Kelompok I�Penilaian RIsiko bersama
Rabies pada manusia �di Kabupaten Rejang Lebong
Ketua: Kusnadi Setiawan
Sekretaris: Susilawati
Anggota:
Latar Belakang
Komite Pengarah
Ketua JRA
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab RL
Tim Teknis JRA
Stakeholders
Kerangka Risiko
Hazard :
Virus Lyssa
Ruang Lingkup :
- Lokasi : Kab Rejang Lebong
- Waktu : 6 bulan ke depan
Tujuan :
Sasaran :
Anjing Terinfeksi
(Berasal dari Luar RL)
PETSHOP
RUMAH PEMILIK ANJING
KELOMPOK PEMBURU
Anjing Terinfeksi Masuk ke
LAPO
KONSUMSI
BABI HUTAN
SAPI DAN SEJENISNYA
(domestic)
PEMOTONGAN
ANJING LAIN TIDAK BERPEMILIK
ANJING RUMAHAN LAINNYA
ANJING PEMBURU
RUSA
HUTAN
Anjing Rentan/ Tidak Vaksinasi
KAB REJANG LEBONG
MANUSIA TERINFEKSI
Langkah 7. Memformulasikan dan Mendokumentasikan Pertanyaan Penilaian Risiko
�Langkah 8. Karakterisasi Risiko�
Menentukan Karakteristik Risiko
Informasi Kesehatan Hewan
APBD 2 : 1500 dosis
APBN : 1800 dosis
Cakupan vaksinasi HPR : +-10% dari populasi
4. Data Vaksinator : 25 orang
5. Data HPR yang divaksin : 2300 ekor
6. Data HPR yang masuk via karantina Tahun 2022 : 10 ekor
7. Kelompok Berburu : 156 kelompok
Lanjutan…
Informasi Kesehatan Manusia
1. Data Kasus GHPR Tahun 2022 : 206 kasus
2. Data kematian Tahun 2022 : 1 orang
3. Jumlah yang mendapatkan VAR : 113 orang
4. Jumlah kasus gigitan berdasarkan umur
Umur 20- 64 tahun : laki-laki 59 orang, perempuan : 56 orang
Umur dibawah 14 tahun : laki-laki 54 orang, perempuan : 29 orang
5. Jumlah Kasus Gigitan berdasarkan jenis kelamin
Laki- laki : 114 orang
Perempuan : 92 orang
Lanjutan…
Informasi Kesehatan Manusia
6. Jenis Hewan Penggigit :
Anjing : 171 ekor, yang diobservasi 1 ekor.
Kucing : 31 ekor
Kera : 4 ekor
7. Data Vaksin Rabies Center : 4 Rabies center
8. Data Stok VAR : 284 vial, SAR : 0
9. Data Vaksinator: 21 orang
10. Lokasi gigitan :
Kaki : 122 orang
Lengan tangan : 46 orang
Kepala : 3 orang
Lanjutan…
Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Kemungkinan
Data/informasi | Diskripsi | Sumber data |
Data Populasi HPR | Jumlah HPR di kabuapten Rejang Lebong 38.715ekor | Dinas Pertanian dan Perikanan RL |
Data penduduk | Jumlah penduduk di Kabupaten Rejang Lebong 279.162 jiwa. Dengan perbandingan dengan HPR 1:7 | BPS RL |
Data Pemasukan Anjing | Data pemasukan anjing pada tahun 2022 via udara 10 ekor. Data pemasukan anjing tahun 2022 via darat 13.000 ekor estimasi turun di Rejang Lebong 100ekor | Karantina Pendapat Ahli |
| | |
Data Cakupan Vaksinasi HPR | Cakupan vaksinasi rabies pada HPR 10% dari total populasi | Dinas Pertanian dan Perikanan RL |
Data GHPR | Data GHPR di kabupaten Rejang lebong 171 kasus mengalami kenaikan 18 kasus dari tahun sebelumnya | Dinas kesehatan RL |
Data lysa | Kematian akibat virus lysa satu orang | Dinas Kesehatan RL |
Kasus pada Hewan | 1 ekor anjing positif, suspect rabies pada anjing 171 ekor | Dinas Pertanian dan Perikanan RL |
Jumlah data Pemburu | 156 Pemburu, 1 Pemburu mempunyai rata-rata 5 ekor anjing sebanyak 780 anjing. Jumlah anjing buru kecil karena menolak anjingnya untuk divaksin dengan asumsi jika anjing divaksin tidak buas lagi untuk berburu | Dinas Pertanian dan Perikanan RL |
Dampak tidak langsung | Diskripsi | Sumber data |
Kesejahteraan anjing | Berdampak pada tindakan yang tidaksesuai dengan kesejahteraan hewan. | |
| Terjadinya kepanikan pada masyarakat akibat tingginya kasus GHPR. | Dinas Pertanian RL |
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.1. memperkirakan kemungkinan
Perkiraan Kemungkinan | Kriteria |
Tinggi | kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa sangat besar dalam waktu 6 bulan ke depan |
Sedang | kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa adalah sedang dalam 6 bulan ke depan |
Rendah | kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa sangat rendah dalam waktu 6 bulan ke depan |
Dapat Diabaikan | kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa dapat diabaikan dalam waktu 6 bulan ke depan |
KESIMPULAN ESTIMASI KEMUNGKINAN
1. Jumlah populasi HPR yang divaksinasi hanya 10% dari total populasi
2. Jumlah kelompok pemburu sangat banyak (156 kelompok) @ 5-10 ekor
3. Semua anjing kelompok berburu tidak ada yang divaksinasi
4. Tingkat kesadaran masyarakat akan vaksinasi rabies masih rendah
5. Jumlah kasus GHPR sebanyak 206 kasus
6. Jumlah kematian akibat virus lyssa sebanyak 1 orang
7. Anjing buru kontak langsung dengan satwa liar ketika sedang berburu
1. Data dapat diandalkan baik dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas
Estimasi Ketidakpastian
Perkiraan Ketidakpastian | Kriteria |
Sangat Tinggi | |
tinggi | |
Menengah | |
rendah | Data dapat diandalkan tapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas |
Sangat rendah | |
Memperkirakan Dampak
Estimasi Dampak | Langsung | Tidak langsung |
Parah |
|
|
Sedang |
|
|
Minor |
|
|
diabaikan |
|
|
Plot Matriks Risiko
Kemungkinan terjadinya peningkatan kasus lyssa (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong dalam waktu 6 bulan kedepan adalah tinggi dengan dampak yang ditimbulkkannya parah dengan Penilaian risiko dilakukan dengan ketidakpastian yang rendah.
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
K
e
m
u
n
g
k
I
n
a
n
Dampak
Keterangan:
KESIMPULAN ESTIMASI DAMPAK
Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko
No | Kegiatan Manajemen Risiko | Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi) | Waktu Pelaksanaan | Sumber Anggaran |
1 | Vaksinasi Anjing | Dinas Peternakan dan keswan RL | Mei 2023 | APBD 250 vial (2500 ekor) |
2 | Kontrol Populasi (sterilisasi) | Dinas Peternakan dan keswan RL | Agustus 2023 | APBN 250 ekor |
3 | Pemberian VAR bagi pemburu yang digigit anjing yang belum divaksinasi | Dinas Kesehatan RL | Maret – Agustus 2023 | APBD 200 vial untuk 50 pasien APBN 400 vial untuk 100 pasien |
4 | Penyelidikan epidemiologi terpadu pasien gigitan anjing | Dinas Kesehatan RL Dan Dinas Peternakan dan Keswan RL | Maret – Agustus 2023 | APBD 200 kejadian |
5 | Pengawasan lalu lintas melalui cekpoint antar kabupaten/ kota | Dan Dinas Peternakan dan Keswan RL Karantina Pertanian Prov Bengkulu | Maret – Agustus 2023 | APBD dan APBN |
Mengidentifikasi dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko
No | Kegiatan Komunikasi Risiko | Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi) | Waktu Pelaksanaan | Sumber Anggaran |
1 | KIE pada kelompok berburu | Dinas Peternakan dan keswan RL Dinas Kesehatan RL | Maret - Agustus 2023 | APBD 25 orang 10 x pertemuan |
2 | Pembentukan kader rabies | Dinas Peternakan dan keswan RL Dinas Kesehatan RL | Maret 2023 | APBD 4x kegiatan |
3 | Workshop penatalaksanaan gigitan HPR pada petugas | Dinas Peternakan dan keswan RL Dinas Kesehatan RL | Mei 2023 | APBD 2x kegiatan |