SURABAYA ECO SCHOOL 2025
“Konservasi Air – Peduli Iklim”
190
Lokasi
Penampungan
Sementara
584.209 Ton/tahun
1.600,58 Ton/hari
Sampah Terangkut ke TPA Benowo
11 Lokasi
TPS 3R
26 Lokasi
Rumah Kompos
633
Unit Bank Sampah
TEKNOLOGI
Landfill Gas Power Plant = 2 MW
Gasifikasi Power Plant = 9 MW
Rp 19.687.024.790 /Thn
Penghematan Sampah
Kota Surabaya
498 Komposter
Jalur Hijau dan Taman
Organik 55,48%
Kayu/Produk Kayu 2.25%
Kertas/ Bahan Kertas 3,05%
Limbah Infeksius 0,07%
B3 (Bahan Berbahaya Beracun) 0,08%
Lain-lain 3,46%
Diapers 5,75%
Karet 1,35%
Plastik 22,01%
Kaca 0,50%
Kain/Tekstil 5,75%
Logam 0,25 %
PERSAMPAHAN
654.341,99 Ton/Thn
1.792,72 Ton/hari
Timbulan Sampah
“
“
Dampak sampah tidak terkelola di Indonesia
Surabaya Eco School 2025:�1. Setiap sekolah di Surabaya mengolah tuntas semua sampah organiknya�2. Setiap sekolah membentuk dan memfungsikan tim lingkungan hidup.�Bisa “Tim Adiwiyata”, bisa “Tim Lingkungan” atau apapun namanya�3. Gerakan bersama dengan tema yang ditentukan melalui Challenge
“
SES menghadirkan beragam penghargaan individu:
“Ayo dimanfaatkan untuk memperbanyak aksi peduli lingkungan bersama sekolah”
Apa yang sekolah/madrasah harus lakukan pascaworkshop?
KELUARGA ZERO WASTE 2025
1. Pengurangan sampah kemasan produk, di antaranya dengan membeli produk dalam kemasan besar daripada saset/kecil, atau menghindari konsumsi produk dengan kemasan sekali pakai, dan/atau bahkan produk organik tanpa kemasan sekali pakai;
2. Pengurangan sampah plastik tas belanja sekali pakai, di antaranya dengan selalu menghindari kresek saat belanja dan membawa tas belanja kain yang awet dan bisa digunakan berulang kali;
3. Pemilahan sampah non organik berdasarkan jenisnya ditindaklanjuti dengan pengolahan secara tuntas di rumah. Pengolahan secara tuntas berarti bisa dengan menjualnya atau menyumbangkannya kepada pemulung, pengepul atau bank sampah terdekat. Di antara jenis sampah non organik adalah sampah kaleng, plastik dan kertas;
4. Pengomposan sampah organik. Bisa dilakukan dengan menggunakan keranjang takakura, tong komposter aerob, lubang resapan biopori, komposter bag atau jenis komposter yang lainnya;
5. Mengumpulkan jelantah/minyak goreng bekas di rumah kemudian disetor ke pengepul atau bank sampah. Bukan untuk dijernihkan menjadi minyak goreng baru, namun untuk diolah menjadi produk lain seperti biodiesel;
6. Sosialisasi pengumpulan jelantah kepada keluarga sekitar;
7. Membuat produk daur ulang sampah non organik (upcycle) bersama keluarga dari sampah non organik yang dihasilkan;
8. Ajakan zero waste atau meminimalkan produksi sampah kepada keluarga di sekitar ;
9. Mengikuti dan/atau memprakarsai aksi bersih-bersih sampah di sekitar tempat tinggal ;
10. Aksi pembuatan lubang resapan biopori, dan/atau sumur resapan di rumah/sekitarnya ;
Ketentuan Posting Instagram
Semua aksi realisasi didokumentasikan sesering mungkin selama 20 September hingga 6 Desember 2025 dan diunggah melalui akun instagram masing-masing dengan tagar (#) sebagai berikut: �#ses2025 #surabayaecoschool2025 #namasekolahmadrasah �#zerowaste #konservasiair #waterconservation #climateaction�#aksiiklim #keluargazerowaste2025 �#tunashijauid �#keluargazerowaste2025_namasiswa atau #keluargazerowaste2025_namaguru , #namasekolah_namasiswa , #namasekolah_namaguru atau #namasekolah_namakepalasekolah
Aksi, pembiasaan, gerakan dan lomba Keluarga Zero Waste 2025 ini bisa diikuti oleh siswa, guru dan/atau karyawan dengan melibatkan aktif keluarganya.
Link pendaftaran Keluarga Zero Waste 2025 https://bit.ly/keluarga-zero-waste-2025
08121701805
Zamroni