1 of 63

PPI�(Pencegahan dan Pengendalian Infeksi)

Oleh:

TIM PPI RSBR TABANAN

​

2 of 63

PENDAHULUAN

  • PPI adalah Suatu upaya kegiatan untuk mencegah, meminimalkan kejadian infeksi pada pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat sekitar Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan lainnya.

​

  • Tujuan: Untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, pengunjung dan masyarakat rumah sakit yang berada di lingkungan Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan lainnya dari risiko infeksi.

​

​

3 of 63

RANTAI PENULARAN INFEKSI

4 of 63

Penjelasan:

  1. Agent adalah organisme mikroba yang menyebabkan suatu penyakit. Ex: bakteri, virus, jamur, parasit.
  2. Reservoir adalah tempat agent (mikroorganisme) berkembang biak dan bereproduksi. Ex: darah, cairan tubuh, air, tanah, permukaan lingkungan.
  3. Port of exit adalah tempat keluarnya mikroorganisme meninggalkan reservoir. Ex: saluran napas, saluran cerna, saluran kemih serta transplasenta.

​

5 of 63

  1. Transmission adalah berpindahnya agent (mikroorganisme) yang dibawa dari satu tempat ke tempat lain. Ex: airbone, droplet, kontak langsung dan tidak langsung, vehikulum, vector.
  2. Port of entry adalah tempat masuknya agent (mikroorganisme) ke dalam tubuh penderita. Ex: saluran napas, saluran cerna, saluran kemih dan kelamin atau melalui kulit yang tidak utuh.
  3. Host adalah seseorang yang tidak bisa menahan invasi agent (mikroorganisme) masuk ke dalam tubuhnya sehingga menyebabkan infeksi. Ex: pasien immunocompromise, pasca bedah, trauma, luka bakar, bayi, lansia.

​

6 of 63

ISTILAH

  • Kolonisasi

Suatu keadaan ditemukannya agen infeksi, dimana organisme tersebut hidup, tumbuh dan berkembang biak, tetapi tanpa disertai adanya respons imun atau gejala klinik.

  • Carrier

Individu/personil yang mengalami kolonisasi dengan kuman patogen tanpa menderita sakit, tetapi dapat menularkan kuman tersebut ke orang lain.

​

7 of 63

  • Infeksi

Suatu keadaan ditemukannya agen infeksi, dimana organisme tersebut hidup, tumbuh dan berkembang biak, disertai adanya respons imun, tetapi tidak disertai gejala klinik.

  • Penyakit Infeksi

Suatu keadaan ditemukannya agen infeksi, dimana organisme tersebut hidup, tumbuh dan berkembang biak, disertai adanya respons imun dan gejala klinik.

  • Penyakit menular/infeksius

Penyakit infeksi tertentu yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

​

8 of 63

  • Inflamasi (radang atau peradangan lokal)

Merupakan bentuk respons tubuh terhadap suatu agen (tidak hanya infeksi, dapat berupa trauma, pembedahan atau luka bakar), yang ditandai dengan adanya sakit/nyeri (dolor), panas (calor), kemerahan (rubor), pembengkakan (tumor) dan gangguan fungsi.

​

9 of 63

  • “Systemic Inflammatory Respons Syndrome” (SIRS)

Sekumpulan gejala klinik atau kelainan laboratorium yang merupakan respons tubuh (inflamasi) yang bersifat sistemik.

🡪 SIRS dapat disebabkan karena infeksi atau non-infeksi.

karena infeksi disebut “Sepsis”.

🡪 Kriteria SIRS bila ditemukan > 2 keadaan berikut :

  1. hipertermi/hipotermi atau suhu tubuh yang tidak stabil,
  2. takikardi (sesuai usia),
  3. takipnea (sesuai usia), serta
  4. leukositosis atau leukopenia (sesuai usia) atau pada hitung jenis leukosit jumlah sel muda (batang) > 10%.

​

10 of 63

SUMBER INFEKSI

  • Pasien sendiri
  • Dari luar pasien sendiri
    • Manusia

-Pasien

-Petugas kesehatan

-Pengunjung

    • Peralatan

-Alat kesehatan/Instrumen

    • Lingkungan

-Udara

-Air

-Tanah

11 of 63

FAKTOR RESIKO INFEKSI

  • Pasien

- Daya tubuh pasien yang menurun

- Penyakit penyerta pasien

- Usia pasien

- Malnutrisi

  • Petugas

- Kurangnya kompetensi tenaga kesehatan

- Kurangnya kepatuhan melaksanakan prinsip-prinsip PPI

- Kurangnya kepedulian tenaga kesehatan

  • Lingkungan

- Udara yang tidak sehat

- Peralatan yang tidak steril

- Permukaan lingkungan yang kotor

​

12 of 63

Health-care Associated Infections (HAIs)

Adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dimana ketika masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi dalam rumah sakit tapi muncul setelah pasien pulang, juga infeksi karena pekerjaan pada petugas rumah sakit dan tenaga kesehatan terkait proses pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

​

13 of 63

  • Jenis HAIs yang paling sering terjadi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, terutama Rumah Sakit mencakup:
    1. Hospital Associated Pneumoniae (HAP)
      • Infeksi Pneumonia didapat lebih dari 48 jam setelah perawatan di RS, tanpa pemakaian ventilasi mekanik atau intubasi, dan tidak dalam masa inkubasi infeksi saluran napas bawah.

​

2. Infeksi Aliran Darah (IAD)

🡪 Infeksi terjadi pada pasien yang menggunakan alat sentral IV Line setelah 48 jam dan ditemukan tanda atau gejala infeksi yang dibuktikan dengan hasil kultur positif bakteri patogen yang tidak berhubungan dengan infeksi pada organ tubuh yang lain dan bukan infeksi sekunder.

​

14 of 63

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

      • Infeksi yang terjadi pada pasien setelah pemasangan kateter urine menetap ≥ 2 x 24 jam (48 jam).

​

4. Infeksi Daerah Operasi (IDO)

🡪 Infeksi yang terjadi akibat prosedur bedah.

​

​

15 of 63

KEBERSIHAN TANGAN�(HAND HYGIENE)�

16 of 63

  • Kebersihan tangan merupakan Suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun antiseptic dibawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub berbasis alkohol.
  • Tujuan: Untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah Mikroorganisme sementara.

​

​

17 of 63

Indikasi Kebersihan Tangan

  • Sebelum kontak dengan pasien
  • Sebelum melakukan tindakan aseptic
  • Setelah kontak darah dan cairan tubuh pasien
  • Setelah kontak dengan pasien
  • Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien

​

18 of 63

19 of 63

SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN

  • Setiap orang yang kontak langsung dengan pasien seperti: dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya (fisioterapi, laboratorium)
  • Setiap orang yang ada kontak dengan pasien, meskipun tidak langsung seperti : ahli gizi, farmasi dan petugas tehnik
  • Setiap personil yang berkontribusi dengan prosedur yang dilakukan terhadap pasien
  • Semua orang yang berada di rumah sakit

​

20 of 63

TEHNIK KEBERSIHAN TANGAN

  • Sebelum melakukan kebersihan tangan pastikan asesoris cincin, termasuk cincin kawin, gelang, arloji, tidak dipakai.
  • Penelitian: kulit dibawah perhiasan 🡪 kolonisasi yang berat, SULIT dibersihkan/dekontaminasi
  • Memakai perhiasan akan sulit saat memakai sarung tangan.

​

21 of 63

INGAT !!!

22 of 63

HAL PENTING DALAM KEBERSIHAN TANGAN

  • Jaga kuku selalu pendek dan bersih
  • Jangan memakai perhiasan, kuku palsu, cuteks
  • Jangan mencuci sarung tangan saat menggunakan diantara pasien
  • Tidak dianjurkan pakai handuk pakai ulang & tissue rol
  • Tidak boleh menambahkan sabun cair /antiseptik sebelum habis benar, sebelum mengisi bersihkan dispenser hingga bersih dan kering

​

​

23 of 63

Cara Melakukan Kebersihan Tangan

  1. Kebersihan tangan dengan Air dan Sabun jika tangan terlihat KOTOR, Selama 40-60 detik.
  2. Gosok tangan dengan Hand Rub berbasis alkohol jika tangan TIDAK TAMPAK KOTOR, Selama 20-30 detik.
  3. Jangan menyentuh kembali area permukaan lingkungan sebelum melakukan tindakan.

​

24 of 63

25 of 63

26 of 63

27 of 63

TEKNIK MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN UNTUK PERSIAPAN PEMBEDAHAN

28 of 63

29 of 63

30 of 63

31 of 63

PENGERINGAN

  • Mengeringkan tangan setelah mencuci tangan sangat penting
  • Keringkan tangan dengan handuk kertas (tissue)
  • Jika tidak tersedia gunakan handuk tangan sekali pakai
  • Handuk kertas (tissue) harus tetap dalam kondisi bersih, tidak terkontaminasi

​

32 of 63

ALAT PELINDUNG DIRI�(APD)�

33 of 63

  • Alat Pelindung Diri adalah pakaian khusus atau peralatan yang dipakai petugas untuk memproteksi diri dari bahaya fisik, kimia, biologi/bahan infeksius.
  • Tujuan dari pemakaian APD adalah untuk melindungi kulit dan membrane mukosa dari resiko pajanan darah, cairan tubuh, secret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan selaput lender dari pasien ke petugas dan sebaliknya.

​

​

​

34 of 63

  • Indikasi penggunaan APD adalah jika melakukan tindakan yang memungkinkan tubuh atau membrane mukosa terkena atau terpercik darah atau cairan tubuh atau kemungkinan pasien terkontaminasi dari petugas.

​

35 of 63

JENIS-JENIS APD

  1. Sarung Tangan
  2. Masker/Respirator Partikulat
  3. Pelindung mata (Goggle) dan Wajah
  4. Penutup kepala
  5. Gaun pelindung/Apron
  6. Sandal/Sepatu tertutup (Sepatu Boot)

​

36 of 63

1. SARUNG TANGAN

  • Tujuan : Melindungi tangan dari kontak dengan darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta, mukosa, kulit yang tidak utuh dan benda yang terkontaminasi.
  • Jenis sarung tangan:
    • sarung tangan bersih
    • sarung tangan steril
    • sarung tangan rumah tangga

​

​

37 of 63

  • Sarung Tangan Pemeriksaan (Bersih), dipakai untuk melindungi petugas pemberi pelayanan kesehatan sewaktu melakukan pemeriksaan atau pekerjaan rutin.
  • Sarung Tangan Bedah (Steril), dipakai sewaktu melakukan tindakan invasif atau pembedahan.
  • Sarung Tangan Rumah Tangga, dipakai sewaktu memproses peralatan, menangani bahan-bahan terkontaminasi, dan sewaktu membersihkan permukaan yang terkontaminasi.

​

38 of 63

  • Indikasi pemakaian sarung tangan

​

39 of 63

  • Manfaat Penggunaan Sarung Tangan:
    • Petugas: Mencegah kontak tangan dengan darah, cairan tubuh, benda yang terkontaminasi
    • Pasien: Mencegah kontak mikroorganisme dari tangan petugas

​

40 of 63

  • Hal yang harus diperhatikan pada penggunaan sarung tangan:
    • Cuci tangan sebelum memakai dan sesudah melepaskan sarung tangan
    • Gunakan sarung tangan berbeda untuk setiap pasien
    • Hindari jamahan pada benda-benda lain
    • Teknik memakai dan melepaskan sarung tangan harus dipahami
    • Jangan menggunakan sarung tangan yang sama untuk lebih dari satu pasien
    • Jangan mencuci sarung tangan untuk tujuan dipakai kembali
    • Ganti sarung tangan selama perawatan pasien jika tangan berpindah dari daerah yang terkontaminasi ke arah badan yang bersih

​

41 of 63

KEGIATAN/TINDAKAN

PERLU SARUNG TANGAN

JENIS SARUNG TANGAN

1. Pengukuran Tekanan Darah

Tidak

-

2. Pengukuran Suhu

Tidak

-

3. Menyuntik

Tidak

-

4. Penanganan dan Pembersihan Alat-alat

Ya

Rumah Tangga

5. Penanganan Limbah Terkontaminasi

Ya

Rumah Tangga

6. Membersihkan Darah/ Cairan Tubuh

Ya

Rumah Tangga

7. Pengambilan Darah

Ya

Pemeriksaan

8. Pemasangan dan Pencabutan Infus

Ya

Pemeriksaan

9. Pemeriksaan Dalam Mukosa (Vagina, Rektum, Mulut)

Ya

Bedah

10. Pemasangan dan Pencabutan Implan, Kateter Urin, AKDR, dll (terbungkus dalam paket steril dan dipasang dengan Teknik tanpa sentuh)

Ya

Bedah

11. Laparoskopi, Persalinan per vaginam

Ya

Bedah

12. Pembedahan Laparotomi, SC/ Tulang

Ya

Bedah

42 of 63

43 of 63

2. Masker/Respirator Partikulat

  • Tujuan: Untuk melindungi wajah dan membrane mukosa mulut dari cipratan darah dan cairan tubuh pasien atau permukaan lingkungan udara yang kotor dan melindungi pasien atau permukaan lingkungan udara dari petugas pada saat batuk atau bersin.
  • Ada 3 jenis masker, yaitu:
    1. Masker Bedah, Untuk tindakan bedah atau mencegah penularan droplet.
    2. Masker Respiratorik, Untuk mencegah penularan melalui airborne
    3. Masker Rumah Tangga, Digunakan dibagian Gizi dan Dapur
  • Masker harus menutupi hidung dan mulut, sampai ke pipi dan bawah dagu.

​

44 of 63

45 of 63

46 of 63

3. Pelindung Mata (Goggle) dan Wajah

  • Tujuan: Melindungi mata dan wajah dari percikan darah, cairan tubuh, sekresi dan eksresi, serta harus terpasang dengan baik dan benar.
  • Indikasi: Pada saat tindakan operasi, pertolongan dan tindakan persalinan, tindakan perawatan gigi dan mulut, pencampuran B3 cair, pemulasaraan jenazah, penanganan linen terkontaminasi di laundry, di ruang dekontaminasi CSSD.

​

47 of 63

4. Penutup Kepala

  • Tujuan: Untuk mencegah jatuhnya mikroorganisme yang ada di rambut dan kulit kepala petugas terhadap alat2-alat/ daerah steril atau membrane mukosa pasien dan juga sebaliknya untuk melindungi kepala/ rambut petugas dari percikan darah atau cairan tubuh dari pasien.
  • Indikasi:
    • Tindakan operasi CVL
    • Pertolongan dan tindakan persalinan
    • Tindakan insersi
    • Intubasi trachea
    • Penghisapan lender massive
    • Pembersihan peralatan kesehatan

​

48 of 63

5. Gaun Pelindung/Apron

  • Tujuan: Untuk melindungi baju petugas dari kemungkinan paparan atau percikan darah atau cairan tubuh, sekresi, ekskresi atau melindungi pasien dari paparan pakaian petugas pada tindakan steril.
  • Jenis- jenis gaun pelindung:
    • Gaun pelindung tidak kedap air
    • Gaun pelindung kedap air
    • Gaun steril
    • Gaun non steril
  • Indikasi: Tindakan atau penanganan alat yang memungkinkan pencemaran atau kontaminasi pada pakaian petugas.

​

49 of 63

6. Sandal/Sepatu tertutup (Sepatu Boot)

  • Tujuan: melindung kaki petugas dari tumpahan/percikan darah atau cairan tubuh lainnya dan mencegah dari kemungkinan tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan.
  • Sepatu pelindung harus digunakan selama didalam ruang operasi dan tidak boleh dipakai ke luar ruang operasi.
  • Bisa digunakan dari bahan kulit/plastik.
  • Sepatu harus bersih dan sepenuhnya menutup kaki sehingga dapat melindungi petugas kesehatan. Sandal, sepatu terbuka dan telanjang kaki tidak dianjurkan.

​

​

50 of 63

  • Indikasi:
    • Penanganan dan pemulasaraan jenazah
    • Penanganan limbah
    • Tindakan operasi
    • Pertolongan dan tindakan persalinan
    • Penanganan linen
    • Pencucian peralatan di ruang gizi
    • Ruang dekontaminasi CSSD

51 of 63

PENGELOLAAN LIMBAH�

52 of 63

  • RS dan Fasyankes sebagai sarana Yankes adalah tempat berkumpulnya orang sakit maupun sehat, dapat menjadi tempat sumber penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan, juga menghasilkan limbah yang dapat menularkan penyakit.
  • Untuk menghindari resiko tersebut maka diperlukan Pengelolaan Limbah.

53 of 63

  • Tujuan:
    1. Melindungi pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan masyarakat sekitar RS dan Fasyankes dari penyebaran infeksi dan cidera.
    2. Membuang B3 (sitotoksik, radioaktif, gas, limbah infeksius, limbah kimiawi dan farmasi) dengan aman.

54 of 63

  • Jenis- jenis Limbah:
    • Limbah Infeksius 🡪 Limbah yang terkontaminasi dengan darah dan cairan tubuh.
    • Limbah Non-Infeksius 🡪 Limbah yang tidak terkontaminasi dengan darah dan cairan tubuh.
    • Limbah Benda Tajam 🡪 Limbah yang memiliki permukaan tajam, masukkan ke dalam wadah tahan tusuk dan air.
    • Limbah Cair 🡪 Segera dibuang ke tempat pembuangan/pojok limbah cair (Spoelhoek).

55 of 63

  • Warna Kantong Limbah:

Kuning: sampah Infeksius

Hitam: non infeksius/ domestik

Merah: Radioaktif

Ungu : Cytotoksik

Coklat: Limbah Kimia dan Farmasi

​

56 of 63

  • Wadah Limbah di Ruangan:
    • Harus tertutup
    • Mudah dibuka dengan menggunakan pedal kaki
    • Bersih dan dicuci setiap hari
    • Terbuat dari bahan yang kuat, ringan dan tidak berkarat
    • Jarak antar wadah limbah 10-20 meter, diletakkan di ruang tindakan dan tidak boleh di bawah tempat tidur pasien
    • Ikat kantong plastik limbah jika sudah terisi ¾ penuh

​

57 of 63

  • Penanganan Limbah Benda Tajam/ Pecahan Kaca
    • Jangan menekuk atau mematahkan benda tajam
    • Jangan meletakkan limbah benda tajam sembarang tempat
    • Segera buang limbah benda tajam ke wadah yang tersedia
    • Selalu buang sendiri oleh si pemakai
    • Tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai
    • Wadah benda tajam diletakkan dekat lokasi tindakan
    • Limbah pecahan kaca gunakan sarung tangan rumah tangga

58 of 63

BENAR

SALAH

59 of 63

  • Wadah penampungan limbah benda tajam:
    • Tahan bocor dan tahan tusukan
    • Harus mempunyai pegangan yang dapat dijinjing dengan satu tangan
    • Mempunyai penutup yang tidak dapat dibuka lagi
    • Bentuknya dirancang agar dapat digunakan dengan satu tangan
    • Ditutup dan diganti setelah ¾ bagian terisi dengan limbah

​

60 of 63

KEBERSIHAN PERNAPASAN/ ETIKA BATUK DAN BERSIN

61 of 63

  • Petugas Kesehatan, pasien dan pengunjung dengan gejala infeksi saluran nafas, harus melaksanakan dan mematuhi langkah2:
    1. Menutup hidung dan mulut dengan tissue/ sapu tangan/ lengan atas.
    2. Tissue dibuang ke tempat sampah infeksius dan kemudian mencuci tangan.
  • RS dan Fasyankes harus menyediakan sarana cuci tangan seperti wastafel dengan air mengalir, sabun cair, tissue, tempat sampah infeksius dan masker bedah.

62 of 63

63 of 63