PROGRAM TRANSFORMASI EKONOMI DAN KESRA
DI KAWASAN PERBATASAN NEGARA MELALUI INTEGRASI LAYANAN LANGSUNG DAN DARING SECARA TERPADU
Oleh
Dr. NURDIN, S.Sos, M.SI
ASDEP INFRASTRUKTUR EKONOMI DAN KESRA
PENDAHULUAN
I
3
Pasal 25A UUD 1945
“Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. ”
UU No.43 Tahun 2008
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan yang berciri nusantara mempunyai kedaulatan atas wilayahnya serta memiliki hak-hak berdaulat di luar wilayah kedaulatannya dan kewenangan tertentu lainnya untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
LATAR BELAKANG
Perbatasan negara meliputi 2 (dua) dimensi
Undang-Undang Nomor 43 tahun 2008
Batas Wilayah Negara adalah garis batas yang merupakan pemisah kedaulatan suatu negara yang didasarkan atas hukum internasional
Kawasan Perbatasan adalah bagian dari Wilayah Negara yang terletak pada sisi dalam sepanjang batas wilayah Indonesia dengan negara lain.
Struktur Organisasi Badan Nasional Pengelola Perbatasan
(Perpres 44 Tahun 2017 ttg BNPP)
SEKRETARIS BNPP
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan
Deputi Bidang Pengelolaan Infrastuktur Kawasan Perbatasan
KEPALA BNPP
Menteri Dalam Negeri
PENGARAH
Anggota
Sekretariat Tetap BNPP
Struktur Organisasi Badan Nasional Pengelola Perbatasan
(Perpres 44 Tahun 2017 ttg BNPP)
NO | KEMENTERIAN/LPNK |
1 | Luar Negeri |
2 | Pertahanan |
3 | Hukum dan Ham |
4 | Keuangan |
5 | Dikbud |
6 | Kesehatan |
7 | Perindustrian |
8 | Perdagangan |
9 | ESDM |
10 | PU PR |
11 | Perhubungan |
12 | Kominfo |
13 | Pertanian |
14 | LHK |
15 | Kelautan dan Perikanan |
16 | Desa, PDTT |
17 | ATR/BPN |
18 | Bappenas |
19 | BUMN |
20 | KUKM |
21 | TNI |
22 | Polri |
23 | BIN |
24 | BNN |
25 | BIG |
26 | BNPT |
27 | Bakamla |
NO | PROVINSI |
1 | Aceh |
2 | Sumatera Utara |
3 | Riau |
4 | Kepulauan Riau |
5 | Kalimantan Barat |
6 | Kalimantan Timur |
7 | Kalimantan Utara |
8 | NTT |
9 | Sulawesi Utara |
10 | Gorontalo |
11 | Sulawesi Tengah |
12 | Maluku |
13 | Maluku Utara |
14 | Papua Barat |
15 | Papua |
NO | KAB/KOTA |
1 | Aceh Besar |
2 | Kota Sabang |
3 | Kota Langsa |
4 | Serdang Bedagai |
5 | Batu Bara |
6 | Rokan Hilir |
7 | Kota Dumai |
8 | Bengkalis |
9 | KepMeranti |
10 | Karimun |
11 | Kota Batam |
12 | Bintan |
13 | Kep Anambas |
14 | Natuna |
15 | Sambas |
16 | Bengkayang |
17 | Sanggau |
18 | Sintang |
19 | Kapuas Hulu |
20 | Mahakam Ulu |
21 | Berau |
22 | Malinau |
23 | Nunukan |
24 | Alor |
25 | Belu |
26 | Malaka |
27 | Timor Tengah Utara |
NO | KAB/KOTA |
28 | Kupang |
29 | Rote Ndao |
30 | Sabu Raijua |
31 | Kep Talaud |
32 | Kep Sangihe |
33 | Kep Siau Tagulandang Biaro |
34 | Minahasa Utara |
35 | Bolaang Mongondow Utara |
36 | Gorontalo Utara |
37 | Toli-toli |
38 | Maluku Barat Daya |
39 | Kepulauan Aru |
40 | Maluku Tenggara Barat (Kep Tanimbar) |
41 | Maluku Tenggara |
42 | Pulau Morotai |
43 | Halmahera Tengah |
44 | Raja Ampat |
45 | Tambrauw |
46 | Mimika |
47 | Merauke |
48 | Boven Digoel |
49 | Pegunungan Bintang |
50 | Keerom |
51 | Kota Jayapura |
52 | Sarmi |
53 | Biak Numfor |
54 | Supiori |
Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kawasan Perbatasan Negara
(Rancangan Renduk Pengelolaan Perbatasan Negara 2020-2024)
TRANSFORMASI EKONOMI
1 | Luar Negeri |
2 | Perindustrian |
3 | Perdagangan |
4 | PU PR |
5 | Perhubungan |
6 | Kominfo |
7 | Pertanian |
8 | LHK |
9 | Kelautan dan Perikanan |
10 | Desa, PDTT |
11 | BUMN |
12 | KUKM |
1 | Dikbud |
2 | Kesehatan |
3 | Perdagangan |
4 | PU PR |
5 | Kominfo |
6 | Bappenas |
7 | BUMN |
8 | BNN |
9 | BNPT |
10 | Bakamla |
TRANSFORMASI KESRA
II
ARAHAN STRATEGIS
1
3
2
4
Mewujudkan penegasan dan penetapan batas wilayah negara, penguatan sistem pertahanan dan keamanan, serta penegakan hukum dan kesadaran politik atas kedaulatan antar negara
Mewujudkan peningkatan pelayanan lintas batas negara, serta peningkatan kerjasama lintas negara di perbatasan sebagai media untuk menjaga keharmonisan hubungan antar negara
Mewujudkan peningkatan kegiatan ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia
Mewujudkan pengelolaan perbatasan negara secara holistik, integratif, tematik serta berorientasi pada konektivitas antar ruang yang berkelanjutan
4 (empat) Arah Strategis
Pengelolaan Perbatasan Negara
III
WILAYAH PENGELOLAAN
SEGMEN RI (Kalimantan) -MALAYSIA
PENYELESAIAN SEGMENT BATAS NEGARA WILAYAH LAUT DAN UDARA
15
PROV
55
KAB/KOTA
18
PKSN
222
LOKPRI
563
KEC. PERBATASAN
PERPRES RTR KPN
782
SELURUH KEC. PERBATASAN
42
PPKT BERPENDUDUK
111
PPKT
69
PPKT TDK BERPENDUDUK
49
PPKT TDK BERPENDUDUK
RI (PAPUA)-PNG
26
PLBN
THN. 2024
8
PLBN
2021-2024
10
PLBN
INPRES NO 1/2019
C
D
B
A
E
UNRESOLVED
DAN UNSURVEYED SEGMENTS
8
PLBN
YG SDH TERBANGUN
PENYELESAIAN
SEGMENT
BATAS NEGARA
PERAPATAN PILAR
RI (NTT)-RDTL
12
termasuk pulau sebatik 24 Km chanel sepanjang 242 km )
Secara administratif
a. Kalbar : 970 km
b. Kaltim : 63 km
c. Kaltara : 1.023 km
Secara Perundingan
a. Sektor Barat (dgn Sarawak) : 1.644 km
b. Sektor Timur (dgn Sabah) : 418 km
(dengan pilar sebatik)
Sektor Timur
Sektor Barat
Lembaga Perundingan:
JIM RI – Malaysia, Ketua Panitia Nasional JIM: Sekjen Kemendagri
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
BATAS WILAYAH DARAT RI-MALAYSIA
13
b.Sektor Barat : 118 km
b. Unsurveyed Segmen : Subina – Oben
Joint Border Committee (JBC) RI – RDTL
Ketua Nasional JBC RI - RDTL: Direktur Jenderal Pemerintahan Umum (PUM), Kementerian Dalam Negeri
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
BATAS WILAYAH DARAT RI-RDTL
14
Merdian Marker (MM) : 52 MM
Ketua Nasional JBC RI - PNG :
Menteri Dalam Negeri
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
BATAS NEGARA RI-PAPUA NEW GUINE
PENGELOLAAN POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN)
JAGOI BABANG
Kab. Bengkayang
KETERANGAN:
PLBN Terpadu Inpres 1/2019 (11 PLBN TAHUN 2019-2021)
SERASAN
Kab. Natuna
LONG NAWANG
Kab. Malinau
LONG MIDANG
Kab. Nunukan
Rencana Pembangunan 8 PLBN (2022-2024)
SEI NYAMUK
Kab. Nunukan
BOVEN DIGOEL
Kab. Yetetkun
OEPOLI
Kab. Kupang
MARITAING
Kab. Alor
LABANG
Kab. Nunukan
SEI MANGGARIS
Kab. Nunukan
SOTA
Kab. Merauke
WARIS
Kab. Keerom
MARORE
Kab. Sangihe
MIANGAS
Kab. Talaud
SEI KELIK
Kab. Sintang
SIDING
Kab. Bengkayang
NAPAN
Kab. TTU
HAUMENI ANA
Kab. TTU
TURISKAIN
Kab. Belu
SEBARAN 18 PKSN�
PKSN Sabang
PKSN Bengkalis
PKSN Ranai
PKSN Paloh Aruk
PKSN Jagoi Babang
PKSN Long Nawang
PKSN Long Midang
PKSN Nunukan
PKSN Tou Lumbis
PKSN Tahuna
PKSN Daruba
PKSN Melonguane
PKSN Jayapura/ SKOUW
PKSN Tanah Merah
PKSN Merauke
(6 PKSN Major Projects)
PKSN Saumlaki
PKSN Atambua/MOTAAIN
PKSN Kefamenanu
PUSAT KEGIATAN STRATEGIS NASIONAL (PKSN)
18
PKSN Sabang
PKSN Bengkalis
Perencanaan 2020, Pelaksanaan 2021-2022
Perencanaan 2021, Pelaksanaan 2022-2023
Perencanaan 2022, Pelaksanaan 2023
Perencanaan 2023, Pelaksanaan 2024
PEMBANGUNAN 222 KECAMATAN LOKASI PRIORITAS (LOKPRI)
Mewujudkan pemerataan dan kesejahteraan rakyat di Perbatasan Negara
17
Koridor Pemerataan (98 Kecamatan Lokpri)
Koridor Afirmasi
(46 Kecamatan Lokpri)
Afirmasi bagi wilayah kecamatan perbatasan negara yang berada diluar koridor pemerataan dan pertumbuhan yang memerlukan intervensi lanjutan
Koridor Pertumbuhan (78 Kecamatan Lokpri)
Membangun Infrastruktur membuka keterpencilan, infrastruktur pelayanan dasar, dan infrasturktur pemerintahan yang lebih merata
Memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal (Infrastuktur relatif sudah terbangun
2015-2019)
RPJMN BAB III Hal. 09
Peta Koridor Pertumbuhan dan Pemerataan Wilayah RPJMN 2020-2024 Halaman III.2
18
V
TRANSFORMASI EKONOMI DAN KESRA
20
TUJUAN
Menyediakan layanan sosial dasar dan ekonomi kepada masyarakat perbatasan yang dapat menjangkau wilayah yang sulit melalui layanan digital terintegrasi yang didukung dengan layanan keliling dan layanan tetap di desa-desa kawasan perbatasan.
Bentuk Transformasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat
di Kawasan Perbatasan Negara Melalui Layanan
Mobile Terintegrasi
BASIS DATA dan
Layanan Online
Pusat Layanan Desa Cerdas
Layanan Keliling
Terpadu
Contoh
Data Dapodik
Gis Kemendagri
Sistem Pertahanan Negara Kemhan
Layanan Kependudukan
Layanan Perpustakaan
Layanan Perizinan
Menjadikan Desa sebagai
pusat Layanan Pemerintahan
22
KETERKAITAN ANTAR STAKEHOLDERS
23
No | Stakeholder | Kegiatan |
1 | Kementerian Komunikasi dan Informasi | Penyediaan dan intergrasi aplikasi layanan masyarakat kedalam aplikasi Lokpri Tangguh serta membangun marketplace, antara lain:
|
2 | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama dan Perpusnas RI | Layanan Pendidikan |
3 | Perpustakaan Nasional | Perpustakaan Nasional |
4 | Kementerian Tenaga Kerja | Layanan Pelatihan dan Sertifikasi Kerja |
5 | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Layanan program penyetaraan pendidikan bagi masyarakat perbatasan |
6 | Kementerian Perdagangan | Layanan Informasi Logistik |
7 | Kementerian Perdesaan, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal | Layanan desa tangguh |
24
No | Stakeholder | Kegiatan |
8 | Sekretariat Tetap bersama anggota BNPP (sesuai substansi) | Pelatihan bagi para pengelola (Pusat, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Komunitas) |
9 | Sekretariat Tetap bersama anggota BNPP (sesuai substansi) | Pembangunan Pusat Transformasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Perbatasan |
10 | Kemendes, Kemensos, dan Perguruan Tinggi, Pemda melalui Kecamatan dan BPPD serta koordinasi BNPP | Pendampingan masyarakat dan komunitas |
11 | Bappenas, Kemen PAN RB, Badan Litbang Kemendagri, serta Program-program dari Lembaga Donor. | Sharing best practice pengemangan model layanan digital dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan |
12 | Sekretariat Tetap BNPP | Dukungan Sekretariat Transformasi Digital Ekokesra Kawasan Perbatasan |
V
RENCANA AKSI TRANSFORMASI EKONOMI DAN KESRA
Rencana Aksi
Lokpri Tangguh
Infrastruktur Jaringan Dan Aplikasi
Pendidikan dan Pelatihan
Kelembagaan
Layanan
Basis Data
Kominfo
BNPP
K/L yang menangani
BAGIAN I
BAGIAN II
BAGIAN III
BAGIAN I
INFRASTRUKTUR JARINGAN DAN APLIKASI
Penyiapan Layanan Informasi Lokpri Tangguh
Layanan basis data terdiri dari komponen pengelolaan basis data tata Kelola pemerintahan daerah perbatasan yang terdapat dalam system informasi.
Pertama, memastikan pelayanan publik pada daerah perbatasan berdasarkan keinginan masyarakat, data ini dipetakan dengan Profil Lokpri Seluruh Indonesia
Kedua, data kabupaten kota yang telah melaksanakan pelayanan publik dengan standar pelayanan minimal, data ini didapatkan dari survey kepuasan masyarakat
Ketiga, pembuatan inovasi dan replikasi dari Lokpri maju kepada lokpri dengan kondisi rentan data ini didapatkan dari Lokpri Inovatif
Pembangunan Database Layanan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan dari Tingkat Lokpri/Kecamatan Ke BNPP
Provinsi
Pembinaan dan Pengawasan
Desa/Kelurahan
Masyarakat dari tingkat kelurahan dapat menginputnya
Kecamatan
Memfasilitasi Kelurahan dan menyediakan layanan
Kab/Kota
Menggerakkan peraturan di tingkat Kab/kota
1. BASIS DATA
Pembangunan Basis Data
Indeks Pembangunan Kawasan Perbatasan
Belum Input Data
Pembangunan
dalam Kategori
Kurang
Pembangunan
dalam Kategori
Baik
Pembangunan
dalam Kategori
Sangat Baik
Konsep | Variabel | Indikator | Parameter 1 Nilai 0 | Parameter 2 Nilai 1 | Parameter 3 Nilai 2 | Parameter 3 Nilai 3 |
IPKP | Infrastruktur Dasar | Jalan raya | Belum ada data | 1-500 Km | 501-1000 Km | 1000 Km Keatas |
| | Pelabuhan | Belum ada data | 1-3 | 4-6 | 7 Keatas |
| | jembatan | Belum ada data | 1-3 | 4-6 | 7 Keatas |
| | Listrik | Belum ada data | 4-6 Desa Yang Belum teraliri Listrik | 1-3 Desa Yang Belum teraliri Listrik | Seluruh Desa teraliri Listrik |
| | Jaringan Telekomunikasi | Belum ada data | 4-ketas Desa Blank Spot | 1-3 Desa Blank Spot | Zero Blank Spot |
| | Ketersediaan Air Bersih | Belum ada data | 1-50% | 50-75% | 76% keatas |
| | | | | | |
| Pelayanan Dasar | Pendidikan; | Belum ada data | Tersedia 1-10 Sekolah/ Kecamatan | Tersedia 11-20 Sekolah/ Kecamatan | Tersedia 21 ketas Sekolah/ Kecamatan |
| | kesehatan; | Belum ada data | Tersedia 1-10 Puskesmas dan klinik per Kecamatan | Tersedia 10-20 Puskesmas dan klinik per Kecamatan | Tersedia 21 ketas Puskesmas dan klinik per Kecamatan |
| | pekerjaan umum dan penataan ruang; | Belum ada data | | | |
| | perumahan rakyat dan kawasan permukiman; | Belum ada data | 1-50% | 50-75% | 76% keatas |
| | ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; | Belum ada data | 1-30 Konflik Pertahun | 31-60 Konflik Pertahun | 60 Konflik keatas Pertahun |
| | sosial. | Belum ada data | 1-30 PMKS/Tahun | 31-60 PMKS/Tahun | 60 ketas PMKS/Tahun |
Konsep | Variabel | Indikator | Parameter 1 Nilai 0 | Parameter 2 Nilai 1 | Parameter 3 Nilai 2 | Parameter 3 Nilai 3 |
IPKP | Layanan Pemerintahan | Jumlah SDM di Kecamatan | Belum ada data | 1-10 | 11-20 | 21 keatas |
| | Ketersediaan Komputer | Belum ada data | 1-3 | 4-6 | 7 keatas |
| | Ketersediaan Layanan Paten (Pelayanan terpadu Kecamatan) | Belum ada data | Pelayanan Manual | Dengan Website | Dengan Mobile Phone |
| | Jumlah Izin yang dikeluarkan di Kecamatan | Belum ada data | 1-50 Izin | 51-100 Izin | Diatas 100 |
| | | | | | |
| Pergerakan Ekonomi | Peningkatan PDRB Kecamatan | Belum ada data | Peningkatan PDRB Kecamatan tetap (0%) | Peningkatan PDRB Kecamatan Naik (1%) | Peningkatan PDRB Kecamatan Naik (2%) |
| | Pengeluaran Perkapita | Belum ada data | Jumlah Pertumbuhan Perkapita Lokpri tetap (0%) | Jumlah Pertumbuhan Perkapita Lokpri tetap (1%) | Jumlah Pertumbuhan Perkapita Lokpri tetap (2%) |
| | Jumlah Angkatan Tenaga Kerja | Belum ada data | 1-3000 | 3001-6000 | 6001 ketas |
| | | | | | |
| Kesejahteraan rakyat | Rata-rata Angka Harapan Hidup | Belum ada data | Dibawah 50 Tahun | 50-70 Tahun | 71 Tahun Keatas |
| | Angka Kematian Ibu | Belum ada data | 1-30/100 kelahiran | 31-60/100 kelahiran | 61 keatas/100 kelahiran |
| | Angka Kematian Bayi | Belum ada data | 1-30/100 kelahiran | 31-60/100 kelahiran | 61 keatas/100 kelahiran |
| | Rata Rata Harapan Lama Sekolah | Belum ada data | 1-10 Tahun | 11-12 Tahun | 13 tahun keatas |
| | Persentase penduduk Miskin | Belum ada data | | | |
Desain Sistem Informasi Profil Lokpri
RINCIAN | NAMA KAB | NAMA PROVINSI | INPUT DATA | AKSI |
Lokpri A | Kab Mahakam Hulu | Kalimantan Barat | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri B | Sambas | Nusa Tenggara Timur | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri C | Natuna | Kepulauan Riau | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri D | Rokan Hilir | Sulawesi Utara | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri E | Boven Digul | Papua | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri F | Raja Ampat | Papua Barat | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri G | Sanggau | Kalimantan Utara | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Infrastuktur Sarpras Wilayah
RINCIAN | Input Data | Aksi |
Gambaran Umum | Gambaran Umum Lokpri | Tambah, Edit, Delete |
Jumlah Penduduk | 124.8376 Orang | Tambah, Edit, Delete |
Luas Wilayah | 6.215.363 Km2 | Tambah, Edit, Delete |
Strengths (kekuatan) Wilayah | Lokpri kami memiliki kekuatan….. | Tambah, Edit, Delete |
Weaknesses (kelemahan) Wilayah | Memiliki Kelemahan… | Tambah, Edit, Delete |
Opportunities (peluang) WIlayah | Memiliki Peluang | Tambah, Edit, Delete |
Threats (ancaman) wilayah | Memiliki Ancaman…. | Tambah, Edit, Delete |
Infrastuktur Sarpras Unggulan Taging desa | A, B, C | Tambah, Edit, Delete |
Inovasi Lokpri Taging desa. | A, B, C | Tambah, Edit, Delete |
Menu | Rincian |
bentuk Inovasi Daerah; |
|
rancang bangun Inovasi Daerah dan pokok | "rancang bangun Inovasi Lokpri" adalah struktur, bentuk, proses, sistem dan/atau kerangka kerja dari suatu produk atau suatu prosedur kerja. |
perubahan yang dilakukan; | pokok perubahan yang dilakukan" adalah desain struktur, bentuk, proses, sistem dan/atau kerangka kerja yang akan dihasilkan dari inovasi yang dilakukan. |
tujuan Inovasi Daerah; | Tujuan yang diharapkan agar menciptakan kemudahan baru untuk kehidupan manusia melalui penemuan atau perkembangan baru dari ide-ide inovatif yang berhasil diwujudkan dengan baik. |
manfaat yang diperoleh; | Manfaat inovasi adalah untuk menyempurnakan atau meningkatkan fungsi dari pemanfaatan suatu produk atau sumber daya sehingga manusia mendapatkan manfaat yang lebih. |
waktu uji coba Inovasi Daerah; dan | Waktu inovasi diujicobakan dan dinyatakan berhasil dan dapat diterapkan |
anggaran, jika diperlukan. | Biaya yang dikeluarkan dalam penerapan inovasi tersebut. Biaya yang dimaksud bukan biaya baru, melainkan urusan yang ada tetapi menggunakan cara cara baru |
Video Inovasi | Foto-foto kegiatan inovasi dilakukan |
Foto Inovasi | Video penerapan inovasi dilakukan |
Input Inovasi Lokpri
Desain Sistem Informasi Profil Lokpri
RINCIAN | NAMA KAB | NAMA PROVINSI | INPUT DATA | AKSI |
Lokpri A | Kab Mahakam Hulu | Kalimantan Barat | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri B | Sambas | Nusa Tenggara Timur | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri C | Natuna | Kepulauan Riau | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri D | Rokan Hilir | Sulawesi Utara | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri E | Boven Digul | Papua | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri F | Raja Ampat | Papua Barat | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri G | Sanggau | Kalimantan Utara | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Kondisi Ekonomi
RINCIAN | AKSI |
Pertumbuhan Ekonomi | Tambah, Edit, Delete |
Komunikasi | Tambah, Edit, Delete |
transportasi | Tambah, Edit, Delete |
Upah Temaga Kerja | Tambah, Edit, Delete |
Usaha Mikro Kecil | Tambah, Edit, Delete |
Inflasi | Tambah, Edit, Delete |
Konstruksi | Tambah, Edit, Delete |
Desain Sistem Informasi Profil Lokpri
RINCIAN | NAMA KAB | NAMA PROVINSI | INPUT DATA | AKSI |
Lokpri A | Kab Mahakam Hulu | Kalimantan Barat | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri B | Sambas | Nusa Tenggara Timur | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri C | Natuna | Kepulauan Riau | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri D | Rokan Hilir | Sulawesi Utara | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri E | Boven Digul | Papua | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri F | Raja Ampat | Papua Barat | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Lokpri G | Sanggau | Kalimantan Utara | Input Data | Tambah, Edit, Delete |
Nama Lokpri | Rincian | Kondisi Ketersedian | Kebutuhan Infrastuktur | Usulan | Pagu indikatif | Data Rencana | Status Aksi |
Lokpri A | Aksesibilitas Pelayanan Dasar Pendidikan; | Kondisi yang ada | Kebutuhan berdasrkan standar | Usulan Program | Rp. 2 M | Program A | Direncakan Proses Selesai |
| Aksesibilitas Pelayanan Dasar Kesehatan; | F | G | H | | I | |
| Aksesibilitas Pelayanan Dasar Infrastruktur; | A | B | C | | D | |
| Jumlah Pegawai Aparatur Sipil Negara Di Daerah Induk; | F | G | H | | I | |
| Rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Persiapan | A | B | C | | D | |
PENGGABUNGAN INFORMASI LAYANAN DAN BASIS DATA
SISTEM INFORMASI DI KEMENTERIAN DAN LEMBAGA
KEMENTRIAN | APLIKASI | JENIS APLIKASI |
Kementerian Dalam Negeri | Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) | Basis Data |
Kementerian Dalam Negeri | GIS (Geographic Information System) Dukcapil | Basis Data |
Kementerian Dalam Negeri | E-Perda (Peraturan Daerah) | Basis Data |
Kementerian Luar Negeri Indonesia | Safe Travel | Basis Data |
Kementerian Pertahanan Indonesia | Sistem Informasi Pertahanan Negara | Basis Data |
Kementerian Sekretariat Negara Indonesia | Sistem Informasi Grafis Analisis Penyerapan (SIGAP) | Basis Data |
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia | Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) | Basis Data |
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia | Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA) | Basis Data |
SISTEM INFORMASI DI KEMENTERIAN DAN LEMBAGA
KEMENTRIAN | APLIKASI | JENIS APLIKASI |
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia | Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SiDeKa) | Basis Data |
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia | Minerba One Map Indonesia (MOMI) | Basis Data |
Kementerian Kesehatan Indonesia | Jaminan kesehatan nasional (JKN) | Basis Data |
Kementerian Keuangan Indonesia | Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) | Basis Data |
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia | sistem informasi deteksi dini pengendalian kebakaran hutan dan lahan (SiPongi) | Basis Data |
STRUKTUR APLIKASI
BASIS DATA LOKPRI TANGGUH
PROFIL LOKPRI
INTERVENSI
SURVEY SPM &IKM
LAPORAN DARI PROVINSI
LAPORAN DARI KECAMATAN
LAPORAN DARI KABUPATEN
Rincian Menu Pembuatan Aplikasi Profil Lokpri
Menu | Rincian isi |
Pendahuluan | A. Latar Belakang�B. Maksud dan Tujuan�C. Landasan Hukum�D. Hubungan Renstra Kecamatan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya�E. Sistematika Penulisan Rencana Srategis Lokpri |
Tugas Pokok dan Fungsi | A. Struktur Organisasi�B. Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan�C. Kedudukan, Tugas dan Wewenang |
Gambaran Umum Lokpri | A. Kondisi Umum Saat Ini �B. Kondisi Yang Diharapkan dan Proyeksi Ke depan |
Visi, Misi, Tujuan, Strategi, dan Kebijakan | A. Visi dan Misi�B. Tujuan dan Sasaran�C. Strategi�D. Kebijakan�E. Nilai-Nilai Budaya Lokal |
Program | A. Program Lima Tahun Ke Depan�B. Kegiatan Lima Tahun Ke Depan |
Penutup |
|
Rincian Menu Pembuatan Aplikasi Inovasi Lokpri
Menu | Rincian |
bentuk Inovasi Daerah; |
|
rancang bangun Inovasi Daerah dan pokok | "rancang bangun Inovasi Lokpri" adalah struktur, bentuk, proses, sistem dan/atau kerangka kerja dari suatu produk atau suatu prosedur kerja. |
perubahan yang dilakukan; | pokok perubahan yang dilakukan" adalah desain struktur, bentuk, proses, sistem dan/atau kerangka kerja yang akan dihasilkan dari inovasi yang dilakukan. |
tujuan Inovasi Daerah; | Tujuan yang diharapkan agar menciptakan kemudahan baru untuk kehidupan manusia melalui penemuan atau perkembangan baru dari ide-ide inovatif yang berhasil diwujudkan dengan baik. |
manfaat yang diperoleh; | Manfaat inovasi adalah untuk menyempurnakan atau meningkatkan fungsi dari pemanfaatan suatu produk atau sumber daya sehingga manusia mendapatkan manfaat yang lebih. |
waktu uji coba Inovasi Daerah; dan | Waktu inovasi diujicobakan dan dinyatakan berhasil dan dapat diterapkan |
anggaran, jika diperlukan. | Biaya yang dikeluarkan dalam penerapan inovasi tersebut. Biaya yang dimaksud bukan biaya baru, melainkan urusan yang ada tetapi menggunakan cara cara baru |
Video Inovasi | Foto-foto kegiatan inovasi dilakukan |
Foto Inovasi | Video penerapan inovasi dilakukan |
PEMBUATAN APLIKASI INTERVENSI
INTERVENSI PEMERINTAH PUSAT
Nama Lokpri | Rincian | Rincian Kegiatan | Jumlah Pagu | Aksi |
Lokpri A | Kementerian Kominfo | Pembangunan Jaringan Tower dan Internet | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kemnterian KKP | Pengembangan Wisata Desa | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kementerian Sosial | Bantuan Dana Sosial Kelompok | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kementerian PU | Pembangunan Jembatan | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kementerian Perdagangan | Pembangunan Pasar | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
INTERVENSI PEMDA
Nama Lokpri | Rincian | Rincian Kegiatan | Jumlah Pagu | Aksi |
Lokpri A | Dinas Kominfo | Mobil Internet Kecamatan | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Dinas Kelautan | Pengembangan Wisata Desa Tematik | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Dinas Sosial | Bantuan Dana Sosial Kelompok | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Dinas PU | Pembangunan Jembatan Gantung | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Dinas Perdagangan | Pembangunan Pasar Desa | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
INTERVENSI
Nama Lokpri | Rincian | Rincian Kegiatan | Kecamatan | Desa/ Kelurahan | Jumlah Pagu | Aksi |
Lokpri A | Kelompok Sosial A | Pembangunan Taman Literasi | Kec A | Desa A | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kelompok Sosial B | Program Edukasi Wisata | Kec B | Desa B | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kelompok Sosial C | Penanganan Sampah Terpadu | Kec C | Desa C | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kelompok Sosial D | Start Up Smart Kampung | Kec D | Desa D | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
| Kelompok Sosial F | Inovasi Lingkungan Hidup | Kec E | Desa E | Rp.0 | Tambah, Edit, Delete |
Analisis Kondisi Eksisting
Kondisi Standar Pelayanan Dasar
LOKPRI
Belum Sesuai Standar
Sesuai Standar
Intervensi Lembaga Sosial
Intervensi Kementerian
Intervensi Pemda
Rencana Aksi
Monitoring Evaluasi
Belum Dilakukan
Telah dilakukan
ALUR MEKANISME PEMBINAAN DAERAH PERBATASAN
RINCIAN KEGIATAN PEMBUATAN APLIKASI SURVEY SPM
Menu | Mutu Pelayanan Dasar | Jenis Pelayanan Dasar | Sumber Data |
Pendidikan |
|
| Dinas Pendidikan |
Kesehatan |
|
| Dinas Kesehatan |
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang |
|
| Dinas PU |
Survey SPM
Rincian Kegiatan Pembuatan Aplikasi Survey SPM
Perumahan Rakyat dan Permukiman |
|
| Dinas PU dan Perumahan rakyat |
Trantibum Linmas |
|
| Satpol PP dan Damkar |
Sosial |
|
| Dinas Sosial |
Menu | Mutu Pelayanan Dasar | Jenis Pelayanan Dasar | Sumber Data |
Survey SPM
SINERGITAS OPD
Aplikasi /Data Masyarakat pengembangan ekonomi
Jaring Pengaman Sosial
Pemberdayaan
Dikarenakan KL memiliki karakteristik yang berbeda, BNPP dapat menyediakan Filter berdasarkan kebutuhan
Misalkan jumlah penduduk
Program yang telah dilaksanakan
Jumlah internet yang tersedia
dsb
TAMPILAN APLIKASI
MEMBUAT INFORMASI DARI DATA PERENCANAAN TERINTEGRASI
DENGAN KABUPATEN WILAYAH PERBATASAN
PEMETAAN INOVASI PADA DAERAH PERBATASAN
DAPAT DILAKUKAN REPLIKASI,
LOKPRI MAJU MEMBERIKAN MODEL DAN BISNIS PROSES KEPADA LOKPRI RENTAN
56
2. LAYANAN
PENGGABUNGAN INFORMASI LAYANAN DAN BASIS DATA
SISTEM INFORMASI DI KEMENTERIAN DAN LEMBAGA
KEMENTRIAN | APLIKASI | JENIS APLIKASI |
Kementerian Dalam Negeri | Sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) | Layanan |
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia | Cek Permohonan Imigrasi | Layanan |
Kementerian Dalam Negeri | Pusat jejaring Inovasi Daerah | Layanan |
Kementerian Sekertariat Negara | Sistem Informasi PDLN (SIMPEL) | Layanan |
Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia | Sistem Informasi Layanan Produktivitas Terkini (SIPRONI) | Layanan |
Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia | Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik | Layanan |
Kementerian Agama Indonesia | Sistem Penyelenggaraan Haji dan Umroh | Layanan |
Kementerian Agraria dan Tata Ruang Indonesia | Sentuh Tanahku | Layanan |
SISTEM INFORMASI DI KEMENTERIAN DAN LEMBAGA
KEMENTRIAN | APLIKASI | JENIS APLIKASI |
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia | Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri Bidang Konstruksi (SIBIMA) | Pelatihan |
Kementerian Perdagangan Indonesia | Sistem Informasi Perdagangan (SIPerdag) | Layanan |
Kementerian Pertanian Indonesia | iTani | Layanan |
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia | Padi UMK | Perdagangan |
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia | Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) | Layanan |
Best Practice Aplikasi Pengurusan Imigrasi Kumham (Layanan)
Best Practice Aplikasi Kemendagri Gis (Basis Data)
Best Practice Aplikasi Sicantik Kominfo (Layanan)
Best Practice Aplikasi Sistem Informasi Desa (Kemendesa)
LAYANAN VENDING MACHINE
Best Practice Aplikasi Krisna Bappenas (Basis Data)
BAGIAN II�KELEMBAGAAN
PENYIAPAN KELEMBAGAAN OLEH BNPP
Memperhatikan Kebijakan Kab/kota
Penyiapan Tenaga Operator
Fungsi Camat
Fungsi Desa
Pelaporan dan Monev
dilakukan secara berkesinambungan
BAGIAN III�SDM
PELATIHAN PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN LAYANAN KELILING SECARA TERPADU
Terintegrasi dalam satu Armada utk beberapa layanan terkait
Dukungan Sistem informasi Terpusat yang sekaligus sebagai media Pendidikan kebangsaan
Kunjungan terjadwal dan dapat diakses dari aplikasi
Pendidikan dan pelatihan untuk operator
PELATIHAN PEMBANGUNAN LAYANAN KELILING SECARA TERPADU
12
Layanan BPJS
Layanan Kesehatan
Layanan Dukcapil
Layanan Internet
Layanan Perpustakaan
Layanan Pelatihan Kerja
Layanan Perbankan
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
PEMBANGUNAN LAYANAN DI TEMPAT/DESA (PUSAT TRANSFORMASI EKONOMI DAN KESRA)
Pusat Layanan
Desa Cerdas
“Penggunaan teknologi informasi (TI) yang dikemas seperti konsep Smart City bagi daerah perbatasan merupakan sebuah kebutuhan.
Dengan wilayah yang luas dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta cara ini memungkinkan daerah Perbatasan melakukan pemerataan pembangunan dan memberikan kemudahan akses pelayanan publik bagi warganya
Pengembangan ekonomi Desa Cerdas
“Daerah perbatasan dapat menjadi kabupaten yang maju, pemerintah pusat dan daerah dapat memfasilitasi produk UMKM melalui digital market. e commerce desa cerdas merupakan digital market place untuk mewadahi UMKM daerah perbatasan
Marketplace
Desa Cerdas
TERIMAKASIH