Tri Adi Susanto
CGP Angkatan 8
Kabupaten Grobogan
Tahun 2023
PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3
TUJUAN PEMBELAJARAN
KHUSUS:
CGP dapat melakukan koneksi antarmateri yang telah dipelajari dari modul-modul sebelumnya untuk membuat sintesa pemahaman tentang program sekolah yang berdampak pada murid.
PERASAAN SETELAH MEMPELAJARI MODUL
Perasaan saya sangat puas dan bangga menjadi CGP dimana saya menfdapat kesempatan untuk mempelajari modul pamungkas yaitu modul 3.3 ini “pengelolaan program yang berdampak positif pada murid”. Saya merasa tambah wawasan dan keilmuan dalam mewujudkan kepemimpinan murid (student agency) dan membangun lingkungan yang menumbuhkan kepemimpinan murid serta peran keterlibatan komunitas dalam membangun student agency. Saya juga semakin paham Menyusun program/kegiatan skeolah yang berpihak pada murid dan tentunya membangun student agency. Pada dasarnya murid memiliki potensi yang dapat kita gali dengan menampung ide dan gagasan yang keluar dari suara mereka, walaupun suara itu berupa gagasan yang mungkin dianggap remeh tetapi dibalik hal tersebut dapat menjadikan kekuatan yang mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Sebelum mempelajari modul ini saya merasa bahwa dalam menyusun program/kegiatan sekolah tidak perlu melibatkan murid, akan terapi setelah mempelajari modul 3.3 ini peran murid sebagai student agency justru menjadikan suara, pilhan dan kepemilikan murid tumbuh dengan baik sehingga murid lebih bertanggung jawab dengan program sekolah.
Modul 3.3 berhubungan dengan praktik di lapangan yaitu program yang berdampak pada murid. Modul 3.3 merupakan modul pamungkas atau modul terakhir dari rangkaian modul dalam Pendidikan Guru Penggerak.
Keseluruhan modul merupakan pengetahuan utama bagi guru untuk mempersiapkan murid menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan juga sebagai anggota masyarakat. Program yang berdampak pada anak adalah merencanakan program yang mengedepankan kepemimpinan murid, sehingga apa yang mereka dapat di sekolah bisa menjadi bekal mereka dalam kehidupan mereka ke depannya.
INTISARI MODUL 3.3
Program yang berdampak pada murid adalah program yang meningkatkan keberpihakan pada murid, yang menguatkan apa yang dimiliki, yang menjadi potensi, yang mengajarkan anak atau mendorong kebermaknaan atau komitmen didiri mereka, serta mampu mengimplementasikan kepemimpinan murid atau secara kontekstual.
Dalam menerapkan program yang berdampak pada murid terutama mengembangkan kepemimpinan murid, maka guru melibatkan siswa dalam 3 proses yaitu
Dalam menerapkan program yang berdampak pada murid terutama mengembangkan kepemimpinan murid, maka guru melibatkan siswa dalam 3 proses yaitu:
KETERLIBATAN MURID
Company Mission
KEPEMIMPINAN MURID
Voice (Suara)
Choice (Pilihan)
Ownership (Kepemilikan)
Ikut mengajak siswa untuk bersuara menyampaikan pendapatnya
Choice, bagaimana guru memberikan pilihan- pilihan kepada anak didik
Di mana anak-anak akan memiliki rasa kepemilikan atas apa yang dilakukannya.
Hal yang menarik adalah bahwa ketika kita memiliki sebuah program atau ide akan sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi. Setelah melakukan pemetaan terhadap aset atau sumber daya sekolah barulah sebuah program yang berdampak pada murid bisa direncanakan dan dilaksanakan.
EMPAT ALAT BANTU
DALAM MERENCANAKAN PROGRAM
Berikut adalah 4 alat bantu yang membantu dalam merencanakan sebuah program yang berdampak pada murid di sekolah :
Guru dalam merencanakan suatu program/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid hendaknya memenuhi tahapan 5D/ BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi) sehingga program yang terwujud akan lebih tearah dan tertata.
TAHAPAN BAGJA DALAM MERENCANAKAN PRGOGRAM SEKOLAH YG BERPIHAK PADA MURID
Buat Pertanyaan
Gali Mimpi
Atur Eksekusi
Ambil Pelajaran
Jabarkan Rencana
STRATEGI DALAM PENGELOLAAN PROGRAM
MELR (Monitoring, Evaluation, Learning and Reporting)
Evaluation
Monitoring
Learning
Relational
Evaluasi merupakan proses pengukuran hasil yang dicapai dibandingkan sasaran yang telah ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan
Adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengawasan dan pengendalian kegiatan yang dilaksanakan, untuk umpan balik pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan. Pengawasan dilakukan dengan melihat langsung pelaksanaan kegiatan. Tujuannya, untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan dengan keberhasilan program.
Learning atau pembelajaran merupakan sebuah proses refleksi yang harus dilakukan dalam sebuah program sekolah sebagai sebuah kerangka kerja pembelajaran
laporan adalah pesan yang disampaikan secara sistematis dan objektif yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu bagian organisasi kepada bagian lain atau lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau memecahkan persoalan
MANAJEMEN RESIKO
Resiko operasional
Resiko strategis
Resiko Finansial
Resiko Pemenuhan
resiko berhubungan dengan kelangsungan proses manajemen
resiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan
resiko yang mungkin akan berakibat pada berkurangnya aset
resiko yang berkaitan dengan kemampuan proses dan prosedur internal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku
Resiko Reputasi
resiko yang berdampak pada reputasi lembaga
TAHAPAN YANG DILALUI DALAM MELAKSANAKAN MANAJEMEN RESIKO
Identifikasi jenis resiko
Pengukuran resiko
Melakukan strategi dalam pengendalian resiko
Melakukan evaluasi terus menerus dan berkelanjutan
Dengan Modul 1.1
(Filodofi KHD)
(Nilai dan Peran
Guru Penggerak)
(Visi Guru Penggerak)
Dengan Modul 1.2
Dengan Modul 1.3
Kaitan Modul 3.3
(Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid) dengan Modul Sebelumnya
Program sekolah yang berdampak pada murid dapat mendukung terwujudnya merdeka belajar dan memfasilitasi pengembangan potensi murid agar tumbuh kembangnya maksimal sesuai kodrat alam dan kodrat jaman.
Visi dan peran guru penggerak mendukung dalam menciptakan perencanaan program yang berdampak pada murid.
Program sekolah yang berdampak pada murid dapat dilakukan dengan pendekatan inkuiri apresiatif melalui langkah BAGJA. Tahapan BAGJA mengandung pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis aset.
(Budaya Positif)
Dengan Modul 1.4
Membiasakan komunikasi dua arah dan nilai-nilai Pendidikan karakter untuk mendukung terlaksananya program sekolah yang berdampak pada murid.
(Pembelajaran Berdiferensiasi)
(Pembelajaran Sosial Emosional)
Dengan Modul 2.1
Dengan Modul 2.2
Program yang dibuat disesuaikan dengan minat belajar dan profil siswa yang beragam.
Mengedepankan empati pada siswa dan memahami kondisinya.
(Coaching)
Dengan Modul 2.3
Guru dapat menjadi coach yang mamandirikan siswa (coachee) dalam mengatasi masalahnya.
(Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran)
(Pengelolaan Sumber Daya)
Dengan Modul 3.1
Dengan Modul 3.2
Guru menjadi pengambilan keputusan yang bijaksana dan mengedepankan nilai kebaikan bersama dalam menjalankan program
Program sekolah yang berdampak pada murid bisa dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya sekolah.
Materi yang saya dapat ini tentunya menambah wawasan saya sebagai guru agar berupaya turut mewujudkan merdeka belajar serta menuntun murid dalam mengoptimalkan minat dan bakatnya.
Materi yang saya dapatkan bisa membuat saya memahami cara memetakan aset sekolah, mengelola sumber daya, membuat program yang berpihak pada murid, mengambil keputusan yang bijak, menjadi coach bagi siswa, mendalami keterampilan sosial emosional dan memfasilitasi pembelajaran siswa sesuai keberagaman yang ada dalam diri mereka.
KAITAN DARI SEMUA MATERI DENGAN PERAN SAYA SEBAGAI GURU PENGGERAK:
Hal ini membuat saya mendapat pengalaman luar biasa dapat mempelajari tuntas dari modul 1 hingga modul 3 dalam CGP. Saya semakin mantap untuk menjadi guru penggerak. Emosi awal belajar dari down menjadi lebih percaya diri hingga tuntas menjalankan aksi nyata di setiap modul. Saya merasa sudah terlibat aktif dalam komunitas dan melalui CGP ini saya membawa perubahan di sekolah saya yaitu SD N 1 Mlowokarangtalun. Terbukti adanya peningkatan dari tidak ada program sekolah sekarang menjadi banyak program sekolah yang berdampak bagi murid,
PEMIKIRAN REFLEKTIF TERKAIT PENGALAMAN BELAJAR
dari pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Hal yang perlu saya perbaiki ke depan adalah saya akan terus semangat belajar melalui PMM dan sumber belajar lainnya. Keterkaitan terhadap kompetensi dan kematangan diri pribadi saya adalah modul CGP ini membuat saya lebih matang secara emosional dan sosial dalam menghadapi situasi keguruan di lapangan.
Implementasi dalam konteks CGP saya merasa mudah mengimplemantasikan setiap modul dalam CGP ini dikarenakan penyajian materi disajikan secara komprehensif. Saya kadang bertanya dalam benak saya di setiap modul saya juga mneuliskannya dalam tahap elaborasi pemahaman pertanyaan kritis saya dan saya memahami Kembali modul serta menggali lebih jauh materi yang masih menimbulkan pertanyaan bagi saya. Saya juga selalu mengolah materi yang dipelajari dengan pemikiran pribadi sehingga tergali wawasan (insight) baru di setiap modul.
ANALISIS UNTUK IMPLEMENTASI DALAM KONTEKS CGP
Dalam penyusunan program sekolah saya selalu menganalisis tantangan yang sesuai dengan konteks asal CGP (baik tingkat sekolah maupun daerah) di area SD N 1 Mlowokarangtalun. Jika muncul tantangan saya juga memunculkan alternatif solusi terhadap tantangan yang diidentifikasi. Tak lupa saya juga melibatkan pemangku kepentingan dalam menghadirkan solusi akan tantangan yang saya hadapi.
Pengalaman masa lalu yang membuat saya belum menjadi sosok guru sepenuhnya, membuat saya terus belajar dan terus belajar. Justru dari masa lalu saya belajar dan mneggali potensi diri untuk menjadikan masa depan yang up to date sesuai perkembangan kurikulum yang ada. Yang tadinya saya menyajikan pembelajaran konvensional, sekarang setelah menjadi CGP yang akan menjadi GP, saya semakin banyak wawasan dan insight baru untuk menjadi agen perubahan membawa kemajuan kea arah yang lebih baik. Tentunya keterkaitan seluruh modul akan saya implementasikan di masa kini dan yang akan datang.
KETERHUBUNGAN
Melalui penyusunan program yang berpihak dan berdampak bagi murid, maka saya akan membentuk student agency yang akan tumbuh sesuai kodratnya. Segala konsep atau praktik baik yang dilakukan dari modul lain yang telah saya pelajari akan saya terapkan di sekolah secara konsisten dan amanah, segala aksi nyata yang saya lakukan ini juga masih berjalan dan membawa kemajuan sekolah tentunya. Kepercayaan wali murid dan masyarakat meningkat. Saya juga selalu mengupgrade diri untuk selalu menggali informasi yang didapat dari orang atau sosok inspiratif, atau sumber lain di luar bahan ajar PGP setiap mempelajari modul di CGP ini.
Salam & bahagia
Semoga dapat bertemu dalam program yang lain untuk peninigkatan dan pengembangan profesi sebagai guru.
“TERGERAK, BERGERAK dan MENGGERAKKAN”
Terima Kasih
untuk perhatian anda
Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8