EVOLUSI POPULASI
KEMENTERIAN PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN
2019
EVOLUSI POPULASI
Genetika Evolusi
Sintesis Evolusioner
Struktur Genetik suatu Populasi
Teorema Hardy-Weinberg
Mikroevolusi
Definisi Mikroevolusi
Penyebab Mikroevolusi
Variasi Genetik & Bahan Dasar Seleksi Alam
Variasi Genetik
Mutasi dan Rekombinasi
Diploidi dan polimorfisme
Seleksi Alam Sebagai Mekanisme Evolusi Adaptif
Gene pool
Pengaruh seleksi pada berbagai sifat dan seleksi seksual
Seleksi alam tidak dapat membentuk organisme sempurna
Sintesis Evolusioner Modern Menggabungkan Konsep Seleksi Darwinian dengan Konsep Pewarisan Mendelian
Hanya mengenal sifat yang jelas terlihat sebagai “either-or (ini atau itu)”, seperti warna bunga ungu atau putih pada tumbuhan kacang kapri sebagai suatu yang dapat diwariskan
Sifat Kuantitatif menjadi bahan dasar suatu ‘Seleksi Alam’, dimana sifat dalam suatu populasi yang mengalami variasi, seperti: panjang bulu mamalia atau kecepatan lari binatang untuk menghindari mangsa
DARWINIAN
MENDEL
Munculnya genetika populasi menjadi titik balik dari teori evolusi, yaitu:
“variasi genetik di dalam populasi sangat luas dan pentingnya mengenali sifat-sifat kuantitatif.”
SINTESIS MODERN : teori evolusi komprehensif yang menekankan pada populasi sebagai unit evolusi, peranan seleksi alam sebagai mekanisme terpenting dalam evolusi, dan ide gradualisme untuk menjelaskan bagaimana perubahan besar dapat berkembang sebagai akumulasi perubahan kecil yang terjadi selama periode waktu yang panjang
Struktur Genetik Suatu Populasi Ditentukan oleh Frekuensi Alel dan Genotipenya
Kumpulan Gen (gene pool):
Kumpulan total gen dalam suatu populasi pada suatu periode tertentu
Semua Alel pada semua lokus gen
Terdiri atas
Yang terdapat
Semua individu dalam populasi
Pada Spesies diploid:
Setiap lokus diwakili dua kali dalam genom suatu individu yang bisa bersifat homozigot atau heterozigot untuk lokus homolog tersebut
Individu homozigot memiliki dua alel yang sama untuk sebuah sifat tertentu, sementara individu heterozigot memiliki dua alel yang berbeda untuk sifat tertentu
INGAT!
CONTOHNYA !!
Frekuensi alel dan frekuensi gen (genotip) populasi
Misalnya:
Alel A membentuk klorofil
Alel a tidak membentuk klorofil (letal)
Jagung homozigot dominan (AA) = 320 batang
Jagung heterozigot dominan (Aa) = 160 batang
Jagung homozigot resesif (aa) = 20 batang
Frekuensi alel A = 800/1000 = 0,8%
Frekuensi alel a = 1 − 0,8% = 0,2%
Frekuensi genotip AA = 320/500 = 0,64
Frekuensi genotip Aa = 160/500 = 0,32
Frekuensi genotip aa = 20/500 = 0,04
Teorema Hardy-Weinberg Menjelaskan Suatu Populasi yang Tidak Berevolusi
Frekuensi alel dan genotip suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi dengan kondisi sebagai berikut:
p2 + 2pq + q2 = 1
frekuensi AA frekuensi Aa frekuensi aa
Misalkan p mewakili frekuensi dari suatu alel dan q mewakili frekuensi alel lainnya, maka
p + q = 1
Hukum Hardy-Weinberg untuk frekuensi alel ganda p + q + r = 1
Menghitung persentase populasi manusia yang membawa alel untuk penyakit keturunan
Misalnya:
Frekuensi individu penderita PKU (q2) = 1 tiap 10.000
Frekuensi alel q (resesif) = √0,0001 = 0,01
Frekuensi alel p (dominan) = 1 − q = 1 − 0,01 = 0,99
Frekuensi heterozigot pembawa
2pq = 2 × 0,99 × 0,01
2pq = 0,0198
Berarti sekitar 2% dari suatu populasi manusia membawa alel PKU
Menghitung frekuensi alel ganda
Frekuensi golongan darah A = 320 orang
Frekuensi golongan darah B = 150 orang
Frekuensi golongan darah AB = 40 orang
Frekuensi golongan darah O = 490 orang
p2IAIA + 2prIAi + q2IBIB + 2qrIBi + 2pqIAIB + r2ii
r2 = frekuensi golongan darah O = 490/1000 = 0,49 🡪 r = 0,7
(p + r)2 = frekuensi golongan darah A + O = (320 + 490)/1000 = 0,81
(p + r) = 0,9 🡪 p = 0,9 − 0,7 = 0,2
q = 1 − (p + r) = 1 − (0,2 + 0,7) = 0,1
Jadi frekuensi alel IA = p = 0,2; frekuensi alel IB = q = 0,1; frekuensi alel i = r =0,7
Frekuensi genotip IAIA = p2 = 0,04 🡪 Golongan darah A (IAIA) = 0,04 × 1000 = 40 orang
Frekuensi genotip IBi = 2qr = 2(0,1 × 0,7) = 0,14 🡪 Golongan darah B (IBi) =
0,14 × 1000 = 140 orang
Menghitung frekuensi gen tertaut kromosom X
Untuk laki-laki = p + q, karena genotipnya A- dan a-
Untuk perempuan = p2 + 2pq + q2, karena genotipnya AA, Aa, dan aa
Misalnya:
Jumlah laki-laki penderita buta warna (c-) = 8%
Frekuensi alel c = q = 0,08
Frekuensi alel C = p = 1 − q = 1 − 0,08 = 0,92
Frekuensi perempuan yang diperkirakan buta warna (cc) = q2 = (0,08)2 = 0,064
Frekuensi perempuan yang diperkirakan normal (CC dan Cc) = p2 + 2pq = (0,92)2 + 2(0,92)(0,08) = 0,9936
Definisi Mikroevolusi
“…..merupakan perubahan dari generasi ke generasi dalam alel atau frekuensi genotipe suatu populasi.”
Untuk berlakunya kesetimbangan Hardy-Weinberg, populasi harus berukuran sangat besar, terisolasi total, tidak mempunyai mutasi netto, perkawinan terjadi secara acak, dan memiliki keberhasilan reproduksi yang sama untuk semua individu.
Mikroevolusi dapat terjadi ketika satu atau lebih kondisi yang diperlukan untuk kesetimbangan Hardy-Weinberg tidak dipenuhi.
Penyebab Mikroevolusi
Hanyutan genetik (genetic drift)
Aliran gen (gene flow)
Mutasi
Perkawinan yang tidak acak
Seleksi alam
1
2
3
4
5
2. Terisolasi dari populasi lain. Aliran gen (gene flow) pemindahan alel antarpopulasi akibat perpindahan individu atau gamet, dapat mengubah kumpulan gen.
3. Tidak ada mutasi netto, dengan cara mengubah satu alel menjadi alel yang lain, mutasi akan mengubahkumpulan gen.
4. Perkawinan acak . Jika individu memilih pasangan kawinnya yang memiliki sifat tertentu yang dapat diwariskan, maka percampuran acak gamet yang diperlukan untuk kesetimbangan Hardy-Weinberg tidak akan terjadi
5. Tidak ada seleksi alam. Kelangsungan hidup dan keberhasilan reproduksi yang berbeda mengubah suatu kumpulan gen dengan cara menguntungkan penyebaran beberapa alel dengan menekan alel yang lain
Variasi Genetik
Variasi genetik terjadi di dalam dan antarpopulasi
Variasi genetik meliputi variasi individual dalam sifat-sifat yang jelas terlihat berbeda dan dapat dihitung di dalam suatu populasi
Variasi genetik juga meliputi variasi geografis di antara populasi
Gambar 1. Variasi yang tidak wajar. Ulat-ulat ngengat ini, Nemoria arizonaria, memperlihatkan penampilan yang berbeda dengan bahan kimia yang ada dalam makanan mereka, bukan perbedaan genotipe mereka. a) Ulat yang dibesarkan dengan memakan bunga dari pohon ek akan menyerupai bunga, sedangkan mereka yang dibesarkan di atas daun ek akan menyerupai ranting pohon ek (b).
Mutasi dan Rekombinasi Seksual
Mutasi dan rekombinasi seksual menyebabkan adanya variasi genetik
Sebagian besar mutasi tidak memiliki pengaruh dan sebagian bersifat membahayakan, tetapi beberapa diantaranya bersifat adaptif.
Rekombinasi seksual menghasilkan sebagian besar variasi genetik yang memungkinkan terjadinya adaptasi dalam populasi organisme yang bereproduksi secara seksual.
Diploidi dan polimorfisme
Diploidi mempertahankan simpanan kumpulan variasi yang tersembunyi dalam heterozigot
Polimorfisme seimbang bisa mempertahankan variasi pada beberapa lokus gen sebagai akibat dari keuntungan heterozigot atau seleksi yang tergantung frekuensi.
Diploidi dan polimorfisme seimbang mempertahankan variasi
Seleksi Alam sebagai Mekanisme Evolusi Adaptif
Pengaruh seleksi pada berbagai sifat dapat bersifat menstabilkan, mengarahkan, atau mmenganekaragamkan
Seleksi Seksual dapat mengarah pada perbedaan skunder antar jenis kelamin
Seleksi alam tidak dapat membentuk organisme yang sempurna
Kelestarian evolusioner merupakan sumbangan relatif yang diberikan oleh suatu individu pada kumpulan gen (gene pool) generasi berikutnya
TERIMA KASIH