masuk ke dalam negeri melalui pasar bebas, serta banyaknya pengangguran.
Ekonomi
Contohnya: munculnya sikap hedonisme, perilaku yang berorientasi kebarat-baratan, serta memudarnya semangat gotong royong.
Pertahanan dan keamanan
Sosial dan budaya
4. Strategi Menghadapi Ancaman Persatuan dan Kesatuan
Bidang ekonomi
Bidang ideologi dan politik
C. Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
1. Faktor Penghambat Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
2. Prinsip-Prinsip Persatuan dan Kesatuan
3. Penerapan Prinsip-Prinsip Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Lingkungan Keluarga
Lingkungan Sekolah
Lingkungan Berbangsa dan Bernegara
Lingkungan Masyarakat
Memberikan kesempatan bagi anggota keluarga untuk berpendapat.
Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan disiplin.
Menjaga kerukunan antarwarga masyarakat.
Bangga terhadap hasil karya anak bangsa.
Bab VI��Peranan Pers �dalam Negara Demokrasi
Apa yang ada dalam benak Anda jika melihat gambar di atas? Penyiaran informasi dan berita melalui media-media tersebut merupakan hasil karya insan pers. Apakah pers itu? Bagaimanakah kondisi pers di Indonesia? Apakah pengertian pers yang bebas dan bertanggung jawab? Mari temukan jawabannya dalam pembahasan pada bab ini!
Tujuan Pembelajaran
A. Pers di Indonesia
Pers dalam arti luas meliputi segala penerbitan, bahkan termasuk media massa elektronik, siaran radio, dan siaran televisi.
Pers dalam arti sempit hanya terbatas pada media massa cetak, yaitu surat kabar, majalah, dan buletin.
1. Pengertian dan Ciri-Ciri Pers
Pengertian Pers Berdasarkan Undang-Undang tentang Pers
Ciri-Ciri Pers
Periodisitas
Publisitas
Aktualitas
Universalitas
Objektivitas
2. Fungsi Pers
3. Prinsip-Prinsip Pers
Idealisme
Komersialisme
Profesionalisme
4. Landasan Hukum Pers di Indonesia
Pancasila
Landasan Idiil
Pasal 28 dan pasal 28F UUD NRI Tahun 1945.
Landasan Konstitusional
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
Landasan Yuridis Formal
5. Peranan Pers
6. Perkembangan Pers di Indonesia
Masa Penjajahan
Masa Penjajahan Belanda
Masa Pendudukan Jepang
Pers bertujuan untuk menegakkan penjajahan, menentang pergerakan rakyat, dan melancarkan perdagangan.
Pers dijadikan sebagai alat propaganda dengan maksud memperoleh dukungan rakyat Indonesia dalam perangnya melawan tentara Sekutu.
Masa Kemerdekaan Indonesia
Masa Revolusi Fisik
(1945–1949)
Pers pada periode ini dikembangkan untuk menyebarluaskan berita proklamasi ke seluruh wilayah Republik Indonesia.
Masa Orde Lama
(1949–1966)
Masa Orde Baru
(1966–1998)
Pada periode ini lahir pers Pancasila yang sehat, bebas, dan bertanggung jawab. Akan tetapi, hanya berlangsung selama delapan tahun.
Masa Reformasi
Pers diberi kemerdekaan dengan landasan hukum kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
B. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab
Pers yang bebas dan merdeka dalam menyajikan berita harus diikuti kesadaran tentang pentingnya penyampaian berita yang santun, berkaidah jurnalistik, dan menjunjung supremasi hukum.
1. Pengertian Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab
Teori Pers
2. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab Sesuai Kode Etik Jurnalistik
Pengertian Kode Etik Jurnalistik
Kode Etik Jurnalistik adalah kode etik yang disepakati organisasi wartawan dan ditetapkan oleh Dewan Pers.
Ketentuan Pers dalam Kode Etik Jurnalistik
Hak Wartawan Indonesia
Kewajiban Wartawan Indonesia
Bersikap independen dan menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk.
Larangan bagi Wartawan Indonesia
C. Penyalahgunaan Kebebasan Pers dan Dampaknya dalam Masyarakat Demokrasi
Berhubungan dengan kepekaan hati nurani seorang wartawan.
Insan pers harus berpegang teguh pada kode etik profesinya, yaitu Kode Etik Jurnalistik sehingga tidak melewati batas yang seharusnya telah ditentukan.
1. Aspek-Aspek Pembatas Kebebasan Pers
Aspek Moral Individu
Aspek Kode Etik Profesi
Aspek Prinsip Ekonomi Bisnis
Media massa yang tidak membuat sajian yang berkualitas tidak akan diminati oleh khalayak dan akibat lanjutnya para pengusaha enggan memasang iklan di penerbitan itu. Sebaliknya, media massa yang berkualitas akan diminati oleh masyarakat sehingga banyak pengusaha tertarik memasang iklan di media tersebut.
2. Hambatan-Hambatan bagi Pelaksanaan Kebebasan Pers
disebabkan oleh
a. Pengendali Kebebasan Pers
b. Penyalahgunaan Kebebasan Pers
3. Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Pers
Bagi Kepentingan Pribadi
Melalui jasa media pers seseorang dapat menuai popularitas dengan citra positif.
Bagi Kepentingan Masyarakat
Kurang adanya keseimbangan sumber informasi dan kalimat yang mengandung multitafsir sehingga menimbulkan makna berbeda-beda dalam masyarakat.
Bagi Kepentingan Negara
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berkurang dan kepercayaan luar negeri luntur sehingga minat kerja sama terutama kerja sama ekonomi, penanaman investasi, pemberian bantuan, dan pemberian pinjaman akan menurun.
Bab VII��Evaluasi Etos Kerja Masyarakat Indonesia
Perhatikan kedua gambar di atas! Apakah TKI akan kalah saing dengan TKA? Bagaimana etos kerja TKI? Apakah mampu bersaing dengan TKA? Simak penjelasannya dalam bab berikut.
Tujuan Pembelajaran
A. Tenaga Kerja dan Etos Kerja
1. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yaitu angkatan kerja atau penduduk yang berada dalam batas usia kerja.
2. Etos Kerja
Etos kerja dapat diartikan sebagai semangat kerja atau karakter dalam bekerja
Kriteria untuk Mengukur Etos Kerja
Kriteria Etos Kerja Tinggi
Kriteria Etos Kerja Rendah
Faktor yang Memengaruhi Etos Kerja
B. Etos Kerja Masyarakat Indonesia
1. Karakter Masyarakat Indonesia dan Etos Kerjanya
2. Meningkatkan Etos Kerja Masyarakat Indonesia
Kemampuan Teknis yang Perlu Dimiliki Bangsa Indonesia
Peran Pemerintah dalam Membangun Etos Kerja Masyarakat Indonesia
Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan, dan investasi.
Bidang politik
Bidang Ekonomi
Menegaskan arah politik bebas aktif Indonesia, meningkatkan persiapan Indonesia dalam menghadapi pasar bebas, meningkatkan kualitas komunikasi di berbagai bidang, serta memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM).
Bidang Politik
Meningkatkan peran serta dan fungsi lembaga, memperkukuh jati diri kepribadian bangsa, dan memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bidang Agama
Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.
Bidang Pendidikan
Mengembangkan dan membina kebudayaan nasional.
Bidang Sosial Dan Budaya
Terima Kasih