1 of 24

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

2. Pertanian Indonesia

Program Studi Agribisnis

Fakultas Pertanian - Universitas Tanjungpura

Oleh : Dr. Maswadi, SP, M.Sc

Telp.: 085245696999

Email: maswadi@faperta.untan.ac.id

2 of 24

Awal Pertanian Indonesia

Kegiatan pertanian muncul dimulai dari adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selain yang diperoleh dari alam 🡪 budidaya

Berburu dan meramu

Bertani/budidaya

Agroindustri

3 of 24

Awal Pertanian Indonesia

Bertani merupakan aktivitas yang telah dilakukan manusia dari jaman dahulu kala hingga sekarang

Sistem pertanian di Indonesia diawali dengan kegiatan pertanian subsisten, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga

Sistem pertanian tersebut kemudian berkembang sejak adanya penjajahan Belanda dan Jepang

4 of 24

Awal Pertanian Indonesia

1. Masa Penjajahan Belanda

Perubahan sistem pertanian dimulai dari penerapn tanam paksa (Cultur Stelsel) oleh penjajah Belanda kepada masyarakat Indonesia

Tanam paksa dilakukan karena Belanda berupaya mengembaliak kerugian negaranya akibat perang

Komoditi yang ditanam yaitu komoditi ekspor yang tinggi permintaan dan harganya, misalnya tebu, kopi, teh, dan lainnya.

Pada masa ini mulai dibangun pertanian yang berskala besar di Indonesia, diikuti pembangunan sistem irigasi

Namun dampaknya adalah menurunnya produksi pangan drastis hingga terjadi kelaparan

5 of 24

Awal Pertanian Indonesia

2. Masa Penjajahan Jepang

Untuk mengatasi kekurangan pangan pemerintahan Jepang memerintahkan rakyat Indonesia untuk menanam padi, dengan pembagian yang merugikan petani, yaitu : 40% untuk petani, 30% untuk pemerintah Jepang, 30% untuk lumbung pangan

Jenis tanaman perkebunan yang diusahakan yaitu didominasi oleh karet dan kina karena untuk keperluan perang negara Jepang

Pada masa ini juga mulai diperkenalkan perkebunan jarak pada masyarakat Indonesia

Sistem pertanian di masa penjajahan Jepang berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat

6 of 24

Perkembangan Pertanian di Indonesia

Masa Setelah Kemerdekaan

Kegiatan pertanian ditangani langsung oleh pemerintah Indonesia, dengan mengadopsi sistem pemerintahan Belanda, misalnya departemen pertanian, sistem kelembagaan penyuluhan pertanian, dsb.

Tahun 1960an diterapkan revolusi hijau dalam rangka menggenjot produksi pertanian di Indonesia, dalam bentuk Program INMAS (Intensifikasi Massal)

Penerapan revolusi hijau dicirikan adanya penggunaan benih unggul, pemanfaatan pupuk anorganik dan penggunaan pembasmi hanya, yang ternyata berdampak negatif terhadap lingkungan bahkan pada akhirnya terjadi penurunan produktivitas pertanian

7 of 24

Perkembangan Pertanian di Indonesia�(lanjutan....)

Masa Setelah Kemerdekaan

Awal tahun 2000an pemerintah Indonesia mulai berupaya melakukan revitalisasi pertanian,

Perwujudan revitalisasi pertanian dilakukan melalui berbagai program pembangunan pertanian, diantaranya adalah peningkatan sistem penyuluhan pertanian, peternakan dan kehutanan

Mulai sekitar tahun 2010 pemerintah Indonesia mulai mengarahkan para petani untuk menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan

8 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

1. Pertanian Tropika

Indonesia dilalui oleh garis Khatulistiwa sehingga daerahnya merupakan daerah tropika, yang dicirikan dari jenis tanaman, hewan, perikanan dan hutan yang khas.

Kekhasan pertanian Indonesia juga karena wilayahnya yang berupa kepulauan dengan topografi bergunung

Letak Indonesia diantara Benua Asia dan Australia serta antara Lautan Hindia dan Pasifik berpengaruh juga terhadap suhu, arah angin, yang berdampak pada iklim Indonesia

9 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

2. Pertanian Dataran Tinggi dan Rendah

Topografi Indonesia berupa pegunungan sehingga daerahnya berupa dataran tinggi dan dataran rendah.

Pada dataran tinggi yang bersuhu rendah banyak ditanami tanaman subtropis seperti apel, tanaman bunga, dan lainnya.

Pada dataran rendah banyak ditanami tanaman tropis seperti jagung, singkong, padi, kelapa, dan lainnya

10 of 24

11 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

3. Pertanian Iklim Basah dan Kering

Iklim basah berada pada Indonesia Barat sedangkan kering berada di Indonesia Timur

Pada iklim basah curah hujan tinggi, yaitu pada pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan sebagian Sulawesi

Pada iklim kering curah hujan lebih rendah, yaitu pada pulau Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku

Perbedaan iklim basah dan kering terlihat dari ciri jenis tanaman, hewan, ikan maupun hutannya

12 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

4. Adanya Hutan Tropika dan Padang Rumput

Sebagian kawasan Indonesia yang beriklim basah dengan curah hujan tinggi menyebabkan terbentuknya hutan tropika, yaitu hutan yang tumbuh berdaun sepanjang tahun

Sedangkan pada daerah beriklim kering terbentuk stepa maupun sabana, yaitu padang rumput

13 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

5. Perikanan Darat dan Laut

Sebagai negara kepulauan Indonesia dikelilingi oleh wilayah perairan, baik samudra, lautan, selat, maupun sungai.

Oleh karena itu Indonesia kaya akan hasil perikanan baik perikanan laut maupun perikanan air tawar

14 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

6. Pertanian di Jawa dan Luar Jawa

Daerah Jawa cenderung lebih subur dibandingkan dengan daerah luar Jawa.

Dengan kondisi penduduk yang padat, pertanian di Jawa didominasi oleh pertanian skala kecil yang mengusahakan tanaman pangan

Dengan sebaran penguasaan lahan yang cenderung lebih luas namun dengan kondisi lahan yang lebih kurang subur, pertanian di luar Jawa didominasi oleh pertanian perkebunan

Produktivitas padi di Jawa ± 5-7 ton/Ha tahun 2015

15 of 24

Ciri-ciri Pertanian di Indonesia

7. Pertanian Tadah Hujan, Lebak, Pasang Surut, dan Beririgasi

Penggolongan ini khusus untuk tanaman pangan, terutama padi

Sawah tadah hujan adalah lahan pertanian yang mengandalkan curah hujan untuk pengairan

Sawah lebak/ladang adalah sawah yang tergenang terus menerus, umumnya berada di pinggiran sungai

Sawah pasang surut adalah sawah yang pengairannya tergantung pada naik turunnya muka air

Sawah beririgasi adalah sawah yang pengairannya bersumber dari bendungan sungai, waduk, mata air, dan lainnya

16 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

1. Lahan pertanian yang luas

Potensi lahan Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena luas lahan yang digunakan di Indonesia didominasi untuk penggunaan pertanian, baik tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan maupun kehutanan

17 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

2. Jumlah SDM Pertanian

Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian

Sektor pertanian dapat menjadi jaminan disaat sektor pekerjaan lainnya mengalami gejolak akibat masalah ekonomi

Negara dengan sektor pertanian yang mendominasi lapangan pekerjaan masyarakatnya cenderung lebih stabil dalam segi ekonomi secara makro

18 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

3. Sumbangan terhadap PDB

Pertanian menyumbang PDB Indonesia kedua tertinggi (setelah industri pengolahan)

Di dalam sektor industri pengolahan tersebut juga terkandung sektor pertanian, yaitu indusri pengolahan pertanian

Dengan demikian kenyataannya sektor pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang besar untuk perekonomian Indonesia

19 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

4. Produksi Pangan Domestik

Pertanian menghasilkan bahan kebutuhan pokok, baik pangan, sandang, papan

Pembangunan di sektor pertanian dapat menjamin terwujudnya kedaulatan pangan bangsa Indonesia

20 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

5. Penghasil Devisa

Komoditi perkebunan, kehutanan, perikanan dan sebagian tanaman pangan serta peternakan merupakan komoditas ekspor utama Indonesia

21 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

6. Memberi Pasokan pada Industri Pertanian

Hasil produksi pertanian akan menjadi bahan pasokan untuk industri pengolahan untuk menghasilkan barang setengah jadi atau barang jadi

22 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

7. Memiliki Multiplier Effect yang Besar

Perkembangan sektor pertanian meningkatkan kegiatan ekonomi di berbagai sektor

Baik kegiatan agroindustri di hulu (industri saprotan dan alsintan) hingga hilir (industri pengolahan hasil). Demikian juga kegiatan pemasaran serta penunjang (perkreditan, asuransi, transportasi)

23 of 24

Peran Pertanian Terhadap Perekonomian Indonesia

8. Sebagai Pasar Industri

Kegiatan pertanian yang berkembang akan meningkatkan kesejahteraan petani

Petani yang sejahtera dan dalam jumlah besar akan membeli barang-barang hasil produksi industri seperti pakaian, alat elektronik, perabot rumah tangga, dll.

24 of 24

TERIMA KASIH