1 of 12

Unsur Intrinsik �dan �Ekstrinsik Hikayat

2 of 12

HIKAYAT

  • Hikayat dimaknai sebagai karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah, bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu yang dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.

3 of 12

Unsur-Unsur Intrinsik Hikayat

  • Tema
  • Alur/plot
  • Penokohan
  • Amanat
  • Setting/Latar
  • Sudut pandang/point of view

(Ingat kata “TAPASS”!)

4 of 12

Unsur Kebahasaan Hikayat

  • Kata Arkais
  • Konjungsi yang menyatakan urutan waktu
  • Ungkapan
  • Majas : 1) Personifikasi 2) Antonomasia 3)Hiperbola 4)simile

5 of 12

Unsur-Unsur Ekstrinsik Hikayat

  • Latar belakang pengarang:

pendidikan, agama/kepercayaan, psikologis, dll.

  • Situasi sosial pada saat penciptaan:
  • Situasi politik pada saat penciptaan
  • Latarbelakang/ situasi yang lain

6 of 12

No

Aspek

Karya Sastra Lama

Karya Sastra Modern

1.

2.

3.

4.

5.

  • Bentuk

  • Bahasa

  • Tema

  • Latar belakang penciptaan

  • Perkembangan
  • Puisi terikat (pantun, syair) , hikayat, legenda, mite, dongeng
  • Melayu tradisional, Arab, daerah
  • Kaku, istanasentris, mistis
  • Pengaruh kesusastraan Hindu, Islam, budaya tradisional, anonim (milik masyarakat)
  • Statis, disampaikan secara lisan
  • Puisi bebas dan kontemporer, cerpen, novel, drama

  • Indonesia, kosakata asing

  • Kreatif,kemasyarakatan,kemanusiaan,modernisasi
  • Pengaruh kesusastraan Barat, budaya industri (modern), hak cipta pengarang (individu)

  • Dinamis, media cetak dan audiovisual

7 of 12

  1. 1. Anonim, yaitu tidak dikenal nama pengarangnya,�2. Istana sentris, �3. Bersifat statis, artinya tidak mengalami perubahan atau perkembangan�4. Bersifat komunal, artinya menjadi milik masyarakat�5. Mengunakan bahasa klise, yaitu kata-kata yang diulang-ulang; contoh : hatta …., maka ….,     alkisah….., dst.�6. Bersifat tradisional, artinya meneruskan tradisi / kebiasaan lama yang dianggap baik�7. Bersifat didaktis (mendidik), baik didaktis moral maupun didaktis religius,�8. Menceritakan kisah universal manusia, yaitu peperangan antara tokoh baik dan buruk, dan  selalu dimenangkan oleh yang baik�9. Sebagian besar berupa sastra lisan (disampaikan dari mulut ke mulut);
  2. 10. Tidak berangka tahun (tidak diketahui secara pasti kapan karya tersebut dibuat)

11. Mengandung hal-hal yang aneh, ajaib, atau mustahil.

8 of 12

PERSAMAAN HIKAYAT DENGAN CERITA RAKYAT

Fungsi dan tujuan umumnya sama, yaitu sebagai pelipur lara hati si pembaca

1.      Keduanya merupakan salah satu karya sastra

2.      Sama-sama menceritakan tentang kejadian masa lalu/lampau

3.      Bertujuan untuk menyampaikan hal-hal yang baik atau berupa ajaran-ajaran bagi si pembaca.

PERBEDAAN HIKAYAT DENGAN CERITA RAKYAT

1.      Hikayat cenderung terikat oleh bahasa melayu, sedangkan cerita rakyat lebih luwes.

2.      Isi hikayat biasanya bercerita tentang kehebatan dan kesaktian para raja, pangeran dll, sedangkan cerita rakyat umunya memiliki cerita tentang kehidupan masyarakat setempat.

3.      Hikyat umumnya menggunakan kata pembuka “ Alkisah “ , sedangkan cerita rakyat menggunkan kata pembuka “ Pada Zaman Dahulu Kala “.

4.      Hikaya biasanya menggunakan kata penghubung maka, syahibul hikayat, shahdan, hatta dll, sedangkan cerita rakyat menggunakan kata penghubung kemudian, selanjutnya, begitupula dll.

9 of 12

  • hikayat Aceh berasal dari Aceh,
  • Hikayat si miskin dari Melayu,
  • Hikayat abu nawas dari Arab, dan
  • Hikayat Panji Semirang dari Jawa.

10 of 12

Menganalisis Nilai Nilai Yang Terkandung Dalam Teks Hikayat

11 of 12

  • Mencakup :
  • Nilai Agama : Nilai yang berkaitam dengan Ibadah. Kedekatan manusaia terhadap Tuhan
  • Nilai Moral Nilai yang berkaitan dengan sikap perbuatan baik dan buruk manusia dalam bermasyarakat.
  • Nilai Budaya : Nilai yang berkaitan dengan adat istiadat / kebudayaan daerah tertentu
  • Nilai Sosial : Nllai yang berhubungan dengan interaksi dengan manusia atau dengan lingkungannya.

12 of 12

Menulis Cerpen Berdasarkan Nilai Dalam Teks Hikayat

  • Tentukan nilai hikayat yang akan ditulis
  • Pilih Topik yang menarik
  • Tentukan tokoh utama dan karakternya
  • Buatlah rancangan teks hikayat
  • Kembangkanlah rancangan cerpen menjadi teks cerpen
  • Suntinglah teks cerpen dari segi kaidah kebahasaannya
  • Jadikan Cerpen menarik