1 of 50

BUDIDAYA TANAMAN HIAS

Materi PKWU Kelas X Sem 2

2 of 50

A. Pengertian, Fungsi dan Manfaat Tanaman hias

Pengertian ?

3 of 50

Tanaman hias adalah jenis tanaman tertentu baik yang berasal dari tanaman daun maupun tanaman bunga yang mampu memperindah lingkungan sehingga suasana menjadi lebih artistik dan menarik.

4 of 50

Fungsi tanaman hias ???

5 of 50

1. Fungsi tanaman hias secara umum :

      • Sumber O2
      • Konservasi Air
      • Stabilisator dan pemelihara lingkungan (Meredam getaran suara, menyaring debu, menyerap gas-gas beracun, memelihara keadaan lingkungan seperti, suhu udara, kelembaban dan angin dalam batas-batas yang nyaman untuk didiami

6 of 50

2. Fungsi tanaman hias secara khusus :�

  • Pengisi Ruang :
    • Pembatas (Border)
    • Pelunak kesan keras
    • Pematah Angin
    • Pengarah suatu lokasi
  • Mengandung nilai estetika dan dapat memicu gairah kerja
  • Menciptakan suasana indah, asri dan sejuk

7 of 50

Manfaat Tanaman Hias ???�

8 of 50

  1. Dimanfaatkan elemen-elemen yang menyebabkan keindahan

    • Batang : Jenis-jenis Bonsai,
    • Daun : Anthurium, Philodendron, Begonia
    • Ranting : Jenis-jenis Bonsai
    • Akar :Adenium, Anthurium, Philodendron
    • Bunga : Mawar, Euphorbia, Adenium, Melati, Sedap Malam
    • Buah : Cabe hias, Tomat hias, Delima

9 of 50

2. manfaat secara ekonomi

  • Sebagai bunga potong
  • Sebagai bunga pot
  • Sebagai benih atau bibit
  • Potensi sebagai tanaman obat
  • Potensi sebagai makanan

3. Manfaat dari segi lingkungan

  • Sumber O2
  • Konservasi Air
  • Pencegahan Polusi

10 of 50

B. Pengelompokan Jenis Tanaman Hias

1. Berdasarkan Siklus Hidupnya

  • Annual/Annual ornamental plants (Satu musim) : Coleus blumei (Jawer kotok/miana), Portulaca grandiflora (Krokot), Amaranthus Sp (Bayam-bayaman/celosia),
  • Binnual/Biennial ornamental plants (2 Tahunan) : Berbagai tanaman hias berumbi, Misalnya: Lilium Sp, Gladiolus grandiflous, Caladium bicolor, Anyelir (Dianthus barbatus), Amirilis
  • Perennial (Tahunan) : Aster Sp (Aster), Chrysantemum Sp (Krisan), Ficus benyamina (Beringin), Ficus elastica (Karet-karetan), Chrisanthenum Sp, Codiaeum variegatum (Puring), Bougenviella spectabilis, Suplir (Adiantum Sp)

11 of 50

2. Berdasarkan bagian /organ tanaman yang menimbulkan keindahan

  • Tanaman Hias Bunga
    • Tanaman Hias Bunga pot : Euhporbia Sp, Adenium, Melati,
    • Tanaman Hias Bunga Potong : Anggrek, Sedap Malam, Gladiol, Aster, Lili
  • Tanaman Hias Daun : Anthurium, Philodendron, Aglonema, Caladium,
  • Tanaman Hias Batang : Palem, Aneka Bonsai
  • Tanaman Hias Tajuk : Beringin, Karet, dll
  • Tanaman Hias Akar : Pandan, Berigin, Adenium
  • Tanaman Hias Buah : Terong Hias, Cabe hias, Tomat hias

12 of 50

3. Berdasarkan Kebutuhan Cahaya

  • Tanaman yang memerlukan cahaya penuh : Cordyline, Sanseviera, Coleus, Cyperus, Ficus benyamina, Chrysalidocarpus lutescens, Chlorophytum, Monstera deliciosa
  • Tanaman yang memerlukan cahaya sedang : Aglaonema, Anthurium, Dieffenbachia Sp, Chamedorea, Calathea Sp, Begonia Sp, Philodendron Sp, Peperomia Sp, Saint paulia (Violces), Syngonium Sp, Zebrina Sp, Neprholepis Sp, Pteris Tremula.
  • Tanaman yang memerlukan cahaya terbatas : Aglonema, Anthurium Sp, Dieffenbachia Sp, Chamaedoera elegans, Rhapis exelsa (Palem Weregu)

13 of 50

4. Berdasarkan Stratifikasi Tanaman (Tinggi Tanaman)

  • Tanaman penutup tanah (Ground Covers), ketinggian 0 – 0,5 m : Rumput manila, rumput gajah mini, Zebrina (Zebrina pendula)
  • Tanaman Herba :
          • Ketinggian 1 - 3 m (Perdu Rendah)
          • Ketinggian 3 – 4 m (Perdu Sedang)
          • Ketinggian 4 – 5 m (Perdu Tinggi)
  • Tanaman Pohon (Trees), ketinggian > 5m
  • Tanaman merambat (Liana) > 5m

14 of 50

5. Berdasarkan penempatannya

  • Tanaman hias ruangan (Indoors)

Yaitu tanaman yang menyukai tempat teduh sampai setengah teduh, Misalnya : Suplir (Adiantum Sp), Kuping gajah (Anthurium chrystallinum), Sri Rejeki (Aglaonema Sp), Violces (Saintpaulia Sp)

  • Tanaman hias luar ruangan (Outdoors)

Tanaman hias yang membutuhkan cahaya matahari penuh, Misalnya : Mawar (Rosa Sp), Kembang Sepatu (Hibiscus Sp), Krisan.

15 of 50

Soal-soal�

  • Jelaskan pengertian dari tanaman hias !
  • Jelaskan 4 fungsi tanaman hias secara khusus !
  • Pengelompokkan tanaman hias berdasarkan kebutuhan cahaya dibedakan menjadi 3, sebutkan dan berikan contohnya masing-masing 3!
  • Pengelompokkan tanaman hias berdasarkan penempatannya dibedakan menjadi 2, sebutkan dan berikan contohnya masing-masing 5 !

16 of 50

C. Syarat Tumbuh Tanaman Hias �

Faktor lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman hias adalah : Cahaya, suhu, air, kelembaban, udara, tanah.

      • Cahaya

Proses asimilasi memerlukan cahaya matahari untuk mengubah bahan makanan berupa gas asam arang (CO2) dari udara dan air (H2O)dari dalam tanah yang dihisap oleh akar. Bahan makanan tersebut diubah menjadi zat makanan berupa gula. Gula tersebut oleh tanaman digunakan untuk membentuk jaringan baru, pertumbuhan dan sebagai cadangan makanan.

      • Suhu

Tanaman hias yang berada didalam ruangan memerlukan suasana lingkungan yang bersuhu sekitar 750F pada siang hari dan 700F pada malam hari

      • Air

Air berperan penting dalam proses fotosintesis dan mengangkut bahan makanan keseluruh organ tanaman. Selain itu air didalam daun menjaga tegangan sel daun (Tekanan turgor)

17 of 50

      • Kelembaban

Kelembaban udara rata-rata yang diperlukan tanaman berkisar 50%, Kelembaban lingkungan dapat dipertahankan dengan berbagai cara, misalnya dengan penyemprotan tanaman dengan air, meletakkan pot diatas tataan yang berisi air, atau menempatkan tanaman dikamar mandi. Kelembaban udara yang tinggi mampu mencegah penguapan air melalui daun yang terlalu cepat. Jika kelembaban udara terjaga baik maka kandungan air dalam seluruh organ tanaman akan stabil. Dalam kondisi demikian, proses fotosintesis berlangsung wajar tanpa ada kesulitan.

      • Udara

Kondisi lingkungan yang berudara segar sangat penting bagi kehidupan semua makluk hidup termasuk tanaman. Udara segar juga mendukung penguapan air yang berlebihan pada tanaman.

      • Tanah/media

Tanah sebagai media tumbuh tanaman berperan sebagai gudang makanan, penahan, pengikat dan penyimpan air yang diperlukan oleh tanaman sepanjang waktu dan untuk menopang tegak berdirinya tanaman.

18 of 50

Media Tanam

Media tanam dalam pot yang paling cocok untuk tanaman hias adalah media tanam yang kandungan bahan organiknya cukup tinggi. Media tanam yang banyak mengandung bahan organik dapat bertahan lunak, porous, udara dapat mencapai akar, kelembaban terjamin, hara cukup dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Media tanam yang paling bagus dan cocok bagi sebagian besar tanaman hias tersusun dari bahan-bahan sbagai berikut :

          • Satu Bagian tanah biasa
          • Satu Bagian Pasir
          • Satu Bagian bahan organis yang berasal dari pupuk kandang, kompos ataupun humus.

Setiap 4,5 kg media tersebut perlu ditambahkan kapur sebanyak satu sendok makan untuk mengurangi keasaman dalam kompos. Disamping itu kapur juga mengandung Ca yang berfungsi menguatkan dinding-dinding sel tanaman.

19 of 50

Cara pengisian pot dengan media tanam adalah sebagai berikut :

  • Dasar pot yang akan diisi media tanam harus berlubang agar air yang ada dalam media sebagian dapat keluar melalui lubang tersebut.
  • Pada dasar pot diisi pecahan batu bata atau genteng dari tanah sebagai peresapan atau pengikat air
  • Kemudian media baru kita masukkan kedalam pot

Komposisi media dibedakan menjadi 2, yaitu jenis tanaman hias yang menyukai media basah dan media kering :

1. Susunan media yang suka kering

  • Bagi tanaman hias yang suka kering perlu dipersiapkan media tanam yang terdiri atas bahan-bahan sebagai berikut :
  • Satu bagian pasir
  • Satu bagian pupuk kandang atau kompos
  • Satu lapis pecahan batu bata
  • Beberapa jenis tanaman yang menyukai kondisi kering dan cahaya terang adalah Cactus, Sukulen, Sanseviera dan Cryptanthus.

2. Susunan media yang suka basah

  • Untuk tanaman yang menyukai kondisi basah, perlu dipersiapkan media tanam sebagai berikut :
  • Satu bagian tanah kebun
  • Satu bagian pupuk kandang atau kompos
  • Satu lapis pecahan batu-bata/genteng atau betu kerikil.

20 of 50

D. Merawat Tanaman Hias�

1. Penyiraman

Media tanam yang kekurangan air mengakibatkan ketidakseimbangan antara persediaan air didalam tanah dan penguapan oleh tanaman, dengan demikian, sel-sel tanaman kehabisan air dan akhirnya tanaman layu. Untuk menghindarkan peristiwa semacam itu, maka tanaman harus disiram secara rutin. Akan tetapi tanaman yang kelebihan air justru dapat membahayakan tanaman. Air yang kelebihan itu akan mengusir udara keluar dari dalam tanah, sehingga akar membusuk dan akhirnya tanaman mati.

21 of 50

Gejala tanaman yang kelebihan air adalah sebagai berikut :

      • Daun menguning pada bagian dasar daun
      • Pada kejadian yang lebih berat, daun gugur tanpa terjadi perubahan warna

Keguguran yang mendadak biasanya disebabkan oleh kerusakan akar atau pembusukan akar, Tanaman yang akarnya busuk tidak dapat ditolong lagi,

Sebaliknya tanaman yang kekeringan akibat kekurangan air akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

      • Kondisi awal tanaman merana yang diawali dari daun-daun yang termuda
      • Daun-daun tua berubah warna menjadi kecoklatan

Jika terdapat gejala seperti itu tanaman harus segera disiram.

22 of 50

2. Pencahayaan

Intensitas cahaya masing-masing jenis tanaman adalah berlainan, sehingga diperlukan perlakuan yang berbeda pula untuk masing-masing jenis tanaman.

Tanda-tanda tanaman akibat kekurangan cahaya adalah sebagai berikut :

    • Ukuran daun lebih kecil dari ukuran daun normal
    • Pertumbuhan daun terhambat dan lemah
    • Batang tanaman memanjang dan langsing
    • Jarak antara daun yang satu dan yang lain lebih jauh karena tanaman tumbuh merentang untuk mendapatkan cahaya matahari lebih banyak.
    • Daun berwarna Pucat, kuning, layu dan berguguran
    • Daun dan batang tanaman cenderung tumbuh mengarah kepada sumber cahaya. Hal ini mengakibatkan tajuk tanaman tumbuh tidak merata.

Cara mengatasi tanaman yang kekurangan cahaya adalah sebagai berikut:

  • Tanaman sering dibawa keluar ruangan agar memperoleh cahaya yang cukup.
  • Sering memutar-mutar tanaman sehingga tajuk dapat tumbuh dengan merata.

23 of 50

3. Pemupukan

Pemupukan dibutuhkan oleh tanaman untuk mensuplay unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Unsur hara yang diperlukan tanaman hias dan tanaman pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar, yaitu unsur makro dan mikro.

      • Unsur Hara Makro

Adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar, meliputi : N, P, K, Ca, Mg, S

      • Unsur Hara Mikro

Adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil, meliputi : Mn, Cu, Zn, Fe

24 of 50

Kegunaan dan fungsi setiap unsur hara :

  • Unsur N

N berfungsi merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti cabang, daun dan ranting. Kekurangan unsur N mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, lemah dan warna daun pucat. Sumber N terutama Urea, ZA, Pupuk majemuk NPK, dan juga pupuk organik

  • Unsur P

P membantu pertumbuhan akar dan batang yang kuat, pada tanaman dewasa unsur ini membantu pembentuklan bunga yang normal dan sehat. Kekurangan unsur P mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti, tanaman tumbuh kerdil dan daun mengecil hijau. Sumber P terdapat pada Pupuk tunggal TSP, Pupuk majemuk NPK, Pupuk organik tepung tulang. Tepung tulang merupakan sumber unsur fosfor yang sangat baik bagi tanaman hias.

25 of 50

Unsur K

K berfungsi untuk menguatkan dan memperkokoh tubuh tanaman serta merangsang pertumbuhan daun. Kekurangan unsur K dapat mengakibatkan ujung tanaman menjadi kering terbakar dan daun berguguran mulai dari bawah ke atas.

Unsur Ca

Unsur ini berguna untuk merangsang pertumbuhan akar dan bulu akar, pertumbuhan batang serta menunjang penyerapan kalium. Kekurangan unsur Ca mengakibatkan pertumbuhan daun tidak sempurna, Sumber Ca : Pupuk Organik Tepung tulang, cangkang siput dan tepung kapur.

Berbagai Bentuk Pupuk yang beredar dipasaran adalah :

    • Pupuk Padat : Urea, TSP, KCl
    • Butiran : NPK, Dekastar
    • Cair : Bayfolan
    • Tepung : Hyponex
    • Kristal : Gandasil
    • Tablet : Urea tablet

26 of 50

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan :

  • Dosis

Penggunaan pupuk Anorganik harus sesuai petunjuk pabrik yang terrtera pada label.

  • Faktor Musim

Pemupukan yang benar dilakukan pada awal musim penghujan atau musim penghuan sedang berlangsung karena pada musim hujan tanaman tumbuh aktif. Sebaliknya, pada musim kemarau tanaman pada umumnya mengalalmi masa istirahat.

  • Pencahayaan

Pemberian pupuk tidak akan efektif tanpa cahaya. Oleh karena itu pemberian pupuk pada kondisi cahaya yang sangat minim akan mengakibatkan tanaman layu dan mati.

  • Jadwal dan Frekuensi Pemupukan

Tanaman hias daun biasanya dipupuk sekali dalam kurun waktu 3-6 bulan, kecuali tanaman tertentu dipupuk dalam frekuensi sebulan sekali lewat daun.

27 of 50

Cara Memupuk

  • Memupuk melalui media tanam

Pemupukanlewat media tanam dapat dilakukan dengan cara dibenam, ditabur, atau diencerkan dan disiramkan pada media. Pupuk yang pemakaiannnya dibenam atau ditabur sebaiknya langsung disiram dengan air agar pupuk tersebut segera diserap leh akar. Pupuk yang diberikan pada media kering dapat mengakibatkan akar tanaman terbakar sehingga tanaman menjadi kering.

  • Melalui Daun

Unsur hara dapat masuk kedalam daun karena adanya proses difusi dan osmosis pada stomata. Daun memiliki mekanisme kerja membuka dan menutup stomata menurut kebutuhan sesuai dengan kondisi lingkungannya. Pada kondisi basah, ia akan membuka stomata dan kondisi kering stomata akan menutup.

28 of 50

  • Dosis Pemupukan

Pupuk organik berupa pupuk kandang maupun kompos bisanya diberikan untuk pupuk dasar yang dicampurkan tanah untuk media tanam. Jumlah atau dosis pupuk buatan yang harus diberkan belum ada pedoman yang pasti. Namun, demi praktisnya dapat diikuti pedoman umum sebagai berikut :

Misalnya, kita akan menggunakan pupuk Urea (46%N), TSP (46%P2O5), KCl (50%K2O), maka jumlah pupuk yang harus diberikan adalah :

a. Urea : 100/46 x 1 gr : 2 gr

b. TSP : 100/46 x 0,5 gr : 1 gr

c. KCl : 100/50 x 0,5 gr : 1 gr

Dosis pemberian pupuk yang terdiri atas ketiga unsur itu adalah setara dengan satu sendok teh. Biasanya dosis ini digunakan untuk satu pot tanaman berdiameter 20 cm.

Periode Pertumbuhan

N (gr)

P2O5 (gr)

K2O (gr)

Vegetatif

1,0

0,5

0,5

Generatif

0,5

1,0

0,5

29 of 50

4. Pemangkasan

Pemangkasan tanaman bertujuan :

Untuk membentuk tanaman agar tidak tumbuh tinggi dan besar

Membuat tanaman tumbuh kompak, serasidan berpenampilan menarik

Sasaran pemangkasan adalah Cabang, ranting, pucuk,sebagian daun yang lebat, bekas tangkai bunga, dan bagian-bagian yang tidak sehat, tua atu kering. 

5. Repotting

Repotting adalah mengganti pot yang lebih besar karena pot lama sudah tidak memadai lagi, sekaligus mengganti media yang tidak mampu mengikat air dan zat haranyapun telah habis. Pot yang tidak segera diganti akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman sehingga mengurangi daya tarik tanaman.

Saat repotting yang paling tepat bagi sebagian besar tanaman hias adalah pada musim penghujan. Pada musim penghujan akar-akar baru akan segera tumbuh. Pada saat itu pula tanaman harus disediakan media baru untuk persiapan lebih lanjut.

30 of 50

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman harus bebas dari serangan hama dan penyakit. Tanaman hias yang terserang hama maupun penyakit tidak akan tampil dalam kodisi prima dan daya tariknya akan hilang.

7. Pemberian Tajar

Tanaman hias yang tumbuhnya menjalar harus dibuatkan tajar agar dapat tumbuh dengan wajar, tanaman yang tumbuh merambat jika dibiarkan akan merayap kepermukaan tanah sehingga pertumbuhannya lambat dan daunnya kecil-kecil sehingga tampilanya menjadi kurang menarik.

31 of 50

8. Membersihkan Tanaman dari Debu

Setiap saat tanaman menjadi kotor akibat debu yang menempel pada daun. Debu yang melekat pada permukaan daun sangat mengganggu tanaman dan penampilan menjadi kurang menarik. Disamping itu tanaman tidak sehat karena proses fotosintesis terganggu dan pernapasan tanaman melalui daun terhambat. Salah satu cara membersihkan tanaman adalah dicuci dengan cara disiram atau disemprot air. Debu yang menempel pada daun yang sifatnya masih ringan dapat dibersihkan dengan semprotan air atau dengan cara mencelupkan kapas kedalam air untukmembersihkan daun.

 

9. Membuat Tanaman lebih Cantik, Mengkilap dan Bersih

Dewasa ini banyak upaya dilakukan untuk membuat tanaman tampil lebih cantik, bersih dan menarik. Upaya ini biasanya dilakukan dengan menggunakan obat yan disebut leaf shine atau menggunakan air susu. Produk obat pembersih tanaman yang kini banyak beredar dipasaran adalah Paral dan hortico.

32 of 50

BAB 5. Memperbanyak Tanaman Hias

A. Perbanyakan secara Generatif

Pada dasarnya perbanyakan tanaman hias dapat dipilah menjadi 2 tipe, yaitu tipe seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Perbanyakan generatif merupakan usaha penambahan jumlah tanaman dengan biji yang terbentuk dari persatuan 2 gamet (sel kelamin). Sementara perbanyakan vegetatif merupakan penambahan jumlah tanaman dengan pembelahan atau diferensiasi sel secara biasa. Keuntungan perbanyakan tanaman hias dengan biji adalah sebagai berikut:

      • Cara ini paling mudah dan murah
      • Bji dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama
      • Biji sedikit kemungkinan mengandung penyakit
      • Biji mudah dikirimkan (didistribusikan)
      • Tanaman yang berasal dari biji memiliki perakaran tunggang yang dalam sehingga tahan kekeringan pada musim kemarau.

33 of 50

Kerugian perbanyakan dengan biji adalah seringnya terjadi pemecahan sifat (segregasi) secara genetik pada turunan berikutnya. Biji tanaman hias hibrida (F1) tidak baik untuk dibenihkan pada turunan berikutnya karena pertumbuhan dan produksi bunganya cenderung mundur (rendah).

Perbanyakan tanaman secara generatif pada tanaman hias dapat dilakukan dengan organ biji dan spora. Biji tanaman hias dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu biji yang mengandung bahan makanan dan biji yang tidak mengandung bahan makanan. Perbanyakan tanaman dengan biji yang tidak mengandung bahan makanan, seperti biji anggrek, harus menggunakan medium tumbuh tertentu atau disebut embryo culture.

Pesemaian merupakan tempat untuk menyiapkan bibit (tanaman muda) seoptimal mungkin sebelum dipindahtanamkan baik kelapangan (kebun) maupun kedalam pot permanen.

34 of 50

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menyiapkan medium semai adalah syarat-syarat berikut :

    • Mampu menyerap air dengan baik sehingga dapat menjaga kelembaban tanah relatif stabil
    • Memiliki aerasi dan drainase yang baik agar biji tanaman hias tidak mudah busuk
    • Tidak mengandung wabah hama dan penyakit tular tanah

Bahan medium tumbuh yang umum digunakan untuk menyemai benih tanaman hias adalah campuran tanah subur, pasir, dan bahan organik (pupuk kandang, kompos) pada perbandingan 1 : 1 : 1, tetapi dapat pula hanya campuran tanah dengan pupuk kandang (1 : 1) Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menyiapkan medium semai adalah syarat-syarat berikut :

    • Mampu menyerap air dengan baik sehingga dapat menjaga kelembaban tanah relatif stabil
    • Memiliki aerasi dan drainase yang baik agar biji tanaman hias tidak mudah busuk
    • Tidak mengandung wabah hama dan penyakit tular tanah

 

Bahan medium tumbuh yang umum digunakan untuk menyemai benih tanaman hias adalah campuran tanah subur, pasir, dan bahan organik (pupuk kandang, kompos) pada perbandingan 1 : 1 : 1, tetapi dapat pula hanya campuran tanah dengan pupuk kandang (1 : 1)

35 of 50

Tatacara perbanyakan tanaman hias secara generatif dengan biji hingga menghasilkan bibit yang siap pindah tanam ke kebun atau ke dalam pot adalah sebagai berikut :

1. Persiapan Alat dan Bahan

      • Siapkan tempat atau wadah pesemaian berupa kotak kayu, bak, pot, atau wadah lainnya
      • Siapkan medium semai berupa tanah halus, pasir dan pupuk organik (1 : 1 : 1), serta sarana penunjang lainnya

2. Pengisian Medium Semai

    • Lakukan sterilisasi medium semai dengan cara dikukus atau dipanaskan atau disiram dengan larutan formalin sambil ditutup selama ± 24 jam
    • Isikan (masukkan) medium semai kedalam tempat/wadah pesemaian hingga 2,5 cm dibawah permukaan wadah pesemaian
    • Ratakan Permukaan medium semai dengan alat bantu bilah kayu atau bambu ataupun tangan

36 of 50

3.

Menyemai Benih

    • Buat alur-alur atau garitan-garitan kecil pada jarak 10 cm – 15 cm dan dalamnya ± 1,5 cm
    • Sebarkan benih tanaman hias secara merata dalam alur-alur tadi, kemudian tutup dengan tanah halus tipis
    • Siram medium pesemaian dengan air bersih hingga cukup basah (lembab)
    • Tutup Permukaan pesemaian dengan kertas koran bekas yang telah dibasahi air bersih
    • Kerudungi seluruh permukaan pesemaian dengan lembar plastik bening atau ditutup dengan kaca
    • Simpan wadah pesemaian tadi di tempat yang teduh

37 of 50

4. Pemeliharaan Bibit

    • Periksa pesemaian pada hari keempat untuk mengetahui perkecambahan benih. Bila benih tanaman hias sudah berkecambah, segera buka kertas koran penutup pesemaian
    • Siram medium pesemaian secara kontinu, terutama bila keadaan cuaca kering (kemarau)
    • Lakukan pemupukan denagn pupuk yang mengandung unsur nitrogen, misalnya Urea 1-3 gr dilarutkan dalam 1 liter air. Cara pemupukan adalah dengan disiramkan pada medium semai sampai benar-benar merata.
    • Semprot bibit tanaman hias denagn pestisida pada konsentrasi rendah (30%-50%) dari dosis anjuran, terutama bila ditemukan serangan hama dan penyakit yang membahayakan.

Pemeliharaan bibit tanaman hias dipesemaian berlangsung selama 3–5 minggu atau hingga berdaun 4–5 helai. Bibit yang berukuran demikian siap dipindahtanamkan ke lapang (kebun) ataupun ke dalam pot permanen.

Perbanyakan tanaman hias secara generatif, selain dilakukan dengan biji, dapat pula dilakukan dengan spora, misalnya pada paku-pakuan atau suplir. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam perbanyakan tanaman dengan spora adalah memilih spora yang telah masak, yang ditandai dengan warna cokelat atau kehitam-hitaman. Spora biasanya terletak pada bagian bawah daun.

38 of 50

B. Perbanyakan secara Vegetatif

  • Perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah perbanyakan atau penambahan jumlah tanaman dengan pembelahan dan diferensiasi sel atau menggunakan organ-organ tubuh tanaman tersebut, baik secara buatan maupun alamiah.
  • Perbanyakan vegetatif buatan tanpa perbaikan pada tanaman hias dapat dilakukan dengan cara: setek, merunduk, cangkok dan memanfaatkan organ-organ khusus.

Perbanyakan vegetatif buatan tanpa perbaikan

1. Setek (Cutting)

Setek (Cutting) diartikan sebagai pemisahan atau pemotongan beberapa bagian dari tanaman, seperti daun, tunas, batang dan akar agar bagian-bagian tersebut tumbuh menjadi individu baru.

39 of 50

Macam-macam setek berdasarkan bagian tanaman yang diambilsebagai bahan perbanyakan adalah sebagai berikut :

  • Setek daun (Leaf cuttings)
  • Contoh : Saintpaulia(Violces), Sanseviera, Rex begonia, Peperomia
  • Setek batang (Stem cuttings)
  • Contoh : Puring, mawar, Dracaena, Euphorbia, Adenium,
  • Setek akar (Root cuttings)
  • Contoh : Cemara
  • Setek mata tunas (Bud Cuttings)
  • Contoh : Nenas hias, Anggrek bulan

40 of 50

Tata cara perbanyakan setek pada tanaman hias :

  • Siapkan wadah pesemaian yang telah diisi medium pasir bersih (Steril)
  • Tentukan tanaman hias yang akan diperbanyak, kemudian potong bagian daun yang akan disemai menggunakan pisau yang steril dan tajam (pemotongan tergantung jenis tanaman). Ada yang bagian ketiak daun, tangkai daun maupun potongan-potongan daun.
  • Tanamkan setek daun kedalam media dengan posisi tegak atau agak miring sedalam kira-kira 3,5 – 5 cm.
  • Atur jarak semai antar setek sekitar 5-10 cm.
  • Siram medium semai dengan air bersih hingga cukup basah
  • Kerudungi (tutup) seluruh permukaan wadah persemaian dengan menggunakan plastik bening (transparan)

41 of 50

2. Merunduk (Layerage)

  • Perbanyakan dengan cara merunduk adalah merangsang (menstimulir) terbentuknya akar atau tunas adventif sebelum dipisahkan dari pohon induk. Tata cara merunduk adalah dengan melakukan pembengkokan atau pelengkungan cabang, kemudian sebagian cabang tersebut ditimbun atau dibenamkan kedalam tanah. Hal terpenting yang perlu diperhatikan dlam merunduk adalah bagian tanaman yang dibenamkan harus mengandung mata tunas. Setelah bagian tanaman yang ditimbun tanah tampak bertunas dan berakar, barulah dipisahkan dari pohon induknya untuk dijadikan bibit.
  • Perbanyakan dengan cara merunduk dapat dilakukan pada jenis tanaman hias yang memiliki percabangan pannjang dan lentur. Beberapa jenis tanaman hias yang diperbanyak dengan cara merunduk antara lain adalah melati, alamanda, mawar pagar, dll.

42 of 50

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perbanyakan dengan cara merunduk adalah sebagai berikut :

    • Tanah yamg digunakan untuk menimbun bagian tanaman harus subur (ditambah dengan pupuk kandang dan NPK) serta kelembaban selalu terjaga.
    • Perundukan dilakukan pada akhirmusim kemarauatau awal musim hujan agar memudahkan dalam penyiraman
    • Menggunaka alat bantu tongkat atau ajiratau penyagga untuk menahan bagian tanaman yang dirundukkan
    • Sebaiknya menggunakan zat perangsang tumbuh untuk merangsang pertumbuhan akar dan tunas-tunas baru. Lamanya proses perundukan sampai menghasilkan bibit berkisar antara 2,5 – 3,5 bulan. Bibit hasil rundukan dipisahkan dari pohon induk, kemudian ditanam dalam polibag atau pot.

43 of 50

3. Menyobek atau menyapih

Menyobek adalah cara perbanyakan tanaman dengan menyapih atau memisahkan anakan dari rumpun induk. Anakan tersebut langsung ditanam dalam polybag, pot atau dilahan.

Jenis tanaman hias yang dapat diperbanyak dengan anakan antara lain adalah : Kanna, sanseviera, suplir dll.

4. Cangkok

Cangkok adalah cara perbanyakan tanaman dari bagian vegetatif (cabang) yang masih berada pada pohon induk.

Jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan cangkok banyak sekali, diantaranya adalah kemuning, cemara, bugenvil, puring, dll. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam mencangkok antara lain adalah pemilihan cabang dan waktu pencangkokan. Cabang yang akan dicangkok dipilih yang tidak terlalu tua atau terlalu muda, letak cabang tegak, berasal dari pohon induk varietas unggul, dan tumbuhnya normal/sehat. Waktu mencangkok yang paling baik adalah pada awal ataupun pertengahan musim hujan.

44 of 50

Tatacara mencangkok meliputi tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :

    • Siapkan alat dan bahan yang terdiri atas : pisau, gunting, tali rafia, pembungkus cangkok (Sabut kelapa, bambu, plastik kaleng ataupun pot), Zat pengatur tumbuh (ZPT), medium tumbuh (tanah, pupuk kandang, moss, kompos, serbuk sabut kelapa, dan sarana penunjang lainnya.
    • Tentukan atau pilih cabang yang memenuhi syarat untuk dicangkok, kemudian buat keratan (sayatan) melingkar pada dua bagian (atas dan bawah) dengan jarak antar sayatan 3-5 cm.
    • Kelupas kulit cabang bidang sayatan tadi hingga tinggal kayunya saja.
    • Kerik kambium kayu pada cabang tadi agar cepat kering. Pada tanaman hias yang banyak bergetah, sebaiknay bekas kerikan tadi dikering anginkan selama 2-3 minggu.
    • Olesi atau semprot bidang sayatan dengan larutan ZPT, misalnya dengan Rootone-F, Atonik, atau Rhizatun untuk merangsang pertumbuhan akar cara lain pemberian ZPT adalah dengan dicampurkan pada media tumbuh.
    • Pasang pembungkus (sabut kelapa, lembar plastik) pada bidang sayatan bagian bawah cabang, kemudian ikat erat-erat sambil menarik pembungkus kesebelah atas bidang sayatan.

45 of 50

    • Masukkan medium tumbuh (campuran pupuk kandang dan tanah 1:1) kedalam sambil dipadatkan pelan-pelan pada bidang sayatan. Medium tumbuh cangkok dapat juga berupa kompos ataupun serbuk sabut kelapa.
    • Ikat pembungkus cangkok pada bagian atas bidang keratan hingga bagian luka sayatan tertutup oleh medium dan pembalut.
    • Biarkan cangkokan selama 1,5 – 3,5 bulan hingga tampak berakar sambil mangawasi (merawat) medium agar tidak kekeringan.
    • Potong bibit cangkokan yang sudah berakar tepat dibagian bawah bidang cangkokan dengan menggunakan gergaji atau pisau yang tajam.
    • Pangkas beberapa cabang, ranting dan daun yang berlebihan
    • Tanam bibit cangkok kedalam polybag berisi medium campuran tanah dengan pupk kandang dengan perbandingan 1 : 1 atau 2 : 1. Taruh bibit cangkok tadi ditempat yang teduh dan lembab selama ±1 bulan. Bibit cangkok yang telah tumbuh segar dapat dipindah tanamkan kedalam pot atau halaman.

46 of 50

Perbanyakan vegetatif dengan perbaikan�1. Okulasi (Budding)�

  • Okulasi adalah menempelkan mata tunas pada batang muda jenis tanaman antar varietas atau antar antar spesies. Menggabungkan dua jenis tanaman hias bertujuan antara lain untuk menghasilkan tanaman yang memiliki sifat-sifat baik dari kedua induknya. Jenis tanaman hias yang dapat diperbanyak dengan okulasi diantaranya adalah mawar, puring dan lain-lain.
  • Sebagai bahan okulasi, batang bawah harus memiliki perakaran yang kuat, tahan kekurangan dan kelebihan air, memiliki pertumbuhan yang seimbang dengan batang atas dan tahan terhadap penyakit tular tanah. Sedangkan batang atas harus berproduksi tinggi (misalnya daya hasil bunga), berpenampilan menarik, tahan terhadap penyakit, dan digemari oleh masyarakat luas.

47 of 50

  • Mengokulasi atau menempel dapat dilakukan dengan metode T (shield bud), jendela dan forkert. Metode okulasi yang paling umum dipraktekkan dan dianjurkan adalah metode forkert. Tata cara okulasi dengan metode forkert adalah melalui tahap-tahap sebagai berikut :

persiapan alat dan bahan

  • Siapkan alat dan bahan berupa batang bawah hasil perbanyakan vegetatif maupun generatif yang batangnya berukuran sebesar pensil, cabang atas (entress) tali rafia atau plastik, pisau okulasi, dan sarana penunjang lainnya.
  • Pelaksanaan Okulasi
          • Bersihkan pangkal batang bawah hingga ketinggian 20 cm dari permukaan tanah dengan kain lap.
          • Sayat kulit batang bawah pada ketinggian 15 cm – 20 cm dari permukaan tanah secara melintang. Bentuk sayatan mirip seperti huruf ”U” terbalik sepanjang 3 cm
          • Tarik kulit batang yang disayat tadi kebawah hingga membentuk seperti lidah, kemudian lidah tadi dipotong setengah bagian. Letakkan kembali sepotong lidah kulit tadi pada batang (tempat asal)

48 of 50

          • Sayat mata pada mata entres sepanjang 2 cm – 3 cm bersama dengan kayunya, kemudian lepaskan bagian kayu tersebut dari mata entres
          • Angkat sepotong lidah sayatan pada batang bawah, kemudian masukkan mata entres kedalam celah sayatan batang bawah hingga sungguh-sungguh pas sambil ditutup dengan sebagian sayatan batang bawah
          • Balut (ikat) bidang sambungan dengan tali rafia atau plastik. Arah pembalut dimulai dari bawah ke atas dengan tidak menutup bagian mata entres
          • Periksa hasil sambungan pada umur 15 – 21 hari setelah penyambungan dengan cara membuka tali pengikatnya. Bila bidang sayatan dan mata entres berwarna hijau atau segar, berarti okulasi tersebut berhasil (jadi). Sebaliknya, bila mata entres berwarna coklat dan kering, berarti okulasi gagal sehingga harus diulangi lagi.

Pemeliharaan bibit okulasi

Kegiatan pokok pemeliharaan bibit okulasi antara lain :

          • Penyiraman secara kontinyu agar medium tumbuh (tanah) tidak kekeringan. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
          • Pemupukan 1 – 3 bulan sekali dengan campuran pupuk urea, TSP dan KCl (2:1:1) atau NPK (15:15:15)sebanyak 10 g – 30 g dilarutkan dalam 10 l air. Larutan pupuk tersebut diberikan dengan cara disiramkan atau dikocorkan kedalam medium tumbuh sebanyak 300 cc – 500 cc larutan per tanaman.
          • Pemotongan ujung batang bawah tepat diatas bidang okulasi, setelah mata entres tumbuh berdaun 2 – 5 helai. Pemotongan dilakukan secara bertahap, mula-mula setengan bagian batang sambil direbahkan, kemudian selang 1 – 3 bulan dipotong seluruhnya.

49 of 50

Sambung pucuk (Top Grafting)

  • Sambung pucuk merupakan salah satu cara menggabungkan dua jenis tanaman untuk membentuk suatu tanaman baru. Tujuan sambung pucuk pada tanaman hias antara lain adalah untuk mendapatkan penampilan tanaman yang unik dan menarik. Misalnya, sambung pucuk pada tanaman bugenvil dapat menghasilkan tanaman baru yang bunganya warna-warni, sambung pucuk aneka jenis kaktus yang bentuknya bagus pada batang bawah kaktus liar, tanaman beringin berdaun hijau disambung pucuk dengan beringin berdaun putih sehingga menghasilkan tanaman baru yang daunnya berwarna putih dan hijau

50 of 50

Tata cara sambung pucuk adalah sebagai berikut :

Persiapan

  • Persiapkan alat dan bahan yang terdiri dari batang bawah, batang atas/entres, pisau, tali rafia, kantong plastik dan sarana penunjang lainnya
  • Pelaksanaan sambung pucuk :
        • Pelaksanaan
        • Sayat batang bawah sepanjang 2 cm – 5 cm arah memanjang mulai ketinggian 10 cm – 40 cm dari permukaan tanah (polybag)
        • Sayat cabang pohon induk dengan ukuran sayatan yang sama seperti pada batang bawah
        • Padukan bidang sayatan batang bawah dengan cabang pohon induk hingga sunguh-sungguh menyatu
        • Ikat (balut) bidang sambungan dengan tali plastik atau rafia mulai dari bawah ke atas
        • Biarkan bibit hasil susuan tumbuh subur, kemudian potong ujung batang bawah sekitar 1 cm -2 cm diatas bidang penyambungan. Tahap berikutnya, potong pula pangkal cabang pohon induk tepat dibawah bidang penyambungan
        • Pelihara bibit hasil sambungan hingga siap dipindahtanamkan kedalam pot ataupun langsung di lahan/taman.