Efektivitas Anestesi Lokal Injeksi Lidokain, Topikal Krim Eutectic Mixture of Local Anesthesia (EMLA) dan Ethyl Klorida Spray pada Prosedur Pungsi Pleura
Oleh:
dr. Siti Salmia
�Pembimbing:
Prof. Dr. dr. Yusup Subagio Sutanto, Sp. P. (K)., FISR., FAPSR.
�PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS
PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI
FK UNS/ RSUD DR. MOEWARDI
2025
Tinjauan Kepustakaan IV
1
PENDAHULUAN
2
2
Pungsi pleura / thoracentesis 🡪 prosedur invasif sederhana untuk diagnostik atau terapeutik
Tindakan ini dapat menimbulkan nyeri dan kecemasan
Penggunaan anestesi telah menjadi standar dalam tindakan invasif
Anestesi infiltratif
Lidokain
Blokade impuls saraf hingga pleura parietalis
Anestesi topikal
EMLA
Ethyl klorida
PENDAHULUAN
3
Kombinasi kedua anestesi menunjukkan hasil lebih baik
Zaki et al., dan Shah et al., 2022
Efikasi & efektivitas agen anestesi lokal belum diteliti luas
Kombinasi ini signifikan mengurangi nyeri selama prosedur
Intervensi untuk mengatasi kecemasan dan nyeri perlu dilakukan secara komprehensif
Melalui terapi farmakologi dan non-farmakologi
ANATOMI �DINDING THORAKS
4
Moore KL, Dalley AF, Agur AM. Pleural, lung, and tracheobronchial tree. In: Aruna S, Sivakum M, editors. Clinically oriented anatomy. Southeast edition. Lipincot gruncul; 2022. p. 750-95.
Anatomi Lapisan Dinding Toraks
Gambar 1. Anatomi dinding thoraks
ANATOMI DINDING THORAKS
5
Stuktur Dinding Thoraks
Rongga Thoraks
ANATOMI RONGGA PLEURA
6
Anatomi Paru
dan Pleura
Snell RS, Sugiharto L. Saluran pernapasan atas dan bawah serta struktur yangterkait. In: Sugiharto. editor. Anatomi klinis berdasarkan sistem(clinical anatomy by systems). Jakarta: EGC. 2020.
Gambar 2. Antatomi rongga pleura
PUNGSI PLEURA�KELAINAN RONGGA PLEURA
7
Adanya cairan / darah berlebih
Mengakibatkan tekanan negatif
Pleura tetap melekat pada dinding paru
Kemampuan rekoil menghilang
Paru kolaps dan tidak mengembang sempurna
PROSEDUR PUNGSI PLEURA
8
Proof Diagnosis
Site marking dan anestesi
PUNGSI PLEURA
9
Joseph K, Kubasiak J. Tube Thoracostomy. In: Reichman E, editor. Reichman’s emergency medicine procedures. 3rd ed. New York: McGraw Hill; 2019. p. 417-29.
Gambar 3. Pungsi Pleura
�NYERI�
10
Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait kerusakan jaringan yang nyata atau berpotensi mengalami kerusakan
Melindungi dan memberikan tanda bahaya tentang adanya gangguan di tubuh 🡪 mekanisme pertahanan tubuh sehingga bagian tubuh yang lain tidak rusak
Definisi
Fungsi
Klasifikasi
Prosedur Pungsi Pleura → Menyebabkan luka dari permukaan kulit hingga pleura parietal
NYERI DAN PUNGSI PLEURA
11
Pungsi pleura menyebabkan nyeri dan perasaan cemas
Peningkatan aktivitas saraf simpatis
Peningkatan detak jantung, laju napas, dan nadi
PENJALARAN NOSISEPTOR
12
Hudspith MJ. Anatomy, physiology and pharmacology of pain. AnaesthIntensive Care Med. 2019;9:42–43. 14. Purves D, Augustine GJ, Fitzpatrick D, Hall WC, Hayden B, La Mantia AS, et al. Pain. In: Purves D, Augustine GJ, Fitzpatrick D, Hall WC, HaydenB, LaMantia A-S, et al., editors. Neuroscience. 6th ed. NewYork: OxfordUniversity Press; 2019. 64-86.
Gambar 4. Antomi Nosiseptor
PENJALARAN NOSISEPTOR
13
Aktivasi serabut saraf nociseptif
Purves D, Augustine GJ, Fitzpatrick D, Hall WC, Hayden B, La Mantia AS, et al. Pain. In: Purves D, Augustine GJ, Fitzpatrick D, Hall WC, Hayden B, LaMantia A-S, et al., editors. Neuroscience. 6th ed. New York: Oxford University Press; 2019. 64-86.
Gambar 5. Aktivasi serabut saraf nociseptif
PATOFISIOLOGI NYERI
14
Mengubah energi rangsangan menjadi sinyal elektrik
Transduksi Sinyal
Impuls disalurkan menuju kornu dorsalis medula spinalis, kemudian sepanjang traktus sensorik menuju otak
Transmisi
Sinyal
Amplifikasi sinyal neural terkait nyeri
Modulasi
Sinyal
Kesadaran akan pengalaman nyeri 🡪 Hasil dari interaksi proses transduksi, transmisi, modulasi, aspek psikologis, dan karakteristik individu lainnya
Persepsi
15
PENILAIAN NYERI
Metode Penilaian
Visual Analog Scale (VAS)
Pengukuran Visual Analog Scale (VAS)
16
Mense S. Muscle nociceptors, neurochemistry. In: Gebhart GF, Schmidt RF, editors. Pain encyclopedia. 2nd ed. Heidelberg: Springer- Verlag Berlin Heidelberg; 2019. p. 1944-50.
Skala VAS | Interpretasi |
Skala 1: 0-<10 mm Skala 2: 10-30 mm Skala 3: 30-70 mm Skala 4: 70-90 mm Skala 5: >/90-100mm | Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Nyeri sangat berat |
Gambar. 6 Pengukuran VAS
Brief Pain Inventory (BPI)
17
Gambar 7. Koesioner BPI
NYERI PUNGSI PLEURA
18
Asal 🡪 penetrasi jarum hingga pleura parietalis
Intensitas sedikit lebih rendah dari ambang intensitas rangsangan
Sensitif perubahan pH dan agen inflamasi (ATP, bradikinin, PG-2)
Rangsang nosiseptor dan kecemasan serta komplikasi vasovagal
Nosiseptor mekanik
Nosiseptor kimia
ANSIETAS DAN PUNGSI PLEURA
19
serangkaian emosi individu terhadap hal yang perlu dikhawatirkan dan berpotensi mengancam
Ansietas terhadap pungsi pleura termasuk ansietas spesifik terhadap stimulus objek menyebabkan penghindaran dan gangguan fungsional
Ansietas mengaktifkan hipotalamus
2 jalur utama stres
Sistem endokrin pada korteks adrenal
Sistem saraf otonom simpatis dan parasimpatis
AKSIS HYPOTHALAMUS-PITUITARY-ADRENAL (HPA)
20
Stahl SM. Chronic pain and its treatment. In: Stahl, SM, editor. Stahl's Essential psychopharmarcology fourth edition. 1st ed. New York: Cambridge University Press; 2019. p. 150-75.
Gambar 8. HPA
JALUR SISTEM SARAF OTONOM
21
Gambar 9. Jalur Sistem Saraf Otonom
�Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)�
22
LIDOKAIN INFITRATIF
23
Struktur
H= hidrogen; C= karbon; N= nitrogen; CH3 = gugus metil; NH = amonia; O = oksigen; N = nitrogen
Gambar 9. Struktur Lidokain
LIDOKAIN INFITRATIF
24
Mekanisme Kerja
LIDOKAIN INFITRATIF
25
Menghilangkan kebutuhan anestesi umum
Menurunkan tingkat nyeri pasca operasi
Studi Danieal et al.,2024🡪Lidokain tidak meningkatkan kebutuhan gas anestesi intraoperatif atau obat penghilang rasa sakit pasca operasi
Studi Bronnimann et al.,2024 🡪 Pemberian 10 ml lidokain ke subpleura/pleura sebelum penusukan sebagai metode preventif 🡪 komplikasi pneumothoraks
ETIL KLORIDA SPRAY
26
Struktur
H= hidrogen; C= karbon; N= nitrogen; Cl= klorida; CH3= gugus metil; CH3= metilena
Onset kerja yang cepat, aman, murah, mudah digunakan, dan tersedia luas
Gambar 10. Struktur Etil Klorida Spray
ETIL KLORIDA SPRAY
27
Efek analgesia melalui pengurangan sensitivitas reseptor nyeri
Mekanisme Kerja
28
Eutectic Mixture of Local Anesthetics (EMLA)
29
Eutectic Mixture of Local Anesthetics (EMLA)
Zaki et al., 2022
EMLA memberi kontrol nyeri lebih superior daripada yang lain, diketahui menurunkan kecemasan
Efeknya meningkat jika bersama lidokain infiltratif
Studi analisis lainnya
30
Manajemen nyeri sangat penting 🡪meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi ansietas, dan mencegah komplikasi selama prosedur
KESIMPULAN
Lidokain infiltratif sebagai pilihan utama 🡪 onset kerja cepat, efektif memblokade nyeri dalam, di area subpleura untuk menurunkan risiko pneumotoraks
Visual Analog Scale 🡪 metode pengukuran intensitas nyeri yang digunakan secara luas
Derajat kecemasan dapat diukur dengan alat berupa kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale
31
KESIMPULAN
Efek analgesik Etil klorida spray cepat melalui pendinginan permukaan kulit 🡪 efektif pada nyeri superfisial & kurang untuk prosedur yang lebih dalam/ lama
Kombinasi anestesi topikal dan infiltratif lebih optimal mengurangi nyeri dan ansietas 🡪 disarankan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama prosedur
Krim EMLA terbukti efektif sebagai anestesi topikal, memerlukan waktu aplikasi sekitar 60 menit 🡪 lebih sesuai untuk prosedur yang terjadwal
TERIMA KASIH
32
PENDAHULUAN
33
Penggunaan Anestesi lokal dan topikal
ANATOMI DINDING THORAKS
34
Sistem Peredaran Darah Paru
Anatomi Paru
AKSIS HYPOTHALAMUS-PITUITARY-ADRENAL (HPA)
35
2 Fase Respon Tubuh
Fase 1 : Symphathetic adrenomedullar system (SAM)
Fase 2 : aksis HPA
Jangka pendek, hormon adrenalin dan noradrenalin
Jangka panjang, hormon kortisol
36
RESEPTOR NOSISEPTOR
Transient Receptor Potential (TRP)
Acid Sensing Ion Channel (ASIC) 🡪 Teraktivasi oleh perubahan pH dan mediasi nyeri akibat asam
1. Tipe A Delta (Aδ) 🡪 Sedikit termielinisasi
Mengkonduksikan rangsangan dengan kecepatan 5-30 meter per detik
2. Serat Tipe C 🡪Tidak termielinisasi
Menghantarkan rangsangan dengan kecepatan kurang dari 2 meter per detik
Jenis akson
PUNGSI PLEURA
37
Pungsi dengan jarum 14-18 G dan spuit 20-25 ml, posisi perpendicular, maksimal 1,5 L per pungsi
Lakukan aspirasi menilai penetrasi jarum melewati pleura parietal dan cabut perlahan pertahankan tekanan negatif
Lokasi : posterior SIC 9 anterior dan media di SIC 6
JALUR SISTEM ENDOKRIN
38
Hipotalamus anterior melepaskan CRH
Hipofisis anterior sekresi ACTH
Aktivasi fasikulata korteks adrenal sekresi kortisol
Umpan balik negatif
Hipotalamus anterior melepaskan TRH
Hipofisis anterior sekresi TTH
Stimulasi kelenjar tiroid sekresi tiroksin
Perubahan TD, HR, BMR, kecemasan
39
Visual Analog Scale (VAS)
Kelebihan
Kelemahan
JALUR SISTEM SARAF OTONOM
40
Hipotalamus aktivasi simpatis dan parasimpatis
Simpatis : aktivasi medula adrenalin
Pelepasan epinefrin dan norepinefrin
Reseptor α1 dan β1
Peningkatan TD, HR dan penurunan kerja parasimpatis
ETIL KLORIDA SPRAY
41
UJI KLINIS 🡪 pengurangan nyeri signifikan dengan krioanalgesia