1 of 40

ANESTESI LOKAL �GOLONGAN AMIDA

Dental Nusantara

2 of 40

LIDOKAIN (Topikal dan injeksi)

    • DOC untuk anestesi topikal, infiltrasi dan juga dapat digunakan untuk anestesi umum
    • Lebih poten daripada prokain
    • Merupakan anestesi local yang paling sering digunakan
    • Aman digunakan saat kehamilan

FARMAKOKINETIK

    • Mudah diserap dari tempat suntikan
    • Dapat melewati sawar darah otak
    • Meabolisme di hati melalui proses dealkilasi
    • Ekskresi melalui urin

Dental Nusantara

3 of 40

LIDOKAIN

EFEK SAMPING

    • Efek terhadap SSP seperti mengantuk, pusing, parastesia, gangguan mental, koma
    • ES lain seperti fibrilasi ventrikel, henti jantung

INDIKASI

    • Blokade saraf
    • Anestesi infiltrasi
    • Anestesi epidural
    • Anestesi spinal
    • Anestesi kaudal
    • Anestesi selaput lender
    • Mencegah aritmia pada infark miokard

Dental Nusantara

4 of 40

MEPIVAKAIN HCl (injeksi)

  • Mirip lidokain
  • Bagus untuk injeksi pada abses dikarenakan sifat pH nya yang tinggi
  • Mempunyai efek vasodilasi lebih kecil disbanding lidocaine sehingga dapat digunakan tanpa vasokontriktor
  • Anestesi terbaik untuk pasien dengan kondisi jantung dimana penggunaan epinephrine dibatasi
  • Indikasi
    • Anestesi infiltrasi
    • Anestesi spinal
    • Blok saraf regional

Dental Nusantara

5 of 40

PRILOKAIN HCl (topikal dan injeksi)

  • Mirip lidokain
  • OOA dan DOA lebih lama daripada lidokain
  • Digunakan pada penderita yang kontraindikasi terhadap adrenalin

Dental Nusantara

6 of 40

Articaine (injeksi)

  • Kemampuan penetrasi yang baik yang membuat articaine lebih optimal untuk infiltrasi mandibula
  • Dapat digunakan untuk anestesi Nervus Alveolaris Inferior meskipun beberapa penelitian menyebutkan dapat meningkatkan resiko parastesi

Dental Nusantara

7 of 40

Penggunaan anestesi lokal

Dental Nusantara

8 of 40

Perbandingan anestesi lokal

Dental Nusantara

9 of 40

Batas dosis obat anestesi lokal yang mengandung epinephrin 0,04mg

Anestesi lokal yang dijual rata rata memiliki kandungan epinephrine 0,01mg (1:100.000)

PASIEN DENGAN RIWAYAT PENYAKIT JANTUNG

DOSIS OBAT

Pasien pediatri

Memakai CLARK RULE

    • Dosis maksimal = ( berat badan / 160 ) X dosis maksimal dewasa
    • Simple method : 1,8cc lidocaine 2% / 20

Dental Nusantara

10 of 40

Anestesi lokal kurang efektif pada daerah keradangan

  • Terjadi penurunan pH cairan jaringan yang dapat menghambat pembebasan basa alkaloid obat anestesi yang merupakan bagian aktif untuk proses penghambatan rasa nyeri
  • Terjadi peningkatan vaskularisasi jaringan sehingga cairan anastesi local akan cepat diserap ke dalam pembuluh darah
  • Nilai ambang stimulus ujung saraf sensoris menjadi lebih rendah sehingga akan lebih mudah menghantarkan rangsangan rasa nyeri
  • Mediator rasa nyeri tertentu (misalnya prostaglandin) akan menghambat kerja anestesi local
  • Absorbsi larutan anestesi local ke dalam sel saraf terganggu karena keradangan dapat melibatkan selaput myelin serat saraf

Dental Nusantara

11 of 40

Pemilihan obat anestesi pada keradangan

  • Pada jaringan yg mengalami kerdangan (bersifat asam / pH rendah dibawah 7,4) lebih baik digunakan anestesi dengan pKa lebih rendah.
  • Pada pH rendah atau asam akan lebih sedikit molekul basa bebas melintasi membran akson dengan aksi farmakologis lebih lambat.
  • pKa didefinisikan sebagai pH dimana bagian yang terionisasi dan tidak terionisasi berada pada konsentrasi yang sama
  • Kebanyakan anestesi lokal mengikuti aturan bahwa semakin rendah pKa, semakin cepat terjadinya aksi
  • Anestesi lokal dengan nilai pKa mendekati pH fisiologis akan mempunyai konsentrasi basa non ionisasi yang lebih tinggi yang bisa melewati membran sel-sel saraf dimana mula kerjanya akan berlangsung sangat cepat.
  • Contoh obat golongan amida dengan pKa rendah adalah : bupivakain, dimana pH-nya hampir mendekati pH fisiologik 7,4, pKa 8,2

Dental Nusantara

12 of 40

  1. Lidocaine with epi (1 orc2%)
  2. Lidocaine without epi
  3. Mepivacaine without epi (3%)
  4. Bupivacaine with epi (0,5%)
  5. Articaine with epi (4%)

7mg/kg

4,5mg/kg

5,5mg/kg

1,3mg/kg

7mg/kg

Fast / medium

Fast / short

Fast / short

Long/long

Fast / medium

Agent dose Onset / duration

JENIS OBAT ANESTESI LOKAL

Dental Nusantara

13 of 40

Teknik-Teknik Anestesi Lokaldi Rahang Atas

13

Dental Nusantara

14 of 40

PERBEDAAN PROSEDUR ANESTESI LOKAL �DI RAHANG ATAS DAN RAHANG BAWAH

RAHANG ATAS

  • Tulang korteks labial/bukal relatif tipis
  • Porositas processus alveolaris tinggi
  • Batang saraf utama (nerve trunk) yang melayani rahang atas 🡪 relatif sulit dicapai oleh jarum

Paraperiosteal injection pada mucolabial/mucobuccal fold

Dental Nusantara

15 of 40

Teknik infiltrasi Lokal dengan submucosal injection�

15

18-10-10

efek anestesi Meliputi

Mukosa di sekitar tempat insersi jarum

Dental Nusantara

16 of 40

Teknik Field Block, paraperiosteal injection pada mucobuccal fold�regio molar dan premolar rahang atas

16

18-10-10

efek anestesi pada:

    • Jaringan periodontal dan processus alveolaris
    • Mukosa gingiva sisi labial/bukal
    • (mukosa palatal tidak teranestesi dengan teknik ini)

Dental Nusantara

17 of 40

Teknik Anterior Palatine atau palatinus majus Nerve Block�

Anterior palatine nerve block memberikan efek anestesi pada mukosa palatum durum 2/3 posterior (mulai dari premolar pertama s/d molar ketiga rahang atas)

Dental Nusantara

18 of 40

Teknik-Teknik Anestesi Lokaldi Rahang Bawah

18

Dental Nusantara

19 of 40

RAHANG BAWAH

  • Tulang korteks labial/bukal relatif tebal
  • Porositas processus alveolaris rendah
  • Batang saraf utama (nerve trunk) yang melayani rahang bawah 🡪 relatif mudah dicapai oleh jarum

(perkecualian regio anterior 🡪 struktur tulang mirip dg rahang atas)

Mandibular Block Anesthesia

Dental Nusantara

20 of 40

Mandibular Anesthesia

Mandibular anesthesia adalah gabungan dari teknik

    • inferior alveolar nerve block dan
    • lingual nerve block

dalam satu kesatuan prosedur Tindakan

Efek anestesi meliputi:

    • Jaringan periodontal dan processus alveolaris seluruh gigi pada sisi yang sama
    • Mukosa gingiva regio lingual pada sisi yang sama

20

18-10-10

Dental Nusantara

21 of 40

Inferior alveolar nerve Block

Inferior alveolar nerve block

memberikan efek anestesi pada:

    • Jaringan pulpa
    • Jaringan periodontal dan processus alveolaris

seluruh regio pada sisi yang sama

Simtom subyektif :

rasa kebas pada bibir bawah dan dagu pada sisi yang sama

Dental Nusantara

22 of 40

Jalur jarum pada inferion alveolar nerve block

22

Dental Nusantara

23 of 40

Lingual nerve Block

  1. memberikan efek anestesi pada mukosa lidah 2/3 anterior dan seluruh mukosa gingiva bagian lingual pada sisi yang sama

  • Simtom subyektif

rasa kesemutan pada lidah 2/3 anterior pada sisi yang sama.

23

Dental Nusantara

24 of 40

Teknik Infiltrasi lokal, �submucosal injection pada mukosa gingiva bukal

memberikan efek anestesi pada mukosa gingiva bagian bukal dari gigi yang bersangkutan

24

Dental Nusantara

25 of 40

Perawatan, penanganan alat dan Rekomendasi

  • Selalu gunakan jarum disposable yang steril
  • Jarum hanya digunakan untuk 1 pasien
  • Pada injeksi multipel, jarum harus diganti setelah beberapa kali injeksi (3-4)
  • Jarum sebaiknya tidak diinsersi sampai pada pangkalnya
  • Jangan merubah arah jarum saat masih terletak didalam jaringan

25

Dental Nusantara

26 of 40

KOMPLIKASI LOKAL ANESTESI

  • Jarum patah
  • Nyeri pada saat injeksi
  • Rasa terbakar saat injeksi
  • Paraesthesia
  • Trismus
  • Hematoma
  • Infeksi
  • Oedema
  • Jaringan nekrotik
  • Paralisis saraf fasial

26

Dental Nusantara

27 of 40

KOMPLIKASI LOKAL ANESTESI

TOKsisitas

    • Rasa cemas
    • Pusing
    • Tremor
    • Lemah otot
    • Kesulitan bernafas
    • Takikardi

Reaksi Alergi

    • Paling serin terjadi pada lokal anestesi golongan ester

27

Dental Nusantara

28 of 40

Prosedur DENTAL Emergency

Manajemen Nyeri

Dental Nusantara

29 of 40

WHO LADDER PAIN

Dental Nusantara

30 of 40

Mengelola nyeri gigi akut secara efektif sangat penting untuk kenyamanan pasien dan keberhasilan prosedur gigi.

Berbagai metode, termasuk anestesi lokal, analgesik sistemik, dan perawatan topikal, digunakan untuk mengurangi nyeri yang terkait dengan intervensi gigi seperti pencabutan gigi dan perawatan pulpitis.

Dental Nusantara

31 of 40

Nyeri akut akan muncul :

Setelah pencabutan gigi

Setelah operasi gigi bungsu (odontektomi)

infeksi post pencabutan

Nyeri TMJ�nyeri orofacial

Dry socket

Dental Nusantara

32 of 40

  • First Line emergency acute dental PAIN
    • NSAID
    • NSAID + Acetaminophen

Kedua obat ini bagus untuk short term dental pain

Bisa dipergunakan sesaat setelah melakukan Tindakan ekstraksi gigi atau odontektomi

Jika ada radang dan pembengkakan berlebih bisa diberikan anti-inflamasi seperti obat-obatan kortikosteroid dalam dosis yang ditentukan

Dental Nusantara

33 of 40

Meredakan nyeri akut dengan lokal anestesi

Anestesi Injeksi

Anestesi injeksi yang sering digunakan meliputi lidokain, bupivakain, dan mepivakain. Bupivakain terbukti dapat mengurangi kebutuhan akan analgesik tambahan setelah prosedur dan dapat memberikan efek pereda nyeri yang lebih lama dibandingkan dengan lidokain dan mepivakain.

Topikal

Zat seperti benzokain dapat memberikan pereda nyeri sementara, terutama pada kasus pulpitis akut. Penelitian menunjukkan bahwa benzokain mungkin lebih efektif dibandingkan plasebo dalam mengurangi rasa sakit selama sekitar 20 hingga 30 menit setelah digunakan.

Miroshnychenko A, Ibrahim S, Azab M, Roldan Y, Diaz Martinez JP, Tamilselvan D, He L, Urquhart O, Tampi M, Polk DE, Moore PA, Hersh EV, Carrasco-Labra A, Brignardello-Petersen R. Injectable and topical local anesthetics for acute dental pain: 2 systematic reviews. J Am Dent Assoc. 2023 Jan;154(1):53-64.e14. doi: 10.1016/j.adaj.2022.10.014. PMID: 36608963; PMCID: PMC10871026.

Dental Nusantara

34 of 40

Meredakan nyeri akut dengan ANALGESIK SISTEMIK

Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (NSAID):�NSAID seperti ibuprofen dan naproxen disarankan sebagai pengobatan utama untuk nyeri gigi akut karena kemampuannya dalam mengurangi rasa sakit dan peradangan. Terbukti lebih efektif dibandingkan analgesik opioid dalam banyak situasi. Kombinasi NSAID dengan asetaminofen dapat meningkatkan efek pereda nyeri jika dibandingkan dengan penggunaan salah satu obat tersebut secara terpisah.

Opioid�dapat diresepkan untuk nyeri yang sangat parah, umumnya penggunaannya dibatasi pada kondisi di mana NSAID tidak memadai. Penggunaan opioid harus dilakukan dengan hati-hati karena risiko efek samping seperti kecanduan dan depresi pernapasan.

Miroshnychenko A, Ibrahim S, Azab M, Roldan Y, Diaz Martinez JP, Tamilselvan D, He L, Urquhart O, Tampi M, Polk DE, Moore PA, Hersh EV, Carrasco-Labra A, Brignardello-Petersen R. Injectable and topical local anesthetics for acute dental pain: 2 systematic reviews. J Am Dent Assoc. 2023 Jan;154(1):53-64.e14. doi: 10.1016/j.adaj.2022.10.014. PMID: 36608963; PMCID: PMC10871026.

Dental Nusantara

35 of 40

REKOMENDASI PRAKTIS

Analgesia Preemptif

Memberikan anestesi lokal long-acting seperti bupivakain. Sangat efektif dalam mengurangi nyeri pasca operasi serta kebutuhan adanya analgesik tambahan.

Manajemen Nyeri Multimodal

Mengkombinasikan beberapa jenis obat (contohnya, NSAID bersama asetaminofen) dapat menyediakan kontrol nyeri yang lebih baik sedangkan juga membantu mengurangi ketergantungan pada opioid.

Anestesi Topikal

Digunakan sesaat sebelum melakukan Tindakan anestesi lokal injeksi. Berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri superficial sebelum melakukan injeksi anestesi lokal

Matsuda S, Itoi H, Ryoke T, Yoshimura H. How should clinicians assess acute dental pain?: A review. Medicine 2022;101(45):e31727.

Dental Nusantara

36 of 40

TAKE HOME MESSAGES

Pengelolaan rasa sakit pada prosedur bedah gigi:

    • Evaluasi Awal dan Tindakan Awal
    • Pengelolaan Rasa Sakit Tanpa Obat
    • Pengobatan Rasa Sakit dengan Obat

Dental Nusantara

37 of 40

Initial Assessment and Treatment:

oImmediate Care: Rinse the mouth with warm salt water to reduce bacteria and clean the area. Apply a cold compress to reduce swelling.

Evaluation: Seek prompt dental care to assess the extent of the injury. This may include X-rays to evaluate damage to teeth, gums, and bone.

Pain management for dental surgical procedures

Dental Nusantara

38 of 40

Non-Pharmacologic Pain Management:

Physical Methods:

Ice packs, warm compresses

Behavioral Techniques:

Soft Diet : Eat soft foods to avoid aggravating the injured area.

Oral Hygiene : Maintain good oral hygiene with gentle brushing to prevent infection.

Patient Education:

Instructions on managing pain and recognizing complications

Dental Nusantara

39 of 40

SELALU INGAT INTERAKSI OBAT DAN KONTRAINDIKASI

    • Hipersensitifitas NSAID dan alergi yang mungkin ditimbulkan
    • Saat Kehamilan
    • Kondisi pasien sebelumnya

Dental Nusantara

40 of 40

For you attention

Thank You

Dental Nusantara