1 of 18

CASH FLOW PROYEK KONSTRUKSI

AGUNG BUDI, MM

2 of 18

UMUM

  • Ketidakmampuan perusahaan konstruksi untuk memenuhi kewajiban-kewajiban pada waktunya, dapat menimbulkan hambatan dalam pelaksanaan proyek
  • Hambatan tersebut akan menimbulkan kerugian berupa naiknya beban biaya langsung dan tidak langsung
  • Untuk mengatasi hal tersebut diatas dalam pengelolaan keuangan dipergunakan sarana pengendalian likuiditas berupa Cash Flow (arus kas)

3 of 18

DEFINISI

Cashflow proyek adalah merupakan daftar yang mencakup prakiraan (Forecast) dari penerimaan dan pengeluaran proyek secara tunai (cash) yang akan terjadi dalam kurun waktu tertentu, agar dapat mengetahui kelebihan ataupun kekurangan dana dari waktu ke waktu , termasuk mengatasi finansial bila defisit.

4 of 18

TUJUAN CASHFLOW PROYEK

  • Untuk mengetahui jumlah pinjaman yang diperlukan untuk penyelesaian proyek
  • Untuk mengetahui jadwal pinjaman yang diperlukan (jumlah dan waktu)
  • Untuk mengetahui jadwal pengembalian pinjaman (jumlah dan waktu)
  • Untuk mengetahui jumlah bunga pinjaman yang harus ditanggung oleh proyek (berpengaruh pada Cost Estimate)
  • Untuk dapat menekan sekecil mungkin jumlah bunga yang harus ditanggung.

5 of 18

UNSUR-UNSUR CASH FLOW

Data yang diperlukan untuk penyusunan Cash Flow proyek adalah :

a. Kontrak

b. Jadwal penerimaan (Progress Schedule)

c. Jadwal pengeluaran

- Jadwal kebutuhan tenaga (Manpower Schedule)

- Jadwal pengadaan bahan (Material Schedule)

- Jadwal Penggunaan Peralatan (Equipment Schedule)

d. Kas Awal

e. Jadwal pinjaman

f. Jadwal pengembalian pinjaman dan pembayaran bunganya

g. Prakiraan pembayaran kepada subkontrak

6 of 18

Cash Flow yang baik

  • Harus dibuat oleh tenaga yang berpengalaman
  • Harus menggunakan data informasi yang akurat, valid dan lazim (kontrak , notulen rapat / kesepakatan , referensi finansial proyek sejenis yang lalu)
  • Harus mempertimbangkan kebijakan finansial perusahaan

7 of 18

SUSUNAN CASH FLOW

  • Penerimaan
  • Pengeluaran Proyek
  • Selisih Penerimaan dan Pengeluaran
  • Kas Awal
  • Kas/Saldo sebelum finansial
  • Total Finansial
  • Kas Akhir
  • Posisi Pinjaman

8 of 18

Prinsip Pembuatan Cash flow

- Cashflow hanya memperhitungkan : Penerimaan yang diperhitungkan bukan pendapatan yang mungkin tidak langsung berupa pembayaran (bisa berupa piutang)

Pengeluaran yang diperhitungkan bukan biaya yang mungkin tak langsung berupa pembayaran (bisa berupa hutang)

  • Cashflow dibuat dengan berorientasi pada balance yang positip atau kondisi liquiditas yang surplus , bukan defisit
  • Effektif dan Efisien , maksudnya agar sasaran liquiditas tercapai dan menjadi surplus , tidak mengganggu / menyakitkan mitra bisnis dan hubungan bisnispun tetap memberi manfaat bersama

9 of 18

Penjelasan Cash Flow

  • Penerimaan didapat dari pembayaran termiyn
  • Pengeluaran merupakan kebutuhan akan biaya langsung dan tidak langsung
  • Selisih Penerimaan dan Pengeluaran

- Menunjukkan kebutuhan atau kelebihan dana dari transaksi operasional

- Pada umumnya selisih ini pada awalnya akan menunjukkan saldo negatip , namun semakin lama makin baik (positip) , artinya penerimaan akan makin lebih besar dari pengeluaran

  • Kas Awal

Menunjukkan minimum kas yang harus dicadangkan dan harus ada di proyek untuk membiayai kegiatan rutin dan mendesak

  • Kas /Saldo sebelum Finansial

- Diperoleh dengan menambah selisih penerimaan dan pengeluaran dengan kas awal.

- Angka yang tercantum disini menunjukkan sisa kas yang dihasilkan sebagai akibat transaksi operasional

- Atas dasar sisa tersebut , yg bisa positip atau negatip , maka dapat ditetapkan kebijaksanaan keuangan perusahaan.

10 of 18

Format Cashflow

No

Uraian

Jadual Tahun ................

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

Penerimaan

2

Pengeluaran

3

Selisih

4

Kas Awal

5

Saldo sblm finansial

6

Finansial

a. Pinjaman

b. Pengembalian

c. Bunga

Total 6

7

Kas Akhir

8

Posisi Pinjaman

11 of 18

Contoh Kasus (1)

Suatu kontraktor PT. XYZ memperoleh kontrak proyek pembangunan jalan senilai Rp. 10 ,- milyar (termasuk PPN 10 %) , didalam kontrak diatur cara pembayaran sbb :

Termin

Prestasi

Dibayar

I

II

III

IV

V

20 %

50 %

80 %

100 %

Selesai masa pemeliharaan

15 %

30 %

30 %

20 %

5 %

12 of 18

Contoh Kasus (2)

Menurut Time Scheduled yang telah dibuat , proyek akan dapat diselesaikan dalam waktu 10 bulan , dengan progress sbb :

Bulan ke

Prestasi Pekerjaan

3

5

7

10

20 %

50 %

80 %

100 %

13 of 18

Contoh Kasus (3)

  • Bagian keuangan proyek memerlukan waktu satu bulan untuk proses pencairan termin sejak prestasi termin tercapai (termin I yang yang sdh dapat dicapai bulan ke 3 , baru dapat diterima pada bulan ke 4)
  • Masa pemeliharaan ditetapkan satu bulan atau bulan ke 11 , sehingga retensi sebesar 5 % dapat dicairkan pada bulan ke 12

14 of 18

Contoh Kasus (4)

Untuk pelaksanaan proyek telah disusun rencana pengeluaran sebagai berikut :

  • Biaya tidak langsung atau biaya tetap akan dibayar Rp. 100 ,- juta tiap bulan (dari awal sampai dengan bulan ke 11)
  • Biaya langsung akan dikeluarkan sesuai jadwal sbb :

15 of 18

Contoh kasus (5)

Bulan ke

Pengeluaran

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

Rp. 400.000.000 ,-

Rp. 550.000.000 ,-

Rp. 600.000.000 ,-

Rp. 600.000.000 ,-

Rp. 1.050.000.000 ,-

Rp. 900.000.000 ,-

Rp. 900.000.000 ,-

Rp. 900.000.000 ,-

Rp. 550.000.000 ,-

Rp. 400.000.000 ,-

Rp. 50.000.000 ,-

16 of 18

Contoh Kasus (6)

Jika kas awal sebesar Rp. 100.000.000 ,- dan bunga pinjaman 2 % per-bulan . Kita diminta untuk membuat Cashflow nya

17 of 18

Cashflow (000.000)

No

Uraian

Jadual Tahun ................

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

Penerimaan

-

-

-

1.363,5

-

2727

-

2727

-

-

1818

454,5

2

Pengeluaran

100

400

100

550

100

600

100

600

100

1050

100

900

100

900

100

900

100

550

100

400

100

50

-

3

Selisih

(500)

(650)

(700)

663,5

(1150)

1727

(1000)

1727

(650)

(500)

1668

454,5

4

Kas Awal

100

100

440

210

333,5

153,5

1330,5

290,5

977,5

307,5

287,5

425,5

5

Saldo sblm finansial

(400)

(550)

(260)

873,5

(816,5)

1880,5

330,5

2017,5

327,5

(192,5)

1955,5

880

6

Finansial

a. Pinjaman

500

1000

500

-

1000

-

-

-

-

500

-

-

b. Pengembalian

-

-

-

(500)

-

(500)

-

(1000)

-

-

(1500)

-

c. Bunga

-

(10)

(30)

(40)

(30)

(50)

(40)

(40)

(20)

(20)

(30)

-

Total 6

500

990

470

(540)

970

(550)

(40)

(1040)

(20)

480

(1530)

-

7

Kas Akhir

100

440

210

333,5

153,5

1330,5

290,5

977,5

307,5

287,5

425,5

880

8

Posisi Pinjaman

500

1500

2000

1500

2500

2000

2000

1000

1000

1500

-

-

18 of 18

Laba Perusahaan

Kas Akhir Proyek = Rp. 880.000.000 ,-

Kas Awal Proyek = Rp. 100.000.000 ,-

Laba Perusahaan = Rp. 780.000.000 ,-