MATERI PENYULUHAN PERTANIAN
PENGENDALIAN
TIKUS SAWAH
Rattus argentiventer
Pendekatan PHT Terpadu: Gropyokan · TBS · Hayati · Kimiawi
Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P. | BPP Kecamatan Purwodadi | Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P.
081252852681
1
Mengenal Tikus Sawah
Nama Ilmiah
Rattus argentiventer
Berat Tubuh
100 – 200 gram
Aktivitas
Nokturnal (18.00 – 05.00)
Jelajah Harian
300 – 500 meter/hari
⚠ Reproduksi SANGAT Cepat
1 pasang tikus → > 2.000 keturunan / tahun
Tanda serangan: batang terpotong miring 45° | Sarang: di tanggul & pematang tebal
2
Strategi PHT
🔨
Fisik/Mekanis
Gropyokan · TBS
Perangkap · Emposan
🦉
Hayati
Tyto alba · Ular sawah
Konservasi predator alami
⚗️
Kimiawi
Rodentisida antikoagulan
(pilihan TERAKHIR)
Racun Nabati
Bioyoso
3
Gropyokan Massal
1
Seluruh poktan mobilisasi SEREMPAK ≥25 ha
2
Susuri semua pematang, tanggul, & semak tepi sawah
3
Bongkar setiap lubang aktif dengan cangkul/tembilang
4
Musnahkan tikus & anak yang ditemukan
5
Catat jumlah tikus/kelompok untuk evaluasi
🧤 KESELAMATAN KERJA
Wajib pakai sarung tangan karet & sepatu boot | Cuci tangan pakai sabun setelah gropyokan | Pakai masker saat emposan
4
Trap Barrier System (TBS)
Ukuran Petak TBS:
20 m × 20 m (400 m²)
Bahan Pagar:
Plastik PE tebal 0.5 mm
Tinggi Pagar:
60 cm di atas tanah + 20 cm ke dalam tanah
Tiang Pagar:
Bambu setiap 1 m, condong 45° ke luar
Jumlah Bubu/TBS:
4 bubu di setiap sudut pagar
Rasio TBS : Hamparan:
1 unit TBS per 25 ha
Tanaman Umpan:
Tanam 3–4 minggu lebih awal dari hamparan
Efektivitas TBS
Menekan populasi tikus hingga 80–90% di area perlindungan
5
Pengendalian Hayati
Tyto alba — Serak Jawa (Burung Hantu)
1.500
tikus/tahun
dibunuh 1 pasang Tyto alba
1–2 km
radius jelajah
dari lokasi rubuha
1:25
rasio
1 rubuha per 25 hektar
4–6 m
tinggi tiang
pemasangan rubuha optimal
Spesifikasi Rubuha (Rumah Burung Hantu)
• Ukuran: 40 × 40 × 60 cm • Lubang masuk: Ø 14–15 cm�
• Arah: Hadap timur/selatan • Ventilasi: 4–6 lubang kecil di dinding atas
PESNAB
6. BIOYOSO
Pestisida Nabati
Ramah Lingkungan
PENEMU
Yoso Martono Suyadi
(Mbah Yoso)
Sukoharjo, Jawa Tengah
1 kg
untuk 1 Hektar
Sawah
BAHAN BAKU
Umbi Gadung
Racun alami
Ikan Segar
Umpan penarik
Kulit Batang Kamboja
Perontok gigi
Bekatul/Beras
Karbohidrat
Ragi Tape
Fermentasi
CARA KERJA
1
Tikus memakan umpan
2
Gigi rontok & mandul
3
Mati ± 2 minggu
KEUNGGULAN
Ramah lingkungan
Bahan mudah didapat
Aman digunakan
Efisien & ekonomis
APLIKASI
Tumbuk halus → Buat bulatan kecil → Keringkan → Letakkan dekat lubang / jalur tikus
7
Pengendalian Kimiawi — Rodentisida
⚠ GUNAKAN HANYA SEBAGAI PILIHAN TERAKHIR — setelah metode fisik & hayati tidak cukup
Jenis
Bahan Aktif
Cara Kerja
Keterangan
Antikoagulan Gen. I
Bromadiolon, Warfarin, Coumatetralyl
- Racumin
Menghambat pembekuan darah Butuh konsumsi 3–5 hari berulang
✅ DIANJURKAN untuk sawah
Antikoagulan Gen. II
Brodifakoum, Difenakoum
-Petrokum, Sidarat
Cukup 1x konsumsi
⛔ Hanya gudang/interior
Fumigan
Fosfin (Phostoxin)
Gas beracun di sarang
APD lengkap wajib!
Cara Pembuatan Pos Umpan (Bait Station)
1
Buat pipa bambu/PVC Ø 4–5 cm, panjang 30 cm
2
Masukkan umpan 20–30 gram ke dalam pipa
3
Letakkan horizontal di depan lubang aktif
4
Beri tanda/bendera, jarak 20–30 m antar pos
5
Periksa & isi ulang setiap 2–3 hari
6
Musnahkan sisa umpan setelah 2 minggu
🧤 Keselamatan Rodentisida
• Selalu pakai sarung tangan karet�
• Simpan di tempat terkunci, jauh dari anak-anak�
• Dilarang ditebar bebas di lahan terbuka
8
Teknik Emposan / Pengasapan Sarang
SEREMPAK · MULAI SEBELUM TANAM · MONITOR MINGGUAN · KOMBINASI METODE · DOKUMENTASI
Teknik memasukkan asap pekat hasil pembakaran belerang dan jerami ke dalam lubang tikus yang aktif untuk membunuh tikus dan anak-anaknya dalam sarang.
8
Modifikasi Lingkungan (Cultural Control)
Sanitasi Pematang
✓ Pangkas rumput rutin, max 15 cm
✓ Pematang ideal: lebar 30–40 cm, tinggi 20–30 cm
✓ Jangan tumpuk jerami di pematang lama
✓ Bersihkan semak tepi saluran irigasi
Teknik Tanam Serempak
✓ Seluruh hamparan ≥25 ha tanam bersama
✓ Perbedaan umur tanaman max 1 minggu
✓ Panen serempak memutus sumber pakan
✓ Koordinasi via poktan/gapoktan
Pengolahan Tanah Cepat
✓ Bajak dalam 1–2 minggu setelah panen
✓ Olah tanah >20 cm hancurkan sarang
✓ Bero terkontrol putus siklus populasi
✓ Ratakan dan perkecil ukuran pematang
Modifikasi lingkungan tidak memerlukan biaya besar — hanya perlu kesepakatan dan kekompakan seluruh anggota poktan
Pesan Kunci untuk Petani
🤝
SEREMPAK
Pengendalian harus dilakukan seluruh poktan dalam satu hamparan — bukan per petak sendiri
📅
SEBELUM TANAM
Gropyokan & pasang TBS sebelum populasi berkembang — jangan tunggu rusak
👁️
MONITOR RUTIN
Hitung lubang aktif dan rumpun rusak setiap minggu — data menentukan tindakan
🔗
KOMBINASIKAN
Gropyokan + TBS + Rubuha + Sanitasi pematang = PHT yang efektif dan berkelanjutan
📝
DOKUMENTASI
Catat hasil pengendalian setiap musim untuk evaluasi dan perbaikan strategi
PPL Kecamatan Purwodadi | Kabupaten Purworejo | Referensi: BBPOPT Jatisari & Kementan RI