1 of 25

Chapter 17: Motivation

Pengantar Manajemen pekan ke-14

2 of 25

LO17.1 – Define Motivation and Compare Early Theories of Motivation

What is Motivation?

  • Proses di mana usaha seseorang digerakkan, diarahkan, dan dipertahankan untuk mencapai tujuan.
  • Tiga elemen utama: energi (intensitas), arah (tujuan), dan persistensi (ketekunan)

3 of 25

LO17.2 – Early theories of motivation

Maslow’s Hierarchy of Needs

  • 5 tingkat kebutuhan: fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, aktualisasi diri.
  • Kebutuhan harus dipenuhi dari level bawah ke atas.
  • Kritik: tidak ada bukti kuat yang mendukung urutan kebutuhan ini

4 of 25

5 of 25

McGregor’s Theory X and Theory Y

  • Theory X: menganggap karyawan malas, harus dikontrol ketat.
  • Theory Y: menganggap karyawan menyukai kerja, bertanggung jawab, dan bisa diarahkan sendiri.
  • McGregor menyarankan manajemen berbasis Theory Y

6 of 25

Herzberg’s Two-Factor Theory

  • Motivator (intrinsik): pencapaian, pengakuan, tanggung jawab.
  • Hygiene factors (ekstrinsik): gaji, kebijakan, kondisi kerja.
  • Tidak adanya ketidakpuasan ≠ kepuasan. Motivasi timbul dari faktor intrinsik

7 of 25

8 of 25

9 of 25

McClelland’s Three-Needs Theory

  • nAch: kebutuhan akan pencapaian.
  • nPow: kebutuhan untuk memengaruhi orang lain.
  • nAff: kebutuhan akan hubungan sosial yang dekat

10 of 25

LO17.3 – Contemporary Motivation Theories

1. Goal-Setting Theory

  • Tujuan yang spesifik dan menantang meningkatkan performa.
  • Partisipasi, umpan balik, dan komitmen memperkuat efeknya

11 of 25

12 of 25

2. Reinforcement Theory

  • Perilaku ditentukan oleh konsekuensinya.
  • Penguatan positif (reward) lebih efektif dibanding hukuman.

13 of 25

3. Job Design Theories

  • Job Enlargement: menambah variasi tugas.
  • Job Enrichment: memperdalam kontrol atas pekerjaan.
  • Job Characteristics Model (JCM): lima dimensi inti (variasi keterampilan, identitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, umpan balik) meningkatkan motivasi.

14 of 25

15 of 25

4. Equity Theory

  • Karyawan membandingkan rasio input-output mereka dengan orang lain.
  • Ketidakadilan mendorong perubahan perilaku.

16 of 25

17 of 25

5. Expectancy Theory (Vroom)

  • Tiga hubungan penting:
    • Expectancy (usaha → performa)
    • Instrumentality (performa → reward)
    • Valence (daya tarik reward)
  • Motivasi tergantung pada persepsi individu terhadap hubungan ini

18 of 25

19 of 25

6. Integrating and Applying Motivation Theories

  • Model integratif menggabungkan:
    • Goal setting → effort
    • Effort + ability → performance
    • Performance → reward (reinforcement)
    • Reward → goal satisfaction (expectancy + need)

Practical Implication

  • Motivasi efektif muncul saat sistem penghargaan selaras dengan nilai individu dan dievaluasi secara adil.

20 of 25

21 of 25

LO17.4 – Discuss Current Issues in Motivation

1. Cross-Cultural Challenges

  • Teori dari USA belum tentu berlaku di budaya lain.
  • Contoh: budaya kolektivistik seperti Jepang dan Indonesia lebih memprioritaskan harmoni dan kerja tim daripada pencapaian individual.

22 of 25

2. Motivating Unique Groups of Workers

  • Professional workers: motivasi dari tantangan dan makna kerja.
  • Contingent workers (kontrak/paruh waktu): butuh peluang tetap atau pelatihan keterampilan.
  • Minimum-wage workers: apresiasi dan pengakuan sangat penting

23 of 25

3. Recognition Programs

  • Bentuk: ucapan terima kasih, surat apresiasi, penghargaan publik, makan bersama tim.
  • 87% perusahaan memberikan penghargaan atas lama kerja; 76% atas performa tinggi

24 of 25

4. Pay-for-Performance Programs

  • Contoh: bonus, profit sharing, piece rate.
  • Efektif bila karyawan melihat hubungan jelas antara performa dan reward

25 of 25

Thank you