1 of 44

ANALISIS REGRESI

TINGKAT LANJUT

Model • Estimasi • Diagnostik • Regularisasi • Bayesian • Desain Sampling

I Gede Nyoman Mindra Jaya

1 September 2026

BENANG MERAH

S2 STATISTIKA TERAPAN FMIPA �UNIVERSITAS PADJADJARAN

Analisis Regresi Tingkat Lanjut

2 of 44

Peta Materi

Advanced Regression

Peta Materi: dari OLS sampai Desain Sampling

Setiap topik diarahkan pada keputusan pemodelan yang tepat, bukan sekadar “menjalankan fungsi R”.

1

Linear

Regression

2

Nonlinear

Regression

3

Robust

Regression

4

Regularisasi

& Ensemble

5

Bayesian

Regression

6

Sampling

Design

Inti kuliah: pilih model berdasarkan struktur data, asumsi, tujuan inferensi/prediksi, dan desain pengambilan sampel.

3 of 44

01

Konsep & Teori Regresi Linear

OLS sebagai titik awal: geometri, varians, diagnostik, dan generalisasi ke WLS/GLS.

S2 STATISTIKA TERAPAN FMIPA �UNIVERSITAS PADJADJARAN

Analisis Regresi Tingkat Lanjut

4 of 44

1 • Regresi Linear

Advanced Regression

Regresi ≠ Korelasi: arah pertanyaan berbeda

Korelasi mengukur asosiasi simetris; regresi memodelkan respons kondisional.

Regresi menjawab bagaimana distribusi respons berubah ketika prediktor berubah.

Korelasi tidak membedakan variabel respons dan prediktor.

Interpretasi koefisien memerlukan asumsi model dan konteks substantif.

REGRESI SEDERHANA

KORELASI PEARSON

Contoh hubungan mpg–wt pada data mtcars

Humor tipis: korelasi itu seperti melihat dua orang sering datang bareng; regresi bertanya, siapa yang benar-benar “menyetir” perubahan respons?

5 of 44

1 • Regresi Linear

Advanced Regression

Model Linear: struktur mean dan error

Bentuk matriks membuat asumsi, estimator, dan varian menjadi transparan.

MODEL GAUSS–MARKOV

ESTIMATOR OLS

Linearitas terhadap parameter, bukan selalu harus garis lurus terhadap x.

Eksogenitas: error tidak sistematis terhadap prediktor.

Homoskedastisitas dan independensi menjadi dasar SE klasik.

OLS adalah “baseline model”: mudah dijelaskan, cepat dihitung, tetapi sensitif terhadap asumsi yang dilanggar.

6 of 44

1 • OLS & Geometri

Advanced Regression

OLS sebagai proyeksi ke ruang kolom X

Prediksi OLS adalah bayangan vektor y pada ruang yang dibentang oleh prediktor.

HAT MATRIX

LEVERAGE

Nilai fitted adalah kombinasi linear dari observasi.

Leverage tinggi berarti posisi X observasi relatif ekstrem.

Observasi berpengaruh besar biasanya menggabungkan leverage tinggi dan residu besar.

Cook’s distance sebagai indikator pengaruh

7 of 44

1 • Inferensi OLS

Advanced Regression

Varians koefisien: bukan hanya soal σ²

Kolom X yang tidak informatif atau saling berkorelasi membuat estimasi tidak presisi.

VARIAN KLASIK

ASIMTOTIK

Presisi dipengaruhi oleh noise dan geometri desain.

Multikolinearitas memperbesar elemen diagonal invers matriks.

Asimtotik tidak menyelamatkan spesifikasi yang keliru.

Kalau X “kurang cerita”, β juga bicara pelan. Standard error naik, keyakinan turun.

8 of 44

1 • WLS & GLS

Advanced Regression

WLS dan GLS: ketika error tidak lagi sederhana

Gunakan bobot/korelasi error sebagai bagian dari model, bukan tambalan kosmetik.

WEIGHTED LS

GENERALIZED LS

WLS: cocok saat varians berbeda tetapi struktur bobot dapat diperkirakan.

GLS: cocok saat terdapat korelasi antarobservasi, misalnya serial correlation.

Keduanya setara dengan OLS pada data yang sudah ditransformasi.

Simulasi heteroskedastisitas: pola residu membesar

9 of 44

1 • Robust SE

Advanced Regression

White Sandwich SE: koefisien tetap, SE diperbaiki

Jika mean model dipercaya tetapi ragam error tidak homogen, robust SE sering menjadi pilihan praktis.

SANDWICH ESTIMATOR

Memperbaiki inferensi ketika homoskedastisitas gagal.

Tidak memperbaiki bias akibat omitted variables atau endogeneity.

HC3 sering direkomendasikan untuk sampel kecil-menengah.

OLS vs Robust pada data dengan outlier

Sandwich SE bukan “obat segala penyakit”. Ia seperti jas hujan: membantu saat heteroskedastisitas turun deras, tapi bukan helm saat endogeneity menabrak.

10 of 44

1 • Diagnostik

Advanced Regression

Diagnostik: VIF, leverage, Cook, dan residu

Model linear yang baik harus diperiksa, bukan dipercaya karena outputnya terlihat rapi.

VIF

COOK'S D

Residual vs fitted dan QQ-plot

VIF tinggi: koefisien sulit diinterpretasi secara individual.

Cook’s D tinggi: observasi berpotensi mengubah kesimpulan.

Plot residu mengungkap nonlinearitas, heteroskedastisitas, atau outlier.

Standardized residual dan Cook’s distance

11 of 44

1 • Nonlinearitas

Advanced Regression

Ekspansi basis & spline: fleksibel tetapi tetap linear pada parameter

Saat pola tidak lurus, tambahkan fungsi basis; jangan langsung panik seperti melihat error R jam 2 pagi.

BASIS / SPLINE

Polinomial global bisa tidak stabil pada batas data.

Spline memakai fleksibilitas lokal melalui knot/df.

Pilih kompleksitas dengan CV, AIC/BIC, dan pemeriksaan visual.

Perbandingan linear, polinomial, dan spline

Validasi model untuk memilih kompleksitas

12 of 44

1 • GLS AR(1)

Advanced Regression

GLS dengan korelasi AR(1): error punya memori

Ketika residu hari ini masih membawa cerita dari residu kemarin.

ERROR AR(1)

KOVARIANS GLS

Serial correlation membuat SE klasik sering terlalu optimistis.

GLS memodelkan kovarians error secara eksplisit.

Alternatif praktis: quasi-differencing / Cochrane–Orcutt.

ACF residu OLS vs GLS

13 of 44

02

Regresi Nonlinier

Model nonlinear terhadap parameter, estimasi iteratif, dan inferensi berbasis Jacobian.

14 of 44

2 • Regresi Nonlinier

Advanced Regression

Model nonlinear: bentuk kurva mengikuti mekanisme

Tidak semua proses cocok dipaksa linear. Biologi, farmakologi, ekonomi, dan pertumbuhan sering punya kurva alami.

MODEL UMUM

LOGISTIK

MICHAELIS–MENTEN

EKSPONENSIAL

Contoh kurva respon obat

15 of 44

2 • Estimasi Nonlinier

Advanced Regression

Residual, fungsi tujuan, dan Jacobian

Estimasi nonlinear mengulang proses linearisasi lokal sampai parameter stabil.

LEAST SQUARES NONLINEAR

JACOBIAN

Jacobian menerjemahkan sensitivitas kurva terhadap parameter.

Starting values sangat menentukan konvergensi.

Skala parameter yang buruk dapat memperlambat atau menggagalkan iterasi.

Data eksponensial dan kurva sejati

16 of 44

2 • Gauss–Newton

Advanced Regression

Gauss–Newton: linearisasi lokal

Setiap iterasi menyelesaikan least squares versi lokal dari model nonlinear.

LINEARISASI

UPDATE GN

Cepat jika starting value sudah dekat solusi.

Dapat gagal saat kurva sangat nonlinear atau matriks hampir singular.

Periksa kriteria konvergensi: perubahan parameter, SSE, atau gradien.

Hasil estimasi Gauss–Newton

17 of 44

2 • Levenberg–Marquardt

Advanced Regression

Levenberg–Marquardt: Gauss–Newton dengan rem

Metode ini menambahkan redaman agar langkah iterasi lebih stabil.

DAMPED UPDATE

PILIHAN REDAMAN

λ besar: langkah mirip gradient descent, lebih hati-hati.

λ kecil: langkah mendekati Gauss–Newton, lebih cepat.

Cocok untuk model nonlinear yang sensitif terhadap starting value.

Hasil estimasi Levenberg–Marquardt

18 of 44

2 • Inferensi Nonlinier

Advanced Regression

Inferensi nonlinear: kovarians berbasis Jacobian

Setelah konvergen, ketidakpastian parameter diperkirakan dari kurvatur lokal.

RAGAM ERROR

KOVARIANS PARAMETER

CI & AIC

Interpretasi lokal: valid saat aproksimasi normal masuk akal.

Bandingkan model dengan AIC/BIC dan validasi prediksi.

Gunakan interval prediksi untuk ketidakpastian observasi baru.

Trace test error / iterasi

19 of 44

03

Robust Regression

Outlier, leverage, M-estimator, LAD, dan quantile regression.

20 of 44

3 • Robust Regression

Advanced Regression

Mengapa robust? Karena outlier sering punya “volume suara” besar

Tujuannya bukan membuang data sembarangan, tetapi mengurangi dominasi observasi ekstrem yang tidak representatif.

M-ESTIMATOR

Verifikasi dulu: outlier bisa salah input, fenomena penting, atau kelompok berbeda.

Robust regression mengubah fungsi rugi atau bobot residual.

Hasil robust perlu dilaporkan bersama keputusan penanganan data.

OLS vs Huber vs Bisquare

21 of 44

3 • M-estimator

Advanced Regression

Huber dan Bisquare: dari “tegas” sampai “sangat selektif”

M-estimator mengganti kerugian kuadrat dengan fungsi yang lebih tahan residual ekstrem.

HUBER LOSS

BOBOT IRLS

Huber: masih memberi bobot pada outlier, tetapi dibatasi.

Bisquare/Tukey: outlier sangat besar dapat memperoleh bobot mendekati nol.

IRLS mengubah robust regression menjadi WLS berulang.

OLS memberi mikrofon penuh ke semua residual. Robust estimator menurunkan volume residual yang teriak terlalu keras.

22 of 44

3 • LAD & Quantile

Advanced Regression

LAD dan Quantile Regression

Median dan kuantil memberi pandangan lebih kaya ketika distribusi respons tidak simetris.

LAD

QUANTILE

CHECK LOSS

LAD menargetkan median kondisional.

Quantile regression memodelkan bagian bawah/tengah/atas distribusi.

Berguna ketika efek prediktor berbeda pada kelompok risiko tinggi vs rendah.

Perubahan garis untuk berbagai slope/kuantil

23 of 44

04

Regularisasi & Ensemble

Ridge, Lasso, Elastic Net, Random Forest, Boosting, dan XGBoost.

24 of 44

4 • Regularisasi

Advanced Regression

Regularisasi: mengendalikan kompleksitas model

Ketika prediktor banyak dan korelasi tinggi, penalti membantu menstabilkan estimasi.

RIDGE

LASSO

Ridge mengecilkan koefisien tanpa membuat nol persis.

Lasso dapat memilih variabel melalui koefisien nol.

λ dipilih dengan validasi silang; standardisasi prediktor wajib.

Lintasan koefisien regularisasi

25 of 44

4 • Ridge Regression

Advanced Regression

Ridge: bias kecil untuk varians yang jauh lebih stabil

Ridge cocok saat banyak prediktor berkorelasi dan tujuan utama adalah prediksi stabil.

SOLUSI TERTUTUP

EFEK PENALTI

Menurunkan varians ketika XᵀX hampir singular.

Koefisien tidak sparse; semua variabel tetap masuk.

Interpretasi individual menjadi lebih hati-hati karena shrinkage.

SSE ridge pada berbagai λ

26 of 44

4 • Lasso Regression

Advanced Regression

Lasso: regularisasi sekaligus seleksi variabel

Penalti L1 mendorong sebagian koefisien menjadi nol persis.

LASSO OBJECTIVE

CV RULE

Sangat berguna untuk prediktor banyak.

Ketika prediktor sangat berkorelasi, pilihan variabel bisa tidak stabil.

Interpretasi memerlukan validasi dan analisis sensitivitas.

Koefisien OLS vs Lasso

27 of 44

4 • Elastic Net

Advanced Regression

Elastic Net: kompromi L1 + L2

Menggabungkan kemampuan seleksi Lasso dan stabilitas Ridge.

ELASTIC NET

α=1 mendekati Lasso; α=0 mendekati Ridge.

Baik untuk prediktor berkorelasi dan p besar.

Pilih α dan λ melalui nested CV atau grid search.

Koefisien OLS vs Elastic Net

CV error untuk pemilihan λ

28 of 44

4 • Ensemble Modeling

Advanced Regression

Ensemble: banyak model lemah menjadi prediksi kuat

Bagging menurunkan varians, boosting menurunkan bias secara bertahap, stacking belajar menggabungkan model.

BAGGING

BOOSTING

STACKING

Bagging: model paralel pada bootstrap sample.

Boosting: model sekuensial belajar dari error sebelumnya.

Stacking: meta-model mengombinasikan prediksi base learners.

Decision boundary Adaboost

29 of 44

4 • Random Forest & XGBoost

Advanced Regression

Random Forest dan Gradient Boosting/XGBoost

Dua keluarga model machine learning yang sering menjadi pembanding kuat untuk regresi.

RANDOM FOREST

XGBOOST OBJECTIVE

Random Forest kuat untuk nonlinearitas dan interaksi tanpa banyak tuning.

Boosting sering sangat akurat tetapi sensitif terhadap tuning.

Interpretasi perlu bantuan feature importance, PDP/ICE, SHAP, atau ALE.

Feature importance pada Random Forest

30 of 44

05

Bayesian Regression

Likelihood, prior, posterior, MCMC, INLA, dan perbandingan dengan OLS.

31 of 44

5 • Bayesian Core

Advanced Regression

Bayesian: data memperbarui keyakinan

Semua inferensi ditulis sebagai distribusi posterior.

BAYES THEOREM

KERNEL POSTERIOR

Prior dapat informatif, vague, weakly informative, atau objektif.

Posterior menjadi dasar estimasi, CI/credible interval, dan prediksi.

Ketidakpastian parameter dibawa secara eksplisit ke prediksi.

Prior vs posterior pada model Poisson–Gamma

32 of 44

5 • Poisson–Gamma

Advanced Regression

Poisson–Gamma: contoh konjugasi yang bersih

Konjugasi membuat posterior memiliki bentuk tertutup dan mudah ditafsirkan.

LIKELIHOOD

PRIOR

POSTERIOR

Posterior mean menggabungkan informasi prior dan data.

Posterior predictive untuk observasi baru berbentuk Negative Binomial.

Contoh ideal untuk memperkenalkan logika Bayesian sebelum model regresi kompleks.

POSTERIOR MEAN

33 of 44

5 • Bayesian Linear Regression

Advanced Regression

Bayesian Linear Regression: prior + likelihood Gaussian

Model klasik dapat dibaca ulang sebagai posterior atas β dan σ².

LIKELIHOOD

NORMAL–INVERSE-GAMMA

MARGINAL POSTERIOR

Prior vague membuat posterior mendekati hasil OLS.

Prior informatif dapat menstabilkan estimasi pada sampel kecil.

Credible interval: probabilitas parameter berada pada rentang tertentu menurut posterior.

OLS vs Bayesian linear regression

34 of 44

5 • MCMC

Advanced Regression

Estimasi MCMC: simulasi dari posterior

Ketika posterior tidak tertutup, sampling digunakan untuk menghitung ringkasan inferensial.

MONTE CARLO POSTERIOR

Periksa traceplot, R-hat, effective sample size, dan autocorrelation.

Burn-in, thinning, dan jumlah iterasi bukan ritual; semuanya harus beralasan.

Posterior predictive check menguji apakah model mereplikasi pola data.

Trace dan density diagnostic

Posterior predictive interval

35 of 44

5 • INLA

Advanced Regression

INLA: aproksimasi cepat untuk latent Gaussian models

INLA menghindari sampling penuh dengan nested Laplace approximation.

MARGINAL POSTERIOR

NESTED APPROXIMATION

Cepat untuk GLM/GLMM Bayesian tertentu.

Sangat relevan untuk model spasial, temporal, dan spatiotemporal.

Hasil berupa marginal posterior untuk parameter dan latent effects.

MCMC seperti jalan kaki menjelajahi posterior; INLA seperti naik lift ketika bangunannya cocok. Tidak semua gedung punya lift.

36 of 44

5 • OLS vs Bayesian

Advanced Regression

OLS versus Bayesian: beda filosofi, sering bisa berdamai

Dengan prior sangat lemah dan likelihood Gaussian, hasil posterior dapat mendekati OLS.

OLS TARGET

BAYESIAN TARGET

OLS fokus pada estimator dan sampling distribution.

Bayesian fokus pada distribusi posterior parameter.

Pilih Bayesian ketika prior, hierarki, atau prediksi probabilistik penting.

Ilustrasi OLS vs Bayesian

37 of 44

06

Desain Sampling dalam Regresi

Sampling weights, design effects, power, dan clustering regression.

38 of 44

6 • Desain Sampling

Advanced Regression

Desain sampling menentukan cara membaca data

Data survei bukan hanya baris-baris observasi; ada probabilitas pemilihan, strata, klaster, dan bobot.

SRS

STRATIFIED

CLUSTER

SRS: setiap unit punya peluang sama.

Stratified: presisi meningkat saat strata homogen.

Cluster: biaya turun, tetapi korelasi intraklaster dapat menaikkan varians.

Data simulasi per strata dengan bobot

39 of 44

6 • Survey Regression

Advanced Regression

Memperhitungkan bobot dalam regresi

Jika desain sampling informatif, mengabaikan bobot dapat menghasilkan estimasi bias dan SE keliru.

WEIGHTED REGRESSION

DESIGN-BASED SE

Weighted regression memperbaiki estimasi titik sesuai populasi target.

Design-based SE memperhitungkan strata, klaster, dan FPC.

Gunakan paket survey/srvyr untuk workflow yang eksplisit.

Bobot sampling itu bukan aksesori. Ia seperti kunci ruangan populasi: tanpa kunci, kita mungkin hanya berdiri di sampel dan merasa sudah survei nasional.

40 of 44

6 • Ukuran Sampel

Advanced Regression

Ukuran sampel: power, efek parsial, dan design effect

Regresi yang dirancang baik menghubungkan efek minimum yang penting dengan ketelitian estimasi.

PARTIAL R²

COHEN F²

ADJUSTED N

Power analysis bergantung pada efek target, jumlah prediktor, α, dan power.

DEFF menaikkan kebutuhan sampel pada desain klaster.

Simulasi dapat memvalidasi aproksimasi rumus.

Contoh perubahan sample size / effect size

41 of 44

6 • Clustering Regression

Advanced Regression

Clustering Regression: segmentasi sebelum pemodelan

Ketika satu garis regresi menyembunyikan beberapa pola, klaster dapat membantu menemukan heterogenitas.

PER-KLASTER / STRATA

Regresi per strata: klaster diketahui dari desain/domain substantif.

Clustering regression: klaster dipelajari dari pola data.

Weighted clustering mempertahankan representasi populasi.

Clustering tanpa informasi strata

Satu model global kadang terlalu diplomatis: semua kelompok dirata-ratakan sampai pesannya hilang.

42 of 44

Workflow Praktikum

Advanced Regression

Workflow analisis: dari data sampai rekomendasi model

Urutan ini membantu mahasiswa tidak langsung “lompat ke model favorit”.

1

Eksplorasi

Plot, korelasi, struktur data

2

Model awal

OLS / GLM baseline

3

Diagnostik

Residu, VIF, influence

4

Perbaikan

WLS/GLS, robust, spline

5

Kompleksitas

Regularisasi / ensemble

6

Inferensi & Validasi

CV, AIC/BIC, posterior/design SE

43 of 44

Praktikum & Evaluasi

Advanced Regression

Rancangan praktikum: satu dataset, banyak sudut pandang

Mahasiswa belajar bahwa model adalah alat, bukan tujuan akhir.

Praktikum 1: OLS, diagnostik, VIF, Cook, robust SE.

Praktikum 2: nonlinear model, GN/LM, AIC, interval prediksi.

Praktikum 3: robust, quantile, Ridge/Lasso/Elastic Net.

Praktikum 4: Bayesian regression, MCMC/INLA, posterior predictive.

Praktikum 5: desain sampling, weighted regression, design-based SE.

CONTOH RUBRIK

Target proyek akhir: mahasiswa dapat menjelaskan mengapa model dipilih, bukan hanya menunjukkan bahwa kode berhasil jalan.

Contoh panel diagnostik model

44 of 44

Ringkasan

Advanced Regression

Take-home message

Regresi tingkat lanjut adalah seni menyeimbangkan interpretasi, prediksi, asumsi, dan desain data.

Mulai dari model sederhana, lalu tingkatkan kompleksitas hanya ketika ada alasan empiris/teoretis.

Rumus membantu melihat asumsi yang sering tersembunyi di balik tombol software.

Validasi, diagnostik, dan transparansi keputusan adalah bagian dari model—bukan lampiran belakangan.

Untuk data survei atau Bayesian/hierarkis, ketidakpastian harus dibawa sampai tahap kesimpulan.

AKHIRNYA

Kalau model sudah bagus, interpretasi tidak perlu drama. Kalau modelnya belum bagus, interpretasi biasanya mulai menulis novel.

Terima kasih

Diskusi • Pertanyaan • Praktikum