1 of 8

KASIH MULA-MULA

WAHYU 2:1–7

Minggu 1

2 of 8

Kasih kepada Tuhan adalah fondasi dari kehidupan iman. Namun, kesibukan pelayanan, rutinitas rohani, dan tekanan hidup dapat membuat kasih itu perlahan-lahan luntur. Tuhan menegur jemaat Efesus bukan karena kurang aktivitas, tetapi karena kehilangan kasih yang sejati.

Bagaimana mengobarkan kembali kasih mula-mula yang mulai luntur?

3 of 8

DIAGNOSIS KESALAHAN

(ay. 4)

Tuhan berkata, “Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Ini adalah diagnosis ilahi yang jujur dan tepat sasaran.

4 of 8

Jemaat Efesus rajin bekerja dan tekun, namun relasi dengan Tuhan menjadi dingin dan mekanis (bdk Mat 24:12).

Mintalah Tuhan menyingkapkan kondisi hati dengan jujur. Jangan menutupi kekeringan rohani dengan kesibukan pelayanan.

Kasih mula-mula bukan sekadar emosi awal bertobat, tetapi relasi yang intim, rindu akan Tuhan, dan ketaatan yang lahir dari kasih.

5 of 8

DISIPLIN DALAM TINDAKAN

(ayat 5a–b)

Tuhan memberi tiga langkah konkret: ingatlah, bertobatlah, dan lakukanlah.

6 of 8

“Ingatlah” berarti mengingat kembali kualitas relasi dengan Tuhan di masa awal: kerinduan akan firman, doa, dan kekudusan.

“Bertobatlah” bukan hanya dari dosa besar, tetapi dari sikap hati yang menjauh dari Tuhan (Yes 55:7).

Ambil kembali disiplin rohani yang pernah ditinggalkan. Mulailah dengan langkah kecil namun konsisten.

7 of 8

RESPONS TERHADAP PERINGATAN

(ayat 5c)

Tuhan memberi peringatan serius tentang kandil yang diambil jika tidak ada pertobatan (bdk Ams 29:1).

8 of 8

Peringatan ini adalah wujud kasih Tuhan agar umat-Nya kembali sebelum terlambat.

Responilah teguran Tuhan dengan kerendahan hati. Jangan menunda pertobatan dan pemulihan relasi dengan-Nya.

Kandil melambangkan kesaksian dan kehadiran Tuhan. Kehilangan kasih mula-mula berarti kehilangan terang.