Struktur Atomik
Retna Arilasita, M.Si.
Program Studi Fisika
Universitas Tanjungpura
FISIKA MODERN
4.1. The Nuclear Atom
Model Atom Thomson (1898)
4.1. The Nuclear Atom
Eksperimen Geiger-Marsden (1911)
Hasil percobaan
4.1. The Nuclear Atom
Interpretasi Rutherford (1911)
Rumus yang diperoleh Rutherford untuk hamburan partikel alfa oleh lapisan tipis berdasarkan model inti atom adalah
4.1. The Nuclear Atom
Rumus Hamburan Rutherford
Keterangan:
Persamaan ini sesuai dengan data eksperimen, membuktikan validitas model atom nuklir.
Inilah sebabnya Rutherford dianggap sebagai "penemuan" inti atom. Karena N(θ) berbanding terbalik dengan , variasi N(θ) dengan θ sangat jelas (Gbr. 4.4): hanya 0,14 persen partikel alfa yang datang dihamburkan lebih dari 1°.
4.1. The Nuclear Atom
4.1. The Nuclear Atom
Dimensi Nuklir
karena muatan partikel alfa adalah 2e dan muatan inti adalah Ze. Maka
Jarak pendekatan terdekat
KE maksimum yang ditemukan pada partikel alfa yang berasal dari alam adalah 7,7 MeV, yaitu sama dengan 1,2 x 10-12 J. Karena
4.1. The Nuclear Atom
Bilangan atomik emas untuk selaput emas biasa dipakai ialah Z = 79, sehingga
Model Rutherford menjadi dasar struktur atom modern
Soal 1
Tentukan jarak pendekatan terdekat proton 1,00 MeV yang datang pada inti emas
4.1. The Nuclear Atom
Model atom Rutherford menggambarkan atom sebagai:
Elektron tidak mungkin diam karena akan tertarik ke inti oleh gaya Coulomb. Maka, elektron harus bergerak dalam orbit — seperti planet mengelilingi matahari. Model ini disebut model atom planet.
4.2. Orbit Elektron
Gaya sentripetal
memegang elektron itu pada orbit r dari inti yang menariknya dengan gaya listrik
(Tanda minus mengikuti pilihan yaitu ketika elektron dan proton berjauhan tak terhingga.)
di antara keduanya. Kondisi untuk orbit yang stabil secara dinamis adalah
4.2. Orbit Elektron
Kecepatan elektron v oleh karena itu terkait dengan radius orbitnya r dengan rumus
Kecepatan elektron
Energi total E elektron dalam atom hidrogen adalah jumlah energi kinetik dan potensialnya, yaitu
Oleh karena itu
4.2. Orbit Elektron
Substitusikan dari persamaan (4.4) menghasilkan
Energi total atom hidrogen
Energi total elektron adalah negatif. Hal ini berlaku untuk setiap elektron atom dan mencerminkan fakta bahwa elektron terikat pada inti atom. Jika E lebih besar dari nol, elektron tidak akan mengikuti orbit tertutup mengelilingi inti atom.
Kelemahan model klasik
Masalah Stabilitas Atom
4.2. Orbit Elektron
Soal 1
Eksperimen menunjukkan bahwa 13,6 eV diperlukan untuk memisahkan atom hidrogen menjadi proton dan elektron; artinya, energi totalnya adalah E = - 13,6 eV. Tentukan jari-jari orbital dan kecepatan elektron dalam atom hidrogen.
4.2. Orbit Elektron
4.3. Spektrum Atomik
Perbandingan Keadaan Materi:
Ketika gas dieksitasi (mis. arus listrik), hanya panjang gelombang tertentu yang dipancarkan.
4.3. Spektrum Atomik
4.3. Spektrum Atomik
4.3. Spektrum Atomik
Balmer
Rumus Balmer untuk panjang gelombang dalam deret ini memenuhi
Kuantitas R,dikenal sebagai tetapan Rydberg
4.3. Spektrum Atomik
Balmer
Garis Hα bersesuaian dengan n=3, garis Hβ dengan n=4, dan seterusnya. Batas deret bersesuaian dengan n = ∞, sehingga saat itu panjang gelombangnya adalah 4/R, sesuai dengan eksperimen
Tetapan Rydberg
Deret Balmer mengandung panjang gelombang di bagian spektrum hidrogen tampak.
Garis spektrum hidrogen di daerah ultraviolet dan inframerah terbagi dalam beberapa deret lainnya. Dalam ultraviolet, deret Lyman mengandung panjang gelombang yang diberikan oleh rumus
Lyman
4.3. Spektrum Atomik
Dalam daerah infra merah, telah didapatkan tiga deret spektralyang garis komponennya memiliki panjang gelombang yang ditentukan oleh rumus
Deret Brackett bertindihan dengan deret Paschen dan Pfund. Harga R sama dalam Persamaan 4.6.hingga 4.10
4.4. Atom Bohr
Fisika klasik memprediksi bahwa:
Namun kenyataannya atom stabil.
Jika elektron memang memancarkan radiasi terus-menerus, maka:
Ini tidak dapat dijelaskan oleh teori klasik.
Niels Bohr mengusulkan postulates atom hidrogen tahun 1913:
4.4. Atom Bohr
Panjang gelombang de Broglie untuk elektron
dengan v menyatakan kelajuan elektron seperti yang diberikan dalam Persamaan 4.4.
jadi
Dengan mensubtitusikan 5,3 x 10-11 m untuk jejari r dari orbit elektron, kita dapatkan panjang gelombang elektron ialah
Panjang gelombang ini tepat sama dengan keliling orbit elektron
4.4. Atom Bohr
Orbit elektron mengandung kelipatan bilangan bulat panjang gelombang de Broglie. keliling orbit berjari-jari r adalah 2πr, sehingga syarat kemantapan orbit dapat ditulis sebagai berikut:
Syarat stabilitas orbit
dengan rn menyatakan jari-jari orbit yang mengandung n panjang gelombang. Bilangan bulat n disebut bilangan kuantum dari orbit
Subtitusi λ, panjang gelombang elektron pada persamaan 4.11., menghasilkan
sehingga orbit elektron yang diijinkan jejarinya diberikan dalam rumus:
Jari-jari orbital dalam atom Bohr
4.4. Atom Bohr
Jari-jari orbit terdalam bisa disebut jejari Bohr dari atom hidrogen diberi lambang
Jari-jari Bohr
Jari-jari yang lain dapat dinyatakan dengan
sehingga jarak antara orbit yang berdekatan bertambah besar
4.5. TINGKAT ENERGI DAN SPEKTRUM
4.5. TINGKAT ENERGI DAN SPEKTRUM
Jika bilangan kuantum keadaan awal (energi lebih tinggi) ialah n_i dan bilangan kuantum keadaan akhir (energi lebih rendah) ialah n_f
dengan v(nu) menyatakan frekuensi foton yang dipancarkan. Dari Pers (4.15) kita memiliki
4.5. TINGKAT ENERGI DAN SPEKTRUM
Kita ingat bahwa E1 adalah kuantitas negatif (13,6 eV, sebenarnya), jadi -E1 adalah kuantitas positif. Oleh karena itu, frekuensi foton yang dilepaskan dalam transisi ini adalah
Spektrum hidrogen
Karena bilangan kuantum awal selalu lebih besar dari bilangan kuantum akhir, supaya terdapat kelebihan energi yang dilepas foton, rumus untuk lima deret pertama ialah
Lyman
4.5. TINGKAT ENERGI DAN SPEKTRUM
4.5. TINGKAT ENERGI DAN SPEKTRUM
Membandingkan nilai suku konstanta pada persamaan di atas dengan nilai konstanta Rydberg pada Persamaan (4.6) hingga (4.10). Nilai suku konstanta tersebut adalah
yang memang sama dengan model atom hidrogen R. Bohr sehingga sesuai dengan data spektral.
4.5. TINGKAT ENERGI DAN SPEKTRUM