MATERI AJAR
Menelusuri Jejak Tolangga
Kearifan Lokal & Filosofi Tradisi Maulid Nabi di Gorontalo
Muatan Lokal — Kearifan Lokal Tolangga
Kelas XII / Fase F • SMKN 1 Batudaa
Penyusun: Reti B. Abdullah
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber informasi (literatur/narasumber) tentang tradisi Tolangga.
DAFTAR
ISI
01
Apa Itu Tolangga?
Pengantar & konteks budaya
02
Sejarah & Latar Belakang
Asal-usul tradisi Walima
03
Simbolisme & Struktur
Makna bentuk dan kue adat
04
Filosofi Adat & Syariat
Adat Bersendikan Syara'
05
Nilai Sosial
Gotong royong & kebersamaan
06
Tolangga di Era Modern
Tantangan & pelestarian
07
Video Pembelajaran
Tautan referensi audiovisual
08
Tugas: Sumber Informasi
Literatur & narasumber
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
2
01 — Pengantar
Apa Itu Tolangga?
Tolangga
adalah wadah atau keranda berhias yang dibentuk menyerupai menara masjid, kubah, atau perahu, digunakan masyarakat Gorontalo untuk menyusun kue-kue tradisional pada perayaan
Walima (peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW).
Bentuk khas
Menara masjid & perahu — mencerminkan kehidupan religius dan mata pencaharian nelayan
Isi tolangga
Kolombengi, sukade, wapili, curuti, hingga nasi kuning dan lauk-pauk
Puncak acara
Diarak menuju masjid, lalu dibagikan (diklepasi) kepada masyarakat
Konteks Wilayah
Tradisi Tolangga paling dikenal luas dari perayaan Festival Walima di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo — desa wisata religi yang setiap tahun menghadirkan ratusan tolangga.
Adat Bersendikan Syara',
Syara' Bersendikan Kitabullah
— Filosofi hidup masyarakat Gorontalo yang menyatukan adat dan syariat Islam
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
3
02 — Sejarah & Latar Belakang
Akar Sejarah Tradisi Walima
Abad ke-17
Islam mulai masuk ke Bumi Hulondalo (Gorontalo). Nilai-nilai adat lokal mulai berpadu dengan ajaran Islam.
Berkembang turun-temurun
Perayaan Maulid Nabi (Walima) diwariskan lintas generasi, diawali tradisi dikili/zikir semalam suntuk di masjid.
Tradisi Tolangga lahir
Warga menata kue adat dalam wadah berbentuk menara/perahu sebagai wujud syukur dan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW.
Masa kini
Festival Walima menjadi ikon wisata religi, terutama di Desa Bongo, dengan ratusan tolangga diarak setiap tahun.
Refleksi kritis: Mengapa masyarakat Gorontalo secara konsisten mengaitkan Tolangga dengan peringatan Maulid Nabi setiap tahun, dan apa makna keberlanjutan tradisi ini bagi identitas budaya lokal?
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
4
03 — Analisis Simbolisme
Makna di Balik Struktur & Kue Adat
BENTUK
Menara Masjid
Melambangkan kedekatan spiritual dan pengagungan terhadap Nabi Muhammad SAW
Perahu / Kapal
Mencerminkan pola kehidupan masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan
Anyaman bilah kayu/bambu menopang struktur bertingkat, disusun rapi menyerupai arsitektur bangunan ibadah.
KUE & ISI ADAT
Kolombengi
Sukade
Wapili
Curuti
Buludeli
Nasi kuning & lauk
Kue kolombengi bertekstur lembut dan manis menjadi ikon rasa yang paling dinantikan dalam tradisi ini.
MAKNA FILOSOFIS
Setiap detail visual pada Tolangga bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol nilai luhur: rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan pada Rasulullah.
Latihan berpikir kritis: telusuri literatur/narasumber untuk memverifikasi makna tiap tingkatan struktur Tolangga sebelum menyusun narasi digital.
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
5
04 — Filosofi Adat & Syariat
Adat Bersendikan Syara',
Syara' Bersendikan Kitabullah
Adat (AS)
Nilai budaya lokal yang lahir dari kearifan masyarakat Gorontalo secara turun-temurun.
Syara' (SBK)
Nilai keislaman yang menjadi ruh dan tujuan spiritual dari keseluruhan prosesi Tolangga.
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
6
05 — Prosesi & Nilai Sosial
Gotong Royong dalam Tradisi Tolangga
Kebersamaan
Warga berkumpul membuat kue dan menyusun tolangga secara massal, tanpa memandang status sosial.
Kolaborasi
Setiap keluarga memiliki peran — dari memasak, menghias, hingga mengarak tolangga ke masjid.
Kewargaan
Hasil tolangga dibagikan kepada seluruh warga, menumbuhkan rasa saling berbagi dan kepedulian.
Kaitan dengan Dimensi Profil Lulusan (DPL):
Prosesi gotong royong Tolangga menjadi konteks nyata untuk menumbuhkan DPL Kolaborasi dan Penalaran Kritis peserta didik dalam menilai serta memaknai tradisi.
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
7
06 — Konteks Kekinian
Tolangga di Tengah Arus Modernisasi
Pergeseran yang Terjadi
Tantangan Pelestarian
Bagaimana menjaga nilai sakral dan esensi asli Tolangga agar tidak hilang di tengah pergeseran zaman?
Peran generasi muda (siswa TKJ/SMK):
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
8
07 — Sumber Audiovisual
Video Pembelajaran: Tradisi Tolangga
Gunakan tautan berikut sebagai pemantik (apersepsi) dan bahan referensi audiovisual peserta didik sebelum menelusuri literatur tambahan.
▶
Suasana Tradisi Walima saat Maulid Nabi di Gorontalo
Jamaah antusias menunggu pembagian Tolangga — Tribun Gorontalo
▶
Tradisi Tolangga Jadi Pusat Perhatian di Festival Walima
Liputan Festival Walima di Desa Bongo, Gorontalo — Tribun Gorontalo
▶
Sambut Maulid Nabi, Warga Gorontalo Buat Kue Kolombengi
Proses pembuatan kue adat menjelang Festival Walima — Kompas TV
▶
Semarak Festival Walima di Desa Religi Bongo
115 tolangga meriahkan perayaan Maulid Nabi — liputan video
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
9
08 — Aktivitas Inti (Mengaplikasikan)
Tugas: Identifikasi Sumber Informasi
A. Pelacakan Literatur Digital
Kelompok menyusun daftar sumber sebagai bekal sebelum menyusun narasi digital.
B. Rancangan Narasumber & Wawancara
Model: Problem-Based Learning — kerja kelompok & kemitraan luar sekolah dengan Komunitas Adat Gorontalo.
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
10
REFLEKSI PEMBELAJARAN
Menjaga Kearifan Lokal
lewat Rekam Jejak Digital
Tolangga bukan sekadar warisan fisik, melainkan cerminan nilai iman, kebersamaan, dan penghormatan budaya masyarakat Gorontalo. Tugas peserta didik adalah memastikan nilai ini tetap sahih saat diwariskan ke ruang digital — melalui sumber yang kredibel dan narasi yang jujur.
Langkah Berikutnya dalam ATP: Implementasi Karya Nyata Berbasis Budaya (perancangan replika Tolangga)
Muatan Lokal • Kearifan Lokal Tolangga — SMKN 1 Batudaa
11