1 of 11

MATERI PENYULUHAN PERTANIAN

PENGENDALIAN

TIKUS SAWAH

Rattus argentiventer

Pendekatan PHT Terpadu: Gropyokan · TBS · Hayati · Kimiawi

Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P. | BPP Kecamatan Purwodadi | Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P.

081252852681

2 of 11

1

Mengenal Tikus Sawah

Nama Ilmiah

Rattus argentiventer

Berat Tubuh

100 – 200 gram

Aktivitas

Nokturnal (18.00 – 05.00)

Jelajah Harian

300 – 500 meter/hari

⚠ Reproduksi SANGAT Cepat

1 pasang tikus → > 2.000 keturunan / tahun

Tanda serangan: batang terpotong miring 45° | Sarang: di tanggul & pematang tebal

3 of 11

2

Strategi PHT

🔨

Fisik/Mekanis

Gropyokan · TBS

Perangkap · Emposan

🦉

Hayati

Tyto alba · Ular sawah

Konservasi predator alami

⚗️

Kimiawi

Rodentisida antikoagulan

(pilihan TERAKHIR)

Racun Nabati

Bioyoso

4 of 11

3

Gropyokan Massal

1

Seluruh poktan mobilisasi SEREMPAK ≥25 ha

2

Susuri semua pematang, tanggul, & semak tepi sawah

3

Bongkar setiap lubang aktif dengan cangkul/tembilang

4

Musnahkan tikus & anak yang ditemukan

5

Catat jumlah tikus/kelompok untuk evaluasi

🧤 KESELAMATAN KERJA

Wajib pakai sarung tangan karet & sepatu boot | Cuci tangan pakai sabun setelah gropyokan | Pakai masker saat emposan

5 of 11

4

Trap Barrier System (TBS)

Ukuran Petak TBS:

20 m × 20 m (400 m²)

Bahan Pagar:

Plastik PE tebal 0.5 mm

Tinggi Pagar:

60 cm di atas tanah + 20 cm ke dalam tanah

Tiang Pagar:

Bambu setiap 1 m, condong 45° ke luar

Jumlah Bubu/TBS:

4 bubu di setiap sudut pagar

Rasio TBS : Hamparan:

1 unit TBS per 25 ha

Tanaman Umpan:

Tanam 3–4 minggu lebih awal dari hamparan

Efektivitas TBS

Menekan populasi tikus hingga 80–90% di area perlindungan

6 of 11

5

Pengendalian Hayati

Tyto alba — Serak Jawa (Burung Hantu)

1.500

tikus/tahun

dibunuh 1 pasang Tyto alba

1–2 km

radius jelajah

dari lokasi rubuha

1:25

rasio

1 rubuha per 25 hektar

4–6 m

tinggi tiang

pemasangan rubuha optimal

Spesifikasi Rubuha (Rumah Burung Hantu)

• Ukuran: 40 × 40 × 60 cm • Lubang masuk: Ø 14–15 cm�

• Arah: Hadap timur/selatan • Ventilasi: 4–6 lubang kecil di dinding atas

7 of 11

PESNAB

6. BIOYOSO

Pestisida Nabati

Ramah Lingkungan

PENEMU

Yoso Martono Suyadi

(Mbah Yoso)

Sukoharjo, Jawa Tengah

1 kg

untuk 1 Hektar

Sawah

BAHAN BAKU

Umbi Gadung

Racun alami

Ikan Segar

Umpan penarik

Kulit Batang Kamboja

Perontok gigi

Bekatul/Beras

Karbohidrat

Ragi Tape

Fermentasi

CARA KERJA

1

Tikus memakan umpan

2

Gigi rontok & mandul

3

Mati ± 2 minggu

KEUNGGULAN

Ramah lingkungan

Bahan mudah didapat

Aman digunakan

Efisien & ekonomis

APLIKASI

Tumbuk halus → Buat bulatan kecil → Keringkan → Letakkan dekat lubang / jalur tikus

8 of 11

7

Pengendalian Kimiawi — Rodentisida

⚠ GUNAKAN HANYA SEBAGAI PILIHAN TERAKHIR — setelah metode fisik & hayati tidak cukup

Jenis

Bahan Aktif

Cara Kerja

Keterangan

Antikoagulan Gen. I

Bromadiolon, Warfarin, Coumatetralyl

- Racumin

Menghambat pembekuan darah Butuh konsumsi 3–5 hari berulang

✅ DIANJURKAN untuk sawah

Antikoagulan Gen. II

Brodifakoum, Difenakoum

-Petrokum, Sidarat

Cukup 1x konsumsi

⛔ Hanya gudang/interior

Fumigan

Fosfin (Phostoxin)

Gas beracun di sarang

APD lengkap wajib!

Cara Pembuatan Pos Umpan (Bait Station)

1

Buat pipa bambu/PVC Ø 4–5 cm, panjang 30 cm

2

Masukkan umpan 20–30 gram ke dalam pipa

3

Letakkan horizontal di depan lubang aktif

4

Beri tanda/bendera, jarak 20–30 m antar pos

5

Periksa & isi ulang setiap 2–3 hari

6

Musnahkan sisa umpan setelah 2 minggu

🧤 Keselamatan Rodentisida

• Selalu pakai sarung tangan karet�

• Simpan di tempat terkunci, jauh dari anak-anak�

• Dilarang ditebar bebas di lahan terbuka

9 of 11

8

Teknik Emposan / Pengasapan Sarang

SEREMPAK · MULAI SEBELUM TANAM · MONITOR MINGGUAN · KOMBINASI METODE · DOKUMENTASI

Teknik memasukkan asap pekat hasil pembakaran belerang dan jerami ke dalam lubang tikus yang aktif untuk membunuh tikus dan anak-anaknya dalam sarang.

10 of 11

8

Modifikasi Lingkungan (Cultural Control)

Sanitasi Pematang

✓ Pangkas rumput rutin, max 15 cm

✓ Pematang ideal: lebar 30–40 cm, tinggi 20–30 cm

✓ Jangan tumpuk jerami di pematang lama

✓ Bersihkan semak tepi saluran irigasi

Teknik Tanam Serempak

✓ Seluruh hamparan ≥25 ha tanam bersama

✓ Perbedaan umur tanaman max 1 minggu

✓ Panen serempak memutus sumber pakan

✓ Koordinasi via poktan/gapoktan

Pengolahan Tanah Cepat

✓ Bajak dalam 1–2 minggu setelah panen

✓ Olah tanah >20 cm hancurkan sarang

✓ Bero terkontrol putus siklus populasi

✓ Ratakan dan perkecil ukuran pematang

Modifikasi lingkungan tidak memerlukan biaya besar — hanya perlu kesepakatan dan kekompakan seluruh anggota poktan

11 of 11

Pesan Kunci untuk Petani

🤝

SEREMPAK

Pengendalian harus dilakukan seluruh poktan dalam satu hamparan — bukan per petak sendiri

📅

SEBELUM TANAM

Gropyokan & pasang TBS sebelum populasi berkembang — jangan tunggu rusak

👁️

MONITOR RUTIN

Hitung lubang aktif dan rumpun rusak setiap minggu — data menentukan tindakan

🔗

KOMBINASIKAN

Gropyokan + TBS + Rubuha + Sanitasi pematang = PHT yang efektif dan berkelanjutan

📝

DOKUMENTASI

Catat hasil pengendalian setiap musim untuk evaluasi dan perbaikan strategi

PPL Kecamatan Purwodadi | Kabupaten Purworejo | Referensi: BBPOPT Jatisari & Kementan RI