1 of 26

PENYUSUNAN PERALATAN PABRIK �[PLANT LAYOUT]

MK. MANAJEMEN OPERASI & PRODUKSIMOH. KURDI, SP., MM

PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI & BISNIS �UNIVERSITAS WIRARAJA

🙢

2 of 26

DEFINISI PLANT LAY OUT

  • Menurut pangestu subagyo lay out pabrik adalah tata letak atau ruang. artinya cara penempatan fasilitas-fasilitas yang digunakan dalam pabrik. fasilitas-fasilitas tersebut misalnya mesin, alat produksi, alat pengangkutan barang, tempat pembuangan sampah, kamar kecil dan alat pengawasan
  • Sedangkan menurut fred e mayer tata letak pabrik (lay out) adalah pengorganisasian fasilitas fisik perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pengggunaan peralatan, bahan, orang dan energi

🙢

3 of 26

SUSUNAN PERALATAN PABRIK (FASILITAS) AKAN MEMPENGARUHI

  1. EFISIENSI PERUSAHAAN TERSEBUT
  2. PEMBENTUKAN LABA PERUSAHAAN, DAN
  3. KELANGSUNGAN PERUSAHAAN

🙢

4 of 26

DAMPAK DARI LAYOUT YANG KURANG BAIK

Lay out yang buruk dapat menghalangi operasi yang efisien, karena

  • Bahan-bahan dalam pabrik bergerak lambat sekali, dimana urutan proses berliku-liku karena susunan mesin & ruangan yang ada
  • Handling cost tinggi, karena makin banyak perpindahan/pengangkutan bahan
  • Gedung dan tempat produksi selalu penuh dengan bahan-bahan atau hasil produksi yang sedang dikerjakan
  • Ruangan (tempat) produksi, mesin-mesin dan fasilitas lainnya disusun secara tidak teratur (berserakan), sehingga mengganggu kelancaran produksi
  • Service area sempit sekali dan letaknya tidak memuaskan misalnya: service area untuk mesin-mesin, tempatnya jauh dari mesin-mesinnya, sehingga kesukaran pengangkutan
  • Bahan-bahan dalam proses sering rusak atau hilang
  • Sering ditemui kegagalan dalam menyelesaikan produksi tepat pada waktu yang ditentukan
  • Tempat penerimaan barang-barang tidak dapat segera dikosongkan, sehingga memperlambat pembongkaran barang-barang yang tiba di pabrik

🙢

5 of 26

TUJUAN LAYOUT YANG BAIK

  • Tujuan yang harus dicapai dalam menyusun lay out yang baik adalah sebagai berikut :
  • Mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling
  • Memperhatikan frekuensi arus pekerjaan
  • Memungkinkan ruangan gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah
  • Mengurangi ongkos produksi, karen cost ditekan serendah mungkin
  • Mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin
  • Memberikan hasil produksi yang baik
  • Memberikan service yang baik bagi konsumen
  • Mengurangi capital investment
  • Mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan

🙢

6 of 26

Lanjutan....

  • Memperbaiki moral kerja
  • Dapat mengurangi working sehingga minimum
  • Mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruangan/lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal
  • Mengurangi delays (kelambatan/stopped) dalam pekerjaan
  • Dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik
  • Maintenance lebih mudah dilakukan
  • Mengurangi manufacturing cycles (waktu produksi)
  • Penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam pabrik
  • Untuk mengurangi/menghilangkan kongesti point

🙢

7 of 26

2 POLA /TYPE LAY OUT YANG UTAMA

  1. Process lay out (functional lay out) atau tatanan yang berdasarkan keutamaan proses, dan
  2. Product lay out (flow/line layout) atau tatanan yang berdasarkan keutamaaN produk
  3. Group Technology Layout
  4. Berposisi Tetap (Fixed Position Layout)
  5. Warehouse Layout
  6. Office Layout
  7. Retail Layout

🙢

8 of 26

PROSES LAYOUT/ LAYOUT FUNGSIONAL

  • Dalam process/functional layout semua operasi dengan sifat yang sama dikelompokkan dalam departemen yang sama pada suatu pabrik/industri. Mesin, peralatan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan jadi satu, misalnya semua mesin bubut dijadikan satu departemen, mesin bor dijadikan satu departemen dan mesin mill dijadikan satu departemen. Dengan kata lain material dipindah menuju departemen-departemen sesuai dengan urutan proses yang dilakukan. Gambar tata letak pabrik berdasarkan fungsi proses dapat dilihat pada Gambar

🙢

9 of 26

Proses layout dilakukan bila volume produksi kecil, dan terutama untuk�jenis produk yang tidak standar, biasanya berdasarkan order. Kondisi ini disebut�sebagai job shop. Tata letak tipe process layout banyak dijumpai pada sektor industri manufaktur maupun jasa.

Tata Letak Berdasarkan Fungsi Proses (Process Layout)

(Wignjosoebroto, Sritomo, 2003)

🙢

10 of 26

KEUNTUNGAN LAYOUT PROCESS

Keuntungan ini merupakan keuntungan dari batch production atau intermitted process, yaitu :

  1. Penggunaan mesin dapat dilakukan dengan efektif, konsekuensinya memerlukan sedikit mesin.
  2. Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi besar dan sanggup berbagai macam jenis dan model produk.
  3. Investasi mesin relatif kecil karena digunakan mesin yang umum (general purpose).
  4. Keragaman tugas membuat tenaga kerja lebih tertarik dan tidak bosan.
  5. Adanya aktivitas supervisi yang lebih baik dan efisien melalui spesialisasi pekerjaan, khususnya untuk pekerjaan yang sulit dan memerlukan ketelitian yang tinggi.
  6. Mudah untuk mengatasi breakdown pada mesin, yaitu dengan cara memindahkannya ke mesin yang lain dan tidak menimbulkan hambatan-hambatan dalam proses produksi

🙢

11 of 26

Sisi Kelemahan Atau Kekurangannya LAY OUT PROCESS

  1. Aliran proses yang panjang mengakibatkan material handling lebih mahal karena aktivitas pemindahan material. Hal ini disebabkan karena tata letak mesin tergantung pada macam proses atau fungsi kerjanya dan tidak tergantung pada urutan proses produksi.
  2. Total waktu produksi lebih panjang.
  3. Inventori barang setengah jadi cukup besar, jadi menyebabkan penambahan tempat.
  4. Diperlukan keterampilan tenaga kerja yang tinggi guna menangani berbagai macam aktivitas produksi yang memiliki variasi besar.
  5. Kesulitan dalam menyeimbangkan tenaga kerja dari setiap fasilitas produksi karena penempatan mesin yang terkelompok.

🙢

12 of 26

LAY OUT/TATA LETAK PABRIK BERDASARKAN ALIRAN PRODUKSI (LAY OUT PRODUCT)

  • Layout Product dapat didefenisikan sebagai metode atau cara pengaturan dan penempatan semua fasilitas produksi yang diperlukan ke dalam suatu departemen tertentu atau khusus. Suatu produk dapat dibuat/diproduksi sampai selesai di dalam departemen tersebut. Bahan baku dipindahkan dari stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya di dalam departemen tersebut, dan tidak perlu dipindah-pindahkan ke departemen yang lain. Dalam product layout, mesin-mesin atau alat bantu disusun menurut urutan
  • proses dari suatu produk. Produk-produk bergerak secara terus-menerus dalam suatu garis perakitan. Product layout akan digunakan bila volume produksi cukup tinggi dan variasi produk tidak banyak dan sangat sesuai untuk produksi yang kontinyu. Dan gambar tata letak berdasarkan aliran produksi dapat dilihat pada Gambar

ex. Produk pembuatan televisi, kompor, mobil dll

🙢

13 of 26

Gambar tata letak berdasarkan aliran produksi (product layout)�(wignjosoebroto, sritomo, 2003)

Tujuan dari tata letak ini adalah untuk mengurangi proses pemindahan bahan dan memudahkan pengawasan di dalam aktivitas produksi, sehingga pada akhirnya terjadi penghematan biaya

🙢

14 of 26

Keuntungan tipe product layout

  1. Layout sesuai dengan urutan operasi, sehingga proses berbentuk garis
  2. Pekerjaan dari satu proses secara langsung dikerjakan pada proses berikutnya, sebagai akibat inventori barang setengah jadi menjadi kecil.
  3. Total waktu produksi per unit menjadi pendek.
  4. Mesin dapat ditempatkan dengan jarak yang minimal, konsekuensi dari operasi ini adalah material handling dapat dikurangi.
  5. Memerlukan operator dengan keterampilan yang rendah, training operator tidak lama dan tidak membutuhkan banyak biaya.
  6. Lokasi yang tidak begitu luas dapat digunakan untuk transit dan penyimpanan barang sementara.
  7. Memerlukan aktivitas yang sedikit selama proses produksi berlangsung.

🙢

15 of 26

kerugian dari product layout

  1. Kerusakan dari satu mesin akan mengakibatkan terhentinya proses produksi.
  2. Layout ditentukan oleh produk yang diproses, perubahan desain produk memerlukan penyusunan layout ulang.
  3. Kecepatan produksi ditentukan oleh mesin yang beroperasi paling lambat.
  4. Membutuhkan supervisi secara umum tidak terspesifikasi.
  5. Membutuhkan investasi yang besar karena mesin yang sejenis akan dipasang lagi kalau proses yang sejenis diperlukan.

🙢

16 of 26

Tata Letak Pabrik Berdasarkan Kelompok Produk (Group Technology Layout)

Tipe tata letak ini, biasanya komponen yang tidak sama dikelompokkan ke dalam satu kelompok berdasarkan kesamaan bentuk komponen, mesin atau peralatan yang dipakai. Pengelompokkan bukan didasarkan pada kesamaan penggunaan akhir. Mesin-mesin dikelompokkan dalam satu kelompok dan ditempatkan dalam sebuah manufacturing cell.

🙢

17 of 26

GAMBAR Tata Letak Berdasarkan Kelompok Produk (Wignjosoebroto, Sritomo, 2003)

🙢

18 of 26

KELEBIHAN & KELEMAHAN TATA BERDASARKAN KELOMPOK TEKNOLOGI

Kelebihan tata letak berdasarkan kelompok teknologi ini adalah:

  1. Karena group technology memanfaatkan kesamaan komponen/ produk maka dapat mengurangi pemborosan waktu dalam perpindahan antar kegiatan yang berbeda.
  2. Penyusunan mesin didasarkan atas family produk sehingga dapat mengurangi waktu set up, mengurangi ongkos material handling dan mengurangi area lantai produksi.
  3. Apabila ada urutan proses yang terhenti maka dapat dicari alternatif lain.
  4. Mudah mengidentifikasi bottlenecks dan cepat merespon perubahan jadwal.
  5. Operator makin terlatih, cacat produk dapat dikurangi dan dapat mengurangi bahan yang terbuang.

kekurangan-kekurangan yaitu:

  1. Utilisasi mesin yang rendah.
  2. Memungkinkan terjadinya duplikasi mesin.
  3. Biaya yang cukup tinggi untuk realokasi mesin.
  4. Membutuhkan tingkat kedisiplinan yang tinggi karena ada kemungkinan komponen yang diproses berada pada sel yang salah.

🙢

19 of 26

Layout Berposisi Tetap (Fixed Position Layout)

  • Sistem berdasarkan product layout maupun process layout, produk bergerak menuju mesin sesuai dengan urutan proses yang dijalankan. Layout yang berposisi tetap ditunjukkan bahwa mesin, manusia serta komponen-komponen bergerak menuju lokasi material untuk menghasilkan produk. Layout ini biasanya digunakan untuk memproses barang yang relatif besar dan berat sedangkan peralatan yang digunakan mudah untuk dilakukan pemindahan.
  • . Contoh dari industri ini adalah industri pesawat terbang, penggalangan kapal, pekerjaan konstruksi bangunan.

🙢

20 of 26

Gambar Tata Letak Berposisi Tetap (Fixed Position Layout) �(Wignjosoebroto, Sritomo, 2003)

🙢

21 of 26

KEUNTUNGAN & KELEMAHAN TATA LETAK BERPOSISI TETAP

Keuntungan tata letak tipe ini adalah:

  1. Karena yang berpindah adalah fasilitas-fasilitas produksi, maka perpindahan material dapat dikurangi.
  2. Bila pendekatan kelompok kerja digunakan dalam kegiatan produksi, maka kontinuitas produksi dan tanggung jawab kerja bisa tercapai dengan sebaikbaiknya.

Sedangkan kerugian dari tipe tata letak ini adalah:

  1. Adanya peningkatan frekuensi pemindahan fasilitas produksi atau operator pada saat operasi berlangsung.
  2. Adanya duplikasi peralatan kerja yang akhirnya menyebabkan perubahan space area dan tempat untuk barang setengah jadi.
  3. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang ketat khususnya dalam penjadwalan produksi.

🙢

22 of 26

TATA LETAK KANTOR (OFFICE LAYOUT)

  • Tata letak kantor bertujuan untuk menentukan posisi karyawan dan peralatan agar menjamin kelancaran arus pekerjaan dan komunikasi antara semua pegawai dan manajer yang ada

🙢

23 of 26

TATA LETAK GUDANG (WAREHOUSE)

  • Menurut barry render dan jay heizer (2004) berpendapat bahwa untuk menemukan titik optimal antara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang dalam gudang

🙢

24 of 26

TATA LETAK RITAIL

  • Tata letak retail adalah tata letak dari usaha eceran besar seperti department store dan supermarket
  • Tata Letak Harus Memperhitungkan Selera Dan Persepsi Pelanggan Tata Letak Harus Menjamin Semua Pengunjung Atau Pelanggan Harus Akan Merasa Lega Berada Dalam Bangunan, Udara Sejuk, Cahaya lampu terang, pajangan barang memiliki daya tarik, mudah dijangkau, loket pembayaran mudah dijangkau sehingga tidak perlu antre lama, alunan musik yang lembut dll

🙢

25 of 26

FAKTOR YANG PERLU DALAM MENYUSUN LAY OUT

  1. Produk yang dihasilkan
  2. Urutan produksinya
  3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement)
  4. Peralatan/mesin-mesin itu sendiri
  5. Maintenance dan replacement
  6. Adanya keseimbangan kapasitas (balance capacity)
  7. Minimum movement
  8. Aliran (flow) dari material
  9. Employee area
  10. Service area
  11. Waiting area
  12. Plant climate
  13. Flexibility

🙢

26 of 26

  • TERIMAKASIH

🙢