1 of 19

OLEH: HJ.MURTASIYAH,S.E,M.M

SIKAP, PERILAKU, DAN KEPUASAN DALAM BEKERJA

2 of 19

A. SIKAP DALAM BEKERJA

  • Sikap adalah keteraturan perasaan dan pikiran seseorang dan kecenderungan terhadap aspek lingkungannya.

  • Sikap adalah tanggapan (response) yang mengandung komponen-komponen kognitif (pengetahuan), afektif (sejauhmana penilaiannya terhadap obyek) dan konaktif (kecenderungan untuk berbuat), yang dilakukan oleh seseorang terhadap sesuatu obyek atau stimulus dari lingkungannya, Tahir, (2014d), (2014a).

3 of 19

JENIS-JENIS SIKAP ADA TIGA YAKNI:

  1. Job Satisfaction yaitu sikap yang menentukan kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya.
  2. Job Involvement yakni sikap yang menggambarkan sampai sejauh mana partisipasi aktif karyawan terhadap pekerjaannya)
  3. Organization Commitment yakni sikap yang menunjukkan sampai mana seseorang melibatkan diri dalam organisasi beserta dengan tujuan -tujuannya dan ingin menjaga keannggotaannya dalam organisasi)

4 of 19

  • Merujuk pendapat Secord and Bacman, Kreitner and Kinicki, (2005) yang membagi sikap menjadi tiga komponen yang dijelaskan sebagai berikut:
  • Komponen kognitif, merupakan komponen yang terdiri dari pengetahuan. Pengetahuan inilah yang akan membentuk keyakinan dan pendapat tertentu tentang objek sikap.
  • Komponen afektif, merupakan komponen yang berhubungan dengan perasaan senang atau tidak senang, sehingga bersifat evaluatif. Komponen ini erat hubungannya dengan sistem nilai yang dianut pemilik sikap.
  • Komponen konatif, merupakan komponen sikap yang berupa kesiapan seseorang untuk berperilaku yang berhubungan dengan objek sikap, Kreitner and Kinicki, (2005)

ASPEK-ASPEK SIKAP

5 of 19

  1. Obyek, karena ada sesuatu yang disikapi sebab tidak ada sikap tanpa obyek.
  2. Mengarah, karena setiap obyek ada arahnya, maka sikap mengarah kepada obyek yang disikapi.
  3. Berintensitas atau sederajat, karena dalam sikap ditanyakan sejauhmana atau seberapa tinggi rendah sikapnya.
  4. berstruktur, karena dalam sikap itu ada komponen-komponen yang secara intern terbentuk dengan sendirinya, yaitu komponen kognitif, afektif yang saling menjalin, Tahir, (2014a), (2014c), (2014b)

Terdapat empat karakteristik sikap yakni:

6 of 19

B. PERILAKU KERJA

  • Stephen P. Robins (2012) menjelaskan bahwa perilaku kerja merupakan suatu karakteristik dan tingkah laku yang terdapat dalam setiap individu atau suatu perusahaan yang terdapat dinamika kepemimpinan.

  • Perilaku kerja meliputi kepribadian, harga diri, pemantauan diri, dan kecenderungan untuk menanggung risiko.
  • Perilaku kerja lebih cenderung kepada pokok kepribadian, karena kepribadian menggambarkan perilaku seorang individu.

7 of 19

    • Karakteristik mencakup perasaan malu, keagresifan, sikap patuh, kemalasan, ambisi, kesetiaan, dan sifat takut dan malu.

    • Karakteristik ini bila diperagakan dalam sejumlah besar situasi, disebut ciri-ciri kepribadian.

    • Semakin konsisten karakteristik itu dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi, maka disebut dengan perilaku.

    • Robbins (2002) perilaku kerja yaitu bagaimana orang-orang dalam lingkungan kerja dapat mengaktualisaksikan dirinya melalui sikap dalam bekerja.

8 of 19

MENURUT SINAMO WATHON (2005) DALAM, TAHIR, (2014D) ADA DELAPAN PARADIGMA PERILAKU KERJA UTAMA YANG SANGGUP MENJADI BASIS KEBERHASILAN BAIK DITINGKAT PRIBADI, ORGANISASIONAL MAUPUN SOSIAL, YAITU :

  1. Bekerja tulus;
  2. Bekerja tuntas;
  3. Bekerja benar;
  4. Bekerja keras;
  5. Bekerja serius;
  6. Bekerja kreatif;
  7. Bekerja unggul;
  8. Bekerja sempurna.

9 of 19

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU KERJA

  • Menurut Kreitner dan Kinicki (2003), yaitu:
  • Motivasi
  • Sikap
  • Keyakinan
  • Imbalan dan Hukuman
  • Budaya

10 of 19

  1. Lingkungan Kerja Didalam suatu lingkungan kerja harus benar-benar dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja.
  2. Konflik

PERILAKU KERJA YANG TERJADI DISUATU PERUSAHAAN TERSEBUT DAPAT DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA FAKTOR SEPERTI BERIKUT :

11 of 19

  • Beberapa ahli manajemen sepakat bahwa kepuasan kerja adalah suatu efektivitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan.

  • Describtive Index (JDI) untuk menilai kepuasan kerja seseorang dengan dimensi kerja berikut: pekerjaan, upah, promosi, rekan kerja, dan pengawasan.

C. KEPUASAN KERJA

12 of 19

1. FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA

  1. Kesempatan untuk maju.
  2. Keamanan kerja.
  3. Gaji.
  4. Manajemen kerja
  5. Kondisi kerja
  6. Pengawasan (Supervisi).
  7. Faktor intrinsik dari pekerjaan
  8. Komunikasi
  9. Aspek sosial dalam pekerjaan
  10. Fasilitas

13 of 19

2. BEBERAPA KORELASI KEPUASAN DALAM BEKERJA:

  • Terdapat beberapa korelasi (hubungan) kepuasan dalam bekerja antara lain:
  • Motivasi
  • Keterlibatan dalam pekerjaan
  • Perilaku sebagai anggota organisasi yang baik
  • Komitmen organisasi
  • Ketidakhadiran
  • Berhentinya karyawan
  • Stres yang dirasakan
  • Prestasi kerja

14 of 19

3. MENGUKUR KEPUASAN DALAM BEKERJASI

  • Ada 2 metode pendekatan untuk mengukur kepuasan kerja, yaitu :
  • Angka nilai global tunggal (single global rating)
  • Skor penjumlahan (summation score)

15 of 19

FAKTOR-FAKTOR YANG BERFUNGSI MENDORONG KEPUASAAN KERJA ADALAH :

  1. Kerja yang secara mental menantang2. Ganjaran diberikan dalam jumlah yang memadai.
  2. Ganjaran yang pantas
  3. Kondisi kerja yang mendukung
  4. Rekan sekerja yang mendukung
  5. Jangan lupakan kesesuaian antara kepribadian pekerjaan
  6. Ada dalam Gen

16 of 19

EFEK KEPUASAN DALAM BEKERJA.

  1. Kepuasan dan Produktivitas
  2. Kepuasan dan Kemangkiran Kepuasan kerja dari suatu karyawan ditentukan oleh tingkat kemangkiran.
  3. Kepuasan dan Tingkat keluar masuknya karyawan

17 of 19

RESPON KARYAWAN DALAM MENGUNGKAPKAN KETIDAKPUASAN

  1. Exit
  2. Suara (voice)
  3. Kesetiaan (loyalty)
  4. Pengabaian (neglect):

18 of 19

SEKIAN�DAN�TERIMA KASIH

19 of 19

TUGAS INDIVIDU

  1. Semangat !!!