1 of 21

BAB 11�SISTEM PERTAHANAN TUBUH

2 of 21

Gambar di samping menunjukkan seorang anak berusia 5 tahun yang mengidap penyakit AIDS. Apa yang Anda ketahui tentang AIDS dan bagaimana hubungannya dengan sistem pertahanan tubuh?

3 of 21

  1. FUNGSI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
  • Mempertahankan tubuh dari patogen invasif (dapat masuk ke dalam sel inang).
  • Melindungi tubuh dari agen lingkungan yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan zat kimia.
  • Menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak akibat suatu penyakit atau cedera.
  • Mengenali dan menghancurkan sel normal.

4 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Nonspesifik (Alamiah)

  • Merupakan imunitas bawaan sejak lahir, berupa komponen normal tubuh yang selalu ditemukan pada individu sehat, dan siap mencegah serta menyingkirkan dengan cepat antigen yang masuk ke dalam tubuh.

1. Pertahanan Fisik, Kimia, dan Mekanis terhadap Agen Infeksi

  • Kulit yang sehat dan utuh.
  • Membran mukosa.
  • Cairan tubuh yang mengandung zat kimia antimikroba.
  • Pembilasan oleh air mata, saliva, dan urine.

5 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Nonspesifik (Alamiah)

2. Fagositosis

  • Merupakan garis pertahanan ke-2 bagi tubuh melalui proses penelanan dan pencernaan mikroorganisme dan toksin yang berhasil masuk ke dalam tubuh.
  • Dilakukan oleh neutrofil dan makrofag, yang bergerak secara kemotaksis (dipengaruhi oleh zat kimia).
  • Jenis makrofag:
    • Makrofag jaringan ikat (histiosit)
    • Makrofag dan prekursornya (monosit)
    • Sistem makrofag mononukleus

6 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Nonspesifik (Alamiah)

Fagositosis bakteri oleh makrofag

7 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Nonspesifik (Alamiah)

3. Inflamasi (Peradangan)

  • Adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera, yang ditandai dengan kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, dan kehilangan fungsi.
  • Tujuannya untuk membawa fagosit dan protein plasma ke jaringan yang terinfeksi untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen penyerang, membersihkan debris, serta mempersiapkan penyembuhan dan perbaikan jaringan.

4. Zat Antimikroba Spesifik yang Diproduksi Tubuh

  • Interferon: protein antivirus yang berfungsi menghalangi multiplikasi virus.
  • Komplemen: protein plasma yang tidak aktif dan dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen.

8 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

  • Merupakan sistem kompleks yang memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik, misalnya bakteri, virus, dan toksin yang dianggap asing.

1. Komponen Respons Imunitas Spesifik

  • Antigen, zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam menghasilkan antibodi.
  • Terdiri atas bagian determinan antigen (epitop), yaitu bagian antigen yang membangkitkan respons imun, dan hapten, yaitu molekul kecil yang jika sendirian tidak dapat menginduksi produksi antibodi, melainkan harus bergabung dengan carrier yang bermolekul besar.

9 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

  • Antibodi, protein larut yang dihasilkan oleh sistem imunitas sebagai respons terhadap keberadaan antigen dan akan bereaksi dengan antigen tersebut.
  • Merupakan protein plasma yang disebut imunoglobulin (Ig), yang terdiri atas 5 kelas.
  • IgA, melawan mikroorganisme, banyak terdapat pada zat sekresi seperti keringat, ASI, dan ludah.
  • IgD, membantu memicu respons imunitas, jumlah sedikit.
  • IgE, menyebabkan pelepasan histamin dan mediator kimia lain.
  • IgG, jumlah paling banyak sekitar 80%. Jumlahnya akan lebih besar setelah pajanan pertama.
  • IgM, antibodi pertama yang tiba di lokasi infeksi, menetap di pembuluh darah.

10 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

Bentuk imunoglobulin (Ig)

11 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

Struktur antibodi

12 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

2. Interaksi Antibodi dan Antigen

  • Fiksasi komplemen, yaitu aktivasi sistem komplemen (± protein serum) oleh antibodi. jika terjadi infeksi, protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, memicu aktivasi protein-protein berikutnya. Hasilnya adalah virus dan sel-sel patogen mengalami lisis.
  • Netralisasi, terjadi jika antibodi menutup sistem determinan antigen, sehingga antigen menjadi tidak berbahaya.
  • Aglutinasi (penggumpalan), terjadi jika antigen berupa materi partikel.
  • Presipitasi (pengendapan), yaitu pengikatan silang molekul-molekul antigen yang terlarut dalam cairan tubuh.

13 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

Mekanisme pengikatan antibodi ke antigen

14 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

3. Jenis Imunitas (Kekebalan Tubuh)

  • Imunisasi aktif, diperoleh akibat kontak langsung dengan toksin/patogen sehingga tubuh mampu memproduksi antibodi sendiri.
  • Imunisasi aktif alami: jika seseorang terkena penyakit kemudian sistem imunitas memproduksi antibodi/limfosit khusus.
  • Imunisasi aktif buatan: merupakan hasil vaksinasi. Vaksin adalah patogen yang dilemahkan atau toksin yang telah diubah, yang dapat merangsang imunitas namun tidak menyebabkan penyakit.
  • Imunisasi pasif, jika antibodi dari satu individu dipindahkan ke individu lain.
  • Imunisasi pasif alami: terjadi melalui pemberian ASI dan saat IgG ibu masuk ke plasenta.
  • Imunisasi pasif buatan: terjadi melalui injeksi antibodi dalam serum yang dihasilkan oleh orang atau hewan yang kebal karena pernah terpapar antigen tertentu.

15 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

4. Sel-Sel yang terlibat dalam Respons Imunitas

a) Sel B (limfosit B)

Berfungsi membentuk antibodi untuk melawan antigen. Sel B berdiferensiasi menjadi sel plasma (produksi antibodi) dan sel memori (berfungsi dalam respon imunitas sekunder).

b) Sel T (limfosit T)

Yaitu sel darah putih yang mempu mengenali dan membedakan jenis antigen/petogen spesifik. Saat pengenalan antigen, sel T berdiferensiasi menjadi sel T memori dan sel T efektor (sel T sitotoksik, sel T penolong, dan sel T supresor)

c) Makrofag

Adalah sel fagosit besar dalam jaringan, berasal dari perkembangan sel darah putih, berfungsi menelan antigen/bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.

d) Sel pembunuh alami (NK=Natural Killer)

Adalah sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang bersifat sitotoksik.

16 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

5. Mekanisme Respons Imunitas Humoral (Diperantarai Antibodi)

  • Antigen masuk ke tubuh 🡺 dibawa ke limfosit B.
  • Aktivasi limfosit B 🡺 proliferasi menghasilkan tiruan sel B.
  • Tiruan sel B berdiferensiasi 🡺 sel plasma 🡺 sekresi antibodi 🡺 dibawa ke lokasi infeksi.
  • Kompleks antigen-antibodi menginaktifkan antigen.
  • Tiruan sel B yang tidak berdiferensiasi meneap di jaringan limfoid dan menjadi sel B memori, yang berfungsi dalam respos imunitas sekunder dika terjadi pajanan antigen yang sama secara berulang.

17 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

6. Mekanisme Respons Imunitas Seluler (Diperantarai Sel)

  • Ekstraseluler (jika antigen dicerna oleh makrofag)
  • Antigen ditelan makrofag. Makrofag mengandung fragmen protein dari antigen.
  • Makrofag membentuk MHC II dan dibawa ke permukaan makrofag.
  • MHC II membawa peptida antigen ke permukaan, menyebabkan sel T penolong mengaktifasi makrofag untuk menghancurkan antigen yang ditelan.
  • Intraseluler (jika antigen menginfeksi sel)
  • Antigen megninfeksi sel tubuh sehingga mengandung fragmen protein antigen.
  • Sel tubuh membentuk MHC I, membawa fragmen protein ke permukaan sel, menyebabkan sel sitotoksik teraktivasi dan berdiferensiasi menjadi sel pembunuh aktif yang akan menghancurkan sel yang terinfeksi.

18 of 21

  1. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Pertahanan Spesifik (Adaptif)

Respons imunitas humoral dan imunitas seluler

19 of 21

C. PROGRAM DAN JENIS IMUNISASI

Jenis-Jenis Imunisasi

Jenis Imunisasi

Penyakit yang Dicegah

BCG (bacillus calmette-guerin)

TBC / Tuberkulosis

Hepatitis B

Hepatitis B (infeksi organ hati)

Polio

Poliomielitis / Kelumpuhan

DPT

Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus

Campak

Campak

Hib (haemophilus influenzae tipe B)

Meningitis (radang selaput otak)

MMR

Campak, Gondongan, dan Campak Jerman

Hepatitis A

Hepatitis A

Tifoid

Tifus

Varisela

Cacar Air

20 of 21

D. FAKTOR YANG MEMENGARUHI SISTEM PERTAHANAN TUBUH

  • Genetik (keturunan)
  • Fisiologis
  • Stress
  • Usia
  • Hormon
  • Olahraga
  • Tidur
  • Nutrisi
  • Pajanan zat berbahaya
  • Racun tubuh
  • Penggunaan obat-obatan

21 of 21

E. GANGGUAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH

  1. Hipersensitivitas (Alergi), adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan sebelumnya. Terjadi pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
  2. Penyakit Autoimun, adalah kegagalan sistem imunitas untuk membadakan sel tubuh dengan sel inang sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri.
  3. Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh: defisiensi imun kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)