Pelesapan
Pelesapan
Teguh Setiawan (2015), pelesapan kalimat adalah bentuk peniadaan unsur tertentu dalam suatu teks atau kalimat. Pelesapan kalimat dilakukan untuk mengurangi pengulangan unsur kata yang tidak perlu, serta menghemat waktu, tempat, dan kesempatan saat menuturkan kata.�
Jenis pelesapan
Tukiran (2008) menyatakan bahwa pelesapan kalimat bisa dilakukan lewat dua cara, yakni:
Ada dua tipe pelesapan kalimat, yaitu:
Contohnya:
Karena dia berhalangan hadir, dia tidak datang ke kampus. (sebelum pelesapan)
Karena Ø berhalangan hadir, dia tidak datang ke pesta. (setelah pelesapan)
Meskipun Yve terlambat, Yve tidak lupa membawa tugasnya. (sebelum pelesapan).
Meskipun Ø terlambat, Yve tidak lupa membawa tugasnya. (setelah pelesapan).
Pelesapan kalimat
Ada dua tipe pelesapan kalimat, yaitu:
2. Pelesapan akhir Adalah bentuk peniadaan unsur di akhir kalimat.
Contohnya:
Kemarin Claude datang ikut kerja kelompok, tetapi Lesley tidak datang. (sebelum pelesapan)
Kemarin Claude datang ikut kerja kelompok, tetapi Lesley tidak Ø. (setelah pelesapan)
Lesti sudah melupakan kejadian kemarin, tetapi Billar belum melupakannya. (sebelum pelesapan)
Lesti sudah melupakan kejadian kemarin, tetapi Billar belum. (setelah pelesapan).
Pelesapan kalimat
Perlu diingat!
Elipsis sering digunakan untuk melesapkan suatu unsur dalam kalimat majemuk setara dan bertingkat. Kalimat majemuk setara memiliki klausa yang memiliki hubungan koordinatif atau setara yang memiliki konjungsi koordinatif, seperti dan, atau, melainkan, padahal, sedangkan, serta, dan tetapi.
pada kalimat majemuk setara, subjek, predikat, objek, dan keterangan bisa dilesapkan. Sementara itu, elipsis pada kalimat majemuk bertingkat hanya terjadi pada subjek. Perlu diketahui juga bahwa kalimat majemuk setara hanya bisa mengalami elipsis akhir, sedangkan elipsis awal dan akhir dapat ditemukan pada kalimat majemuk bertingkat.
Terima
Kasih