1 of 48

KONSEP DASAR IASP-2020

Zoom Meeting, 24 Oktober 2020

disampaikan oleh

Drs. AMINATAM , MPd

BIMTEK IMPLEMENTASI IASP 2020

2 of 48

UU 20 tahun 2003 Pasal 60

Ayat 3 Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka

PP 19 tahun 2005 Pasal 86

Ayat 3 Akreditasi sebagai bentuk akuntabilitas publik dilakukan secara objektif adil transparan dan dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada standar nasional pendidikan

LANDASAN KEBIJAKAN

3 of 48

Permendikbud 13 tahun 2018 Tugas BAN meliputi :

  1. Menetapkan kebijakan dan pengembangan sistem akreditasi sesuai prinsip perbaikan mutu berkelanjutan secara nasional
  2. Merumuskan kriteria dan perangkat akreditasi untuk diusulkan kepada Menteri

4 of 48

KURIKULUM

PENILAIAN

SARPRAS

BIAYA

MANAJEMEN SEKOLAH

PTK

PROSES PEMBELAJARAN

MUTU LULUSAN

COMPLIANCE BASED

Data sekunder:

  • DAPODIK
  • EMIS
  • PMP

PERFORMANCE BASED

Data primer:

  • Dokumen
  • Observasi
  • Wawancara
  • Angket

MUTU GURU

KERANGKA PIKIR IASP-2020

5 of 48

  1. Penekanan diberikan kepada kinerja (performance) satuan pendidikan ketimbang pemenuhan persyaratan administratif (compliance).
  2. Kinerja satuan pendidikan difokuskan kepada empat komponen utama:
  3. mutu lulusan,
  4. proses pembelajaran,
  5. mutu guru, dan
  6. manajemen sekolah

dengan asumsi bahwa mutu lulusan merupakan hasil dari proses pembelajaran, mutu guru, yang didukung oleh manajemen sekolah/madrasah yang efektif dan efisien.

PENJELASAN KERANGKA PIKIR IASP-2020 (1)

6 of 48

  1. Penilaian akreditasi untuk keempat komponen kinerja tersebut menggunakan teknik
  2. telaah dokumen,
  3. observasi,
  4. wawancara, dan
  5. Angket
  6. Untuk pemenuhan persyaratan menggunakan data yang bersumber dari DAPODIK, EMIS, dan PMP

PENJELASAN KERANGKA PIKIR IASP-2020 (2)

7 of 48

KURIKULUM

PENILAIAN

SARPRAS

BIAYA

MANAJEMEN SEKOLAH

PTK

PROSES PEMBELAJARAN

MUTU LULUSAN

COMPLIANCE BASED

Data sekunder:

  • DAPODIK
  • EMIS
  • PMP

PERFORMANCE BASED

Data primer:

  • Dokumen
  • Observasi
  • Wawancara
  • Angket

MUTU GURU

KERANGKA PIKIR IASP-2020

BIAYA

8 of 48

9 of 48

KURIKULUM

PENILAIAN

SARPRAS

BIAYA

MANAJEMEN SEKOLAH

PTK

PROSES PEMBELAJARAN

MUTU LULUSAN

COMPLIANCE BASED

Data sekunder:

  • DAPODIK
  • EMIS
  • PMP

PERFORMANCE BASED

Data primer:

  • Dokumen
  • Observasi
  • Wawancara
  • Angket

MUTU GURU

KERANGKA PIKIR IASP-2020

BIAYA

SARPRAS

10 of 48

11 of 48

12 of 48

KURIKULUM

PENILAIAN

SARPRAS

BIAYA

MANAJEMEN SEKOLAH

PTK

PROSES PEMBELAJARAN

MUTU LULUSAN

COMPLIANCE BASED

Data sekunder:

  • DAPODIK
  • EMIS
  • PMP

PERFORMANCE BASED

Data primer:

  • Dokumen
  • Observasi
  • Wawancara
  • Angket

MUTU GURU

KERANGKA PIKIR IASP-2020

BIAYA

SARPRAS

PENILAIAN

13 of 48

14 of 48

15 of 48

KURIKULUM

PENILAIAN

SARPRAS

BIAYA

MANAJEMEN SEKOLAH

PTK

PROSES PEMBELAJARAN

MUTU LULUSAN

COMPLIANCE BASED

Data sekunder:

  • DAPODIK
  • EMIS
  • PMP

PERFORMANCE BASED

Data primer:

  • Dokumen
  • Observasi
  • Wawancara
  • Angket

MUTU GURU

KERANGKA PIKIR IASP-2020

BIAYA

SARPRAS

PENILAIAN

KURIKULUM

16 of 48

17 of 48

No.

KOMPONEN

SUB-KOMPONEN

BUTIR INTI

(SEMUA JENJANG)

BUTIR KEKHUSUSAN

SD/MI

SMK/MAK

SLB

1

Mutu Lulusan

Karakter Siswa

4

Kompetensi Siswa

6

1

1

Kepuasan Pemangku Kepentingan

1

1

2

Proses Pembelajaran

Kualitas Pembelajaran di Kelas dan di Luar Kelas

3

2

1

Iklim Belajar di Kelas

3

Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penunjang Proses Pembelajaran

1

3

Mutu Guru

Kompetensi Guru

1

1

Pengembangan Profesi Guru

2

1

Inovasi dan Kreativitas Guru

1

4

Manajemen Sekolah/ Madrasah

Pencapaian Visi dan Misi

1

Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah

1

Kepemimpinan Kepala Sekolah/Madrasah

1

Budaya Sekolah/Madrasah

2

Pelibatan Masyarakat

1

1

1

Pengelolaan Kurikulum

1

1

Pengelolaan Sarana dan Prasarana

1

2

Pengelolaan Guru dan Tenaga Kependidikan

1

1

1

Pengelolaan Pembiayaan

1

Pengelolaan Kesiswaan

2

Penjaminan Mutu Internal

1

JUMLAH

35

1

9

5

KOMPONEN DAN SUBKOMPONEN IASP-2020

18 of 48

18

NASKAH AKADEMIK

DRAF IASP

UJI COBA (Revisi 18)

REVISI IASP (Revisi 19)

UJI COBA 34 PROVINSI

PENETAPAN MENDIKBUD

PILOT 5000 SP

PERKEMBANGAN PENYUSUNAN IASP 2020

01

03

02

07

04

05

06

19 of 48

PERUBAHAN PADA REVISI 19

  1. Penyamaan redaksi pertanyaan/pernyataan untuk butir inti pada semua jenjang pendidikan yang sebelumnya ada yang “dikhususkan.”
  2. Penambahan atau elaborasi butir untuk pertanyaan pada komponen mutu lulusan, subkomponen kompetensi siswa tentang “kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, dan kreatif” dari satu butir pertanyaan menjadi 4 butir pertanyaan.
  3. Penambahan butir Penjaminan Mutu Internal Sekolah.
  4. Penajaman butir pertanyaan, perbaikan gradasi pada rubrik, dan perbaikan teknik pengumpulan data dan pengambilan kesimpulan

19

20 of 48

MEKANISME PENILAIAN BUTIR IASP2020

BUTIR INSTRUMEN

TABEL KERJA

TABEL RANGKUMAN

Langkah 1: Asesor memahami pernyataan butir, capaian level kinerja, dan mencermati kata kunci yang membedakan setiap level kinerja serta memahami definisi operasional.

Langkah 2: Asesor mencermati aspek/indikator kinerja dan menulis hasil pengumpulan data pada setiap tabel kerja berdasarkan indikator/aspek butir.

Langkah 3: Asesor menuliskan kesimpulan tabel kerja dan memberikan penilaian kuantitatif sesuai dengan rangkuman hasil pengumpulan data.

Tabel Kerja Observasi

Tabel Kerja Telaah Dokumen

Tabel Kerja Wawancara

Tabel Kerja Angket

Butir Instrumen IASP2020

Tabel Rangkuman

21 of 48

PEMBUKTIAN KINERJA MELALUI

2. OBSERVASI

1. TELAAH DOKUMEN

4. ANGKET

3. WAWANCARA

22 of 48

1. Penggalian Data melalui Telaah Dokumen

23 of 48

Hal penting yang perlu menjadi perhatian:

  • Sebelum melakukan visitasi Asesor membaca dokumen dari Sispena
  • Pada saat visitasi melakukan cross check dengan data yang disajikan oleh sekolah
  • Pastikan originalitas dokumen yang disajikan (bukan sekedar mencocokkan)
  • Tanggal penulisan dokumen-dokumen yang ditelaah
  • Ciri dokumen yang sudah lama dibuat dan dipakai dengan dokumen yang baru diproduksi
  • Kesesuaian antara dokumen yang tersedia dan dokumen yang diperlukan
  • ……………………….
  • ……………………….

24 of 48

44 butir dari 50 butir memerlukan �telaah dokumen

25 of 48

No Butir

Observasi

Dokumen

Wawancara

Angket

1

 

2

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

9

 

10

 

 

11

 

 

12

 

13

 

14

 

 

15

 

 

16

 

METODE PENGUMPULAN INFORMASI (1)

26 of 48

No Butir

Observasi

Dokumen

Wawancara

Angket

17

 

 

18

 

19

 

 

20

 

21

 

 

22

 

23

 

24

 

 

25

 

 

26

 

27

 

28

 

 

29

 

 

30

 

 

31

 

32

 

 

33

 

 

34

 

 

35

 

 

METODE PENGUMPULAN INFORMASI (2)

27 of 48

No Butir

Observasi

Dokumen

Wawancara

Angket

SD-1

 

 

SMK-1

 

 

SMK-2

 

 

SMK-3

SMK-4

 

SMK-5

 

SMK-6

 

 

SMK-7

 

SMK-8

 

 

SMK-9

 

 

SLB-1

 

SLB-2

 

 

SLB-3

 

 

SLB-4

 

 

SLB-5

 

 

 

50

22

44

47

2

METODE PENGUMPULAN INFORMASI (3)

28 of 48

2. Penggalian Data melalui Observasi

29 of 48

Hal penting yang perlu dilakukan oleh Asesor sebelum observasi:

  • Mempelajari mana diantara butir-butir instrumen yang memerlukan observasi
  • Menentukan apa yang akan menjadi fokus dalam observasi
  • Tentukan bagaimana anda akan mencatat keadaan atau kegiatan yang diobservasi
  • Menentukan perilaku apa saja yang akan menjadi target observasi
  • Menentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan diobservasi
  • Memperkirakan berapa lama waktu yang akan diperlukan untuk observasi setiap keadaan atau kegiatan

30 of 48

No

Aspek yang diobservasi dan Indikator

Hasil Observasi

1

Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, dapat dilihat dari:

  1. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya
  2. Guru memberi kesempatan siswa untuk menjawab
  3. Guru memberi kesempatan siswa mengerjakan tugas/membaca/diskusi
  4. Guru memberi kesempatan siswa untuk mengkomunikasikan hasil/gagasan

 

 

31 of 48

Data apa saja yang dapat diambil selama observasi kelas?

32 of 48

Hal-hal penting saat Asesor melakukan observasi

  • Sampaikan kepada pihak-pihak yang sedang diobservasi untuk melakukan kegiatannya sebagaimana biasa
  • Bersikap netral, tidak memiliki presumption
  • Fokuskan untuk mencatat apa yang anda saksikan dan dengat=r saja.
  • Jangan melakukan Analisa atau judgment terhadap yang sedang diobservasi
  • Fokus terhadap apa yang sedang diobservasi tidak sambal melakukan hal lain.
  • Jangan memberikan reaksi baik secara verbal maupun non verbal terhadap apa yang sedang diobservasi.
  • Buatlah catatan tentang data yang perlu ditindaklanjuti dalam pengambilan data yang lain, misalnya wawancara.
  • Tidak buru-buru mengambil keputusan.
  • Khusus observasi kelas, pastikan asesor tidak mengganggu proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Tidak perlu upacara perkenalan dengan guru dan siswa.

33 of 48

Pastikan data hasil observasi Anda dapat terbaca kembali. Pastikan jika menggunakan simbol-simbol, anda ingat arti masing-masing simbol

34 of 48

3. Penggalian Data melalui Wawancara

35 of 48

Sebelum wawancara:

  1. Pelajari seluruh isi instrumen IASP dan tentukan butir mana saja yang memerlukan penggalian data lewat wawancara. Ada kemungkinan satu wawancara mencakup data yang diperlukan dalam beberapa butir pernyataan
  2. Baca aspek/data/informasi yang dicari untuk setiap butir yang terdapat dalam kumpulan tabel wawancara.
  3. Siapkan pertanyaan-pertanyaan nya.
  4. Buat banyak pertanyaan yang terkait dengan aspek/data/informasi yang dicari untuk menghindari spontanitas pertanyaan yang kurang mengena pada sasaran.
  5. Jika akan mencatat/merekam pada saat wawancara, sampaikan kepada responden bahwa Anda akan melakukan hal tersebut selama wawancara berlangsung.

36 of 48

Pada saat wawancara apa saja yang perlu disiapkan? �

37 of 48

Butir 12

38 of 48

Pilih salah satu indikator dari butir di atas dan tentukan siapa yang akan diwawancara. Buatlah minimal 2 pertanyaan agar anda mendapat informasi yang dikehendaki secara akurat.

39 of 48

4. Penggalian Data melalui Angket

40 of 48

Penggalian Data melalui Angket ini hanya ada pada butir 2 dan 4. Ada dua alternatif pengisian angket: (1) secara online melalui system; (2) secara manual.

41 of 48

Setelah semua data tersanding maka asesor melakukan peoses Triangulasi, melakukan cross check data dan melakukan professional judgment untuk akhirnya merangkum data untuk satu butir.

42 of 48

Interpretasi versus Fakta

43 of 48

Apa yang perlu dilakukan setelah mendapatkan data dari keempat teknik di atas?

44 of 48

TRIANGULASI …….

45 of 48

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. �Moloeng (2007:330)

46 of 48

Contoh proses triangulasi:�Misalnya untuk mendapatkan data tentang apakah sekolah/madrasah melakukan pencegahan dan penanganan praktek perundungan. Maka seorang asesor dapat memberikan kuisioner, melakukan wawancara, serta melakukan observasi. Setelah itu dilakukan triangulasi, mempelajari data yang diperoleh dari tiga sumber penggalian, lalu mengambil kesimpulan akhir apakah terjadi perundungan atau tidak.

47 of 48

Data Collection

Data Reduction

Conclusion:

Drawing/Verifying

Data Display

48 of 48

Terima kasih

sekretariat.bansm@kemdikbud.go.id