��
BEDAH CP SOSIOLOGI�IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
Oleh
Tri Marhaeni Pudji Astuti
Tim Revisi CP Sosiologi 2023
Disampaikan pada IKM dan Pendidikan Berbasis Pedagogik
Di MGMP Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan
LP3 Universitas Negeri Semarang
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tujuan Pendidikan Indonesia adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah menetapkan Kerangka Dasar Kurikulum yang terdiri dari Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran, dan Prinsip Pembelajaran dan Asesmen.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Capaian Pembelajaran atau CP adalah istilah pengganti KI dan KD dalam Kurikulum 2013 (Kurtilas). Dalam format Capaian Pembelajaran, tidak ada lagi pemisahan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, semua aspek tersebut digabung dan diintegrasikan ke dalam satu paragraf utuh.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Samakah KTSP dengan KOSP?
Bagaimana struktur kurikulumnya?
Tidak ada penjurusan lagi?
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila?
Bagaimana Modul Ajarnya?
Bagaimana CP, TP dan ATP nya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pengertian CP
“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.
Bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual menggunakan CP reguler dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.”
(lihat: Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 958 tahun 2020 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
REGULASI KURIKULUM
Permendikbudristek
No 5/2022🡪 SKL
Permendikbudristek No 7/2022🡪 Standar Isi
Permendikbudristek No
16/2022🡪 Standar Proses
Kepmendikbudristek 262/M/2022🡪
Pedoman Penerapan Kurikulum
Keputusan Ka BSKAP Nomor 033/H/KR/2022🡪 CP
Keputusan Ka BSKAP Nomor 009/H/KR/2022🡪 Dimensi PPP
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
14
Permendikbudristek No
21/2022🡪 Standar Penilain
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
I. Struktur Kurikulum
Kepmendikbud dan Ristek No 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum
Struktur Kurikulum SMA terdiri dari dua fase
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Komponen Capaian Pembelajaran
perkembangan peserta didik
Sumber: Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) No.8 Tahun 2022
tentang Capaian Pembelajaran
Capaian dalam Setiap
Fase menurut Elemen
Dibuat dalam bentuk matriks.
Setiap elemen dipetakan menurut
Capaian dalam Setiap Fase
Secara Keseluruhan
Kompetensi pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik pada setiap fase.
Dibuat dalam bentuk pernyataan yang
disajikan dalam paragraf yang utuh.
Karakteristik Mata Pelajaran
● Deskripsi umum tentang apa yang
dipelajari dalam mata pelajaran
● Elemen-elemen (strands) atau
domain mata pelajaran serta
deskripsinya
Tujuan Mata Pelajaran
Kemamuan yang perlu dicapai peserta
didik setelah mempelajari mata
pelajaran tersebut
Rasional Mata Pelajaran
● Alasan mempelajari mapel
tersebut
● Keterkaitan antara Mapel dengan
salah satu (atau lebih) Profil
Pelajar Pancasila
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
RASIONAL-TUJUAN DAN KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
CP-ATP-TP
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
CP dan strategi mencapai CP menggunakan
Kerangka Kerja Understanding by Design
Understanding by Design merupakan sebuah kerangka kerja dengan fokus pada proses perencanaan dan struktur yang memandu pengembangan kurikulum, asesmen, dan instruksi pembelajaran. Proses perencanaan ini fokus pada dua hal:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
CP disusun menggunakan
metode Backward Design
Metode perancangan kurikulum pendidikan ini dimulai dengan menentukan tujuan akhir yang diinginkan terlebih dahulu sebelum menentukan kegiatan pembelajaran dan asesmen yang digunakan.
Backward Design melibatkan 3 tahap perencanaan:
Identifikasi hasil yang diinginkan
Menentukan bukti-bukti yang dapat diterima
Merencanakan pengalaman belajar dan instruksi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara,
CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapainya (fase).
Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap pengemudi memiliki kebebasan untuk memilih jalur, cara, dan alat untuk menempuh perjalanan tersebut, yang disesuaikan dengan titik keberangkatan, kondisi, kemampuan, dan kecepatan masing-masing.
Dalam mencapai CP, kita perlu membangun kompetensi untuk melakukan perjalanan tersebut agar tiba di tujuan pada waktu yang ditentukan. Setiap satuan pendidikan dipersilakan mengatur strategi efektif untuk mencapai CP, sesuai dengan kemampuan dan potensinya.
Sumber gambar: https://www.theaa.com/driving-school/driving-lessons/advice/show-me-tell-me
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Garis finish CP ada di akhir kelas 12. Untuk mencapai garis finish tersebut, pemerintah membuatnya ke dalam 6 etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.
Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk membedakannya dengan kelas karena peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda.
Fase memberikan keleluasaan dan keadilan bagi guru dan siswa untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan tahapan perkembangan, kemampuan, minat, konteks, dan kecepatan belajar siswa (Teaching at The Right Level).
Dengan penggunaan Fase, diharapkan siswa akan dapat memiliki waktu lebih panjang untuk memahami dan mendalami konsep-konsep dan keterampilan untuk mencapai sebuah kompetensi yang dibangun CP.
sumber gambar: https://momobil.id/news/penjelasan-arti-indikator-huruf-di-speedometer-mobil/
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen Dalam CP
Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.
Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.
Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya.
Contoh:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen dalam CP
Jika pembelajaran ibarat sebuah perjalanan, diperlukan beberapa kompetensi esensial agar tepat waktu dan selamat mencapai tujuan. Contohnya, jika ingin melakukan perjalanan dengan cara mengemudikan mobil, ada beberapa elemen yang perlu dipelajari seperti mengenali bagian dan cara kerja mobil, mengemudi, keselamatan mengemudi, navigasi dan pengendalian emosi. Masing-masing elemen memiliki capaiannya sendiri yang saling menunjang agar seseorang dapat memenuhi CP mengemudikan mobil.
Tentu saja jika perjalanan ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berlayar, elemen Capaian Pembelajarannya sangat mungkin berbeda dengan mengemudikan mobil. Mungkin elemennya lebih sedikit/banyak, mungkin mirip atau sama.
Elemen setiap mata pelajaran dapat memiliki persamaan atau perbedaan karakteristik satu dengan lainnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
CP Sosiologi
(masih ProsesRevisi)
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami berbagai permasalahan sosial yang terjadi. Peserta didik juga mampu menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial sehingga terwujud kehidupan sosial yang harmonis, memahami penyebab konflik dan kekerasan serta upaya untuk menciptakan integrasi sosial di tengah dinamika masyarakat digital yang terus berubah. Peserta didik mampu memahami berbagai perubahan sosial, dan eksistensi kearifan lokal dalam kehidupan komunitas akibat dampak globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Komponen Capaian Pembelajaran
perkembangan peserta didik
Sumber: Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) No.8 Tahun 2022
tentang Capaian Pembelajaran
Capaian dalam Setiap
Fase menurut Elemen
Dibuat dalam bentuk matriks.
Setiap elemen dipetakan menurut
Capaian dalam Setiap Fase
Secara Keseluruhan
Kompetensi pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik pada setiap fase.
Dibuat dalam bentuk pernyataan yang
disajikan dalam paragraf yang utuh.
Karakteristik Mata Pelajaran
● Deskripsi umum tentang apa yang
dipelajari dalam mata pelajaran
● Elemen-elemen (strands) atau
domain mata pelajaran serta
deskripsinya
Tujuan Mata Pelajaran
Kemampuan yang perlu dicapai peserta
didik setelah mempelajari mata
pelajaran tersebut
Rasional Mata Pelajaran
● Alasan mempelajari mapel
tersebut
● Keterkaitan antara Mapel dengan
salah satu (atau lebih) Profil
Pelajar Pancasila
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen | Deskripsi |
Pemahaman konsep | Pemahaman konsep Sosiologi berhubungan dengan konsep-konsep dasar Sosiologi seperti menjelaskan status dan peran individu dalam kelompok sosial, permasalahan sosial, prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial, konflik dan kekerasan, integrasi sosial, perubahan sosial, ketimpangan sosial, dan eksistensi kearifan lokal dalam kehidupan komunitas. Peserta didik tidak hanya sekedar tahu dan hafal tentang definisi konsep Sosiologi, tetapi dia juga memahami bagaimana dan mengapa suatu realita dan gejala sosial-budaya dapat terjadi. Pemahaman seperti itu dapat digunakan untuk memahami masalah sosial-budaya yang lebih luas, komprehensif, dan lebih bermakna. |
Elemen mata pelajaran Sosiologi meliputi pemahaman konsep dan keterampilan proses yang dijabarkan pada tabel berikut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen | Deskripsi |
Keterampilan Proses | Merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki suatu fenomena sosial-budaya secara sistematis, kritis, analitis, logis dan solutif. Keterampilan proses menuntut adanya keterlibatan intelektual dan kesadaran sosial yang dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan melakukan penelitian sederhana. Selain itu, juga dapat mengembangkan sikap-sikap ilmiah dan kemampuan untuk menemukan serta mengembangkan fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial dalam kehidupan secara objektif dan rasional. Keterampilan proses dalam Mata Pelajaran Sosiologi meliputi kegiatan
|
Elemen mata pelajaran Sosiologi meliputi pemahaman konsep dan keterampilan proses yang dijabarkan pada tabel berikut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen | Capaian Pembelajaran |
Pemahaman Konsep | Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami berbagai permasalahan sosial, konflik, dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Peserta didik mampu secara kritis, analitis, dan kreatif memberikan pemecahan masalah sosial yang solutif terhadap dinamika kehidupan sosial di tengah masyarakat digital saat ini. Penerapan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial digunakan untuk mewujudkan masyarakat multikultural yang harmonis dan integratif. Peserta didik juga mampu memahami terjadinya perubahan sosial pada kelompok atau komunitas di tengah arus globalisasi dan mampu memberikan solusi terhadap dampak globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Peserta didik juga mampu merancang strategi, melakukan dan mengevaluasi kegiatan/projek pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal, serta mampu mempresentasikan dalam bentuk grafik, infografis, dan/atau tabel. Peserta didik mampu merefleksikan hasil informasi, hasil observasi, dan hasil dokumentasi yang diperoleh untuk ekspektasi di masa depan, merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat. |
Keterampilan Proses | Lihat slide berikutnya |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen | Capaian Pembelajaran |
Keterampilan Proses | Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengamati fenomena sosial di Indonesia dan/atau dunia, membuat pertanyaan untuk menggali informasi secara mendalam tentang fenomena sosial yang terjadi. Selain itu, peserta didik mampu mengumpulkan informasi dari sumber primer dan sekunder, melakukan observasi partisipatif dan mendokumentasikan, menganalisis dan menguji keabsahan data, serta menarik simpulan dari informasi yang diperoleh. Kemudian mengomunikasikan dalam bentuk grafik, infografis, dan/atau tabel. Peserta didik mampu merefleksikan hasil informasi, hasil observasi dan hasil dokumentasi yang diperoleh untuk ekspektasi di masa depan, merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat yang lebih luas. |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
NO | KETERAMPILAN PROSES | FASE E | FASE F |
1 | MENGAMATI | Mengamati fenomena sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar | Mengamati fenomena sosial di lingkungan masyarakat di Indonesia dan dunia |
2 | MENANYA | Membuat pertanyaan untuk menggali informasi tentang fenomena sosiologi | Membuat pertanyaan untuk menggali informasi secara mendalam tentang fenomena sosiologi |
3 | MENGUMPULKAN INFORMASI | Mengumpulkan informasi dari sumber data primer dan sekunder, melakukan observasi dan mendokumentasikan | Menggunakan pendekatan penelitian sederhana dalam mengumpulkan informasi dari sumber data primer dan sekunder, melakukan observasi partisipatif dan mendokumentasikan |
KETERAMPILAN PROSES SOSIOLOGI
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
NO | KETERAMPILAN PROSES | FASE E | FASE F |
4 | MENGANALISIS (ORGANISASIKAN) | Menganalisis data dari informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi |
|
5 | MENARIK SIMPULAN | menarik simpulan dari informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi | menarik simpulan dari informasi yang diperoleh berdasarkan sumber data primer dan sekunder, menggunakan pendekatan penelitian sederhana |
KETERAMPILAN PROSES SOSIOLOGI
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
NO | KETERAMPILAN PROSES | FASE E | FASE F |
6 | MENGKOMUNIKASIKAN | mempresentasikan informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi
| mempresentasikan informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi dalam bentuk grafik, infografis, dan atau tabel. |
7 | MEREFLEKSIKAN DAN MERENCANAKAN PROJEK LANJUTAN
| merefleksikan hasil dari informasi yang diperoleh, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi
| merefleksikan hasil dari informasi yang diperoleh, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi untuk ekspektasi di masa depan. merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat yang lebih luas |
KETERAMPILAN PROSES SOSIOLOGI
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bentuk Pemahaman Dalam CP
Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.
Konsep “Memahami” dalam Capaian Pembelajaran (CP) dalam konstruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata. Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan sepanjang siswa mengonstruksikan pengalaman-pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya
Jika mengacu kepada teori konstruktivisme, kemampuan memahami ada di level paling tinggi, berbeda jika mengacu pada Taksonomi Bloom yang menempatkan kemampuan memahami di level C2.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Penjelasan Explanation | Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya. |
Interpretasi Interpretation | Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya. |
Aplikasi Application | Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi ( menyerupai kenyataan) |
Perspektif Perspective | Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi , melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik. |
Empati Empathy | Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/ atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu |
Pengenalan diri Self-Knowledge | Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal. |
6 aspek pemahaman (Wiggins and Tighe, 2005) |
6 facet of understanding; merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi pemahaman siswa atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.
Jika siswa melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.
6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang tepat.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Link Belajar Mandiri Persiapan IKM
Persiapan dan Langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
https://guru.kemdikbud.go.id
melalui laman https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/
CARA MENGURAIKAN CP
Kurikulum 2013
Kurikulum
Merdeka
CP
memuat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
��
Terima Kasih
�
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi