BUDIDAYA TANAMAN HIAS
Materi PKWU Kelas X Sem 2
A. Pengertian, Fungsi dan Manfaat Tanaman hias�
Pengertian ?
Tanaman hias adalah jenis tanaman tertentu baik yang berasal dari tanaman daun maupun tanaman bunga yang mampu memperindah lingkungan sehingga suasana menjadi lebih artistik dan menarik.
Fungsi tanaman hias ???�
1. Fungsi tanaman hias secara umum :
2. Fungsi tanaman hias secara khusus :�
Manfaat Tanaman Hias ???�
2. manfaat secara ekonomi
3. Manfaat dari segi lingkungan
B. Pengelompokan Jenis Tanaman Hias
1. Berdasarkan Siklus Hidupnya
2. Berdasarkan bagian /organ tanaman yang menimbulkan keindahan
3. Berdasarkan Kebutuhan Cahaya
4. Berdasarkan Stratifikasi Tanaman (Tinggi Tanaman)
5. Berdasarkan penempatannya
Yaitu tanaman yang menyukai tempat teduh sampai setengah teduh, Misalnya : Suplir (Adiantum Sp), Kuping gajah (Anthurium chrystallinum), Sri Rejeki (Aglaonema Sp), Violces (Saintpaulia Sp)
Tanaman hias yang membutuhkan cahaya matahari penuh, Misalnya : Mawar (Rosa Sp), Kembang Sepatu (Hibiscus Sp), Krisan.
Soal-soal�
C. Syarat Tumbuh Tanaman Hias �
Faktor lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman hias adalah : Cahaya, suhu, air, kelembaban, udara, tanah.
Proses asimilasi memerlukan cahaya matahari untuk mengubah bahan makanan berupa gas asam arang (CO2) dari udara dan air (H2O)dari dalam tanah yang dihisap oleh akar. Bahan makanan tersebut diubah menjadi zat makanan berupa gula. Gula tersebut oleh tanaman digunakan untuk membentuk jaringan baru, pertumbuhan dan sebagai cadangan makanan.
Tanaman hias yang berada didalam ruangan memerlukan suasana lingkungan yang bersuhu sekitar 750F pada siang hari dan 700F pada malam hari
Air berperan penting dalam proses fotosintesis dan mengangkut bahan makanan keseluruh organ tanaman. Selain itu air didalam daun menjaga tegangan sel daun (Tekanan turgor)
Kelembaban udara rata-rata yang diperlukan tanaman berkisar 50%, Kelembaban lingkungan dapat dipertahankan dengan berbagai cara, misalnya dengan penyemprotan tanaman dengan air, meletakkan pot diatas tataan yang berisi air, atau menempatkan tanaman dikamar mandi. Kelembaban udara yang tinggi mampu mencegah penguapan air melalui daun yang terlalu cepat. Jika kelembaban udara terjaga baik maka kandungan air dalam seluruh organ tanaman akan stabil. Dalam kondisi demikian, proses fotosintesis berlangsung wajar tanpa ada kesulitan.
Kondisi lingkungan yang berudara segar sangat penting bagi kehidupan semua makluk hidup termasuk tanaman. Udara segar juga mendukung penguapan air yang berlebihan pada tanaman.
Tanah sebagai media tumbuh tanaman berperan sebagai gudang makanan, penahan, pengikat dan penyimpan air yang diperlukan oleh tanaman sepanjang waktu dan untuk menopang tegak berdirinya tanaman.
Media Tanam �
Media tanam dalam pot yang paling cocok untuk tanaman hias adalah media tanam yang kandungan bahan organiknya cukup tinggi. Media tanam yang banyak mengandung bahan organik dapat bertahan lunak, porous, udara dapat mencapai akar, kelembaban terjamin, hara cukup dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu.
Media tanam yang paling bagus dan cocok bagi sebagian besar tanaman hias tersusun dari bahan-bahan sbagai berikut :
Setiap 4,5 kg media tersebut perlu ditambahkan kapur sebanyak satu sendok makan untuk mengurangi keasaman dalam kompos. Disamping itu kapur juga mengandung Ca yang berfungsi menguatkan dinding-dinding sel tanaman.
Cara pengisian pot dengan media tanam adalah sebagai berikut :
Komposisi media dibedakan menjadi 2, yaitu jenis tanaman hias yang menyukai media basah dan media kering :
1. Susunan media yang suka kering
2. Susunan media yang suka basah
D. Merawat Tanaman Hias�
1. Penyiraman
Media tanam yang kekurangan air mengakibatkan ketidakseimbangan antara persediaan air didalam tanah dan penguapan oleh tanaman, dengan demikian, sel-sel tanaman kehabisan air dan akhirnya tanaman layu. Untuk menghindarkan peristiwa semacam itu, maka tanaman harus disiram secara rutin. Akan tetapi tanaman yang kelebihan air justru dapat membahayakan tanaman. Air yang kelebihan itu akan mengusir udara keluar dari dalam tanah, sehingga akar membusuk dan akhirnya tanaman mati.
Gejala tanaman yang kelebihan air adalah sebagai berikut :
Keguguran yang mendadak biasanya disebabkan oleh kerusakan akar atau pembusukan akar, Tanaman yang akarnya busuk tidak dapat ditolong lagi,
Sebaliknya tanaman yang kekeringan akibat kekurangan air akan menimbulkan gejala sebagai berikut:
Jika terdapat gejala seperti itu tanaman harus segera disiram.
2. Pencahayaan
Intensitas cahaya masing-masing jenis tanaman adalah berlainan, sehingga diperlukan perlakuan yang berbeda pula untuk masing-masing jenis tanaman.
Tanda-tanda tanaman akibat kekurangan cahaya adalah sebagai berikut :
Cara mengatasi tanaman yang kekurangan cahaya adalah sebagai berikut:
3. Pemupukan
Pemupukan dibutuhkan oleh tanaman untuk mensuplay unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Unsur hara yang diperlukan tanaman hias dan tanaman pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar, yaitu unsur makro dan mikro.
Adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar, meliputi : N, P, K, Ca, Mg, S
Adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil, meliputi : Mn, Cu, Zn, Fe
Kegunaan dan fungsi setiap unsur hara :
N berfungsi merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti cabang, daun dan ranting. Kekurangan unsur N mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, lemah dan warna daun pucat. Sumber N terutama Urea, ZA, Pupuk majemuk NPK, dan juga pupuk organik
P membantu pertumbuhan akar dan batang yang kuat, pada tanaman dewasa unsur ini membantu pembentuklan bunga yang normal dan sehat. Kekurangan unsur P mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti, tanaman tumbuh kerdil dan daun mengecil hijau. Sumber P terdapat pada Pupuk tunggal TSP, Pupuk majemuk NPK, Pupuk organik tepung tulang. Tepung tulang merupakan sumber unsur fosfor yang sangat baik bagi tanaman hias.
Unsur K
K berfungsi untuk menguatkan dan memperkokoh tubuh tanaman serta merangsang pertumbuhan daun. Kekurangan unsur K dapat mengakibatkan ujung tanaman menjadi kering terbakar dan daun berguguran mulai dari bawah ke atas.
Unsur Ca
Unsur ini berguna untuk merangsang pertumbuhan akar dan bulu akar, pertumbuhan batang serta menunjang penyerapan kalium. Kekurangan unsur Ca mengakibatkan pertumbuhan daun tidak sempurna, Sumber Ca : Pupuk Organik Tepung tulang, cangkang siput dan tepung kapur.
Berbagai Bentuk Pupuk yang beredar dipasaran adalah :
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan :
Penggunaan pupuk Anorganik harus sesuai petunjuk pabrik yang terrtera pada label.
Pemupukan yang benar dilakukan pada awal musim penghujan atau musim penghuan sedang berlangsung karena pada musim hujan tanaman tumbuh aktif. Sebaliknya, pada musim kemarau tanaman pada umumnya mengalalmi masa istirahat.
Pemberian pupuk tidak akan efektif tanpa cahaya. Oleh karena itu pemberian pupuk pada kondisi cahaya yang sangat minim akan mengakibatkan tanaman layu dan mati.
Tanaman hias daun biasanya dipupuk sekali dalam kurun waktu 3-6 bulan, kecuali tanaman tertentu dipupuk dalam frekuensi sebulan sekali lewat daun.
Cara Memupuk
Pemupukanlewat media tanam dapat dilakukan dengan cara dibenam, ditabur, atau diencerkan dan disiramkan pada media. Pupuk yang pemakaiannnya dibenam atau ditabur sebaiknya langsung disiram dengan air agar pupuk tersebut segera diserap leh akar. Pupuk yang diberikan pada media kering dapat mengakibatkan akar tanaman terbakar sehingga tanaman menjadi kering.
Unsur hara dapat masuk kedalam daun karena adanya proses difusi dan osmosis pada stomata. Daun memiliki mekanisme kerja membuka dan menutup stomata menurut kebutuhan sesuai dengan kondisi lingkungannya. Pada kondisi basah, ia akan membuka stomata dan kondisi kering stomata akan menutup.
Pupuk organik berupa pupuk kandang maupun kompos bisanya diberikan untuk pupuk dasar yang dicampurkan tanah untuk media tanam. Jumlah atau dosis pupuk buatan yang harus diberkan belum ada pedoman yang pasti. Namun, demi praktisnya dapat diikuti pedoman umum sebagai berikut :
Misalnya, kita akan menggunakan pupuk Urea (46%N), TSP (46%P2O5), KCl (50%K2O), maka jumlah pupuk yang harus diberikan adalah :
a. Urea : 100/46 x 1 gr : 2 gr
b. TSP : 100/46 x 0,5 gr : 1 gr
c. KCl : 100/50 x 0,5 gr : 1 gr
Dosis pemberian pupuk yang terdiri atas ketiga unsur itu adalah setara dengan satu sendok teh. Biasanya dosis ini digunakan untuk satu pot tanaman berdiameter 20 cm.
Periode Pertumbuhan | N (gr) | P2O5 (gr) | K2O (gr) |
Vegetatif | 1,0 | 0,5 | 0,5 |
Generatif | 0,5 | 1,0 | 0,5 |
4. Pemangkasan
Pemangkasan tanaman bertujuan :
Untuk membentuk tanaman agar tidak tumbuh tinggi dan besar
Membuat tanaman tumbuh kompak, serasidan berpenampilan menarik
Sasaran pemangkasan adalah Cabang, ranting, pucuk,sebagian daun yang lebat, bekas tangkai bunga, dan bagian-bagian yang tidak sehat, tua atu kering.
5. Repotting
Repotting adalah mengganti pot yang lebih besar karena pot lama sudah tidak memadai lagi, sekaligus mengganti media yang tidak mampu mengikat air dan zat haranyapun telah habis. Pot yang tidak segera diganti akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman sehingga mengurangi daya tarik tanaman.
Saat repotting yang paling tepat bagi sebagian besar tanaman hias adalah pada musim penghujan. Pada musim penghujan akar-akar baru akan segera tumbuh. Pada saat itu pula tanaman harus disediakan media baru untuk persiapan lebih lanjut.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman harus bebas dari serangan hama dan penyakit. Tanaman hias yang terserang hama maupun penyakit tidak akan tampil dalam kodisi prima dan daya tariknya akan hilang.
7. Pemberian Tajar
Tanaman hias yang tumbuhnya menjalar harus dibuatkan tajar agar dapat tumbuh dengan wajar, tanaman yang tumbuh merambat jika dibiarkan akan merayap kepermukaan tanah sehingga pertumbuhannya lambat dan daunnya kecil-kecil sehingga tampilanya menjadi kurang menarik.
8. Membersihkan Tanaman dari Debu
Setiap saat tanaman menjadi kotor akibat debu yang menempel pada daun. Debu yang melekat pada permukaan daun sangat mengganggu tanaman dan penampilan menjadi kurang menarik. Disamping itu tanaman tidak sehat karena proses fotosintesis terganggu dan pernapasan tanaman melalui daun terhambat. Salah satu cara membersihkan tanaman adalah dicuci dengan cara disiram atau disemprot air. Debu yang menempel pada daun yang sifatnya masih ringan dapat dibersihkan dengan semprotan air atau dengan cara mencelupkan kapas kedalam air untukmembersihkan daun.
9. Membuat Tanaman lebih Cantik, Mengkilap dan Bersih
Dewasa ini banyak upaya dilakukan untuk membuat tanaman tampil lebih cantik, bersih dan menarik. Upaya ini biasanya dilakukan dengan menggunakan obat yan disebut leaf shine atau menggunakan air susu. Produk obat pembersih tanaman yang kini banyak beredar dipasaran adalah Paral dan hortico.
BAB 5. Memperbanyak Tanaman Hias�
A. Perbanyakan secara Generatif
Pada dasarnya perbanyakan tanaman hias dapat dipilah menjadi 2 tipe, yaitu tipe seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Perbanyakan generatif merupakan usaha penambahan jumlah tanaman dengan biji yang terbentuk dari persatuan 2 gamet (sel kelamin). Sementara perbanyakan vegetatif merupakan penambahan jumlah tanaman dengan pembelahan atau diferensiasi sel secara biasa. Keuntungan perbanyakan tanaman hias dengan biji adalah sebagai berikut:
Kerugian perbanyakan dengan biji adalah seringnya terjadi pemecahan sifat (segregasi) secara genetik pada turunan berikutnya. Biji tanaman hias hibrida (F1) tidak baik untuk dibenihkan pada turunan berikutnya karena pertumbuhan dan produksi bunganya cenderung mundur (rendah).
Perbanyakan tanaman secara generatif pada tanaman hias dapat dilakukan dengan organ biji dan spora. Biji tanaman hias dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu biji yang mengandung bahan makanan dan biji yang tidak mengandung bahan makanan. Perbanyakan tanaman dengan biji yang tidak mengandung bahan makanan, seperti biji anggrek, harus menggunakan medium tumbuh tertentu atau disebut embryo culture.
Pesemaian merupakan tempat untuk menyiapkan bibit (tanaman muda) seoptimal mungkin sebelum dipindahtanamkan baik kelapangan (kebun) maupun kedalam pot permanen.
Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menyiapkan medium semai adalah syarat-syarat berikut :
Bahan medium tumbuh yang umum digunakan untuk menyemai benih tanaman hias adalah campuran tanah subur, pasir, dan bahan organik (pupuk kandang, kompos) pada perbandingan 1 : 1 : 1, tetapi dapat pula hanya campuran tanah dengan pupuk kandang (1 : 1) Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menyiapkan medium semai adalah syarat-syarat berikut :
Bahan medium tumbuh yang umum digunakan untuk menyemai benih tanaman hias adalah campuran tanah subur, pasir, dan bahan organik (pupuk kandang, kompos) pada perbandingan 1 : 1 : 1, tetapi dapat pula hanya campuran tanah dengan pupuk kandang (1 : 1)
Tatacara perbanyakan tanaman hias secara generatif dengan biji hingga menghasilkan bibit yang siap pindah tanam ke kebun atau ke dalam pot adalah sebagai berikut :
1. Persiapan Alat dan Bahan
2. Pengisian Medium Semai
3.
Menyemai Benih
4. Pemeliharaan Bibit
Pemeliharaan bibit tanaman hias dipesemaian berlangsung selama 3–5 minggu atau hingga berdaun 4–5 helai. Bibit yang berukuran demikian siap dipindahtanamkan ke lapang (kebun) ataupun ke dalam pot permanen.
Perbanyakan tanaman hias secara generatif, selain dilakukan dengan biji, dapat pula dilakukan dengan spora, misalnya pada paku-pakuan atau suplir. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam perbanyakan tanaman dengan spora adalah memilih spora yang telah masak, yang ditandai dengan warna cokelat atau kehitam-hitaman. Spora biasanya terletak pada bagian bawah daun.
B. Perbanyakan secara Vegetatif
Perbanyakan vegetatif buatan tanpa perbaikan
1. Setek (Cutting)
Setek (Cutting) diartikan sebagai pemisahan atau pemotongan beberapa bagian dari tanaman, seperti daun, tunas, batang dan akar agar bagian-bagian tersebut tumbuh menjadi individu baru.
Macam-macam setek berdasarkan bagian tanaman yang diambilsebagai bahan perbanyakan adalah sebagai berikut :
Tata cara perbanyakan setek pada tanaman hias :
2. Merunduk (Layerage)
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perbanyakan dengan cara merunduk adalah sebagai berikut :
3. Menyobek atau menyapih
Menyobek adalah cara perbanyakan tanaman dengan menyapih atau memisahkan anakan dari rumpun induk. Anakan tersebut langsung ditanam dalam polybag, pot atau dilahan.
Jenis tanaman hias yang dapat diperbanyak dengan anakan antara lain adalah : Kanna, sanseviera, suplir dll.
4. Cangkok
Cangkok adalah cara perbanyakan tanaman dari bagian vegetatif (cabang) yang masih berada pada pohon induk.
Jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cangkok banyak sekali, diantaranya adalah kemuning, cemara, bugenvil, puring, dll. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam mencangkok antara lain adalah pemilihan cabang dan waktu pencangkokan. Cabang yang akan dicangkok dipilih yang tidak terlalu tua atau terlalu muda, letak cabang tegak, berasal dari pohon induk varietas unggul, dan tumbuhnya normal/sehat. Waktu mencangkok yang paling baik adalah pada awal ataupun pertengahan musim hujan.
Tatacara mencangkok meliputi tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :
Perbanyakan vegetatif dengan perbaikan�1. Okulasi (Budding)�
persiapan alat dan bahan
Pemeliharaan bibit okulasi
Kegiatan pokok pemeliharaan bibit okulasi antara lain :
Sambung pucuk (Top Grafting)
Tata cara sambung pucuk adalah sebagai berikut :
Persiapan