1 of 18

EVOLUSI POPULASI

KEMENTERIAN PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN

2019

2 of 18

EVOLUSI POPULASI

Genetika Evolusi

Sintesis Evolusioner

Struktur Genetik suatu Populasi

Teorema Hardy-Weinberg

Mikroevolusi

Definisi Mikroevolusi

Penyebab Mikroevolusi

Variasi Genetik & Bahan Dasar Seleksi Alam

Variasi Genetik

Mutasi dan Rekombinasi

Diploidi dan polimorfisme

Seleksi Alam Sebagai Mekanisme Evolusi Adaptif

Gene pool

Pengaruh seleksi pada berbagai sifat dan seleksi seksual

Seleksi alam tidak dapat membentuk organisme sempurna

3 of 18

Sintesis Evolusioner Modern Menggabungkan Konsep Seleksi Darwinian dengan Konsep Pewarisan Mendelian

Hanya mengenal sifat yang jelas terlihat sebagai “either-or (ini atau itu)”, seperti warna bunga ungu atau putih pada tumbuhan kacang kapri sebagai suatu yang dapat diwariskan

Sifat Kuantitatif menjadi bahan dasar suatu ‘Seleksi Alam’, dimana sifat dalam suatu populasi yang mengalami variasi, seperti: panjang bulu mamalia atau kecepatan lari binatang untuk menghindari mangsa

DARWINIAN

MENDEL

Munculnya genetika populasi menjadi titik balik dari teori evolusi, yaitu:

“variasi genetik di dalam populasi sangat luas dan pentingnya mengenali sifat-sifat kuantitatif.”

SINTESIS MODERN : teori evolusi komprehensif yang menekankan pada populasi sebagai unit evolusi, peranan seleksi alam sebagai mekanisme terpenting dalam evolusi, dan ide gradualisme untuk menjelaskan bagaimana perubahan besar dapat berkembang sebagai akumulasi perubahan kecil yang terjadi selama periode waktu yang panjang

4 of 18

Struktur Genetik Suatu Populasi Ditentukan oleh Frekuensi Alel dan Genotipenya

Kumpulan Gen (gene pool):

Kumpulan total gen dalam suatu populasi pada suatu periode tertentu

Semua Alel pada semua lokus gen

Terdiri atas

Yang terdapat

Semua individu dalam populasi

Pada Spesies diploid:

Setiap lokus diwakili dua kali dalam genom suatu individu yang bisa bersifat homozigot atau heterozigot untuk lokus homolog tersebut

Individu homozigot memiliki dua alel yang sama untuk sebuah sifat tertentu, sementara individu heterozigot memiliki dua alel yang berbeda untuk sifat tertentu

INGAT!

5 of 18

CONTOHNYA !!

Frekuensi alel dan frekuensi gen (genotip) populasi

Misalnya:

Alel A membentuk klorofil

Alel a tidak membentuk klorofil (letal)

Jagung homozigot dominan (AA) = 320 batang

Jagung heterozigot dominan (Aa) = 160 batang

Jagung homozigot resesif (aa) = 20 batang

Frekuensi alel A = 800/1000 = 0,8%

Frekuensi alel a = 1 − 0,8% = 0,2%

Frekuensi genotip AA = 320/500 = 0,64

Frekuensi genotip Aa = 160/500 = 0,32

Frekuensi genotip aa = 20/500 = 0,04

6 of 18

Teorema Hardy-Weinberg Menjelaskan Suatu Populasi yang Tidak Berevolusi

Frekuensi alel dan genotip suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi dengan kondisi sebagai berikut:

  • Ukuran populasi harus besar
  • Ada isolasi dari populasi lain
  • Tidak terjadi mutasi
  • Perkawinan acak
  • Tidak terjadi seleksi alam

p2 + 2pq + q2 = 1

frekuensi AA frekuensi Aa frekuensi aa

Misalkan p mewakili frekuensi dari suatu alel dan q mewakili frekuensi alel lainnya, maka

p + q = 1

Hukum Hardy-Weinberg untuk frekuensi alel ganda p + q + r = 1

7 of 18

Menghitung persentase populasi manusia yang membawa alel untuk penyakit keturunan

Misalnya:

Frekuensi individu penderita PKU (q2) = 1 tiap 10.000

Frekuensi alel q (resesif) = √0,0001 = 0,01

Frekuensi alel p (dominan) = 1 − q = 1 − 0,01 = 0,99

Frekuensi heterozigot pembawa

2pq = 2 × 0,99 × 0,01

2pq = 0,0198

Berarti sekitar 2% dari suatu populasi manusia membawa alel PKU

8 of 18

Menghitung frekuensi alel ganda

Frekuensi golongan darah A = 320 orang

Frekuensi golongan darah B = 150 orang

Frekuensi golongan darah AB = 40 orang

Frekuensi golongan darah O = 490 orang

p2IAIA + 2prIAi + q2IBIB + 2qrIBi + 2pqIAIB + r2ii

r2 = frekuensi golongan darah O = 490/1000 = 0,49 🡪 r = 0,7

(p + r)2 = frekuensi golongan darah A + O = (320 + 490)/1000 = 0,81

(p + r) = 0,9 🡪 p = 0,9 − 0,7 = 0,2

q = 1 − (p + r) = 1 − (0,2 + 0,7) = 0,1

Jadi frekuensi alel IA = p = 0,2; frekuensi alel IB = q = 0,1; frekuensi alel i = r =0,7

Frekuensi genotip IAIA = p2 = 0,04 🡪 Golongan darah A (IAIA) = 0,04 × 1000 = 40 orang

Frekuensi genotip IBi = 2qr = 2(0,1 × 0,7) = 0,14 🡪 Golongan darah B (IBi) =

0,14 × 1000 = 140 orang

9 of 18

Menghitung frekuensi gen tertaut kromosom X

Untuk laki-laki = p + q, karena genotipnya A- dan a-

Untuk perempuan = p2 + 2pq + q2, karena genotipnya AA, Aa, dan aa

Misalnya:

Jumlah laki-laki penderita buta warna (c-) = 8%

Frekuensi alel c = q = 0,08

Frekuensi alel C = p = 1 − q = 1 − 0,08 = 0,92

Frekuensi perempuan yang diperkirakan buta warna (cc) = q2 = (0,08)2 = 0,064

Frekuensi perempuan yang diperkirakan normal (CC dan Cc) = p2 + 2pq = (0,92)2 + 2(0,92)(0,08) = 0,9936

10 of 18

Definisi Mikroevolusi

“…..merupakan perubahan dari generasi ke generasi dalam alel atau frekuensi genotipe suatu populasi.”

Untuk berlakunya kesetimbangan Hardy-Weinberg, populasi harus berukuran sangat besar, terisolasi total, tidak mempunyai mutasi netto, perkawinan terjadi secara acak, dan memiliki keberhasilan reproduksi yang sama untuk semua individu.

Mikroevolusi dapat terjadi ketika satu atau lebih kondisi yang diperlukan untuk kesetimbangan Hardy-Weinberg tidak dipenuhi.

11 of 18

Penyebab Mikroevolusi

Hanyutan genetik (genetic drift)

Aliran gen (gene flow)

Mutasi

Perkawinan yang tidak acak

Seleksi alam

1

2

3

4

5

12 of 18

  1. Ukuran populasi yang sangat sangat besar; dalam populasi yang kecil hanyutan genetik (genetic drift) yang merupakan fluktuasi acak dalam kumpulan gen, dapat mengubah frekuensi alel

2. Terisolasi dari populasi lain. Aliran gen (gene flow) pemindahan alel antarpopulasi akibat perpindahan individu atau gamet, dapat mengubah kumpulan gen.

3. Tidak ada mutasi netto, dengan cara mengubah satu alel menjadi alel yang lain, mutasi akan mengubahkumpulan gen.

4. Perkawinan acak . Jika individu memilih pasangan kawinnya yang memiliki sifat tertentu yang dapat diwariskan, maka percampuran acak gamet yang diperlukan untuk kesetimbangan Hardy-Weinberg tidak akan terjadi

5. Tidak ada seleksi alam. Kelangsungan hidup dan keberhasilan reproduksi yang berbeda mengubah suatu kumpulan gen dengan cara menguntungkan penyebaran beberapa alel dengan menekan alel yang lain

13 of 18

Variasi Genetik

Variasi genetik terjadi di dalam dan antarpopulasi

Variasi genetik meliputi variasi individual dalam sifat-sifat yang jelas terlihat berbeda dan dapat dihitung di dalam suatu populasi

Variasi genetik juga meliputi variasi geografis di antara populasi

14 of 18

Gambar 1. Variasi yang tidak wajar. Ulat-ulat ngengat ini, Nemoria arizonaria, memperlihatkan penampilan yang berbeda dengan bahan kimia yang ada dalam makanan mereka, bukan perbedaan genotipe mereka. a) Ulat yang dibesarkan dengan memakan bunga dari pohon ek akan menyerupai bunga, sedangkan mereka yang dibesarkan di atas daun ek akan menyerupai ranting pohon ek (b).

15 of 18

Mutasi dan Rekombinasi Seksual

Mutasi dan rekombinasi seksual menyebabkan adanya variasi genetik

Sebagian besar mutasi tidak memiliki pengaruh dan sebagian bersifat membahayakan, tetapi beberapa diantaranya bersifat adaptif.

Rekombinasi seksual menghasilkan sebagian besar variasi genetik yang memungkinkan terjadinya adaptasi dalam populasi organisme yang bereproduksi secara seksual.

16 of 18

Diploidi dan polimorfisme

Diploidi mempertahankan simpanan kumpulan variasi yang tersembunyi dalam heterozigot

Polimorfisme seimbang bisa mempertahankan variasi pada beberapa lokus gen sebagai akibat dari keuntungan heterozigot atau seleksi yang tergantung frekuensi.

Diploidi dan polimorfisme seimbang mempertahankan variasi

17 of 18

Seleksi Alam sebagai Mekanisme Evolusi Adaptif

Pengaruh seleksi pada berbagai sifat dapat bersifat menstabilkan, mengarahkan, atau mmenganekaragamkan

Seleksi Seksual dapat mengarah pada perbedaan skunder antar jenis kelamin

Seleksi alam tidak dapat membentuk organisme yang sempurna

Kelestarian evolusioner merupakan sumbangan relatif yang diberikan oleh suatu individu pada kumpulan gen (gene pool) generasi berikutnya

18 of 18

TERIMA KASIH