PPI�(Pencegahan dan Pengendalian Infeksi)
Oleh:
TIM PPI RSBR TABANAN
PENDAHULUAN
RANTAI PENULARAN INFEKSI
Penjelasan:
ISTILAH
Suatu keadaan ditemukannya agen infeksi, dimana organisme tersebut hidup, tumbuh dan berkembang biak, tetapi tanpa disertai adanya respons imun atau gejala klinik.
Individu/personil yang mengalami kolonisasi dengan kuman patogen tanpa menderita sakit, tetapi dapat menularkan kuman tersebut ke orang lain.
Suatu keadaan ditemukannya agen infeksi, dimana organisme tersebut hidup, tumbuh dan berkembang biak, disertai adanya respons imun, tetapi tidak disertai gejala klinik.
Suatu keadaan ditemukannya agen infeksi, dimana organisme tersebut hidup, tumbuh dan berkembang biak, disertai adanya respons imun dan gejala klinik.
Penyakit infeksi tertentu yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Merupakan bentuk respons tubuh terhadap suatu agen (tidak hanya infeksi, dapat berupa trauma, pembedahan atau luka bakar), yang ditandai dengan adanya sakit/nyeri (dolor), panas (calor), kemerahan (rubor), pembengkakan (tumor) dan gangguan fungsi.
Sekumpulan gejala klinik atau kelainan laboratorium yang merupakan respons tubuh (inflamasi) yang bersifat sistemik.
🡪 SIRS dapat disebabkan karena infeksi atau non-infeksi.
karena infeksi disebut “Sepsis”.
🡪 Kriteria SIRS bila ditemukan > 2 keadaan berikut :
SUMBER INFEKSI
-Pasien
-Petugas kesehatan
-Pengunjung
-Alat kesehatan/Instrumen
-Udara
-Air
-Tanah
FAKTOR RESIKO INFEKSI
- Daya tubuh pasien yang menurun
- Penyakit penyerta pasien
- Usia pasien
- Malnutrisi
- Kurangnya kompetensi tenaga kesehatan
- Kurangnya kepatuhan melaksanakan prinsip-prinsip PPI
- Kurangnya kepedulian tenaga kesehatan
- Udara yang tidak sehat
- Peralatan yang tidak steril
- Permukaan lingkungan yang kotor
Health-care Associated Infections (HAIs)
Adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dimana ketika masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi dalam rumah sakit tapi muncul setelah pasien pulang, juga infeksi karena pekerjaan pada petugas rumah sakit dan tenaga kesehatan terkait proses pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
2. Infeksi Aliran Darah (IAD)
🡪 Infeksi terjadi pada pasien yang menggunakan alat sentral IV Line setelah 48 jam dan ditemukan tanda atau gejala infeksi yang dibuktikan dengan hasil kultur positif bakteri patogen yang tidak berhubungan dengan infeksi pada organ tubuh yang lain dan bukan infeksi sekunder.
3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
4. Infeksi Daerah Operasi (IDO)
🡪 Infeksi yang terjadi akibat prosedur bedah.
KEBERSIHAN TANGAN�(HAND HYGIENE)�
Indikasi Kebersihan Tangan
SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN
TEHNIK KEBERSIHAN TANGAN
INGAT !!!
HAL PENTING DALAM KEBERSIHAN TANGAN
Cara Melakukan Kebersihan Tangan
TEKNIK MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN UNTUK PERSIAPAN PEMBEDAHAN
PENGERINGAN
ALAT PELINDUNG DIRI�(APD)�
JENIS-JENIS APD
1. SARUNG TANGAN
KEGIATAN/TINDAKAN | PERLU SARUNG TANGAN | JENIS SARUNG TANGAN |
1. Pengukuran Tekanan Darah | Tidak | - |
2. Pengukuran Suhu | Tidak | - |
3. Menyuntik | Tidak | - |
4. Penanganan dan Pembersihan Alat-alat | Ya | Rumah Tangga |
5. Penanganan Limbah Terkontaminasi | Ya | Rumah Tangga |
6. Membersihkan Darah/ Cairan Tubuh | Ya | Rumah Tangga |
7. Pengambilan Darah | Ya | Pemeriksaan |
8. Pemasangan dan Pencabutan Infus | Ya | Pemeriksaan |
9. Pemeriksaan Dalam Mukosa (Vagina, Rektum, Mulut) | Ya | Bedah |
10. Pemasangan dan Pencabutan Implan, Kateter Urin, AKDR, dll (terbungkus dalam paket steril dan dipasang dengan Teknik tanpa sentuh) | Ya | Bedah |
11. Laparoskopi, Persalinan per vaginam | Ya | Bedah |
12. Pembedahan Laparotomi, SC/ Tulang | Ya | Bedah |
2. Masker/Respirator Partikulat
3. Pelindung Mata (Goggle) dan Wajah
4. Penutup Kepala
5. Gaun Pelindung/Apron
6. Sandal/Sepatu tertutup (Sepatu Boot)
PENGELOLAAN LIMBAH�
Kuning: sampah Infeksius
Hitam: non infeksius/ domestik
Merah: Radioaktif
Ungu : Cytotoksik
Coklat: Limbah Kimia dan Farmasi
BENAR
SALAH
KEBERSIHAN PERNAPASAN/ ETIKA BATUK DAN BERSIN