1 of 27

L A R U T A N

L A R U T A N

L A R U T A N

L A R U T A N

L A R U T A N

L A R U T A N

Sahabatpendidikan.com

2 of 27

L A R U T A N

Pendahuluan

Larutan Elektrolit

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Pendahuluan

Larutan Elektrolit

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

3 of 27

Pendahuluan

Gambar Proses pelarutan secara umum

Suatu sistem homogen yang mengandung dua atau lebih zat yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan, sedangkan suatu sistem yang heterogen disebut campuran. Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut, yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut, merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur.

Jenis-jenis larutan

o Gas dalam gas - seluruh campuran gas

o Gas dalam cairan – oksigen dalam air

o Cairan dalam cairan – alkohol dalam air

o Padatan dalam cairan – gula dalam air

o Gas dalam padatan – hidrogen dalam paladium

o Cairan dalam padatan - Hg dalam perak

o Padatan dalam padatan - alloys

Pendahuluan

Larutan Elektrolit

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

4 of 27

Larutan Elektrolit

Larutan Elektrolit

Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan pada daya ionisasi), larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit, yang terdiri dari elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Kemampuan suatu laruan untuk menghantarkan listrik dapat diamati dengan menggunakan alat uji elektrolit

Aki

( + )

( - )

-

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

5 of 27

Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ion-ion dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah :

  1. Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lainlain.
  2. Basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, antara lain : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
  3. Garam-garam yang mempunyai kelarutan tinggi, antara lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain.

1. Larutan Elektrolit Kuat

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

6 of 27

Larutan Elektrolit

1. Larutan Elektrolit Kuat

+

-

+

-

+

-

+

-

+

-

+

-

+

-

+

-

Aki

( + )

( - )

_

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

7 of 27

Larutan Elektrolit

2. Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:

  1. Asam lemah, antara lain: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain.
  2. Basa lemah, antara lain: NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.
  3. Garam-garam yang sukar larut, antara lain: AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

8 of 27

Larutan Elektrolit

2. Larutan Elektrolit Lemah

-

-

+

+

Aki

( + )

( - )

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

9 of 27

Larutan Elektrolit

3. Larutan non-Elektrolit

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Yang termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :

• Larutan urea

• Larutan sukrosa

• Larutan glukosa

• Larutan alkohol dan lain-lain

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

10 of 27

Larutan Elektrolit

Aki

( + )

( - )

_

3. Larutan non-Elektrolit

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

11 of 27

Konsentrasi Larutan

Konsetrasi larutan merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut.

  • Konsentrasi : jumlah zat tiap satuan volum (besaran intensif)
  • Larutan encer : jumlah zat terlarut sangat sedikit
  • Larutan pekat : jumlah zat terlarut sangat banyak
  • Cara menyatakan konsentrasi: molar, molal, persen, fraksi mol, bagian per sejuta (ppm), dll

1. Molaritas (M)

Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Rumus Molaritas adalah :

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

12 of 27

Konsentrasi Larutan

2. Normalitas (N)

Normalitas merupakan jumlah mol-ekivalen zat terlarut per liter larutan. Terdapat hubungan antara Normalitas dengan Molaritas, yaitu :

Mol-ekivalen :

  • Asam / basa : jumlah mol proton/OH- yang diperlukan untuk menetralisir suatu asam / basa.

Contoh :

1 mol Ca(OH)2 akan dinetralisir oleh 2 mol proton;

1 mol Ca(OH)2 setara dengan 1 mol-ekivalen;

Ca(OH)2 1M = Ca(OH)2 2N

  • Redoks : jumlah mol elektron yang dibutuhkan untuk mengoksidasi atau mereduksi suatu unsur

Contoh :

1 mol Fe+3 membutuhkan 3 mol elektron untuk menjadi Fe;

1 mol Fe+3 setara dengan 3 mol-ekivalen;

Fe+3 1 M = Fe+3 3 N atau Fe2O3 6 N

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

13 of 27

Konsentrasi Larutan

3. Molalitas (m)

Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut.

Rumus Molalitas adalah :

Contoh :

Berapa molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air ?

Jawab :

molalitas NaOH

= (4/40)/500 g air

= (0.1 x 2 mol)/1000 g air

= 0,2 m

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

14 of 27

Konsentrasi Larutan

4. Fraksi Mol (X)

Fraksi mol adalah perbandingan antara jumlah mol suatu komponen dengan jumlah total seluruh komponen dalam satu larutan. Fraksi mol total selalu satu. Konsentrasi dalam bentuk ini tidak mempunyai satuan karena merupakan perbandingan.

Contoh :

suatu larutan terdiri dari 2 mol zat A, 3 mol zat B, dan 5 mol zat C. Hitung fraksi mol masing-masing zat !

Jawab :

XA = 2 / (2+3+5) = 0.2

XB = 3 / (2+3+5) = 0.3

XC = 5 / (2+3+5) = 0.5

XA + XB + XC = 1

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

15 of 27

Konsentrasi Larutan

5. Persen Berat (% w/w)

Persen berat menyatakan jumlah gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan.

Contoh :

larutan gula 5%, berarti dalam 100 gram larutan gula terdapat :

(5/100) x 100 gram gula

= 5 gram gula

(100 – 5) gram air

= 95 gram air

6. Bagian per juta (part per million, ppm)

ppm = massa komponen larutan (g) per 1 juta g larutan

• untuk pelarut air : 1 ppm setara dengan 1 mg/liter.

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

16 of 27

Stoikiometri Larutan

Pada stoikiometri larutan, di antara zat-zat yang terlibat reaksi, sebagian atau seluruhnya berada dalam bentuk larutan. Soal-soal yang menyangkut bagian ini dapat diselesaikan dengan cara hitungan kimia sederhana yang menyangkut kuantitas antara suatu komponen dengan komponen lain dalam suatu reaksi.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :

  1. Menulis persamaan reaksi
  2. Menyetarakan koefisien reaksi
  3. Memahami bahwa perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol

Karena zat yang terlibat dalam reaksi berada dalam bentu larutan, maka mol larutan dapat dinyatakan sebagai:

n = V . M

keterangan:

n = jumlah mol

V = volume (liter)

M = molaritas larutan

Berapa konsentrasi larutan NaCl akhir yang dibuat dengan melarutkan dua larutan NaCl, yaitu 200 mL NaCl 2M dan 200 mL NaCl 4M.

Contoh

J

A

W

A

B

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

17 of 27

Sifat Koligatif Larutan

Gambar Gambaran umum sifat koligatif

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).

Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut (Gambar di atas), maka akan didapat suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

18 of 27

1. Penurunan Tekanan Uap Jenuh

Sifat Koligatif Larutan

Pada setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang

Gambar Gambaran penurunan tekanan uap

Menurut Roult :

P = Po . XB

keterangan:

p : tekanan uap jenuh larutan

Po : tekanan uap jenuh pelarut murni

XB : fraksi mol pelarut

Karena XA + XB = 1, maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi :

P = Po (1 - XA)

P = Po - Po . XA

Po - P = Po . XA

Sehingga :

ΔP = Po . XA

keterangan:

ΔP : penunman tekanan uap jenuh pelarut

Po : tekanan uap pelarut murni

XA : fraksi mol zat terlarut

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

19 of 27

2. Kenaikan Titik Didih

Sifat Koligatif Larutan

Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.

Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:

Δ Tb = m . Kb Tb

keterangan:

ΔTb = kenaikan titik didih (oC)

m = molalitas larutan

Kb = tetapan kenaikan titik didih molal

Karena m =

(W menyatakan massa zat terlarut), maka kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai :

Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik didih larutan dinyatakan sebagai :

Tb = (100 + Δ Tb) oC

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

20 of 27

3. Penurunan Titik Beku

Sifat Koligatif Larutan

Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai:

ΔTf = m . Kf

=

keterangan:

ΔTf = penurunan titik beku

m = molalitas larutan

Kf = tetapan penurunan titik beku molal

W = massa zat terlarut

Mr = massa molekul relatif zat terlarut

p = massa pelarut

Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai:

Tf = (0 - ΔTf) oC

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

21 of 27

4. Tekanan Osmosis

Sifat Koligatif Larutan

Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis)

  • Larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.
  • Larutan yang mempunyai tekanan lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis.
  • Larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama disebut Isotonis.

Larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama

Gambar Tekanan osmosis

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

22 of 27

4. Tekanan Osmosis

Sifat Koligatif Larutan

Menurut Van’t hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal:

PV = nRT

Karena tekanan osmosis = π , maka :

keterangan:

π = tekanan osmosis (atmosfir)

C = konsentrasi larutan (M)

R = tetapan gas universal

= 0,082 L.atm/mol K

T = suhu mutlak (K)

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

23 of 27

Hasil Kali Kelarutan

Bila sejumlah garam AB yang sukar larut dimasukkan ke dalam air maka akan terjadi beberapa kemungkinan:

  • Garam AB larut semua lalu jika ditambah garam AB lagi masih dapat larut → larutan tak jenuh.
  • Garam AB larut semua lalu jika ditambah garam AB lagi tidak dapat larut → larutan jenuh.
  • Garam AB larut sebagian → larutan kelewat jenuh.

Ksp = HKK = hasil perkalian [kation] dengan [anion] dari larutan jenuh suatu elektrolit yang sukar larut menurut kesetimbangan heterogen. Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup melarut dalam tiap liter larutannya.

AgCl (s) → Ag+ (aq) + Cl- (aq)

Bila Ksp AgCl = 10-10 , berapa nilai larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu kamar?

Contoh :

Jawab :

K [AgCl] = [Ag+][Cl-]

Ksp AgCl = [Ag+ ] [Cl-]

Bila Ksp AgCl = 10-10 , maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada

suhu 25 oC, Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

Sahabatpendidikan.com

24 of 27

Kelarutan

  1. Kelarutan zat AB dalam pelarut murni (air).

AnB(s) → nA+ (aq) + Bn- (aq)

s → n.s s

Ksp AnB = (n.s) n.s

Ksp AnB = nn.sn+1

s = n+i Ksp AnB/nn

keterangan: s = kelarutan

Kelarutan tergantung pada :

  • Suhu
  • pH larutan
  • Ion sejenis
  • Kelarutan zat AB dalam larutan yang mengandung ion sejenis

AB(s) → A+ (aq) + B- (aq)

s → n.s s

Larutan AX :

AX (aq) → A+ (aq) + X- (aq)

b → b b

maka dari kedua persamaan reaksi di atas: [A+ ] = s + b = b, karena

nilai s cukup kecil bila dibandingkan terhadap nilai b sehingga dapat

diabaikan. B-] = s

Jadi : Ksp AB = b . s

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

25 of 27

Kelarutan

  1. Pembentukan garam-garam

Contoh:

kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air.

CaCO3(s) + H2O(l) + CO2 (g) → Ca(HCO3)2(aq)

larut

b. Reaksi antara basa amfoter dengan basa kuat

Contoh:

kelarutan Al(OH)3 dalam KOH > daripada kelarutan Al(OH)3 dalam air.

Al(OH)3(s) + KOH(aq) → KAlO2(aq) + 2 H2O(l)

larut

c. Pembentukan senyawa kompleks

Contoh:

kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air.

AgCl(s) + NH4OH(aq) → Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l)

larut

Untuk suatu garam AB yang sukar larut berlaku ketentuan, jika:

- [A+] x [B-] < Ksp →

larutan tak jenuh; tidak terjadi pengendapan

- [A+] x [B-] = Ksp →

larutan tepat jenuh; larutan tepat mengendap

- [A+] x [B-] > Ksp →

larutan kelewat jenuh; terjadi pengendapan zat

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

N E X T

Sahabatpendidikan.com

26 of 27

  1. Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut larutan elektrolit, sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut larutan nonelektrolit.
  2. Larutan elektrolit dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit. Hantaran listrik melalui larutan elektrolit ditandai oleh nyala lampu atau timbulnya gelembungpada elektrode.
  3. Larutan elektrolit dapat menghantar listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas.
  4. Elektrolit dapat berupa (i) senyawa ion, atau (ii) senyawa kovalen polar yang dapat mengalami hidrolisis.
  5. Elektrolit kuat dalam air mengion sempurna, sedangkan elektrolit lemah hanya mengion sebagian kecil.
  6. Pengertian oksidasi dan reduksi telah mengalami perkembangan dalam urutan sebagai berikut :

Oksidasi : Pengikatan oksigen

Pelepasan elektron

Pertambahan bilangan oksidasi

Reduksi : Pelepasan oksigen

Penyerapan elektron

Penurunan bilangan oksidasi

7. Bilangan oksidasi adalah muatan yang diemban oleh suatu atom jika elektron ikatan didistribusikan kepada unsur yang lebih elektronegatif.

8. Bilangan oksidasi ditentukan dengan aturan-aturan tertentu

9. Oksidator adalah zat yang menyerap elektron, mengalami reduksi; Reduktor menyerap elektron, mengalami oksidasi.

10. Metode lumpur aktif dapat digunakan untuk menguraikan limbah organik dalam air kotor

R I N G K A S A N

Larutan Elektrolit

Pendahuluan

Konsentrasi Larutan

Stoikiometri Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan

27 of 27

MITRA MEDIA EDUTAMA�“Sahabatpendidikan.com”

Jl. K.H. Abdullah Faqih 05/01 Kecapi Tahunan Jepara Jawa Tengah 59429

mitramedia.edutama@yahoo.com

089 666 62 63 64

Produk ini hanya boleh digunakan oleh

sekolah Mitra

Dilarang menggandakan ataupun mengedarkan tanpa seijin Mitra Media Edutama