Perumusan Strategi dan Program Dinas Kesehatan
Laksono Trisnantoro
Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan/Prodi S2 Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
FK-KMK UGM, Maret 2025
Isi
Latihan
1.
Penguatan Perencanaan kesehatan di daerah
Pengembangan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) pasca UU Kesehatan 2023
4
UU Kesehatan yang disahkan:�Menjadi dasar hukum untuk Rencana Induk Bidang Kesehatan (Pasal 409).
Dimana letak Rencana Induk Kesehatan selama ini?
Proses perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat dan daerah selama ini (Sebelum ada Rencana Induk Bidang Kesehatan)
Rencana kesehatan ini perlu dipahami semua stakeholder
7
RPJP Nasional
RPJP Daerah
RPJM Daerah
Renstra OPD
RPJM Nasional
Renstra K/L
Renja K/L
RKP
RKP Daerah
Renja OPD
RKA K/L
RAPBN
RAPBD
RKA OPD
Rincian APBN
APBN
Rincian
APBD
APBD
20 Tahunan
5 Tahunan
1 Tahunan
Perencanaan
Penganggaran
Pemerintah
Pusat
Pemerintah
Daerah
Musrenbang
Diperhatikan
Diacu
Dimana letak RIBK setelah ada UU no 17 tahun 2023 tentang Kesehatan?
Posisi RIBK
Catatan:
Akan ada diskusi mengenai RIBK dengan pembicara dari Biro Perencanaan Kementerian Kesehatan minggu depan
Saat ini:
Gubernur, Bupati, Walikota terpilih sedang menyiapkan RPJMD yang harus selesai di bulan Agustus 2025
Proses perencanaan kesehatan di daerah
RPJMN
RPJMD
Kedudukan RENSTRA Dinas
RIBK
RENSTRA
Di dalam Dokumen RPJMN dan RPJMD yang mengacu ke RIBK, diharapkan ada komponen kesehatan:
RPJMN
RIBK
Memperjelas arah kebijakan untuk sektor kesehatan di daerah yang ditulis di RPJMD
Penganggaran Tahunan di Daerah berbasis Kinerja
Renstra Dinas Kesehatan
Rencana Operasional
Level Nasional
Berbagai Rencana Strategis lembaga di sektor kesehatan di daerah harapannya mengacu ke RPJMD-RIBK-RPJMN.
Catatan:
Logikanya: RSD RSUD mengikuti rencana strategis Dinas Kesehatan dan juga RIBK pemerintah pusat
Catatan: Ada kekeliruan konsep ketika pembedaan rencana strategis:
Dinas Kesehatan
Rencana strategis untuk pelayanan kesehatan promotif dan preventif
RS Daerah
Rencana Strategis untuk pelayanan kesehatan kuratif
2.
Metode Berfikir Renstra dan Analisis SWOT untuk Perumusan Strategi
STRATEGIC MOMENTUM
STRATEGIC PLANNING
Situational Analysis
Rencana Implementasi
STRATEGIC THINKING
Lingkungan Eksternal
Lingkungan Eksternal
Lingkungan Eksternal
The ABC’s of Strategic Planning
Tahapan Perencanaan Strategis
Visi dan Misi
Kajian Lingkungan
internal
Kajian Lingkungan
Eksternal
isu-isu
utama
Strategi Pengembangan
(Tujuan dan Penetapan Prioritas)
Tahap pelaksanaan
Tahap Pengendalian
Programming and Budgeting
Tahapan Pencapaian Sasaran
Kebijakan, Program dan
Sasaran
Tahap
Perencanaan
Penyusunan
Rencana Ope-
rasional (3-5
tahunan)
Penyusunan
Program dan
Anggaran
(tahunan)
Tahap Diagnosis
Analisis SWOT sebagai Dasar Formulasi Strategi Dinas Kesehatan
KONSEP ANALISIS SWOT
ANALISIS SWOT
ANALISIS SWOT
Analisis SWOT dapat dilakukan setelah analisis lingkungan eksternal dan internal selesai
Tahap Diagnosis
Isu-isu Utama
Kajian lingkungan internal
Kajian lingkungan eksternal
Visi dan Misi
Analisis SWOT
KEKUATAN
Sesuatu yang sudah ada di organisasi yang menjadikan organisasi tersebut mampu melaksanakan tupoksinya dengan optimal, mampu menghadapi tantangan dan meraih peluang, bahkan mampu berinovasi.
DIDUKUNG DENGAN DATA KUALITATIF MAUPUN KUANTITATIF
KELEMAHAN
DIDUKUNG DENGAN DATA KUALITATIF MAUPUN KUANTITATIF
PELUANG
PERLU KREATIVITAS UNTUK MENGIDENTIFIKASI
ANCAMAN
PERLU SENSITIVITAS UNTUK MENGIDENTIFIKASI
BERBAGAI METODE ANALISIS SWOT
Metode 1: Matriks Analisis SWOT �(TOWS Matrix)
Opportunities
1.
2.
3.
Strengths
1.
2.
3.
Threats
1.
2.
3.
Weaknesses
1.
2.
3.
Internal
Environment
External
Environment
TOWS Matrix
Yaitu teknik yang digunakan pada formulasi strategi dengan mengkombinasikan:
Contoh aplikasi TOWS Matrix
Weaknesses:
1.
2.
3.
Strengths:
1.
2.
3.
Strategi WO
Gunakan peluang
untuk mengatasi
kelemahan
Strategi SO
Gunakan kekuatan
untuk mengambil
manfaat dari peluang
Opportunities:
1.
2.
3.
Strategi WT
Strategi bertahan
untuk meminimalkan
kelemahan dan
menghindari ancaman
Strategi ST
Mengambil manfaat
dari kekuatan
untuk menghindari
ancaman
Threats:
1.
2.
3.
From
Internal Analysis
(IFAS)
From External Analysis (EFAS)
Source: Adapted from Long-Range Planning, April 1982, H. Weihrich, “The TOWS Matrix—A Tool for Situational Analysis.” and Wheelen and Hunger
Metode 2: Menggunakan Pembobotan
Contoh: menentukan bobot setiap item
| Identifikasi faktor-faktor kunci internal | Strength | Weakness | ||||
High | Medium | Low | Low | Medium | High | ||
No. | | 3 | 2 | 1 | -1 | -2 | -3 |
1. | Kuantitas SDM mencukupi | ✔ | | | | | |
2. | Anggaran mencukupi | | | ✔ | | | |
3. | Sarana dan prasarana memadai | | ✔ | | | | |
4. | Kompetensi SDM belum siap untuk implementasi regulasi dan kebijakan baru (misalnya program pengampuan RS rujukan, pendidikan dokter hospital-based, dsb) | | | | | | ✔ |
5. | Struktur organisasi dan Tupoksi jelas | | | ✔ | | | |
6. | Sistem monev belum optimal sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal | | | | | ✔ | |
| Jumlah | 6 | -5 | ||||
Contoh: menentukan bobot setiap item
| Identifikasi faktor-faktor kunci eksternal | Opportunities | Threats | ||||
High | Medium | Low | Low | Medium | High | ||
No. | | 3 | 2 | 1 | -1 | -2 | -3 |
1. | Prioritas pembangunan daerah dan visi kepala daerah | | ✔ | | | | |
2. | Sistem birokrasi belum memungkinkan Dinkes untuk mengembangkan berbagai program inovatif untuk pencegahan penyakit | | | | | ✔ | |
3. | Dukungan Bupati/DPRD | | ✔ | | | | |
4. | Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular (TB, HIV) masih tinggi | | | | | | ✔ |
5. | Kesadaran untuk menjalankan pola hidup sehat mulai meningkat dikalangan penduduk usia produktif | | ✔ | | | | |
6. | Banyak program pusat yang kurang sesuai dengan prioritas daerah | | | | | | ✔ |
| Jumlah | 6 | -8 | ||||
Menentukan posisi lembaga pada Diagram Kartesius
| Strength | | |
Threats | Kuadran 1 DEFENSIF | Kuadran 2 AGRESIF | Opportunity |
Kuadran 4 PENGURANGAN KEGIATAN | Kuadran 3 REKONSILIASI | ||
| Weakness | | |
Metode Menyusun isu-isu pengembangan
MENYUSUN ISU-ISU PENGEMBANGAN
ISU-ISU PENGEMBANGAN
Isu-isu pengembangan
Ciri lain dari isu pengembangan adalah merupakan isu dari interaksi dua variabel yang mempengaruhi satu sama lain
Dan tergambar dalam satu kalimat
A + B
Arc of Tension
Isu-Isu Pengembangan
Isu-Isu Pengembangan
Cara penyusunan isu pengembangan antara lain:
ISU-ISU PENGEMBANGAN =
ada PELUANG atau KEKUATAN, namun ada HAMBATAN atau KELEMAHAN
Contoh:
Pemerintah pusat mengadakan berbagai alat kesehatan baru untuk meningkatkan kemampuan seluruh Puskesmas dalam deteksi dini penyakit, namun Dinas Kesehatan kabupaten belum memiliki perangkat untuk pemeliharaan alat-alat kesehatan tersebut.
Latihan 1:�Dari ANALISIS SWOT KE STRATEGI
Sasaran
Rencana Program & Kegiatan; Pendanaan
INOVATIF-STRATEGIS
Mandat
Sasaran
Rencana Program & Kegiatan; Pendanaan
INOVATIF-Teknis -Operasional
Penyesuaian Program & Kegiatan dengan Kepmendagri No. 050-5889/21
(Dwi Handono, 2023)
📘 1. Permendagri No. 86 Tahun 2017
Tentang: Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, serta Tata Cara Evaluasi dan Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.
Peraturan ini menjadi dasar utama dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk Renstra perangkat daerah. Dokumen ini mengatur tahapan, tata cara, dan mekanisme evaluasi perencanaan pembangunan daerah.
📘 2. Permendagri No. 90 Tahun 2019
Tentang: Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.
Peraturan ini menetapkan standar klasifikasi dan nomenklatur program serta kegiatan yang digunakan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk dalam Renstra perangkat daerah.
📘 3. Kepmendagri No. 050-5889 Tahun 2021
Tentang: Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Permendagri No. 90 Tahun 2019, yang memutakhirkan dan menyempurnakan klasifikasi serta nomenklatur program dan kegiatan daerah.
📘 4. Permendagri No. 10 Tahun 2023
Tentang: Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2024.Peraturan ini memberikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, yang merupakan penjabaran dari RPJMD atau RPD, serta memuat rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.
�📘 5. Permendagri No. 12 Tahun 2024
Tentang: Penjabaran Renstra Perangkat Daerah.
Peraturan ini mengatur penjabaran Renstra Perangkat Daerah yang meliputi kegiatan, subkegiatan Renja Perangkat Daerah, dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.
📘 6. Permendagri No. 15 Tahun 2024
Tentang: Penyesuaian Renstra Perangkat Daerah.
Peraturan ini mengatur penyesuaian Renstra Perangkat Daerah yang meliputi kegiatan, subkegiatan Renja Perangkat Daerah, dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun.
📘 7. Instruksi Mendagri No. 2 Tahun 2025
Tentang: Pedoman Penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.
Instruksi ini mengarahkan pemerintah daerah untuk menyusun RPJMD dan Renstra perangkat daerah yang selaras dengan RPJPD 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Dokumen ini juga menetapkan batas waktu penyusunan dan penetapan dokumen perencanaan tersebut.
Latihan 2:�Dari Perumusan Strategi Ke Program
Mari kita siapkan latihan dengan Workshop berbasis aturan Kemendagri