1 of 14

BAB 2

SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

2 of 14

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM PERNAFASAN

Organ Pernafasan Manusia

Sistem pernafasan tersusun atas organ-organ pernafasan mulai dari hidung, pangkal tenggorok (Laring), tenggorok (trachea), cabang tenggorok (Bronkus), cabang bronkus (bronkiolus), dan gelembung paru-paru (Alveolus).

3 of 14

ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

1. HIDUNG

Rongga hidung bagian kiri

  • Hidung dilengkapi dengan rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring udara sehingga kotoran tidak masuk ke paru-paru.
  • Hidung memiliki kelenjar lender yang berfungsi mengatur kelembaban udara.
  • Hidung memiliki kemampuan untuk mengatur penyesuaian suhu tubuh.
  • Oleh sebab itu sebaiknya bernafas melalui hidung bukan lewat mulut

Sumber: shutterstock.com

4 of 14

ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

Laring (pangkal) tenggorokan dari depan (kiri) dari belakang (kanan)

  • Fungsinya untuk mengalirkan udara pernapasan dari faring menuju batang tenggorokan (trachea)
  • Dilaring terdapat epiglotis yang berfungsi membuka dan menutup saluran pernafasan
  • Dilaring terdapat pita suara sehingga kita dapat bersuara.

2. LARING (Pangkal Tenggorokan)

5 of 14

ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

  • Fungsinya untuk mengalirkan udara pernapasan dari laring menuju paru-paru
  • Trakea bercabang menjadi 2 membentuk bronkus. Bronkus bercabang membentuk bronkiolus.
  • Dinding trakea dilapisi epitel bersilia. Fungsinya untuk menyaring debu, kotoran, dan bahan bahaya lainnya yang masuk bersamaan dengan udara.

2. TRAKEA (BatangTenggorokan)

6 of 14

ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

  1. paru-paru dan saluran pernapasan manusia serta
  2. alveolus
  • Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu kanan yang terdiri dari tiga lobus dan kiri dua lobus.
  • Paru-paru dilindungi selaput pembungkus yang disebut pleura.
  • Memiliki gelembung-gelembung kecil seperti bola yang disebut alveolus.
  • Alveolus merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Sumber: shutterstock.com

3. PARU-PARU

7 of 14

MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2

  • Oksigen berdifusi dari alveolus ke dalam darah → Hemoglobin (Hb) sel darah merah mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin → Oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh jaringan dan sel tubuh → Di dalam sel tubuh, darah melepaskan oksigen sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin → Oksigen dilepaskan pada sel tubuh untuk respirasi sel atau proses oksidasi biologi.
  • Respirasi adalah reaksi antara zat makanan dengan oksigen yang menghasilkan energi, karbon dioksida, dan uap air.
  • Energi hasil respirasi digunakan untuk kegiatan tubuh, sedangkan karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tubuh.
  • Karbon dioksida berdifusi dari jaringan ke dalam darah → Hb mengikat karbon dioksida membentuk karbaminohemoglobin → Karbon dioksida dibawa ke paru-paru → Di

paru-paru, karbon dioksida berdifusi masuk ke alveolus → Karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan dan air dikeluarkan dalam bentuk uap air.

8 of 14

MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2

Difusi oksigen dari udara dalam alveolus ke kepiler darah dan karbon dioksida berdifusi dari darah ke udara.

Sumber: dokumen penerbit

9 of 14

FREKUENSI PERNAPASAN

  • Orang normal bernapas 15-18 kali per menit.
  • Frekuensi bernafas dipengaruhi oleh jenis kelamin, aktivitas dan usia
  • Pada wanita memiliki volume paru-paru yang lebih kecil daripada pria sehingga frekuensi bernapas lebih banyak.
  • Semakin cepat tubuh beraktivitas, makin cepat juga frekuensi pernapasannya.
  • Saat menahan napas beberapa saat akan membuat kita terengah-engah sehingga frekuensi pernapasan meningkat.
  • Berada diruang yang sempit dan kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan frekuensi pernapasan bertambah cepat untuk memperoleh oksigen lebih banyak.
  • Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak dibanding orang dewasa karena volumeya yang relative lebih kecil dan sel-sel pada bayi sedang berkembang sehingga butuh pasokan oksigen lebih banyak.

10 of 14

MEKANISME PERNAPASAN

Secara normal pernapasan merupakan kerja sama antara tulang dada dan otot dada, diagfragma serta otot perut.

Bernapas terdiri dari dua fase:

Inspirasi, proses masuknya udara sampai ke paru-paru.

Ekspirasi, proses keluarnya udara dari paru-paru.

Mekanisme pernapasan ada dua macam

Pernapasan dada = membesarkan dan mengecilkan dada saat bernafas

Pernapasan perut = membesarkan dan mengecilkan perut saat bernafas

11 of 14

KELAINAN DAN PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN

1. TUBERKULOSIS (TBC)

Disebabkan oleh bakteri Bacillus tuberculosis

Selain menyebabkan radang paru-paru penyakit ini menyebabkan alveolus mengandung banyak cairan sehingga mengganggu proses difusi oksigen dan karbon dioksida

2. PNEUMONIA

Disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur

Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada paru-paru sehingga mengakibatkan cairan tertimbun di alveolus

3. BRONKITIS

Menyebabkan peradangan pada dinding bronkus yang disebabkan oleh virus

Penyakit ini menyebabkan batuk berdahak

12 of 14

KELAINAN DAN PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN

Menyebabkan penyempitan saluran pernapasan

Penyakit ini dapat disebabkan oleh alergi

Menyebabkan alveolus penuh dengan cairan sehingga menghambat proses difusi oksigen dan karbon dioksida

Menyebabkan sel-sel paru-paru tumbuh tidak terkendali dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Jaringan kanker akan mendesak alveolus sehingga tidak berfungsi lagi

Perokok memiliki kemungkinan terkena kanker paru-paru jauh lebih tinggi disbanding bukan perokok

4. ASMA

5. EMFISEMA

6. KANKER PARU-PARU

13 of 14

PERNAPASAN BUATAN

Pernapasan buatan atau CPR (cardiopulmonary resuscitation) sangat penting untuk menolong orang berhenti bernapas akibat kecelakaan misalnya tenggelam atau pingsan.

Langkah-langkah melakukan pernapasan buatan adalah sebagai berikut:

  • Pastikan korban dalam keadaan telentang. Letakkan satu telapak tangan di atas dada bagian tengahnya, kemudian letakkan telapak tangan kedua diatas tangan pertama. Posisi sikut harus lurus dan bahu berada tepat di atas lengan.

Sumber: shutterstock.com

14 of 14

PERNAPASAN BUATAN

  • Kamu dapat memeriksa apakah dia dapat bernapas dengan normal atau belum dengan cara melihat gerakan dadanya serta dekatkan telinga dan pipi kamu ke hidung dan mulutnya. Jika belum dapat bernapas dengan normal lakukan pernapasan buatan dengan metode mulut ke mulut.
  • Tekan dada sedalam 5 cm sebanyak 30 kali dengan kecepatan satu sampai dua tekanan per sekon. Saat menekan, gunakan tubuh bagian atas kamu, tidak hanya kekuatan lengan, kemudian periksa apakah sudah terlihat tanda-tanda

korban bernapas atau bergerak. Jika belum, lanjutkan proses ini hingga tenaga medis dating dengan kecepatan 100 tekanan per menit.