KEARSIPAN
PERTEMUAN KE-4: KLASIFIKASI ARSIP
PENDAHULUAN
Mengapa kearsipan?
kita perlu menyelenggarakan
Mengapa pola klasifikasi menjadi hal pokok dalam kearsipan?
PENGERTIAN KLASIFIKASI ARSIP
penggolongan
Klasifikasi arsip adalah pengelompokan
atau arsip menurut urusan atau
masalah secara logis, kronologis dan sistematis
berdasarkan fungsi
dan kegiatan organisasi
pencipta, dan merupakan pedoman untuk pengaturan, penataan, dan penemuan kembali arsip (Sambas, 2016).
PENGERTIAN KLASIFIKASI ARSIP
Klasifikasi arsip adalah pola pengaturan arsip secara berjenjang dari pelaksanaan fungsi dan tugas instansi menjadi beberapa kategori unit informasi kearsipan (ANRI, Keputusan No 19 Tahun 2012: Pedoman Penyusunan Klasifikasi Arsip).
PENGERTIAN KLASIFIKASI ARSIP
Klasifikasi
Arsip
Kerangka dasar
Pengkodean (coding) penciptaan, penggunaan dan penyimpan, serta penyusutan
KEGUNAAN KLASIFIKASI ARSIP
(Wuryatmini, 2015)
KEGUNAAN KLASIFIKASI ARSIP
Menentukan golongan dan tingkat masalah
Mempermudah penemuan arsip
Alat penataan filing sistem
Memberikan pelayanan yang cepat
Efisiensi waktu dan tenaga
TUJUAN KLASIFIKASI ARSIP
(Sambas, 2016)
SYARAT PENYUSUNAN KLASIFIKASI ARSIP
1. Terpeliharanya hubungan logis dan urutan yang kronologis diantara subjek yang ada atau masalah-masalahnya.
Contoh urutan yang tidak kronologis:
Kepegawaian
Pensiun
Pengangkatan Pegawai Perencanaan Pegawai
Contoh urutan yang kronologis:
Kepegawaian
Perencanaan Pegawai Pengangkatan Pegawai Pensiun
SYARAT PENYUSUNAN KLASIFIKASI ARSIP
SYARAT PENYUSUNAN KLASIFIKASI ARSIP
SYARAT PENYUSUNAN KLASIFIKASI ARSIP
Skema klasifikasi harus disusun secara berjenjang atau bertingkat, Sebaiknya maksimal tiga tingkat sampai ke masalah tersier.
Contoh:
Pendidikan dan pengajaran Penerimaan mahasiswa baru
Daya tampung
(Pokok masalah/ primer) (Sub masalah/sekunder) (Sub-sub masalah/tersier)
UNSUR KLASIFIKASI ARSIP
A. Informasi arsip, meliputi:
3. Unsur masalah/subjek:
Menitikberatkan pada isi informasi arsip,
khususnya yang menyangkut bidang kegiatan seperti kepegawaian, penelitian, pendidikan, disusun klasifikasi berdasarkan unsur masalah.
Wibowo, 2012
UNSUR KLASIFIKASI ARSIP
UNSUR KLASIFIKASI ARSIP
(c) Rincilah subyek-subyek pokok ke dalam sub subyek (sekunder) dan sub-sub subyek (tersier). (d) Periksa apakah pengelompokan subyek sudah benar
UNSUR KLASIFIKASI ARSIP
CONTOH KODE KLASIFIKASI ARSIP
KP
Kepegawaian
10 Penerimaan pegawai
20 Pengangkatan pegawai
30 Promosi
31 Kenaikan pangkat dan golongan
32 Pengangkatan dalam jabatan
33 Kenaikan gaji
40 Mutasi
41 Pengangkatan Pegawai
dan Seterusnya
Kode klasifikasi arsip yang berlaku di pemerintahan pusat
CONTOH KODE KLASIFIKASI ARSIP
000 | Umum |
100 | Pemerintahan |
200 | Politik |
300 | Keamanan dan Ketertiban |
400 | Kesejahteraan |
500 | Perekonomian |
600 | PU dan Ketenagaan |
700 | Pengawasan |
800 | Kepegawaian |
900 | Keuangan |
Kode klasifikasi arsip yang berlaku di pemerintahan daerah
(Peraturan Menteri dalam negeri No 39
Tahun 2005 tentang Pedoman Kearsipan Daerah
CARA PENYUSUNAN KLASIFIKASI ARSIP
(Sambas, 2016)
CARA PENYUSUNAN KLASIFIKASI ARSIP
Analisis fungsi organisasi
Contoh di Perguruan Tinggi => Fungsi (P2M) ; Kegiatan (Penerimaan mahasiswa baru, Usulan penelitian, usulan pengabdian) ; Transaksi (Daya tampung, Proposal usulan penelitian, Proposal usulan pengabdian)
Pengelompokan
Kegiatan
Contoh di Perguruan Tinggi
Kegiatan substantif: Pendidikan dan Pengajaran; penelitian, pengabdian kepada masyarakat
Kegiatan fasilitatif: Kepegawaian; Keuangan dll
Menentukan
Klasifikasi masalah
Contoh di Perguruan Tinggi
Masalah primer: Pendidikan dan pengajaran Masalah sekunder: Registrasi mahasiswa Masalah tersier: Daftar ulang mahasiswa
Menentukan Kode
Klasifikasi masalah
Contoh di Perguruan Tinggi
Masalah primer: PP. Pendidikan dan pengajaran Masalah sekunder: PP. 02 Registrasi mahasiswa Masalah tersier: PP. 02. 01 Daftar ulang mahasiswa