UNSUR-UNSUR KARYA SASTRA
TUJUAN PEMBELAJARAN
SASTRA
CERPEN
(Cerita Pendek)
Puisi
Pantun
(Puisi Lama)
Novel
(prosa yang Panjang)
Menurut Padi (2013:89) mengemukakan bahwa "Sastra adalah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan simbol lainya garis sebagai alat".
CONTOH
PENGERTIAN
CONTOH
Prosa adalah karya sastra fiktif
Unsur-unsur Karya Sastra
Intrinsik
(dalam karya sastra)
Tema
Penokohan
Latar
Amanat
Gaya bahasa
Alur
Ekstrinsik
(Luar karya sastra)
Ide pikiran
Pelaku dalam cerita
Protagonis = baik,
Antagonis = jahat
Tempat dan waktu dan suasana terjadinya cerita
Pesan dalam cerita
-Personifikasi
Jalannya cerita
Alur maju, Alur mundur, Alur maju mundur
Alur
SSdu
SUDUT PANDANG
Zebra dan Gajah
Suatu hari, Zebra melihat Gajah sedang minum sendirian di tepi kolam. Zebra adalah hewan serupa kuda dengan belang hitam putih di tubuhnya.
"Apa sih istimewanya si Gajah? Badannya gemuk dan punya hidung panjang sekali. Kulitnya berwarna cokelat dan terlihat kotor. Coba lihat aku. Badanku bersih dengan warna yang cantik dan unik," ucap Zebra menyombongkan diri.
Si Gajah mendengar ucapan Zebra. Namun, ia cuek saja. Gajah sudah biasa mendengarkan ucapan kesombongan si Zebra. Merasa diabaikan, Zebra berjalan mendekati Gajah.
"Hai, Gajah! Bagaimana bisa kamu punya badan jelek begini? Semua hewan tidak ada yang takut padamu meski badanmu besar," kata Zebra.
Gajah menoleh sebentar, lalu meneruskan kesibukannya minum air. Sesekali ia menyiramkan air ke tubuhnya. Zebra lalu menjauh. Ia kesal Gajah seakan tidak mendengar perkataannya.
Zebra berlari dan bermain bersama teman-temannya. Setelah lama bermain, Zebra merasa kehausan. Ia berjalan ke arah tepi kolam. Si Gajah masih saja bermain air.
"Dasar Gajah! Lama benar ia main air," kata Zebra. Sesampainya di tepi kolam, Zebra bingung bagaimana cara minum. Selama ini ia minum di kolam seberang, tapi sekarang kolam itu airnya surut sekali. Zebra hanya duduk di samping Gajah.
"Kamu ingin minum, Zebra?" tanya Gajah. Zebra menoleh dengan wajah wajah sedih.
"Iya, Gajah. Aku tidak bisa mengambil air minum," kata Zebra. Gajah lalu mengambil air di kolam dengan belalainya. Ia tuangkan air itu ke lubang kecil di tanah.
"Minumlah jika kamu mau, Zebra," kata Gajah. Zebra kaget melihat kebaikan Gajah.
Ia baru menyadari selama ini telah bersikap jahat terhadap Gajah. "Terima kasih, Gajah, kamu begitu baik padaku. Maafkan aku selama ini selalu berkata jahat dan mengejekmu," ucap Zebra.
Gajah mengangguk dan tersenyum. "Minumlah. Kamu pasti haus sekali," ucap Gajah. Ia kembali asyik bermain air. Sejak itu, Gajah dan Zebra berteman akrab dan selalu bermain bersama di tepi kolam.
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI
Teks Fiksi dengan Teks Nonfiksi
Tujuan Pembelajaran
Teks
Fiksi
Novel
Cerpen
Nonfiksi
Biografi
Fiksi=tidak nyata
Nonfiksi= nyata
Kisah kehidupan seseorang
Cerita Pendek
KALIMAT TUNGGAL
DAN
KALIMAT MAJEMUK
Tujuan Pembelajaran
KALIMAT
TUNGGAL
MAJEMUK
TERDIRI DARI SATU KLAUSA
(1 SUBJEK DAN 1 PREDIKAT)
Contoh : Ayah Makan
S P
TERDIRI DARI DUA KLAUSA
(2 SUBJEK DAN 2 PREDIKAT)
Contoh : Saya belajar dan Ibu memasak
S P konj S P
Konjungsi = kata hubung
Contoh : dan, atau,
tetapi, meskipun
Induk Kalimat
VS
Anak Kalimat
Induk Kalimat
(kalimat dapat berdiri sendiri)
Contoh : Saya makan
s p
Anak kalimat
(kalimat tidak dapat berdir sendiri)
Contoh : Jika lapar
JIKA LAPAR SAYA MAKAN
anak kalimat Induk kalimat
Jenis jenis Kalimat Majemuk
Majemuk bertingkat
Majemuk rapatan
Majemuk setara
Setara=Kesamaan
Klausa I : Kami membaca
Klausa II : Mereka menulis
Contoh : Kami membaca dan mereka menulis
Rapatan = sederhana
Klausa I : Rani makan
Klausa II : Adi makan
Contoh : Rani dan Adi makan bersama.
Bertingkat = berbeda
Klausa I : Rani tidak masuk sekolah
Klausa II : Rani sakit perut
Contoh : Rani tidak masuk sekolah karena sakit perut