Assalamu’alaikum
Hello!
I am here because I love to give presentations.
You can find me at:
IG @nurwindasaputri
Fb @Nurwinda Saputri
Email : nurwindasaputri17@umpri.ac.id
Tlp : 081 392 540 791
1
Nurwinda Saputri, S.ST., M.Keb�Dosen Prodi D3 Kebidanan�Fakultas Kesehatan �Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung�NBM : 1152 399�NIDN : 0214078805
kasus Asuhan Antenatal trimester 1
Kasus fisiologi�
1. Mual muntah�2. Pusing �3. Mudah lelah dan gerah
3
Pembahasan tentang
1. Mual Muntah
4
Menurut Kurnia (2009), perubahan fisik pada ibu hamil salah satunya adalah Morning sickness, mual dan muntah: Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan. Mual muntah diusia muda disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi setiap saat.
“
Definisi mual (nausea)pada kehamilan trimester I
5
Lanjutan…
Kejadian mual dan muntah yang berlebihan disebut dengan hyperemesis gravidarum. Faktor risiko hyperemesis gravidarum meliputi gangguan hipertiroid 15 klinis, diagnosis psikiatri sebelum hamil, kehamilan mola, kehamilan kembar dengan janin laki-laki dan perempuan, diabetes, gangguan pencernaan(Pratami, 2016).
6
Etiologi mual pada kehamilan
Hormon estrogen dan progesteron
Hormon progesteron dibentuk oleh corpus luteum. Peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat mengganggu sistem pencernaan ibu hamil, dan membuat kadar asam lambung meningkat hingga muncul keluhan mual dan muntah. Hormon ini dapat memperlambat fungsi metabolisme termasuk sistem pencernaan.
7
penyebab umum mual muntah yaitu (Pratami, 2016)
Hormon estrogen dan progesteron
8
Human chorionic gonadotrophin (hCG)
Hormon hCG dalam aliran darah sangat membantu untuk menjaga persediaan estrogen dan progesteron serta untuk mencegah masa menstruasi. Meningkatnya hormon hCG secara tiba-tiba dapat mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut, dan efek ini berupa rasa mual. Hormon ini juga menyebabkan hilangnya gula dari darah, yang dapat menimbulkan perasaan sangat lapar dan sakit.Jadi hormon hCG ini sangat berpengaruh terhadap timbulnya rasa mual dan muntah pada ibu hamil.
9
Makanan
10
Faktor yang mempengaruhi rasa mual
Faktor fisiologis yang menyebabkan mual dan muntah yaitu seperti situasi korpus luteum sisi kanan menyebabkan tingginya kadar hormon steroid di dalam sistem porta hepatik, perubahan karbohidrat dan metabolisme lemak, dampak pada kemampuan mencium dan melihat, faktor genetik, hormon hCG, faktor imunologis, hormon estrogen dan progesteron.
11
Lanjutan….
12
13
Dampak mual pada kehamilan trimester I
Mual dan muntah jika tidak ditangani dengan baik akan berlanjut menjadi hyperemesis gravidarum, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan keadaan ibu hamil menjadi buruk
14
Dampak yang terjadi pada ibu akibat dari mualdan muntah yaitu : menurunnya cairan elektrolit didalam tubuh ibu, sehingga terjadi hemokonsentrasi yang dapat memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun yang mempengaruhi tumbuh kembang janin, gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, dan penurunan berat badan(Marunung, 2011).
Selain keadaan umum ibu menjadi buruk, dampak yang ditimbulkan dapat menyebabkan efek samping pada janin seperti abortus, bayi lahir rendah, kelahiran prematur, serta malforasi pada bayi baru lahir (Saifuddin, 2001).
next!
Cara mengatasi mual pada kehamilan trimester I
15
cara mengatasi masalah tersebut agar dapat mempertahankan asupan nutrisi dan cairan pada ibu hamil yaitu sebagai berikut :
16
Menghindari bau atau faktor-faktor penyebab terjadinya mual dan muntah
Sediakan makanan kering seperti biscuit atau roti bakar sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari
Jaga pola makan dengan cara makan sedikit-sedikit tapi sering
Hindari makanan yang mengandung lemak, dan berminyak, serta berbumbu keras
Bangun dari tempat tidur secara perlahan-lahan dan jangan langsung bergerak
Banyak mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat
Banyak minum air, dan mengkonsumsi vitamin B6 yang diimbangi dengan istirahat yang cukup.
TUGAS 1
17
Silahkan mencari artikel tentang
“Konsep Asuhan Kebidanan Pada Ibu Primigravida Trimester I dengan Mual (Nausea)”
2. Pusing
Wanita hamil sering merasakan pusing, disebabkan karena aliran darah yang berusaha mengimbangi sirkulasi darah yang meningkat seiring dengan pertumbuhan janin, ketika masuk trimester kedua kehamilan, rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah, sehingga kepala terasa sakit atau pusing. Pusing yang berkelanjutan berdampak pada gejala anemi, tekanan darah yang naik turun, dehidrasi hingga sinkope (pingsan) (Irianti et al., 2014; Nurhayati, 2018).
18
19
Pada ketidaknyamanan ibu hamil terjadi mulai minggu ke-24 kehamilan dan akan memuncak pada minggu ke 28-32. Keadaan tersebut akan menetap pada minggu ke-36 (Husin, 2014)
WHO (World Health Organization) menyebutkan pada tahun 2011- 2012 wanita hamil mengalami pusing sebesar 20-25% (Hasan, 2013).
Berbagai Penyebab Pusing saat Hamil
Dehidrasi
Berdiri tiba-tiba
Berdiri terlalu lama
Sebagaimana rasa lapar, dehidrasi juga dapat menyebabkan pusing saat hamil. Saat hamil, ibu membutuhkan banyak air untuk membentuk plasenta dan kantung ketuban. Untuk mencegah dehidrasi saat hamil, disarankan untuk minum air 10 gelas per hari
Saat duduk, darah akan terkumpul di bagian kaki. Berdiri secara tiba-tiba dapat memicu pusing saat hamil. Hal ini karena aliran darah yang menuju jantung menjadi lebih sedikit, sehingga tekanan darah turun dengan cepat. Untuk mencegah pusing saat hamil, cobalah untuk berdiri perlahan-lahan dari posisi duduk atau berbaring.
Berdiri terlalu lama juga dapat menyebabkan pusing saat hamil karena darah banyak terkumpul di area kaki. Untuk mengatasinya, cobalah duduk atau berbaring hingga pusing mereda. Tak hanya itu, ibu juga bisa menggerak-gerakkan kaki selama beberapa menit untuk membantu melancarkan sirkulasi darah.
Beberapa wanita hamil kerap mengalami sering mengalami anemia akibat kekurangan asupan zat besi. Hal ini menyebabkan sel darah merah yang membawa oksigen menuju otak dan organ lain menjadi lebih sedikit, sehingga memicu pusing saat hamil. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk mendapatkan asupan zat besi yang cukup, terutama ketika memasuki trimester kedua dan ketiga.
Anemia
Kurang energi
Pusing saat hamil juga bisa menjadi pertanda tubuh memerlukan asupan energi.
Kondisi ini sering terjadi pada ibu hamil yang sulit makan atau minum karena mual muntah saat hamil.
Untuk itu, selalu siapkan camilan yang menyehatkan sebagai pasokan energi.
Selain itu, cobalah siasati dengan makan dalam porsi kecil namun sering untuk menghindari pusing saat hamil.
22
Berbaring terlalu lama
Perubahan hormon
Berbaring dengan posisi telentang terlalu lama juga dapat memicu pusing saat hamil, terlebih pada trimester kedua dan ketiga.
Hal ini terjadi karena pembuluh darah di belakang rahim terjepit. Akibatnya, aliran darah balik dari kaki dan panggul menuju jantung akan terbendung dan tidak mengalir dengan lancar.
Untuk mencegah pusing saat hamil terjadi, berbaringlah dengan posisi miring guna meningkatkan aliran darah ke jantung dan otak. Selain itu, sanggah punggung dengan bantal agar lebih nyaman
Pusing saat hamil karena perubahan hormon terjadi karena hormon kehamilan yang diproduksi tubuh membuat pembuluh darah yang melebar.
Di satu sisi, pelebaran pembuluh darah ini diperlukan untuk meningkatkan aliran darah yang menuju ke janin. Namun di sisi lain, hal itu membuat suplai darah ke otak menjadi berkurang, sehingga menimbulkan rasa pusing.
Untuk mengantisipasi dan mengatasi pusing saat hamil karena perubahan hormon ini, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter/bidan agar dapat diberikan penanganan bila diperlukan.
Pusing saat hamil memang hal yang wajar. Namun Anda disarankan untuk tetap waspada, terutama jika pusing diiringi gejala lain, seperti pandangan kabur, nyeri perut, sulit bicara, nyeri dada, kesemutan, napas pendek, denyut nadi cepat, hingga perdarahan vagina.
23
3. Mudah lelah dan gerah
Alasan Ibu Hamil Sering Merasa Gerah Saat Hamil
Perubahan kadar hormon
Saat hamil, kadar hormon estrogen dapat berubah secara fluktuatif. Perubahan hormon kehamilan ini dapat membuat Bumil merasakan beberapa keluhan, seperti morning sickness dan peningkatan suhu tubuh. Ketika suhu tubuh meningkat, Bumil akan merasa gerah dan banyak berkeringat.
24
Peningkatan aliran darah
Selama hamil, jumlah darah dalam tubuh wanita akan meningkat hingga lebih dari 50% dari waktu sebelum hamil. Ketika jumlah darah meningkat, aliran darah di seluruh tubuh akan meningkat. Hal in idapat membuat Bumil merasa merasa lebih gerah dan mudah berkeringat.
Peningkatan Metabolisme Tubuh
25
Seiring pertumbuhan janin, metabolisme tubuh Bumil akan mengalami peningkatan guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim. Karena metabolisme yang meningkat, suhu tubuh Bumil akan ikut meningkat dan membuat tubuh lebih banyak berkeringat.
26
Peningkatan kinerja dan denyut jantung
Saat mengandung, jantung Bumil memompa darah lebih keras dari biasanya, sehingga denyut jantung juga menjadi lebih cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan memicu munculnya rasa gerah dan panas.
Selain itu, kondisi janin yang semakin besar dan bobot tubuh yang semakin meningkat saat trimester ketiga, membuat Bumil lebih mudah gerah dan berkeringat.
Tips Mengatasi Masalah Gerah saat Hamil
27
Terimakasih, selamat mengertjakan tugas dan belajar kembali