PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN
2. Pertanian Indonesia
Program Studi Agribisnis
Fakultas Pertanian - Universitas Tanjungpura
Oleh : Dr. Maswadi, SP, M.Sc
Telp.: 085245696999
Email: maswadi@faperta.untan.ac.id
Awal Pertanian Indonesia
Kegiatan pertanian muncul dimulai dari adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selain yang diperoleh dari alam 🡪 budidaya
Berburu dan meramu
Bertani/budidaya
Agroindustri
Awal Pertanian Indonesia
Bertani merupakan aktivitas yang telah dilakukan manusia dari jaman dahulu kala hingga sekarang
Sistem pertanian di Indonesia diawali dengan kegiatan pertanian subsisten, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga
Sistem pertanian tersebut kemudian berkembang sejak adanya penjajahan Belanda dan Jepang
Awal Pertanian Indonesia
1. Masa Penjajahan Belanda
Perubahan sistem pertanian dimulai dari penerapn tanam paksa (Cultur Stelsel) oleh penjajah Belanda kepada masyarakat Indonesia
Tanam paksa dilakukan karena Belanda berupaya mengembaliak kerugian negaranya akibat perang
Komoditi yang ditanam yaitu komoditi ekspor yang tinggi permintaan dan harganya, misalnya tebu, kopi, teh, dan lainnya.
Pada masa ini mulai dibangun pertanian yang berskala besar di Indonesia, diikuti pembangunan sistem irigasi
Namun dampaknya adalah menurunnya produksi pangan drastis hingga terjadi kelaparan
Awal Pertanian Indonesia
2. Masa Penjajahan Jepang
Untuk mengatasi kekurangan pangan pemerintahan Jepang memerintahkan rakyat Indonesia untuk menanam padi, dengan pembagian yang merugikan petani, yaitu : 40% untuk petani, 30% untuk pemerintah Jepang, 30% untuk lumbung pangan
Jenis tanaman perkebunan yang diusahakan yaitu didominasi oleh karet dan kina karena untuk keperluan perang negara Jepang
Pada masa ini juga mulai diperkenalkan perkebunan jarak pada masyarakat Indonesia
Sistem pertanian di masa penjajahan Jepang berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat
Perkembangan Pertanian di Indonesia
Masa Setelah Kemerdekaan
Kegiatan pertanian ditangani langsung oleh pemerintah Indonesia, dengan mengadopsi sistem pemerintahan Belanda, misalnya departemen pertanian, sistem kelembagaan penyuluhan pertanian, dsb.
Tahun 1960an diterapkan revolusi hijau dalam rangka menggenjot produksi pertanian di Indonesia, dalam bentuk Program INMAS (Intensifikasi Massal)
Penerapan revolusi hijau dicirikan adanya penggunaan benih unggul, pemanfaatan pupuk anorganik dan penggunaan pembasmi hanya, yang ternyata berdampak negatif terhadap lingkungan bahkan pada akhirnya terjadi penurunan produktivitas pertanian
Perkembangan Pertanian di Indonesia�(lanjutan....)
Masa Setelah Kemerdekaan
Awal tahun 2000an pemerintah Indonesia mulai berupaya melakukan revitalisasi pertanian,
Perwujudan revitalisasi pertanian dilakukan melalui berbagai program pembangunan pertanian, diantaranya adalah peningkatan sistem penyuluhan pertanian, peternakan dan kehutanan
Mulai sekitar tahun 2010 pemerintah Indonesia mulai mengarahkan para petani untuk menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
1. Pertanian Tropika
Indonesia dilalui oleh garis Khatulistiwa sehingga daerahnya merupakan daerah tropika, yang dicirikan dari jenis tanaman, hewan, perikanan dan hutan yang khas.
Kekhasan pertanian Indonesia juga karena wilayahnya yang berupa kepulauan dengan topografi bergunung
Letak Indonesia diantara Benua Asia dan Australia serta antara Lautan Hindia dan Pasifik berpengaruh juga terhadap suhu, arah angin, yang berdampak pada iklim Indonesia
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
2. Pertanian Dataran Tinggi dan Rendah
Topografi Indonesia berupa pegunungan sehingga daerahnya berupa dataran tinggi dan dataran rendah.
Pada dataran tinggi yang bersuhu rendah banyak ditanami tanaman subtropis seperti apel, tanaman bunga, dan lainnya.
Pada dataran rendah banyak ditanami tanaman tropis seperti jagung, singkong, padi, kelapa, dan lainnya
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
3. Pertanian Iklim Basah dan Kering
Iklim basah berada pada Indonesia Barat sedangkan kering berada di Indonesia Timur
Pada iklim basah curah hujan tinggi, yaitu pada pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan sebagian Sulawesi
Pada iklim kering curah hujan lebih rendah, yaitu pada pulau Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku
Perbedaan iklim basah dan kering terlihat dari ciri jenis tanaman, hewan, ikan maupun hutannya
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
4. Adanya Hutan Tropika dan Padang Rumput
Sebagian kawasan Indonesia yang beriklim basah dengan curah hujan tinggi menyebabkan terbentuknya hutan tropika, yaitu hutan yang tumbuh berdaun sepanjang tahun
Sedangkan pada daerah beriklim kering terbentuk stepa maupun sabana, yaitu padang rumput
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
5. Perikanan Darat dan Laut
Sebagai negara kepulauan Indonesia dikelilingi oleh wilayah perairan, baik samudra, lautan, selat, maupun sungai.
Oleh karena itu Indonesia kaya akan hasil perikanan baik perikanan laut maupun perikanan air tawar
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
6. Pertanian di Jawa dan Luar Jawa
Daerah Jawa cenderung lebih subur dibandingkan dengan daerah luar Jawa.
Dengan kondisi penduduk yang padat, pertanian di Jawa didominasi oleh pertanian skala kecil yang mengusahakan tanaman pangan
Dengan sebaran penguasaan lahan yang cenderung lebih luas namun dengan kondisi lahan yang lebih kurang subur, pertanian di luar Jawa didominasi oleh pertanian perkebunan
Produktivitas padi di Jawa ± 5-7 ton/Ha tahun 2015
Ciri-ciri Pertanian di Indonesia
7. Pertanian Tadah Hujan, Lebak, Pasang Surut, dan Beririgasi
Penggolongan ini khusus untuk tanaman pangan, terutama padi
Sawah tadah hujan adalah lahan pertanian yang mengandalkan curah hujan untuk pengairan
Sawah lebak/ladang adalah sawah yang tergenang terus menerus, umumnya berada di pinggiran sungai
Sawah pasang surut adalah sawah yang pengairannya tergantung pada naik turunnya muka air
Sawah beririgasi adalah sawah yang pengairannya bersumber dari bendungan sungai, waduk, mata air, dan lainnya
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
1. Lahan pertanian yang luas
Potensi lahan Indonesia
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena luas lahan yang digunakan di Indonesia didominasi untuk penggunaan pertanian, baik tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan maupun kehutanan
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
2. Jumlah SDM Pertanian
Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian
Sektor pertanian dapat menjadi jaminan disaat sektor pekerjaan lainnya mengalami gejolak akibat masalah ekonomi
Negara dengan sektor pertanian yang mendominasi lapangan pekerjaan masyarakatnya cenderung lebih stabil dalam segi ekonomi secara makro
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
3. Sumbangan terhadap PDB
Pertanian menyumbang PDB Indonesia kedua tertinggi (setelah industri pengolahan)
Di dalam sektor industri pengolahan tersebut juga terkandung sektor pertanian, yaitu indusri pengolahan pertanian
Dengan demikian kenyataannya sektor pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang besar untuk perekonomian Indonesia
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
4. Produksi Pangan Domestik
Pertanian menghasilkan bahan kebutuhan pokok, baik pangan, sandang, papan
Pembangunan di sektor pertanian dapat menjamin terwujudnya kedaulatan pangan bangsa Indonesia
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
5. Penghasil Devisa
Komoditi perkebunan, kehutanan, perikanan dan sebagian tanaman pangan serta peternakan merupakan komoditas ekspor utama Indonesia
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
6. Memberi Pasokan pada Industri Pertanian
Hasil produksi pertanian akan menjadi bahan pasokan untuk industri pengolahan untuk menghasilkan barang setengah jadi atau barang jadi
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
7. Memiliki Multiplier Effect yang Besar
Perkembangan sektor pertanian meningkatkan kegiatan ekonomi di berbagai sektor
Baik kegiatan agroindustri di hulu (industri saprotan dan alsintan) hingga hilir (industri pengolahan hasil). Demikian juga kegiatan pemasaran serta penunjang (perkreditan, asuransi, transportasi)
Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia
8. Sebagai Pasar Industri
Kegiatan pertanian yang berkembang akan meningkatkan kesejahteraan petani
Petani yang sejahtera dan dalam jumlah besar akan membeli barang-barang hasil produksi industri seperti pakaian, alat elektronik, perabot rumah tangga, dll.
TERIMA KASIH