TEORI PROBABILITAS (PELUANG)�
STATISTIKA ILMU TANAH-A
PENDAHULUAN
PROBABILITAS>>>> suatu nilai yang dipergunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian yang acak.
Probabilitas dinyatakan dengan decimal atau bilangan pecahan.
Nilai probabilitias berkisar antara 0 dan 1.
>> semakin dekat nilai P ke 0 maka akan semakin kecil kemungkinan suatu kejadian akan terjadi
>> semakin dekat nilai P ke 1 semakin besar peluang kejadian akan terjadi
Presentation title
2
DALIL PROBABILITAS
Jika timbulnya kejadian A dapat terjadi melalui n kemungkinan, dan kejadian B dapat terjadi melalui m kemungkinan, maka
Kejadian A atau B dapat terjadi melalui m+n kemungkinan, asalkan kedua kejadian tersebut tidak dapat terjadi bersama-sama
Kejadian A dan B dapat terjadi melalui nxm kemungkinan
A = terambilnya satu kartu spade
ada 13 kemungkinan
B = terambilnya satu kartu diamond
ada 13 kemungkinan
Terambilnya satu kartu spade atau diamonnd
13 +13 = 26 kemungkinan
Terambilnya satu kartu spade dan satu kartu diamond
13 x 13 = 169 kemungkinan
KONSEP PROBABILITAS
! Bila banyak kejadian yang diharapkan muncul dinotasikan dengan n(A), dan banyaknya kejadian yang mungkin muncul (ruang sampel = S) dinotasikan dengan n(S) maka
Peluang kejadian A ditulis
CONTOH
CONTOH
Presentation title
7
PERMUTASI
Susunan yang dibentuk dari anggota suatu Himpunan dengan mengambil seluruh atau sebagian anggota dan memeberi urutan dari masing-masing susunan tersebut.
Ciri khas dari permutasi adalah untuk mencari susunan dengan memperhatikan susunan/ urutan.
CONTOH SOAL PERMUTASI
Ada berapa cara 2 dari 4 buku dapat disusun ?
KOMBINASI
susunan yang dibentuk dari anggota suatu himpunan dengan mengambil seluruh atau sebagian anggota himpunan dan tanpa memberi arti pada urutan anggota dari susunan
Contoh:
1. Ada berapa cara akan dipilih 2 orang dari 4 orang siswa?
A
Gambar 1: A dan komplemennya
A
B
Gambar 2 : A dan B saling asing
A
B
Gambar 3: A dan B tidak saling asing
Aturan Dasar Peluang
CONTOH SOAL
1. Sebuah toko menerima 100 buah televisi dari sebuah pabrik. 10 dari 100 televisi mengalami kerusakan. Jika 2 televisi dipilih secara acak dari 100 televisi, berapakah probabilitas kedua-duanya rusak.
18
2. Sebuah terbitan Sinar harapan melaporkan bahwa 40% dari pelanggannya secara teratur membaca majalah Tempo, dan 32% membaca majalah Time, dan 11% membaca keduanya. Bila kita tentukan:
Peristiwa A = pelanggan sinar harapan yang membaca Tempo
Peristiwa B = pelanggan sinar harapan yang membaca Time
Carilah probabilitas dari peristiwa A, B, AB, dan A ∪ B
Contoh :
Probabilitas seseorang mahasiswa lulus matakuliah Statistika 2/3 dan probabilitas lulus matakuliah matematika 4/9. Jika probabilitas lulus kedua matakuliah 1/4, maka tentukan probabilitas mahasiswa akan lulus paling sedikit satu mata kuliah?
Jawab: misalkan;
A = himpunan mahasiswa yang lulus matakuliah statistika,
B = himpunan mahasiswa yang lulus matakuliah matematika,
= himpunan mahasiswa yang lulus kedua matakuliah
Maka peluang mahasiswa akan lulus paling sedikit satu mata kuliah adalah:
Aturan Dasar Peluang
Presentation title
20
Apabila event B tak bergantung pada event A (keduanya merupakan
independent events), maka
❑ prob(B|A) = prob(B), dan
❑ prob(A∩B) = prob(A)⋅prob(B)
TEORI BAYES
Merupakan salah satu pengaplikasian dari aturan perkalian dalam konsep probabilitas.
Kejadian yang digunakan dalam aturan perkalian adalah kejadian yang bersyarat.
Dikembangkan secara luas dalam statistik inferensia.
Teorema ini ditemukan oleh Reverend Thomas Bayes abad ke-18.
Rumusan:
CONTOH
Tiga orang mahasiswa dicalonkan menjadi ketua himpunan. Peluang A terpilih sebesar 30%, peluang B dan C terpilih masing masing sebesar 50% dan 20%. Jika A yang tepilih maka peluang menaikkan iuran keanggotaan sebesar 80%, sedangkan jika B atau C yang terpilih, peluang menaikkan iuran masing masing sebesar 10% dan 40%. Jika dalam beberapa minggu telah terjadi pemilihan dan diketahui iuran keanggotaan sudah naik, maka tentukan peluang C yang terpilih menjadi ketua himpunan.
DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT
Statistika Ilmu Tanah
DISTRIBUSI SERAGAM DISKRIT
Distribusi seragam merupakan distribusi probabilitas diskrit yang paling sederhana dimana seluruh variabel randomnya diasumsikan memiliki nilai probabilitas yang sama.
Definisi Jika X variabel random dengan harga-harga 𝑥1, 𝑥2, . . . , 𝑥𝑘 yang mempunyai nilai probabilitas yang sama, maka distribusinya adalah:
Presentation title
29
DISTRIBUSI SERAGAM DISKRIT
Presentation title
30
DISTRIBUSI BERNOULLI
Distribusi Bernoulli adalah suatu distribusi random yang terdiri dari dua kejadian yang berkomplemen, seperti sukses-gagal, ya tidak, baik cacat, dan sebagainya. Distribusi ini memiliki sifat-sifat:
Presentation title
31
DISTRIBUSI BERNOULLI
Misalkan 𝐸 kejadian sukses dengan peluang 𝑝 maka 𝐸 𝑐 kejadian gagal dengan peluang 𝑞 = 1 − 𝑝. Jika 𝑋 suatu variabel random yang nilainya hanyalah 0 dan 1 maka 𝑋 disebut dengan variabel bernoulli. Distribusi bernoulli dirumuskan:
Presentation title
32
DISTRIBUSI BINOMINAL
sifat dari percobaan binomial, yaitu antara lain
Percobaanya terdiri atas n percobaan yang berulang
Setiap percobaan menghasilkan satu hasil yang dapat dinyatakan sebagai sukses, dan hasil lain sebagai gagal
Percobaan yang berulang bersifat independent
Kemungkinan terjadinya sukses, yaitu p, berharga konstan dari satu percobaan ke percobaan lainnya.
Merupakan proses pengambilan sampel dengan pengembalian
Presentation title
33
DISTRIBUSI BINOMINAL
Jumlah sukses yang terjadi dalam n percobaan dari eksperimen binomial disebut variabel random binomial Distribusi probabilitas dari variabel random binomial 𝑥 disebut distribusi binomial. Distribusi ini tergantung pada jumlah percobaan dan kemungkinan terjadinya sukses dari percobaan tersebut dan dinotasikan sebagai 𝑏(𝑥; 𝑛; 𝑝). Jika setiap percobaan dari percobaan binomial memilki hasil sukses dengan kemungkinan p dan kemungkinan 𝑞 − 1 untuk gagal, maka distribusi probabilitas dari variabel random binomial 𝑥 yang menyatakan jumlah sukses yang terjadi dalam n percobaan yang independen adalah:
Presentation title
34
n = jumlah ulangan
p = peluang ‘berhasil’ pada setiap ulangan
1 – p = peluang ‘gagal’ pada setiap ulangan
x = 0, 1, 2, …, n
n! = n × (n - 1) × (n - 2) × … × 3 × 2 × 1
Contoh:
Probabilitas sebuah komponen mobil tidak rusak ketika dijatuhkan adalah ¾. Berapakah probabilitasnya ada 2 dari 4 komponen yg dijatuhkan akan tidak rusak?
Sukses = tidak rusak → 𝑝 = 3/ 4 Gagal = rusak → 𝑞 = 1 − 3 /4 = 1/ 4 Total semua percobaan adalah 𝑛 = 4 Jumlah yang sukses adalah 𝑥 = 2
Presentation title
35
NILAI HAPARAN DAN VARIANS DISTRIBUSI BINOMIAL�
Presentation title
36
Nilai Harapan
Varians
Simpangan Baku
CONTOH
Presentation title
37
Jika dari satu set kartu remi diambil empat buah kartu, tentukan peluang bahwa dua diantaranya adalah kartu hati ()
JAWABAN
Sampel Dgn Pengembalian
Presentation title
38
First card
Second card
Third card
Fourth card
Not
Heart
Not
Heart
First card
Second card
Third card
Fourth card