L A R U T A N
L A R U T A N
L A R U T A N
L A R U T A N
L A R U T A N
L A R U T A N
Sahabatpendidikan.com
L A R U T A N
Pendahuluan
Larutan Elektrolit
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Pendahuluan
Larutan Elektrolit
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Pendahuluan
Gambar Proses pelarutan secara umum
Suatu sistem homogen yang mengandung dua atau lebih zat yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan, sedangkan suatu sistem yang heterogen disebut campuran. Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut, yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut, merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur.
Jenis-jenis larutan
o Gas dalam gas - seluruh campuran gas
o Gas dalam cairan – oksigen dalam air
o Cairan dalam cairan – alkohol dalam air
o Padatan dalam cairan – gula dalam air
o Gas dalam padatan – hidrogen dalam paladium
o Cairan dalam padatan - Hg dalam perak
o Padatan dalam padatan - alloys
Pendahuluan
Larutan Elektrolit
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Larutan Elektrolit
Larutan Elektrolit
Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan pada daya ionisasi), larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit, yang terdiri dari elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Kemampuan suatu laruan untuk menghantarkan listrik dapat diamati dengan menggunakan alat uji elektrolit
Aki
( + )
( - )
-
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ion-ion dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
1. Larutan Elektrolit Kuat
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Larutan Elektrolit
1. Larutan Elektrolit Kuat
+
-
+
-
+
-
+
-
+
-
+
-
+
-
+
-
Aki
( + )
( - )
_
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Larutan Elektrolit
2. Larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Larutan Elektrolit
2. Larutan Elektrolit Lemah
-
-
+
+
Aki
( + )
( - )
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Larutan Elektrolit
3. Larutan non-Elektrolit
Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Yang termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :
• Larutan urea
• Larutan sukrosa
• Larutan glukosa
• Larutan alkohol dan lain-lain
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Larutan Elektrolit
Aki
( + )
( - )
_
3. Larutan non-Elektrolit
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Konsentrasi Larutan
Konsetrasi larutan merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut.
1. Molaritas (M)
Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Rumus Molaritas adalah :
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Konsentrasi Larutan
2. Normalitas (N)
Normalitas merupakan jumlah mol-ekivalen zat terlarut per liter larutan. Terdapat hubungan antara Normalitas dengan Molaritas, yaitu :
Mol-ekivalen :
Contoh :
1 mol Ca(OH)2 akan dinetralisir oleh 2 mol proton;
1 mol Ca(OH)2 setara dengan 1 mol-ekivalen;
Ca(OH)2 1M = Ca(OH)2 2N
Contoh :
1 mol Fe+3 membutuhkan 3 mol elektron untuk menjadi Fe;
1 mol Fe+3 setara dengan 3 mol-ekivalen;
Fe+3 1 M = Fe+3 3 N atau Fe2O3 6 N
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Konsentrasi Larutan
3. Molalitas (m)
Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut.
Rumus Molalitas adalah :
Contoh :
Berapa molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air ?
Jawab :
molalitas NaOH
= (4/40)/500 g air
= (0.1 x 2 mol)/1000 g air
= 0,2 m
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Konsentrasi Larutan
4. Fraksi Mol (X)
Fraksi mol adalah perbandingan antara jumlah mol suatu komponen dengan jumlah total seluruh komponen dalam satu larutan. Fraksi mol total selalu satu. Konsentrasi dalam bentuk ini tidak mempunyai satuan karena merupakan perbandingan.
Contoh :
suatu larutan terdiri dari 2 mol zat A, 3 mol zat B, dan 5 mol zat C. Hitung fraksi mol masing-masing zat !
Jawab :
XA = 2 / (2+3+5) = 0.2
XB = 3 / (2+3+5) = 0.3
XC = 5 / (2+3+5) = 0.5
XA + XB + XC = 1
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Konsentrasi Larutan
5. Persen Berat (% w/w)
Persen berat menyatakan jumlah gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan.
Contoh :
larutan gula 5%, berarti dalam 100 gram larutan gula terdapat :
(5/100) x 100 gram gula
= 5 gram gula
(100 – 5) gram air
= 95 gram air
6. Bagian per juta (part per million, ppm)
ppm = massa komponen larutan (g) per 1 juta g larutan
• untuk pelarut air : 1 ppm setara dengan 1 mg/liter.
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Stoikiometri Larutan
Pada stoikiometri larutan, di antara zat-zat yang terlibat reaksi, sebagian atau seluruhnya berada dalam bentuk larutan. Soal-soal yang menyangkut bagian ini dapat diselesaikan dengan cara hitungan kimia sederhana yang menyangkut kuantitas antara suatu komponen dengan komponen lain dalam suatu reaksi.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :
Karena zat yang terlibat dalam reaksi berada dalam bentu larutan, maka mol larutan dapat dinyatakan sebagai:
n = V . M
keterangan:
n = jumlah mol
V = volume (liter)
M = molaritas larutan
Berapa konsentrasi larutan NaCl akhir yang dibuat dengan melarutkan dua larutan NaCl, yaitu 200 mL NaCl 2M dan 200 mL NaCl 4M.
Contoh
J
A
W
A
B
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sifat Koligatif Larutan
Gambar Gambaran umum sifat koligatif
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut (Gambar di atas), maka akan didapat suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
1. Penurunan Tekanan Uap Jenuh
Sifat Koligatif Larutan
Pada setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang
Gambar Gambaran penurunan tekanan uap
Menurut Roult :
P = Po . XB
keterangan:
p : tekanan uap jenuh larutan
Po : tekanan uap jenuh pelarut murni
XB : fraksi mol pelarut
Karena XA + XB = 1, maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi :
P = Po (1 - XA)
P = Po - Po . XA
Po - P = Po . XA
Sehingga :
ΔP = Po . XA
keterangan:
ΔP : penunman tekanan uap jenuh pelarut
Po : tekanan uap pelarut murni
XA : fraksi mol zat terlarut
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
2. Kenaikan Titik Didih
Sifat Koligatif Larutan
Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.
Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:
Δ Tb = m . Kb Tb
keterangan:
ΔTb = kenaikan titik didih (oC)
m = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
Karena m =
(W menyatakan massa zat terlarut), maka kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai :
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik didih larutan dinyatakan sebagai :
Tb = (100 + Δ Tb) oC
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
3. Penurunan Titik Beku
Sifat Koligatif Larutan
Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai:
ΔTf = m . Kf
=
keterangan:
ΔTf = penurunan titik beku
m = molalitas larutan
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
W = massa zat terlarut
Mr = massa molekul relatif zat terlarut
p = massa pelarut
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai:
Tf = (0 - ΔTf) oC
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
4. Tekanan Osmosis
Sifat Koligatif Larutan
Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis)
Larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama
Gambar Tekanan osmosis
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
4. Tekanan Osmosis
Sifat Koligatif Larutan
Menurut Van’t hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal:
PV = nRT
Karena tekanan osmosis = π , maka :
keterangan:
π = tekanan osmosis (atmosfir)
C = konsentrasi larutan (M)
R = tetapan gas universal
= 0,082 L.atm/mol K
T = suhu mutlak (K)
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Hasil Kali Kelarutan
Bila sejumlah garam AB yang sukar larut dimasukkan ke dalam air maka akan terjadi beberapa kemungkinan:
Ksp = HKK = hasil perkalian [kation] dengan [anion] dari larutan jenuh suatu elektrolit yang sukar larut menurut kesetimbangan heterogen. Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup melarut dalam tiap liter larutannya.
AgCl (s) → Ag+ (aq) + Cl- (aq)
Bila Ksp AgCl = 10-10 , berapa nilai larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu kamar?
Contoh :
Jawab :
K [AgCl] = [Ag+][Cl-]
Ksp AgCl = [Ag+ ] [Cl-]
Bila Ksp AgCl = 10-10 , maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada
suhu 25 oC, Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Sahabatpendidikan.com
Kelarutan
AnB(s) → nA+ (aq) + Bn- (aq)
s → n.s s
Ksp AnB = (n.s) n.s
Ksp AnB = nn.sn+1
s = n+i Ksp AnB/nn
keterangan: s = kelarutan
Kelarutan tergantung pada :
AB(s) → A+ (aq) + B- (aq)
s → n.s s
Larutan AX :
AX (aq) → A+ (aq) + X- (aq)
b → b b
maka dari kedua persamaan reaksi di atas: [A+ ] = s + b = b, karena
nilai s cukup kecil bila dibandingkan terhadap nilai b sehingga dapat
diabaikan. B-] = s
Jadi : Ksp AB = b . s
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
Kelarutan
Contoh:
kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air.
CaCO3(s) + H2O(l) + CO2 (g) → Ca(HCO3)2(aq)
larut
b. Reaksi antara basa amfoter dengan basa kuat
Contoh:
kelarutan Al(OH)3 dalam KOH > daripada kelarutan Al(OH)3 dalam air.
Al(OH)3(s) + KOH(aq) → KAlO2(aq) + 2 H2O(l)
larut
c. Pembentukan senyawa kompleks
Contoh:
kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air.
AgCl(s) + NH4OH(aq) → Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l)
larut
Untuk suatu garam AB yang sukar larut berlaku ketentuan, jika:
- [A+] x [B-] < Ksp →
larutan tak jenuh; tidak terjadi pengendapan
- [A+] x [B-] = Ksp →
larutan tepat jenuh; larutan tepat mengendap
- [A+] x [B-] > Ksp →
larutan kelewat jenuh; terjadi pengendapan zat
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
N E X T
Sahabatpendidikan.com
Oksidasi : Pengikatan oksigen
Pelepasan elektron
Pertambahan bilangan oksidasi
Reduksi : Pelepasan oksigen
Penyerapan elektron
Penurunan bilangan oksidasi
7. Bilangan oksidasi adalah muatan yang diemban oleh suatu atom jika elektron ikatan didistribusikan kepada unsur yang lebih elektronegatif.
8. Bilangan oksidasi ditentukan dengan aturan-aturan tertentu
9. Oksidator adalah zat yang menyerap elektron, mengalami reduksi; Reduktor menyerap elektron, mengalami oksidasi.
10. Metode lumpur aktif dapat digunakan untuk menguraikan limbah organik dalam air kotor
R I N G K A S A N
Larutan Elektrolit
Pendahuluan
Konsentrasi Larutan
Stoikiometri Larutan
Sifat Koligatif Larutan
Hasil Kali Kelarutan
Kelarutan
MITRA MEDIA EDUTAMA�“Sahabatpendidikan.com”
Jl. K.H. Abdullah Faqih 05/01 Kecapi Tahunan Jepara Jawa Tengah 59429
mitramedia.edutama@yahoo.com
089 666 62 63 64
Produk ini hanya boleh digunakan oleh
sekolah Mitra
Dilarang menggandakan ataupun mengedarkan tanpa seijin Mitra Media Edutama