1 of 13

TATANIAGA PERTANIAN

2 of 13

Tataniaga / pemasaran / distribusi adalah kegiatan ekonomi yang berfungsi membawa atau menyampaikan barang dari produsen ke konsumen.

Tataniaga juga berarti segala sesuatu yang menyangkut aturan permainan dalam hal perdagangan barang barang.

3 of 13

Tataniaga dikatakan efisien apabila:

  1. Mampu menyampaikan hasil-hasil dari petani produsen kepada konsumen dengan biaya yang semurah-murahnya.
  2. Mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen terakhir, kepada semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan produksi dan tataniaga barang itu.

4 of 13

Proses pemasaran meliputi :

  1. Aspek fisik berpindahnya barang barang ke tempat di mana mereka dibutuhkan.
  2. Aspek non fisik para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh pembeli, dan pembeli harus mengetahui apa yang dijual.

5 of 13

Fungsi dan peranan tataniaga adalah mengusahakan agar pembeli memperoleh barang yang diinginkan pada tempat, waktu, bentuk, dan harga yang tepat.

6 of 13

Fungsi pemasaran terdiri dari :

  1. Fungsi pertukaran → pembelian dan penjualan.
  2. Fungsi fisik → pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan.
  3. Fungsi penyediaan sarana → informasi pasar, penanggungan risiko, pengumpulan, komunikasi, standarisasi dan penyortiran, serta pembiayaan.

7 of 13

Biaya tataniaga adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pemasaran, meliputi biaya angkut, biaya pengeringan, pungutan restribusi, dan lain-lain.

Biaya tataniaga disebut juga dengan marketing margin atau marjin tataniaga.

8 of 13

Biaya tataniaga tidak dapat digunakan untuk menilai efisien atau tidaknya tataniaga.

Suatu komoditi dapat mempunyai sistem tataniaga yang sangat efisien tapi persentase biaya tataniaganya tinggi.

Komoditi yang lekas rusak atau yang membutuhkan tempat yang besar untuk mengangkut dan menyimpannya akan memakan biaya tataniaga yang relatif tinggi dibandingkan dengan komoditi yang tahan lama.

9 of 13

Besarnya biaya tataniaga berbeda antara satu komoditi dengan komoditi lainnya.

Perbedaan itu disebabkan oleh :

  • Macam komoditi.
  • Lokasi pemasaran.
  • Macam lembaga pemasaran dan efektivitas pema­saran yang dilakukan.

10 of 13

Meningkatnya pendapatan masyarakat menyebabkan perubahan selera terhadap hasil hasil pertanian yang beragam dan berkualitas.

Perlu ditetapkan standar mutu untuk barang-barang tertentu, dengan membaginya dalam beberapa golongan harga yang berbeda-beda, untuk memenuhi selera konsumen yang berbeda-beda pula.

11 of 13

Standarisasi adalah penentuan mutu barang menurut ukuran atau patokan tertentu.

Penentuan standar sedapat mungkin dibuat sesuai dengan ukuran-ukuran yang umum dipakai dalam praktek tataniaga baik nasional maupun internasional.

12 of 13

Grading adalah pengklasifikasian hasil-hasil pertanian ke dalam beberapa golongan mutu yang berbeda-beda, masing-masing dengan nama dan label tertentu.

Perbedaan dapat ditentukan oleh perbedaan bentuk dan besar barang, rasa, tingkat kematangan, dan spesifikasi-spesifikasi teknis lainnya.

13 of 13

Keuntungan grading yang baik, adil dan teliti antara lain :

  • Konsumen dapat memperoleh barang yang paling sesuai dengan keinginan dan tingkat pendapatannya.
  • Produsen mendapat jaminan harga yang sesuai dengan mutu hasil produksinya.
  • Konsumen dan produsen terlindung dari praktek-praktek kurang jujur dalam tataniaga.