1 of 25

BAB 1

OPTIMIS, IKHTIAR, DAN TAWAKAL

2 of 25

PETA KONSEP

OPTIMIS, IKHTIAR, DAN TAWAKAL

Membaca Q.S. Az-Zumar/39 : 53, An-Najm/53 : 39-42, Ăli ‘Imrãn/3 : 159

Hadits tentang Optimis, Ikhtiar dan Tawakal

Kajian Tajwid , Isi Kandungan Ayat, dan Isi Kandungan Hadits

Pengertian tentang Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal

Hikmah tentang Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal

Implementasi tentang Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal

3 of 25

Setelah berusaha (ikhtiar) dan bersikap optimis, kita harus bertawakal kepada Allah swt.

4 of 25

Surah Az-Zumar/39 : 53

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلىٰ اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۚ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۚ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ﴿الزّمر: ٥٩﴾

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri ! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun , Maha Penyayang. (Q.S. Az-Zumar/39 : 53)

Membaca Surah Q.S. Az-Zumar/39 : 53, An-Najm/53 : 39-42, Ăli ‘Imrãn/3 : 159

5 of 25

Surah An-Najm/53 : 39-42

وَ اَنْ لَّيْسَ لِلْاِ نْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى ۙ (٣٩) وَ اَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرٰى ۖ (٤٠) ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَآءَ الْاَوْفٰى ۙ (٤١) وَ اَنَّ اِلٰى رَبِّكَ المُنْتَهٰى (٤٢) ﴿ النّجم :٣٩ - ٤٢﴾

“Dan bahwa manusia haya memperoleh apa yang telah diusahakannya”

(39) dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)” (40) Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (41) dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu).” (Q.S. An-Najm/53: 39-42)

Membaca Surah Q.S. Az-Zumar/39 : 53, An-Najm/53 : 39-42, Ăli ‘Imrãn/3 : 159

6 of 25

Surah Ăli ‘Imrãn/3 : 159

.... فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ ۗ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿ اٰل عمران: ١٥٩﴾

“…. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Q.S. Ăli ‘Imrãn/3 : 159)

Membaca Surah Q.S. Az-Zumar/39 : 53, An-Najm/53 : 39-42, Ăli ‘Imrãn/3 : 159

7 of 25

H.R. Bukhari Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ أَنَّهُ قَالَ : قَالَ اللَّهُ عَزِّ وَ جَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُوْنِيْ وَ اللهِ, اللهُ أَفْرَحَ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتْهُ بِالْفَلَاةِ وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَقْبِلُهُ أُهَرْوِلُ

﴿رواه بخاري و مسلم﴾

Membaca H.R. Bukhari Muslim, Bukhari dan Tirmizi

8 of 25

H.R. Bukhari Muslim

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., bahwa sesungguhnya beliau bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: “Aku menurut (mengikuti) prasangkaan hamba-Ku, Aku akan senantiasa bersamanya sepanjang ia mengingat-Ku, Demi Allah, sungguh Allah sangat senang dengan taubat hamba-Nya, seperti sa yang hilang di tanah lapang, dan barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta,  jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. ”  (H.R. Bukhari dan Muslim)

Membaca H.R. Bukhari Muslim, Bukhari dan Tirmizi

9 of 25

H.R. Bukhari

عَنِ الْمِقْدَامِ رَضِي اللَّهم عَنْهم عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ﴿رواه بخاري﴾

Dari Miqdam Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang mengonsumsi makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan jerih payah tangannya sendiri. dan sesungguhnya Nabi Daud a.s. dahulu senantiasa makan dari jerih payahnya sendiri” (H.R. Al-Bukhari)

Membaca H.R. Bukhari Muslim, Bukhari dan Tirmizi

10 of 25

H.R. Tirmizi

عَنْ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُوْلُ إِنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: "لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوا خِمَاصاً وَتَرُوْحُ بِطَاناً (رواه التّرمذي)

Dari Umar bin Khattab r.a bahwa beliau pernah mendengar Nabi bersabda: “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia (Allah) akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung, ia (burung) keluar di waktu pagi dalam keadaan perut kosong dan pulang di waktu sore dalam keadaan kenyang” (H.R. Al-Bukhari)

Membaca H.R. Bukhari Muslim, Bukhari dan Tirmizi

11 of 25

No

Tulisan

Uraian

Hukum Bacaan

Keterangan

1

أَنْفُسِهِمْ

Ada nun sukun bertemu dengan huruf fa

Ikhfa’

Dibaca secara samar-samar/ mendengung

2

أَنْفُسِهِمْ

لَا تَقْنَطُوْا

Ada mim sukun bertemu dengan huruf lam alif

Izhar Syafawi

Dibaca tegas/jelas

3

مِنْ رَّحْمَةٍ

Ada nun sukun bertemu dengan ra

Idgam bilagunnah

Suara nun sukun dimasukan ke dalam suara ra, dan tidak boleh didengungkan

Kajian Tajwid, Isi Kandungan Ayat, dan Hadits

Kajian Tawid Q.S. Az-Zumar/39 : 53

12 of 25

No

Tulisan

Uraian

Hukum Bacaan

Keterangan

1

وَ عَنْ لَّيْسَ

Ada nun sukun bertemu huruf lam

Idgam bilagunnah

Bunyi nun sukun dimasukan ke dalam suara lam dan tidak oleh dibaca secara mendengung

2

لِلْاِنْسَانِ

Ada nun sukun bertemu dengan huruf sin

Ikhfa

Dibaca secara samar-samar/ mendengung

Kajian Tajwid, Isi Kandungan Ayat, dan Hadits

Kajian Tawid Q.S. An-Najm/53 : 39

13 of 25

No

Tulisan

Uraian

Hukum Bacaan

Keterangan

1

وَ أَنَّ

Ada nun bertasydid

Gunnah

Dibaca secara mendengung, membacanya menunggu beberapa saat, jangan terburu-buru

Kajian Tajwid, Isi Kandungan Ayat, dan Hadits

Kajian Tawid Q.S. An-Najm/53 : 40

14 of 25

No

Tulisan

Uraian

Hukum Bacaan

Keterangan

1

ثُمَّ

Ada mim bertasydid

Gunnah

Dibaca secara mendengung, membacanya menunggu beberapa saat, jangan terburu-buru

Kajian Tajwid, Isi Kandungan Ayat, dan Hadits

Kajian Tawid Q.S. An-Najm/53 : 41

15 of 25

No

Tulisan

Uraian

Hukum Bacaan

Keterangan

1

وَ أَنَّ

Ada nun bertasydid

Gunnah

Dibaca secara mendengung, membacanya menunggu beberapa saat, jangan terburu-buru

2

الْمُنْتَهَى

Ada nun sukun bertemu dengan huruf ta

Ikhfa

Dibaca secara samar-samar/ mendengung

Kajian Tajwid, Isi Kandungan Ayat, dan Hadits

Kajian Tawid Q.S. An-Najm/53 : 42

16 of 25

No

Tulisan

Uraian

Hukum Bacaan

Keterangan

1

عَزَمْتَ

Ada mim sukun

Izhar Syafawi

Dibaca sera terang atau jelas. Tidak boleh mendengung

2

إِنَّ اللهَ

Ada nun bertasydid

Gunnah

Dibaca secara mendengung, membacanya menunggu beberapa saat, jangan terburu-buru

Kajian Tajwid, Isi Kandungan Ayat, dan Hadits

Kajian Tawid Ăli ‘Imrãn/3 : 159

17 of 25

Kandungan Surah Az-Zumar/39 : 53

Banyak yang berputus asa dari rahmat Allah karena itulah mereka menyangka Allah tidak akan mengampuni dosa mereka, padahal Allah mengampuni hambanya yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Allah mencintai hamba-Nya yang selalu optimis dan melarang hamba-Nya bersikap pesimis

Kandungan Surah Az-Zumar/39 : 53

18 of 25

  1. Pentingnya ikhtiar atau berusaha bagi seorang hamba untu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri atau keluarganya
  2. Manusia hanya memperoleh pahala dari usahanya sendiri
  3. Allah membalas setiap amal yang dilakukan dengan seadil-adilnya

Kandungan Surah An-Najm/53 : 39-42

19 of 25

  1. Walau ada pelanggaran besar yang dilakukan pada perang Uhud, namun Rasulullah saw tidak marah, memafkan, dan memohonkan ampun dosa mereka. Andai hati Rasulullah saw kasar, niscaya mereka menjauhi Rasulullah
  2. Rasulullah selalu bermusyawarah dalam segala hal
  3. Allah menganjurkan hamba-Nya untuk bersikap tawakal setelah berusaha, bermusyawarah, dan membulatkan tekad

Kandungan Surah Ăli ‘Imrãn/3 : 159

20 of 25

  1. Ketaatan walaupun sedikit akan Allah balas berlipat ganda
  2. Hamba yang menambah ketaatan, akan Allah berikan tambahan pahala dan curahan rahmat
  3. Allah merasa gembira, jika seorang hamba segera bertaubat dan memohon ampun setelah berbuat kesalahan
  4. Allah selalu bersama hamba-Nya, selama hamba-Bya berpikiran positif kepada-Nya dan selalu mengingat-Nya

Kandungan Hadits

Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim tentang Perilaku Optimis

21 of 25

Hadits ini mengingatkan kita agar selalu berikhtiar, bersungguh-sungguh agar meraih hasil yang optimal dan maksimal dalam meraih yang diinginkan

Kandungan Hadits

Hadits Riwayat Bukhari tentang Perilaku Ikhtiar

22 of 25

Rasulullah mengingatkan kita untuk memiliki motivasii yang kuat dalam meraih sesuatu yang diinginkan

Kandungan Hadits

Hadits Riwayat Tirmizi tentang Perilaku Tawakal

23 of 25

    • Optimis adalah sikap berharap dalam meraih sesuatu dengan penuh semangat dan keyakinan, bahwa apa yang ia usahakan akan berhasil
    • Ikhtiar adalah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terencana matang
    • Tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah swt atas segala usaha maksimal yanng telah dilakukan

Pengertian Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal

24 of 25

Hikmah Optimis, Ikhtiar dan Tawakal di antaranya :

    • Hikmah optimis : selalu bersemangat, tidak mudah putus asa, tegar menghadapi kegagalan, dan memberikan dampak positif bagi orang lain
    • Hikmah ikhtiar : memiliki mental yang tangguh, dihargai orang lain sebagai pekerja keras, menghargai waktu
    • Hikmah tawakal : menjadikan jiwa tenang, terhindar dari stres dan kesombongan

Hikmah Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal

25 of 25

Implementasi Optimis, Ikhtiar dan Tawakal di antaranya :

    • Implementasi optimis : optimis dengan hasil ujian setelah belajar yang maksimal
    • Implementasi ikhtiar : belajar dengan giat, tekun dan teliti untuk meraih hasil ujian yang terbaik
    • Implementasi tawakal : menyerahkan hasil ujian kepada Allah, setelah usaha yang maksimal. Jika mendapat nilai terbaik tidak jadi sombong, jika mendapat nilai yang biasa tidak stres dan kecewa

Implementasi Perilaku Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal