1 of 52

Perumusan Strategi dan Program Dinas Kesehatan

Laksono Trisnantoro

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan/Prodi S2 Kebijakan dan Manajemen Kesehatan

FK-KMK UGM, Maret 2025

2 of 52

Isi

  1. Penguatan Perencanaan kesehatan di daerah
  2. Metode Berfikir Renstra dan Analisis SWOT untuk Perumusan Strategi

Latihan

  1. Perumusan Strategi
  2. Perumusan Program

3 of 52

1.

Penguatan Perencanaan kesehatan di daerah

4 of 52

Pengembangan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) pasca UU Kesehatan 2023

4

5 of 52

UU Kesehatan yang disahkan:�Menjadi dasar hukum untuk Rencana Induk Bidang Kesehatan (Pasal 409).

6 of 52

Dimana letak Rencana Induk Kesehatan selama ini?

7 of 52

Proses perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat dan daerah selama ini (Sebelum ada Rencana Induk Bidang Kesehatan)

Rencana kesehatan ini perlu dipahami semua stakeholder

7

RPJP Nasional

RPJP Daerah

RPJM Daerah

Renstra OPD

RPJM Nasional

Renstra K/L

Renja K/L

RKP

RKP Daerah

Renja OPD

RKA K/L

RAPBN

RAPBD

RKA OPD

Rincian APBN

APBN

Rincian

APBD

APBD

20 Tahunan

5 Tahunan

1 Tahunan

Perencanaan

Penganggaran

Pemerintah

Pusat

Pemerintah

Daerah

Musrenbang

Diperhatikan

Diacu

8 of 52

Dimana letak RIBK setelah ada UU no 17 tahun 2023 tentang Kesehatan?

9 of 52

Posisi RIBK

10 of 52

Catatan:

Akan ada diskusi mengenai RIBK dengan pembicara dari Biro Perencanaan Kementerian Kesehatan minggu depan

11 of 52

Saat ini:

Gubernur, Bupati, Walikota terpilih sedang menyiapkan RPJMD yang harus selesai di bulan Agustus 2025

12 of 52

Proses perencanaan kesehatan di daerah

  • RPJMD akan tetap berpedoman pada RPJMN
  • RPJMD juga akan mengikuti RIBK

RPJMN

RPJMD

Kedudukan RENSTRA Dinas

  • Mengacu ke RPJMD dan RIBK
  • RPJMD dan RIBK juga akan menjadi pedoman Renstra-renstra dinas di daerah dan organisasi-organisasi kesehatan swasta dan masyarakat

RIBK

RENSTRA

13 of 52

Di dalam Dokumen RPJMN dan RPJMD yang mengacu ke RIBK, diharapkan ada komponen kesehatan:

  • Analisis mengenai sektor kesehatan di daerah (tidak terbatas pada dinas kesehatan).
  • Analisis sumber-sumber dana kesehatan yang ada di daerah (sumber pemerintahdari berbagai bidang termasuk BPJS-BKKBN,BPOM, dan masyarakat).
  • Proyeksi-proyeksi besaran masalah.
  • Rencana Program 5 tahunan.
  • Rencana Anggaran 5 tahunan (indikatif). Proyeksi-proyeksi anggaran kesehatan dari berbagai sumber.

14 of 52

RPJMN

RIBK

Memperjelas arah kebijakan untuk sektor kesehatan di daerah yang ditulis di RPJMD

Penganggaran Tahunan di Daerah berbasis Kinerja

Renstra Dinas Kesehatan

Rencana Operasional

Level Nasional

15 of 52

Berbagai Rencana Strategis lembaga di sektor kesehatan di daerah harapannya mengacu ke RPJMD-RIBK-RPJMN.

  • Renstra lembaga Regulator (misal Kemenkes, DInKes).
  • Renstra lembaga operator/pemberi pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta (RS, Puskesmas, pelayanan primer).
  • Renstra lembaga penyedia pendanaan (BPJS) Regional/Cabang.
  • Renstra organisasi-organisasi kesehatan di masyarakat di sebuah daerah.
  • Renstra perguruan-perguruan tinggi di sektor kesehatan.
  • ....

16 of 52

Catatan:

  • Renstra Dinas Kesehatan mencerminkan fungsi sebagai pemerintah/regulator sistem kesehatan (PP 72-2019).
  • Renstra RSUD berupa rencana strategis (bisnis) yang mempunyai ciri persaingan karena RSUD adalah operator yang mempunyai pesaing (Regulasi BLUD, UU, PP sampai berbagai peraturan Menteri Keuangan).

Logikanya: RSD RSUD mengikuti rencana strategis Dinas Kesehatan dan juga RIBK pemerintah pusat

17 of 52

Catatan: Ada kekeliruan konsep ketika pembedaan rencana strategis:

Dinas Kesehatan

Rencana strategis untuk pelayanan kesehatan promotif dan preventif

RS Daerah

Rencana Strategis untuk pelayanan kesehatan kuratif

18 of 52

2.

Metode Berfikir Renstra dan Analisis SWOT untuk Perumusan Strategi

19 of 52

STRATEGIC MOMENTUM

  • Aksi/Tindakan Manajerial
  • Strategi Evaluasi
  • Emergent Learning
  • Re-initiate Strategic Thinking

STRATEGIC PLANNING

Situational Analysis

  • Analisis Eksternal
  • Analisis Internal
  • Arahan Strategi

  • Perumusan Strategi

Rencana Implementasi

  • Strategi pemberian pelayanan
  • Strategi pendukung
  • Rencana aksi

STRATEGIC THINKING

  • Orientasi eksternal
  • Analisis Data
  • Menantang Asumsi2
  • Ciptakan ide-ide baru

Lingkungan Eksternal

Lingkungan Eksternal

Lingkungan Eksternal

20 of 52

The ABC’s of Strategic Planning

21 of 52

Tahapan Perencanaan Strategis

22 of 52

Visi dan Misi

Kajian Lingkungan

internal

Kajian Lingkungan

Eksternal

isu-isu

utama

Strategi Pengembangan

(Tujuan dan Penetapan Prioritas)

Tahap pelaksanaan

Tahap Pengendalian

Programming and Budgeting

Tahapan Pencapaian Sasaran

Kebijakan, Program dan

Sasaran

Tahap

Perencanaan

Penyusunan

Rencana Ope-

rasional (3-5

tahunan)

Penyusunan

Program dan

Anggaran

(tahunan)

Tahap Diagnosis

23 of 52

Analisis SWOT sebagai Dasar Formulasi Strategi Dinas Kesehatan

24 of 52

KONSEP ANALISIS SWOT

25 of 52

ANALISIS SWOT

  • Analisis SWOT adalah instrumen siap pakai untuk memahami situasi lingkungan dengan memetakan S-W-O-T lembaga
  • Hasil analisis SWOT dapat digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam perencanaan
  • Perlu ada “raw material” untuk bisa menetapkan S-W-O-T lembaga

26 of 52

ANALISIS SWOT

  • S-W berasal dari analisis lingkungan internal lembaga yang akan membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
  • O-T berasal dari analisis lingkungan eksternal lembaga yang akan membantu mengidentifikasi peluang dan ancaman
  • Jadi analisis SWOT akan memberikan informasi kepada pengelola/manajer/pejabat structural Lembaga mengenai dimana posisi lembaga dalam ekosistem.
  • Establishing long-range objectives

27 of 52

Analisis SWOT dapat dilakukan setelah analisis lingkungan eksternal dan internal selesai

Tahap Diagnosis

Isu-isu Utama

Kajian lingkungan internal

Kajian lingkungan eksternal

Visi dan Misi

Analisis SWOT

28 of 52

KEKUATAN

Sesuatu yang sudah ada di organisasi yang menjadikan organisasi tersebut mampu melaksanakan tupoksinya dengan optimal, mampu menghadapi tantangan dan meraih peluang, bahkan mampu berinovasi.

DIDUKUNG DENGAN DATA KUALITATIF MAUPUN KUANTITATIF

29 of 52

KELEMAHAN

  • Sesuatu yang dibutuhkan namun tidak dimiliki organisasi
  • Keterbatasan sumber daya
  • Dapat mempengaruhi pelaksanaan program dan pencapaian target/tujuan organisasi

DIDUKUNG DENGAN DATA KUALITATIF MAUPUN KUANTITATIF

30 of 52

PELUANG

  • Kebutuhan masyarakat
  • Prioritas pemerintah pusat/daerah dalam RPJMN/RPJMD
  • Dukungan teknologi
  • Kerjasama baru yang mungkin dilakukan
  • Sumber dana baru yang dapat diakses

PERLU KREATIVITAS UNTUK MENGIDENTIFIKASI

31 of 52

ANCAMAN

  • Kondisi faktor eksternal yang berada di luar jangkauan namun dapat memberikan pengaruh negatif terhadap upaya organisasi (mengurangi dampak program)
  • Kondisi eksternal jauh maupun dekat, mikro atau makro yang dapat menghambat pertumbuhan organisasi

PERLU SENSITIVITAS UNTUK MENGIDENTIFIKASI

32 of 52

BERBAGAI METODE ANALISIS SWOT

33 of 52

Metode 1: Matriks Analisis SWOT �(TOWS Matrix)

Opportunities

1.

2.

3.

Strengths

1.

2.

3.

Threats

1.

2.

3.

Weaknesses

1.

2.

3.

Internal

Environment

External

Environment

34 of 52

TOWS Matrix

Yaitu teknik yang digunakan pada formulasi strategi dengan mengkombinasikan:

    • Analisis Faktor Eksternal
      • Peluang
      • Ancaman
    • Analisis Faktor Internal
      • Kekuatan
      • Kelemahan

35 of 52

Contoh aplikasi TOWS Matrix

Weaknesses:

1.

2.

3.

Strengths:

1.

2.

3.

Strategi WO

Gunakan peluang

untuk mengatasi

kelemahan

Strategi SO

Gunakan kekuatan

untuk mengambil

manfaat dari peluang

Opportunities:

1.

2.

3.

Strategi WT

Strategi bertahan

untuk meminimalkan

kelemahan dan

menghindari ancaman

Strategi ST

Mengambil manfaat

dari kekuatan

untuk menghindari

ancaman

Threats:

1.

2.

3.

From

Internal Analysis

(IFAS)

From External Analysis (EFAS)

Source: Adapted from Long-Range Planning, April 1982, H. Weihrich, “The TOWS Matrix—A Tool for Situational Analysis.” and Wheelen and Hunger

36 of 52

Metode 2: Menggunakan Pembobotan

  • Menentukan range bobot; misalnya 1-3 atau 1-5
  • Menimbang-nimbang bobot setiap item pada S-W-O-T
  • Menjumlahkan seluruh bobot
  • Menentukan posisi lembaga pada Diagram Kartesius berdasarkan hasil penjumlahan bobot

37 of 52

Contoh: menentukan bobot setiap item

Identifikasi faktor-faktor kunci internal

Strength

Weakness

High

Medium

Low

Low

Medium

High

No.

3

2

1

-1

-2

-3

1.

Kuantitas SDM mencukupi

2.

Anggaran mencukupi

3.

Sarana dan prasarana memadai

4.

Kompetensi SDM belum siap untuk implementasi regulasi dan kebijakan baru (misalnya program pengampuan RS rujukan, pendidikan dokter hospital-based, dsb)

5.

Struktur organisasi dan Tupoksi jelas

6.

Sistem monev belum optimal sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal

Jumlah

6

-5

38 of 52

Contoh: menentukan bobot setiap item

Identifikasi faktor-faktor kunci eksternal

Opportunities

Threats

High

Medium

Low

Low

Medium

High

No.

3

2

1

-1

-2

-3

1.

Prioritas pembangunan daerah dan visi kepala daerah

2.

Sistem birokrasi belum memungkinkan Dinkes untuk mengembangkan berbagai program inovatif untuk pencegahan penyakit

3.

Dukungan Bupati/DPRD

4.

Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular (TB, HIV) masih tinggi

5.

Kesadaran untuk menjalankan pola hidup sehat mulai meningkat dikalangan penduduk usia produktif

6.

Banyak program pusat yang kurang sesuai dengan prioritas daerah

Jumlah

6

-8

39 of 52

Menentukan posisi lembaga pada Diagram Kartesius

Strength

Threats

Kuadran 1

DEFENSIF

Kuadran 2

AGRESIF

Opportunity

Kuadran 4

PENGURANGAN KEGIATAN

Kuadran 3

REKONSILIASI

Weakness

40 of 52

Metode Menyusun isu-isu pengembangan

41 of 52

MENYUSUN ISU-ISU PENGEMBANGAN

42 of 52

ISU-ISU PENGEMBANGAN

  • Mengkombinasikan antara S-W-O-T
  • Fokus pada peluang dan kekuatan yang dominan
  • Memerlukan sensitifitas dan wawasan yang luas

43 of 52

Isu-isu pengembangan

  • Isu – isu pengembangan atau isu-isu utama atau isu-isu strategis adalah kebijakan fundamental yang harus dipilih untuk mencapai visi lembaga.
  • Biasanya isu isu pengembangan berada ditengan konflik yang harus di pecahkan, isu pengembangan ini mencerminkan level kebijakan bukan dari hari per hari atau problem operasional

44 of 52

Ciri lain dari isu pengembangan adalah merupakan isu dari interaksi dua variabel yang mempengaruhi satu sama lain

Dan tergambar dalam satu kalimat

A + B

Arc of Tension

Isu-Isu Pengembangan

45 of 52

Isu-Isu Pengembangan

Cara penyusunan isu pengembangan antara lain:

  • Mengeksploitasi oppoturnities dan kekuatan
  • Menetralisir threat (ancaman)
  • Menghindari atau mengoreksi kelemahan.

46 of 52

ISU-ISU PENGEMBANGAN =

ada PELUANG atau KEKUATAN, namun ada HAMBATAN atau KELEMAHAN

Contoh:

Pemerintah pusat mengadakan berbagai alat kesehatan baru untuk meningkatkan kemampuan seluruh Puskesmas dalam deteksi dini penyakit, namun Dinas Kesehatan kabupaten belum memiliki perangkat untuk pemeliharaan alat-alat kesehatan tersebut.

47 of 52

Latihan 1:�Dari ANALISIS SWOT KE STRATEGI

48 of 52

Sasaran

Rencana Program & Kegiatan; Pendanaan

INOVATIF-STRATEGIS

Mandat

Sasaran

Rencana Program & Kegiatan; Pendanaan

INOVATIF-Teknis -Operasional

Penyesuaian Program & Kegiatan dengan Kepmendagri No. 050-5889/21

(Dwi Handono, 2023)

49 of 52

📘 1. Permendagri No. 86 Tahun 2017

Tentang: Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, serta Tata Cara Evaluasi dan Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.​

Peraturan ini menjadi dasar utama dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk Renstra perangkat daerah. Dokumen ini mengatur tahapan, tata cara, dan mekanisme evaluasi perencanaan pembangunan daerah.​

📘 2. Permendagri No. 90 Tahun 2019

Tentang: Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.​

Peraturan ini menetapkan standar klasifikasi dan nomenklatur program serta kegiatan yang digunakan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk dalam Renstra perangkat daerah.​

📘 3. Kepmendagri No. 050-5889 Tahun 2021

Tentang: Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.​

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Permendagri No. 90 Tahun 2019, yang memutakhirkan dan menyempurnakan klasifikasi serta nomenklatur program dan kegiatan daerah.​

50 of 52

📘 4. Permendagri No. 10 Tahun 2023

Tentang: Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2024.​Peraturan ini memberikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, yang merupakan penjabaran dari RPJMD atau RPD, serta memuat rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.​

�📘 5. Permendagri No. 12 Tahun 2024

Tentang: Penjabaran Renstra Perangkat Daerah.​

Peraturan ini mengatur penjabaran Renstra Perangkat Daerah yang meliputi kegiatan, subkegiatan Renja Perangkat Daerah, dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.

📘 6. Permendagri No. 15 Tahun 2024

Tentang: Penyesuaian Renstra Perangkat Daerah.​

Peraturan ini mengatur penyesuaian Renstra Perangkat Daerah yang meliputi kegiatan, subkegiatan Renja Perangkat Daerah, dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.​

📘 7. Instruksi Mendagri No. 2 Tahun 2025

Tentang: Pedoman Penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.​

Instruksi ini mengarahkan pemerintah daerah untuk menyusun RPJMD dan Renstra perangkat daerah yang selaras dengan RPJPD 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Dokumen ini juga menetapkan batas waktu penyusunan dan penetapan dokumen perencanaan tersebut.​

51 of 52

Latihan 2:�Dari Perumusan Strategi Ke Program

52 of 52

Mari kita siapkan latihan dengan Workshop berbasis aturan Kemendagri

  • Jadual Workshop akan ditentukan kemudian