1 of 32

��

BEDAH CP SOSIOLOGI�IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

Oleh

Tri Marhaeni Pudji Astuti

Tim Revisi CP Sosiologi 2023

Disampaikan pada IKM dan Pendidikan Berbasis Pedagogik

Di MGMP Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan

LP3 Universitas Negeri Semarang

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

2 of 32

Tujuan Pendidikan Indonesia adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah menetapkan Kerangka Dasar Kurikulum yang terdiri dari Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran, dan Prinsip Pembelajaran dan Asesmen.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

3 of 32

Capaian Pembelajaran atau CP adalah istilah pengganti KI dan KD dalam Kurikulum 2013 (Kurtilas). Dalam format Capaian Pembelajaran, tidak ada lagi pemisahan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, semua aspek tersebut digabung dan diintegrasikan ke dalam satu paragraf utuh.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4 of 32

Samakah KTSP dengan KOSP?

Bagaimana struktur kurikulumnya?

Tidak ada penjurusan lagi?

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila?

Bagaimana Modul Ajarnya?

Bagaimana CP, TP dan ATP nya?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5 of 32

Pengertian CP

“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.

Bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual menggunakan CP reguler dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.”

(lihat: Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 958 tahun 2020 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6 of 32

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

7 of 32

REGULASI KURIKULUM

Permendikbudristek

No 5/2022🡪 SKL

Permendikbudristek No 7/2022🡪 Standar Isi

Permendikbudristek No

16/2022🡪 Standar Proses

Kepmendikbudristek 262/M/2022🡪

Pedoman Penerapan Kurikulum

Keputusan Ka BSKAP Nomor 033/H/KR/2022🡪 CP

Keputusan Ka BSKAP Nomor 009/H/KR/2022🡪 Dimensi PPP

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14

Permendikbudristek No

21/2022🡪 Standar Penilain

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 32

I. Struktur Kurikulum

Kepmendikbud dan Ristek No 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum

Struktur Kurikulum SMA terdiri dari dua fase

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

9 of 32

Komponen Capaian Pembelajaran

perkembangan peserta didik

Sumber: Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) No.8 Tahun 2022

tentang Capaian Pembelajaran

Capaian dalam Setiap

Fase menurut Elemen

Dibuat dalam bentuk matriks.

Setiap elemen dipetakan menurut

Capaian dalam Setiap Fase

Secara Keseluruhan

Kompetensi pembelajaran yang harus

dicapai peserta didik pada setiap fase.

Dibuat dalam bentuk pernyataan yang

disajikan dalam paragraf yang utuh.

Karakteristik Mata Pelajaran

Deskripsi umum tentang apa yang

dipelajari dalam mata pelajaran

Elemen-elemen (strands) atau

domain mata pelajaran serta

deskripsinya

Tujuan Mata Pelajaran

Kemamuan yang perlu dicapai peserta

didik setelah mempelajari mata

pelajaran tersebut

Rasional Mata Pelajaran

Alasan mempelajari mapel

tersebut

Keterkaitan antara Mapel dengan

salah satu (atau lebih) Profil

Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10 of 32

RASIONAL-TUJUAN DAN KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

11 of 32

CP-ATP-TP

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

12 of 32

CP dan strategi mencapai CP menggunakan

Kerangka Kerja Understanding by Design

Understanding by Design merupakan sebuah kerangka kerja dengan fokus pada proses perencanaan dan struktur yang memandu pengembangan kurikulum, asesmen, dan instruksi pembelajaran. Proses perencanaan ini fokus pada dua hal:

  1. Pengajaran dan asesmen untuk membangun pemahaman dan kemampuan learning transfer (kemampuan mengimplementasikan hasil belajar dalam sebuah performa otentik)
  2. Merancang kurikulum “Terbalik” (backward), dengan mulai dari tujuan akhirnya terlebih dulu

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

13 of 32

CP disusun menggunakan

metode Backward Design

Metode perancangan kurikulum pendidikan ini dimulai dengan menentukan tujuan akhir yang diinginkan terlebih dahulu sebelum menentukan kegiatan pembelajaran dan asesmen yang digunakan.

Backward Design melibatkan 3 tahap perencanaan:

Identifikasi hasil yang diinginkan

Menentukan bukti-bukti yang dapat diterima

Merencanakan pengalaman belajar dan instruksi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14 of 32

Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara,

CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapainya (fase).

Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap pengemudi memiliki kebebasan untuk memilih jalur, cara, dan alat untuk menempuh perjalanan tersebut, yang disesuaikan dengan titik keberangkatan, kondisi, kemampuan, dan kecepatan masing-masing.

Dalam mencapai CP, kita perlu membangun kompetensi untuk melakukan perjalanan tersebut agar tiba di tujuan pada waktu yang ditentukan. Setiap satuan pendidikan dipersilakan mengatur strategi efektif untuk mencapai CP, sesuai dengan kemampuan dan potensinya.

Sumber gambar: https://www.theaa.com/driving-school/driving-lessons/advice/show-me-tell-me

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

15 of 32

Garis finish CP ada di akhir kelas 12. Untuk mencapai garis finish tersebut, pemerintah membuatnya ke dalam 6 etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.

Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk membedakannya dengan kelas karena peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda.

Fase memberikan keleluasaan dan keadilan bagi guru dan siswa untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan tahapan perkembangan, kemampuan, minat, konteks, dan kecepatan belajar siswa (Teaching at The Right Level).

Dengan penggunaan Fase, diharapkan siswa akan dapat memiliki waktu lebih panjang untuk memahami dan mendalami konsep-konsep dan keterampilan untuk mencapai sebuah kompetensi yang dibangun CP.

sumber gambar: https://momobil.id/news/penjelasan-arti-indikator-huruf-di-speedometer-mobil/

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

16 of 32

Elemen Dalam CP

Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.

Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.

Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya.

Contoh:

  • Dalam CP PAUD terdapat elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, dan Dasar-dasar Literasi dan STEAM
  • Dalam CP Matematika terdapat elemen Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, dan Analisis Data dan Peluang.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17 of 32

Elemen dalam CP

Jika pembelajaran ibarat sebuah perjalanan, diperlukan beberapa kompetensi esensial agar tepat waktu dan selamat mencapai tujuan. Contohnya, jika ingin melakukan perjalanan dengan cara mengemudikan mobil, ada beberapa elemen yang perlu dipelajari seperti mengenali bagian dan cara kerja mobil, mengemudi, keselamatan mengemudi, navigasi dan pengendalian emosi. Masing-masing elemen memiliki capaiannya sendiri yang saling menunjang agar seseorang dapat memenuhi CP mengemudikan mobil.

Tentu saja jika perjalanan ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berlayar, elemen Capaian Pembelajarannya sangat mungkin berbeda dengan mengemudikan mobil. Mungkin elemennya lebih sedikit/banyak, mungkin mirip atau sama.

Elemen setiap mata pelajaran dapat memiliki persamaan atau perbedaan karakteristik satu dengan lainnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18 of 32

CP Sosiologi

(masih ProsesRevisi)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami berbagai permasalahan sosial yang terjadi. Peserta didik juga mampu menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial sehingga terwujud kehidupan sosial yang harmonis, memahami penyebab konflik dan kekerasan serta upaya untuk menciptakan integrasi sosial di tengah dinamika masyarakat digital yang terus berubah. Peserta didik mampu memahami berbagai perubahan sosial, dan eksistensi kearifan lokal dalam kehidupan komunitas akibat dampak globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

19 of 32

Komponen Capaian Pembelajaran

perkembangan peserta didik

Sumber: Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) No.8 Tahun 2022

tentang Capaian Pembelajaran

Capaian dalam Setiap

Fase menurut Elemen

Dibuat dalam bentuk matriks.

Setiap elemen dipetakan menurut

Capaian dalam Setiap Fase

Secara Keseluruhan

Kompetensi pembelajaran yang harus

dicapai peserta didik pada setiap fase.

Dibuat dalam bentuk pernyataan yang

disajikan dalam paragraf yang utuh.

Karakteristik Mata Pelajaran

Deskripsi umum tentang apa yang

dipelajari dalam mata pelajaran

Elemen-elemen (strands) atau

domain mata pelajaran serta

deskripsinya

Tujuan Mata Pelajaran

Kemampuan yang perlu dicapai peserta

didik setelah mempelajari mata

pelajaran tersebut

Rasional Mata Pelajaran

Alasan mempelajari mapel

tersebut

Keterkaitan antara Mapel dengan

salah satu (atau lebih) Profil

Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

20 of 32

Elemen

Deskripsi

Pemahaman konsep

Pemahaman konsep Sosiologi berhubungan dengan konsep-konsep dasar Sosiologi seperti menjelaskan status dan peran individu dalam kelompok sosial, permasalahan sosial, prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial, konflik dan kekerasan, integrasi sosial, perubahan sosial, ketimpangan sosial, dan eksistensi kearifan lokal dalam kehidupan komunitas.

Peserta didik tidak hanya sekedar tahu dan hafal tentang definisi konsep Sosiologi, tetapi dia juga memahami bagaimana dan mengapa suatu realita dan gejala sosial-budaya dapat terjadi. Pemahaman seperti itu dapat digunakan untuk memahami masalah sosial-budaya yang lebih luas, komprehensif, dan lebih bermakna.

Elemen mata pelajaran Sosiologi meliputi pemahaman konsep dan keterampilan proses yang dijabarkan pada tabel berikut.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 32

Elemen

Deskripsi

Keterampilan Proses

Merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki suatu fenomena sosial-budaya secara sistematis, kritis, analitis, logis dan solutif. Keterampilan proses menuntut adanya keterlibatan intelektual dan kesadaran sosial yang dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan melakukan penelitian sederhana. Selain itu, juga dapat mengembangkan sikap-sikap ilmiah dan kemampuan untuk menemukan serta mengembangkan fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial dalam kehidupan secara objektif dan rasional.

Keterampilan proses dalam Mata Pelajaran Sosiologi meliputi kegiatan

  • Mengamati;
  • Menanya;
  • Mengumpulkan informasi;
  • Mengorganisasikan;
  • Menarik kesimpulan;
  • Mengomunikasikan;
  • Merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan.

Elemen mata pelajaran Sosiologi meliputi pemahaman konsep dan keterampilan proses yang dijabarkan pada tabel berikut.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

22 of 32

Elemen

Capaian Pembelajaran

Pemahaman Konsep

Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami berbagai permasalahan sosial, konflik, dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Peserta didik mampu secara kritis, analitis, dan kreatif memberikan pemecahan masalah sosial yang solutif terhadap dinamika kehidupan sosial di tengah masyarakat digital saat ini. Penerapan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial digunakan untuk mewujudkan masyarakat multikultural yang harmonis dan integratif. Peserta didik juga mampu memahami terjadinya perubahan sosial pada kelompok atau komunitas di tengah arus globalisasi dan mampu memberikan solusi terhadap dampak globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Peserta didik juga mampu merancang strategi, melakukan dan mengevaluasi kegiatan/projek pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal, serta mampu mempresentasikan dalam bentuk grafik, infografis, dan/atau tabel. Peserta didik mampu merefleksikan hasil informasi, hasil observasi, dan hasil dokumentasi yang diperoleh untuk ekspektasi di masa depan, merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat.

Keterampilan Proses

Lihat slide berikutnya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

23 of 32

Elemen

Capaian Pembelajaran

Keterampilan Proses

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengamati fenomena sosial di Indonesia dan/atau dunia, membuat pertanyaan untuk menggali informasi secara mendalam tentang fenomena sosial yang terjadi. Selain itu, peserta didik mampu mengumpulkan informasi dari sumber primer dan sekunder, melakukan observasi partisipatif dan mendokumentasikan, menganalisis dan menguji keabsahan data, serta menarik simpulan dari informasi yang diperoleh. Kemudian mengomunikasikan dalam bentuk grafik, infografis, dan/atau tabel. Peserta didik mampu merefleksikan hasil informasi, hasil observasi dan hasil dokumentasi yang diperoleh untuk ekspektasi di masa depan, merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat yang lebih luas.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

24 of 32

NO

KETERAMPILAN PROSES

FASE E

FASE F

1

MENGAMATI

Mengamati fenomena sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar

Mengamati fenomena sosial di lingkungan masyarakat di Indonesia dan dunia

2

MENANYA

Membuat pertanyaan untuk menggali informasi tentang fenomena sosiologi

Membuat pertanyaan untuk menggali informasi secara mendalam tentang fenomena sosiologi

3

MENGUMPULKAN INFORMASI

Mengumpulkan informasi dari sumber data primer dan sekunder, melakukan observasi dan mendokumentasikan

Menggunakan pendekatan penelitian sederhana dalam mengumpulkan informasi dari sumber data primer dan sekunder, melakukan observasi partisipatif dan mendokumentasikan

KETERAMPILAN PROSES SOSIOLOGI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

25 of 32

NO

KETERAMPILAN PROSES

FASE E

FASE F

4

MENGANALISIS (ORGANISASIKAN)

Menganalisis data dari informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi

  • Menganalisis data dari informasi yang diperoleh berdasarkan sumber data primer dan sekunder, menggunakan pendekatan penelitian sederhana

5

MENARIK SIMPULAN

menarik simpulan dari informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi

menarik simpulan dari informasi yang diperoleh berdasarkan sumber data primer dan sekunder, menggunakan pendekatan penelitian sederhana

KETERAMPILAN PROSES SOSIOLOGI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

26 of 32

NO

KETERAMPILAN PROSES

FASE E

FASE F

6

MENGKOMUNIKASIKAN

mempresentasikan informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi

mempresentasikan informasi yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi dalam bentuk grafik, infografis, dan atau tabel.

7

MEREFLEKSIKAN DAN MERENCANAKAN PROJEK LANJUTAN

 

merefleksikan hasil dari informasi yang diperoleh, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi

 

merefleksikan hasil dari informasi yang diperoleh, data hasil observasi dan data hasil dokumentasi untuk ekspektasi di masa depan. merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat yang lebih luas

KETERAMPILAN PROSES SOSIOLOGI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

27 of 32

Bentuk Pemahaman Dalam CP

Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.

Konsep “Memahami” dalam Capaian Pembelajaran (CP) dalam konstruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata. Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan sepanjang siswa mengonstruksikan pengalaman-pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya

Jika mengacu kepada teori konstruktivisme, kemampuan memahami ada di level paling tinggi, berbeda jika mengacu pada Taksonomi Bloom yang menempatkan kemampuan memahami di level C2.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

28 of 32

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.

Aplikasi

Application

Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi ( menyerupai kenyataan)

Perspektif

Perspective

Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi , melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/ atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu

Pengenalan diri

Self-Knowledge

Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.

6 aspek pemahaman (Wiggins and Tighe, 2005)

6 facet of understanding; merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

29 of 32

6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi pemahaman siswa atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.

Jika siswa melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.

6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang tepat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30 of 32

Link Belajar Mandiri Persiapan IKM

Persiapan dan Langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Unduh dan pasang (install) Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android atau akses melalui laman

https://guru.kemdikbud.go.id

  1. Menyaksikan video implementasi kurikulum merdeka per jenjang melalui fitur video inspirasi atau

melalui laman https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/

  1. Mengikuti pelatihan mandiri kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar atau melalui laman:

https://guru.kemdikbud.go.id/

  1. Mempelajari asesmen dan perangkat ajar kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar atau melalui laman: https://guru.kemdikbud.go.id/
  2. Mengikuti sesi berbagi praktik baik kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar pada fitur Bukti Karya Saya atau melalui laman: https://guru.kemdikbud.go.id/
  3. Mengikuti komunitas belajar kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar atau melalui laman:

https://guru.kemdikbud.go.id/

  1. Bergabung dengan kanal telegram implementasi kurikulum merdeka di laman
    1. Mandiri belajar : https://t.me/mandiribelajarkm
    2. Mandiri berubah : https://t.me/mandiriberubahkm
    3. Mandiri berbagi : https://t.me/mandiriberbagikm

31 of 32

CARA MENGURAIKAN CP

Kurikulum 2013

Kurikulum

Merdeka

CP

memuat

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

32 of 32

��

Terima Kasih

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi