1 of 26

  • Hotel santika Bengkulu, 7 – 9 Maret 2023

Kelompok I�Penilaian RIsiko bersama

Rabies pada manusia �di Kabupaten Rejang Lebong

Ketua: Kusnadi Setiawan

Sekretaris: Susilawati

Anggota:

  • Yanwar
  • Nurhamida
  • Wenny Haryanti
  • Rosalyn
  • David Viter Olele
  • Juniardi

2 of 26

Latar Belakang

  • Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah endemis rabies di Indonesia
  • Kejadian KLB di desa Cawang Lama kecamatan Selupu Rejang bulan agustus tahun 2022 adanya satu kasus kematian pada manusia
  • Kejadian peningkatan kasus GHPR di kecamatan Selupu Rejang satu anjing menggigit 7 orang dan dari hasil pemeriksaan Laboraorium anjing tersebut positif rabies

3 of 26

Komite Pengarah

  • Sekda Provinsi Bengkulu
  • Sekda Kabupaten Rejang Lebong
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi BKL
  • Kepala Disnak Keswan Prov BKL
  • Kepala Dinas KLHK Prov BKL
  • Kepala Karantina Pertanian BKL
  • Kepala BKSDA Bengkulu
  • Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
  • Kepala Dinas Kesehatan Kab RL
  • Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab RL
  • Kepala Dinas KLHK Kab RL

4 of 26

Ketua JRA

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab RL

5 of 26

Tim Teknis JRA

  • Kepala Bid Keswan Mavet ---- Disnak Keswan Prov BKL
  • PJ Zoonosis--- Dinkes Prov BKL
  • Subkoordinator P2PH --- Disnak Keswan Prov BKL
  • Subkoordinator Zoonosis---- Dinkes RL
  • 1 orang Fungsional Medik Karantina Muda --- Karantina BKL
  • 1 orang Medik Veteriner---- Distan Seluma
  • Kabis Nakkeswan---- Distan RL
  • PJ Zoonosis---- Dinkes Seluma
  • Kabid 2 --- Dinas KLH BKL
  • Subkoor P4OH --- Disnak Keswan BKL
  • 1 orang Fungsional Medik Veteriner--- Lab Disnak Keswan BKL
  • Kasi P2PM --- Dinkes RL

6 of 26

Stakeholders

  • Kelompok Berburu / Cat / Dog Lover
  • Praktisi Hewan Kecil
  • WCS
  • Pemilik HPR via Bandara
  • Karantina Pertanian BKL
  • IDI
  • PDHI
  • PAEI
  • Dinas Perhubungan Prov/Kab
  • Litbang/ BRIN
  • Bappeda Prov/ Kab
  • DPRD Prov/ Kab
  • BPBD Prov/ Kab
  • Perguruan Tinggi

7 of 26

Kerangka Risiko

Hazard :

Virus Lyssa

Ruang Lingkup :

- Lokasi : Kab Rejang Lebong

- Waktu : 6 bulan ke depan

Tujuan :

  • Menurunkan kasus lyssa pada manusia
  • Menurunkan jumlah kasus positif rabies pada HPR
  • Menurunkan kasus Gigitan HPR
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan Rabies

Sasaran :

  • Menentukan manajemen dan pengelolaan komunikasi risiko
  • Memastikan kerjasama yang berkelanjutan antara Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Keswan

8 of 26

Anjing Terinfeksi

(Berasal dari Luar RL)

  • Masuk Via Darat
  • Udara (Bandara)

PETSHOP

RUMAH PEMILIK ANJING

KELOMPOK PEMBURU

Anjing Terinfeksi Masuk ke

LAPO

KONSUMSI

BABI HUTAN

SAPI DAN SEJENISNYA

(domestic)

PEMOTONGAN

ANJING LAIN TIDAK BERPEMILIK

ANJING RUMAHAN LAINNYA

ANJING PEMBURU

RUSA

HUTAN

Anjing Rentan/ Tidak Vaksinasi

KAB REJANG LEBONG

MANUSIA TERINFEKSI

9 of 26

Langkah 7. Memformulasikan dan Mendokumentasikan Pertanyaan Penilaian Risiko

  1. Apakah kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu orang di Kabupaten Rejang Lebong yang tertular virus lyssa di pemukiman penduduk dalam 6 bulan ke depan?
  2. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu orang di Kabupaten Rejang Lebong yang tertular virus lyssa di petshop dalam 6 bulan ke depan?
  3. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya satu orang di kabupaten Rejang Lebong yang tertular virus lyssa di kebun dalam 6 bulan ke depan?
  4. Apakah ada kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa dalam 6 bulan ke depan?

10 of 26

�Langkah 8. Karakterisasi Risiko

  • Jumlah Populasi HPR
  • Hasil Pemeriksaan LAB
  • Data Kasus GHPR
  • Data Kematian Manusia
  • Pola pemeliharaan HPR
  • Data Pasien yang mendapatkan VAR
  • Data Rabies Center
  • Data Stok VAR, SAR
  • Data Ketersediaan Vaksin Rabies
  • Data Vaksinator
  • Data HPR yang di vaksin
  • Data HPR yang masuk via karantina
  • Kelompok Berburu

11 of 26

Menentukan Karakteristik Risiko

  • Meninjau dan Mempertimbangkan Informasi yang tersedia

Informasi Kesehatan Hewan

  1. Jumlah Populasi HPR : 38.715 ekor
  2. Hasil Pemeriksaan Lab : 1 sampel positif
  3. Pola Pemeliharaan HPR : 80 persen diliarkan
  4. Data Kesediaan Vaksin Rabies Tahun 2022 :

APBD 2 : 1500 dosis

APBN : 1800 dosis

Cakupan vaksinasi HPR : +-10% dari populasi

4. Data Vaksinator : 25 orang

5. Data HPR yang divaksin : 2300 ekor

6. Data HPR yang masuk via karantina Tahun 2022 : 10 ekor

7. Kelompok Berburu : 156 kelompok

12 of 26

Lanjutan…

Informasi Kesehatan Manusia

1. Data Kasus GHPR Tahun 2022 : 206 kasus

2. Data kematian Tahun 2022 : 1 orang

3. Jumlah yang mendapatkan VAR : 113 orang

4. Jumlah kasus gigitan berdasarkan umur

Umur 20- 64 tahun : laki-laki 59 orang, perempuan : 56 orang

Umur dibawah 14 tahun : laki-laki 54 orang, perempuan : 29 orang

5. Jumlah Kasus Gigitan berdasarkan jenis kelamin

Laki- laki : 114 orang

Perempuan : 92 orang

13 of 26

Lanjutan…

Informasi Kesehatan Manusia

6. Jenis Hewan Penggigit :

Anjing : 171 ekor, yang diobservasi 1 ekor.

Kucing : 31 ekor

Kera : 4 ekor

7. Data Vaksin Rabies Center : 4 Rabies center

8. Data Stok VAR : 284 vial, SAR : 0

9. Data Vaksinator: 21 orang

10. Lokasi gigitan :

Kaki : 122 orang

Lengan tangan : 46 orang

Kepala : 3 orang

14 of 26

Lanjutan…

  • Informasi Umum dan interface
  • Sumber Potensi Paparan: kegiatan berburu satu minggu sekali, Frekuensi kerumunan masyarakat (Hajatan)
  • Persepsi masyarakat untuk dilakukan Vaksin Rabies pada hewan peliharaannya.
  • Banyaknya sampah rumah tangga di lingkungan

15 of 26

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Kemungkinan

Data/informasi

Diskripsi

Sumber data

Data Populasi HPR

Jumlah HPR di kabuapten Rejang Lebong 38.715ekor

Dinas Pertanian dan Perikanan RL

Data penduduk

Jumlah penduduk di Kabupaten Rejang Lebong 279.162 jiwa. Dengan perbandingan dengan HPR 1:7

BPS RL

Data Pemasukan Anjing

Data pemasukan anjing pada tahun 2022 via udara 10 ekor.

Data pemasukan anjing tahun 2022 via darat 13.000 ekor estimasi turun di Rejang Lebong 100ekor

Karantina

Pendapat Ahli

Data Cakupan Vaksinasi HPR

Cakupan vaksinasi rabies pada HPR 10% dari total populasi

Dinas Pertanian dan Perikanan RL

Data GHPR

Data GHPR di kabupaten Rejang lebong 171 kasus mengalami kenaikan 18 kasus dari tahun sebelumnya

Dinas kesehatan RL

Data lysa

Kematian akibat virus lysa satu orang

Dinas Kesehatan RL

Kasus pada Hewan

1 ekor anjing positif, suspect rabies pada anjing 171 ekor

Dinas Pertanian dan Perikanan RL

Jumlah data Pemburu

156 Pemburu, 1 Pemburu mempunyai rata-rata 5 ekor anjing sebanyak 780 anjing. Jumlah anjing buru kecil karena menolak anjingnya untuk divaksin dengan asumsi jika anjing divaksin tidak buas lagi untuk berburu

Dinas Pertanian dan Perikanan RL

16 of 26

Dampak tidak langsung

Diskripsi

Sumber data

Kesejahteraan anjing

Berdampak pada tindakan yang tidaksesuai dengan kesejahteraan hewan.

Terjadinya kepanikan pada masyarakat akibat tingginya kasus GHPR.

Dinas Pertanian RL

17 of 26

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.1. memperkirakan kemungkinan

Perkiraan Kemungkinan

Kriteria

Tinggi

kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa sangat besar dalam waktu 6 bulan ke depan

Sedang

kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa adalah sedang dalam 6 bulan ke depan

Rendah

kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa sangat rendah dalam waktu 6 bulan ke depan

Dapat Diabaikan

kemungkinan dan dampak dari setidaknya ada peningkatan kasus (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong yang meninggal (lyssa) akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies/ virus lyssa dapat diabaikan dalam waktu 6 bulan ke depan

18 of 26

KESIMPULAN ESTIMASI KEMUNGKINAN

  • Estimasi Kemungkinan: TINGGI
    • Justifikasi:

1. Jumlah populasi HPR yang divaksinasi hanya 10% dari total populasi

2. Jumlah kelompok pemburu sangat banyak (156 kelompok) @ 5-10 ekor

3. Semua anjing kelompok berburu tidak ada yang divaksinasi

4. Tingkat kesadaran masyarakat akan vaksinasi rabies masih rendah

5. Jumlah kasus GHPR sebanyak 206 kasus

6. Jumlah kematian akibat virus lyssa sebanyak 1 orang

7. Anjing buru kontak langsung dengan satwa liar ketika sedang berburu

  • Ketidakpastian: Rendah
  • Justifikasi :

1. Data dapat diandalkan baik dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas

19 of 26

Estimasi Ketidakpastian

Perkiraan Ketidakpastian

Kriteria

Sangat Tinggi

tinggi

Menengah

rendah

Data dapat diandalkan tapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas

Sangat rendah

20 of 26

  • Kesenjangan Informasi:
  • Data populasi anjing berdasarkan estimasi dari petugas keswan
  • Tidak ada data lalu lintas anjing antar kabupaten melalui angkutan darat

21 of 26

Memperkirakan Dampak

Estimasi Dampak

Langsung

Tidak langsung

Parah

  • Menularkan ke satwa liar.
  • Peningkatan kasus lyssa 2 kali dari tahun sebelumnya
  • Kasus GHPR mengalami peningkatan 2 kali dari kasus sebelumnya
  • Kasus suspect rabies pada anjing menyebar di lebih dari 5 kecamatan
  • Pengendalian yang besar dibutuhkan dana yang tinggi pada tingkat provinsi
  • Pelarangan Lalulintas HPR ke daerah bebas
  • Gangguan yang sama pada sektor lain misal sektor pariwisata
  • Gangguan pada aktivitas masyarakat

Sedang

  • Tidak menularkan ke satwa liar
  • Adanya satu kasus lyssa
  • Kasus GHPR mengalami peningkatan yang tidak signifikan
  • Kasus suspect rabies pada anjing menyebar ke 3 – 5 kecamatan
  • Pengendalian yang sedang dibutuhkan dana yang sedang pada tingkat provinsi

Minor

  • Tidak ada kasus lyssa
  • Kasus GHPR mengalami penurunan yang tidak signifikan
  • Kasus suspect rabies pada anjing menyebar pada kurang dari dua kecamatan
  • Pengendalian yang rendah dibutuhkan dana yang rendah pada tingkat kabupaten

diabaikan

  • Tidak ada kasus suspect rabies pada anjing
  • Kasus GHPR mengalami penurunan yang signifikan
  • Pengendalian yang rendah dibutuhkan dana yang sangat rendah pada tingkat kabupaten

22 of 26

Plot Matriks Risiko

Kemungkinan terjadinya peningkatan kasus lyssa (2 kali) pada kelompok pemburu babi hutan di kabupaten Rejang Lebong dalam waktu 6 bulan kedepan adalah tinggi dengan dampak yang ditimbulkkannya parah dengan Penilaian risiko dilakukan dengan ketidakpastian yang rendah.

K

e

m

u

n

g

k

I

n

a

n

Dampak

Keterangan:

  • Merah: menerapkan upaya mitigasi risiko tambahan disamping yang sudah ada; meningkatkan surveilans
  • Kuning: meninjau dan menyesuaikan upaya mitigasi risiko; surveilans ditingkatkan (kegiatan surveilans tertarget atau menautkan kegiatan surveilans saat ini)
  • Hijau: mempertahankan upaya mitigasi risiko saat ini; surveilans seperti biasa

23 of 26

KESIMPULAN ESTIMASI DAMPAK

  • Estimasi Dampak: PARAH
    • Justifikasi:
  • Kematian akibat virus lyssa pada kelompok pemburu akan meningkat 2x lipat dari kasus tahun sebelumnya pada waktu 6 bulan ke depan
  • Ketidakpastian:
    • Justifikasi
    • Belum ada kesadaran pada kelompok berburu untuk memvaksinasi anjing buru.
    • Belum ada KIE pada kelompok berburu tentang bahaya virus rabies

24 of 26

Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko

No

Kegiatan Manajemen Risiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

1

Vaksinasi Anjing

Dinas Peternakan dan keswan RL

Mei 2023

APBD 250 vial (2500 ekor)

2

Kontrol Populasi (sterilisasi)

Dinas Peternakan dan keswan RL

Agustus 2023

APBN 250 ekor

3

Pemberian VAR bagi pemburu yang digigit anjing yang belum divaksinasi

Dinas Kesehatan RL

Maret – Agustus 2023

APBD 200 vial untuk 50 pasien

APBN 400 vial untuk 100 pasien

4

Penyelidikan epidemiologi terpadu pasien gigitan anjing

Dinas Kesehatan RL

Dan Dinas Peternakan dan Keswan RL

Maret – Agustus 2023

APBD 200 kejadian

5

Pengawasan lalu lintas melalui cekpoint antar kabupaten/ kota

Dan Dinas Peternakan dan Keswan RL

Karantina Pertanian Prov Bengkulu

Maret – Agustus 2023

APBD dan APBN

25 of 26

Mengidentifikasi dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko

No

Kegiatan Komunikasi Risiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

1

KIE pada kelompok berburu

Dinas Peternakan dan keswan RL

Dinas Kesehatan RL

Maret - Agustus 2023

APBD 25 orang 10 x pertemuan

2

Pembentukan kader rabies

Dinas Peternakan dan keswan RL

Dinas Kesehatan RL

Maret 2023

APBD 4x kegiatan

3

Workshop penatalaksanaan gigitan HPR pada petugas

Dinas Peternakan dan keswan RL

Dinas Kesehatan RL

Mei 2023

APBD 2x kegiatan

26 of 26